Donor Darah JULI 2013

Ayooooooo……. Berbagi dalam DONOR DARAH

Darah yang Anda berikan akan membawa dampak yang besar bagi orang lain termasuk manfaat yang baik bagi tubuh Anda. Donor Darah akan dilaksanakan :

Minggu, 28 Juli 2013

di GPdI Mahanaim Tegal,

Jl. Kapten Ismail No. 137-Tegal

(Pukul 08.30 pagi s/d selesai)

Image

MENJADI YANG SULUNG DI ANTARA SEMUA CIPTAAN-NYA (Minggu, 25 November 2012)

Image

Pdt. J.S Minandar

Yakobus 1:16-18

PENDAHULUAN

Yakobus 1:16, Yakobus memberi nasehat  yang begitu keras dan tajam, yaitu, “ janganlah sesat!”. Maksud Yakobus menulis nasehat yang begitu keras ini ada di Yakobus 1:17“Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang padaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” Nasehat yang kuat ini untuk mengingatkan bahwa “Keselamatan”, adalah Pemberian Allah Yang Sempurna  yang dikerjakan oleh Yesus di kayu salib,  Yohanes 3:16; Efesus 2:8,9.

 BUKAN OLEH USAHA & KEBAIKAN

Mungkin ada beberapa agama yang mengajarkan keselamatan didapat dari usaha manusia. KONSEP yang mengajarkan keselamatan bisa diusahakan, maka “Ajaran tersebut adalah  Ajaran Sesat!!” sebab Keselamatan bukan hasil usaha  atau kebaikan manusia. 

 KESELAMATAN

Keselamatan hanya dengan jalan anugerah. Yakobus 1:17 memberi konsep keselamatan  tidak akan pernah diubah Allah dan Tidak ada bayang-bayang perubahan. Sebab Sebagaimana Allah tidak berubah maka cara yang Allah gunakan untuk menyelamatkan manusia tidak  akan pernah berubah yaitu, didalam Tuhan Yesus Kristus. Gereja yang mengajarkan keselamatan dengan konsep lain, gereja tersebut adalah: “Gereja Sesat!” Wahyu 17:1,2 – yang dimaksud “banyak air” adalah gambaran umat/ massa dan mereka dipimpin oleh “pelacur besar” yaitu gambaran “Gereja Palsu”  yang melacurkan diri artinya Gereja yang berkompromi bahwa ada keselamatan lain diluar Yesus. Wahyu 17:3-6  Gereja sesat (Wanita Pelacur) dan duduk di atas binatang (Antikristus) artinya, gereja sesat bekerjasama sama dengan antikristus (Wahyu 17:3). Mereka akan akan “Membunuh orang-orang kudus” yang berpegang pada firman Tuhan yang murni. Yakobus peringatkan bahwa keselamatan hanya didalam Yesus Kristus, Bapa segala terang.

TUJUAN KESELAMATAN

Allah menyelamatkan, bukan sekedar  supaya kita masuk sorga. Benar kita pasti masuk surga tetapi setiap kita memiliki paket hidup karena  Tuhan ingin memakai kita. Yakobus 1:18“Atas kehendakNya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaanNya.” Mengapa setelah kita percaya, Yesus beri kita kesempatan hidup?

AGAR JADI SERUPA DENGAN GAMBARNYA:

  • Bukan untuk menghabiskan waktu dengan bersantai – santai
  • Bukan untuk menimbun harta tetapi Tuhan panggil dan selamatkan kita agar “ Roma 8:29 –Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara “

Dengan demikian kita diselamatkan supaya cara hidup kita, serupa dengan Yesus.

Yakobus 1:18 “Atas kehendakNya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaanNya.” Setiap minggu diproses kebenaran Firman supaya Menjadi “Yang Sulung” di antara   semua ciptaanNya. Artinya Hidup pengikut Yesus  harus jadi panutan bagi semua orang. Mengapa? MANUSIA SUDAH RUSAK,

Kejadian 6:5“Kejahatan manusia besar di bumi dan kecenderungan hatinya selalu memembuahkan kejahatan.”  Untuk memulihkan ciptaan Allah (manusia) yang sudah rusak, Allah tidak langsung pakai firman Allah. Tetapi Allah pakai cara hidup pengikut Kristus, sebagai yang sulung dalam mengenal Yesus (Sang Juru Selamat).

KEDUDUKAN / POSISI YESUS

Di manakah tingkat Rohani Yesus  sebagai Anak Sulung Bapayang menjadi standar orang percaya? Yakobus 1:18“Atas kehendakNya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaanNya.”

 II Petrus 1:5-8 inilah tingkatan yang harus kita lewati.

Image

Dan ini gambaran orang percaya yang diselamatkan.

Image

Setelah diselamatkan ada tingkatan-tingkatan yang harus dilewati. Bukan hanya percaya dan beriman saja tetapi ada tingkatan berikut yaitu:

Kebajikan

Image

Tingkat pertama yang harus ada di dalam diri kita, supaya dunia dapat melihat bahwa sifat Yesus sebagai Anak Allah Yang Sulung itu dapat terlihat di dalam diri kita adalah “Kebajikan”. Mengapa kita harus berbuat kebajikan?  Yeremia 31:14-Umat Tuhan telah dikenyangkan oleh Tuhan dengan kebajikan Tuhan, yaitu: keselamatan; pengampunan; kesetiaan. Maka sudah seharusnya sifat yang sama yaitu kebajikan harus terekspresi juga dari dalam diri pengikut Yesus.

Kisah 14:17 Yesus, sebagai yang sulung telah menyatakan diri ditengah dunia dengan melakukan kebajikan. Maka setiap pengikut Yesus harus tampil di tengah dunia ini dengan cara yang sama seperti Yesus, yaitu melakukan kebajikan.

Kebaikan dan kebajikan, memiliki arti yang sama (tidak ada beda) tetapi, kebaikan  diperlihatkan melalui perilaku; sifat; keramahtamahan, tetapi Kebajikan, diperlihatkan lewat perbuatan memberi. (Orang yang berbuat baik belum tentu memberi, tapi orang yang melakukan kebajikan diperlihatkan lewat keduanya, (baik dan suka memberi). Jadi yang pertama harus ada dalam orang percaya adalah “Kebajikan”.

DAMPAK KEBAJIKAN

Yeremia 33:9, Kalau penduduk kota berbuat kebajikan, maka kota itu akan menjadi..

  • Pokok kegirangan
  • Ternama
  • Terpuji
  • Terhormat 

Dan mereka akan: TERKEJUT; GEMETAR karena kebajikan yang mereka lihat.

PENGETAHUAN

Jangan abaikan pengetahuan firman Allah. 2 Petrus 3:18 ”Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita,  Yesus Kristus….”

Pengetahuan

 Image

Tingkatan setelah kebajikan adalah pengetahuan akan Firman. Banyak anggota jemaat yang mengabaikan yang satu ini. Mereka merasa tidak terlalu perlu tahu banyak tentang firman Allah, cukup – pendeta saja yang tahu. Perhatikan 2 Petrus 3:18 ”Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus….”. pertumbuhan didalam firman akan mengerakkan kita untuk mengetahui kehendak Allah.

2000 tahun yang lalu Yesus adalah figur yang menjadi contoh. Cara hidup Yesus membawa banyak jiwa kepada Allah. Yesus sudah naik kesorga untuk mempersiapkan tempat bagi kita sekarang kesempatan kita untuk menjadi figur bagi jiwa-jiwa karena Kristus ada didalam kita. Menjadi yang sulung ditengah-tegah kerusakkan manusia._

SUMBER PENCOBAAN ( Minggu, 11 November 2012 )

Image

Pdt. J.S Minandar

YAKOBUS 1:13-15

PENDAHULUAN

Dalam Mahkota Kehidupan, diterima  bukan hasil perjuangan atau usaha dan kebaikan kita. Melainkan hasil perjuangan Yesus Kristus di atas  kayu disalib, sehingga kita yang tadinya dinaungi  kematian beroleh kehidupan dan berada pada naungan keselamatan, Yohanes 3:16; 5:24. Setelah menerima mahkota kehidupan , kita tidak langsung meninggal seperti penjahat yang disalibkam di samping Yesus. Kita memiliki kesempatan hidup dan tentu akan ada banyak tantangan untuk mempertahankan jaminan atau mahkota kehidupan.

TANTANGAN

Tantangan dalam mempertahankan Mahkota Kehidupan adalah “pencobaan”, Yakobus 1:12. 

v Bila tahan uji  hadapi pencobaan,terima Mahkota Kehidupan.

v Bila tidak tahan uji  hadapi pencobaan, kehilangan Mahkota Kehidupan.

ALAT UJI

Alat uji kekuatan pengikut Yesus dalam mempertahankan Mahkota Kehidupan ialah “pencobaan.  Alat uji berfungsi untuk melihat kekuatan seorang anak Tuhan dalam pengiringan akan Tuhan.  Walaupun pencobaan alat uji Yakobus mengingatkan bahwa   pencobaan bukan berasal dari Tuhan, Yakobus 1:13- “Allah tidak dapat dicobai oleh yg jahat,  dan Allah tidak mencobai siapa pun.”  Apabila pencobaan alat uji dari manakah asal pencobaan

 SUMBER PENCOBAAN

Ada 2 sumber pencobaan :

 1.   Sumber pencobaan berasal iblis

Yang sifat pencobaan jahat dan jelek serta memiliki tujuan untuk mencuri, membunuh dan membinasakan. Yohanes 10:10a, “Pencuri (Iblis)  datang  hanya untuk mencuri dan membunuh   dan membinasakan…”. Ada Bentuk pencobaan yang Iblis gunakan untuk  mencobai orang percaya:

  • Jasmani (menyerang hal jasmani)
  • Jiwani ( menyerang perasaan,emosi dan keinginan)
  • Rohani  (iman)

Contoh Ayub Dicobai Dari Sisi Jasmani Ayub 1:11- “Tetapi ulurkanlah tanganMu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapanMu.”  Iblis yakin, kalau materi Ayub diserang Ayub akan mengutuki Allah.  Iblis minta ijin kepada Allah untuk menyerang kekayaan Ayub. Mengapa Iblis harus minta ijin Allah? Karena Iblis tidak dapat menyentuh orang percaya dengan pencobaan, tanpa seijin Allah. Ayub 1:13-19. Kekayaan Ayub habis dalam satu hari dan 10 anak Ayub mati bersamaan dalam sebuah tragedi.

Dan iblis mau mencobai Ayub di stadium kedua  Dari Sisi Jiwani sebab pencobaan Iblis terhadap kekayaan Ayub, tidak membuat Ayub goyah. Itulah mengapa Ayub 2:2,3 – Allah bertanya kepada Iblis dan membanggakan Ayub karena keberhasilan Ayub. Iblispun menjawab di Ayub 2:4-6 “Tuhan ijinkan Iblis mencobai jiwa Ayub” Penyakit yang Ayub derita membuat jiwa Ayub terguncang dan   Ayub 2:9 isteri Ayub tidak mendukung Ayub, malah anjurkan agar Ayub cepat mati. Ayub 2:11 Elifas, Bildad dan Zofar (sahabat Ayub) mempersalahkan Ayub.

 Dan stadium terakhir yaitu, pencobaan Terhadap Roh Ayub tidak ada catatan yang  menjelaskan Iblis mencobai roh Ayub.  Mengapa ? Ayub 1:8; 2:3 Berulangkali Allah membanggakan Ayub di hadapan Iblis bahwa Ayub, orang yang: saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”  Karena Ayub “saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan”  Sebab itu Iblis tidak bisa mencobai roh Ayub.

Kesimpulan

Iblis tidak dapat menyerang roh kita,  kalau kita tidak membuka hati (memberi) kesempatan kepada Iblis. Kalau begitu, apa Iblis tidak dapat menyerang roh orang-orang percaya?  Tentu saja bisa!

2.   Keinginan Diri Sendiri

Yakobus 1:14  “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.” Orang yang membuka hati bagi Iblis, sehingga Iblis mencobai roh orang tersebut. Contoh D A U D

 I Tawarikh 21:1 “Iblis bangkit melawan orang Israel dan  ia (Iblis) membujuk Daud untuk menghitung orang Israel. Yang membujuk Daud untuk menghitung bangsa Israel adalah Iblis. Bandingkan dengan 2 Samuel 24:1. “Bangkitlah pula murka Tuhan terhadap orang Israel; Ia (Tuhan) menghasut Daud melawan mereka, firmanNya: “Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda.”  Orang mengira ayat ini bertentangan satu dan lainnya. Apakah memang demikian?  Sama sekali tidak . DAUD MEMBUKA HATI BAGI IBLIS (Iblis tidak bisa mencobai roh kita kalau kita tidak membuka hati kepada Iblis). Iblis bisa mencobai jasmani dan jiwani Ayub atas seijin Allah. Tapi Iblis tidak bisa mencobai roh Ayub, karena Ayub tidak memberi kesempatan kepada Iblis untuk masuk di hati Ayub. “Berbeda Dengan Daud” Setelah Daud sukses menjadi raja dan membuat Israel menjadi besar. I Tawarikh 21:1, Iblis menggelitik hati Daud untuk jadi sombong. Sebab di bawah pimpinan Daud Israel jadi hebat, negaranya diperluas, rakyatnya kaya, tentaranya banyak.  Ternyata Daud tergoda oleh Iblis, dan mengikuti bujukan Iblis. Sehingga,  2 Samuel 24:1  Bangkit murka Tuhan kepada Daud, karena Daud telah membuka hati kepada Iblis, yang membuat Daud  jadi sombong dengan menghitung tentara Israel. Seba itu Amsal 4:23 menuliskan “Jaga hati dengan segala kewasapadaan” dan Efesus 4:27 “Jangan beri kesempatan kepada Iblis”Karena Daud memberi kesempatan bagi Iblis, sehingga Iblis berhasil membuat Daud jadi sombong, maka Tuhan murka kepada Daud, sehingga Daud harus menelan hasil kesombangannya. Daud harus memilih 1 dari 3 pilihan yang sangat menyakitkan. Yaitu, Tawarikh 21:11-12

  • Tiga tahun kelaparan di seluruh Israel
  • Tiga bulan dikejar-kejar dengan pedang oleh musuh.
  • Tiga hari Israel dilanda sampar (epidemi – wabah penyakit).

dan Daud memilih yang ke 3 (tiga hari dilanda penyakit sampar). Akibatnya 70.000 orang Israel mati. Daud Berpihak Kepada Tuhan dan memilih jatuh ke tangan Tuhan dari pada tangan manusia. Ketika Daud alami pencobaan akibat keinginan diri sendiri, Daud tidak mau lari kepada manusia tetapi lari kepada Tuhan,

I Tawarikh 21:13,14.  Setiap serangan Iblis (jasmani, jiwani    dan rohani), mengharuskan kita untuk mengambil keputusan (memilih).

DUA PILIHAN

Setiap pencobaan memberikan 2 pilihan :

  • Berpihak kepada Tuhan
  • Melawan Tuhan.

Lukas 22:42-46  Yesus berpihak kepada Bapa ketika iblis dating mengganguNya sehingga Yesus berkata “kiranya cawan ini lalu dari pada ku tapi bukan kehendakku yang jadi”  sedangkan Yohanes 13:26,27, Yudas memilih berpihak kepada Iblis, sehingga Iblis merasuk Yudas à binasa karena Yudas membuka hati.

Allah menjaga kita seperti halnya Ayub, dimana Ayub dapat bertahan dan tidak membuka cela. Jagalah hati kita dengan segala kewaspadaan. Jangan perna membuka cela karena iblis bisa masuk dan menghancurkan kita._

 

MAHKOTA KEHIDUPAN ( Minggu, 04 November 2012 )

Image

Pdt. J.S Minandar

Yakobus 1:12 

“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan,  sebab apabila ia sudah tahan uji,   ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.”

PENDAHULUAN

Di dalam Alkitab ada beberapa macam mahkota yang disediakan Tuhan bagi orang percaya, yaitu:

  • Mahkota Kemuliaan
  • Mahkota Kebenaran
  • Mahkota Abadi
  • Mahkota Kehidupan

URUT-URUTANNYA

Urutan mahkota diatas bukanlah urutan yang sebenarnya. Saat masuk dalam kemuliaan, mahkota pertama yang akan kita terima ialah: “Mahkota Kehidupan.” Yakobus  1:12, Perhatikan! Disebut “Mahkota Kehidupan” artinya:   Orang yang tidak terima mahkota kehidupan, tidak miliki kehidupan. Untuk hidup kekal bersama Yesus di sorga, harus memiliki “Mahkota Kehidupan.”

CARA MENERIMA MAHKOTA

Ada cara untuk mendapat mahkota yang disediakan Tuhan bagi kita :

1.   Mahkota Kemuliaan, I Petrus 5:4.

Yesus Gembala yang agung, dikedatanganNya yang kedua akan menganugerahkan mahkota kemuliaan  bagi orang percaya yang melayani Tuhan. Seringkali orang percaya berpikir bahwa pelayanan hanya dimimbar, tetapi sekecil apapun pelayanan kita, kan sangat dihargai Tuhan. Contoh, Matius 10:42– memberi pelayanan sekecil apapun kepada murid Yesus yaitu, orang-orang percaya maka upahnya  tidak akan hilang.

2.   Mahkota Kebenaran, II Timotius 4:7,8

Dianugerahkan bagi orang percaya yang rindu kedatangan Yesus. Dengan cara apa kita merindukan Yesus?  Yaitu, dengan mengekspresikan rindu kita dalam kehidupan sehari-hari. Contoh: kesetiaan beribadah, berdoa kepada Tuhan dan menjadi saksi Kristus. Orang-orang seperti ini akan menerima mahkota kemuliaan.

3.   Mahkota Abadi, I Korintus 9:25

Dianugerahkan Tuhan bagi orang yang taat.  (Tidak menyimpang dari firman Allah).  2 Timotius 2:5 Rasul Paulus mengambarkan perjalan iman orang percaya seperti berlomba,  yang tidak melakukan palanggaran sekecil apa pun dalam perlombaan. Ketaatan dan kepatuhan akan menentukan mahkota abadi ini kita terima atau tidak. Jadi dalam menjalani iman Kristen kita harus taat.

4.   Mahkota Kehidupan

Di terima bukan karna usaha; perjuangan; perbuatan baik & pelayanan. Seperti ketiga mahkota diatas,  tetapi oleh usaha; perjuangan & pengorbanan Yesus di atas kayu salib.  Sebab itu Roma 8:37Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.”  Hanya dengan percaya kepada Yesus kita menerima mahkota kehidupan

APAKAH SEMUDAH ITU? Apakah semudah itu kita bisa terima “Mahkota Kehidupan?”  Betul! Contoh: Lukas 23:43, ini kisah seorang penyamun yang bertobat. Sepanjang hidupnya dalam dosa. Dia salah satu yang disalibkan bersama Yesus. Ia bertobat dan percaya kepada Yesus. Saat itu Yesus berkata kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada (hidup) bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus”. Betapa mudahnya menerima mahkota kehidupan Tetapi, Kita tidak seperti penyamun yang disalib  disebelah Yesus.

Percaya lalu Bertobat lalu Mati dan masuk Firdaus. Kita harus jalani  hidup sebagai pengikut Yesus dan mempertahankan “Mahkota Kehidupan”. Wahyu 3:11“Aku datang segera! Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.” Matius 24:13“Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”

TANTANGAN YANG KITA HADAPI

Tantangan apa yang kita hadapi dalam mempertahankan “Mahkota Kehidupan”. Matius 24:12 tantangan versi Yesus adalah “Kedurhakaan Makin Bertambah” Yakobus 1:12 sedangkan Yakobus “Pencobaan Di Akhir Zaman”. Wahyu 2:10tantangan versi Yakobus “Kesusahan Selama Sepuluh Hari”

Tetapi Kita akan lebih membahas versi Yakobus. “PENCOBAAN”, CONTOH: bangsa Israel ( 1 Korintus 10:1-10). Di Ayat 1-4 – Fasilitas, Setelah bangsa Israel bebas dari tanah Mesir  mereka difasilitasi Tuhan. Yang bangsa Israel lakukan  hanya berjalan dan taat. Dari Mesir sampai tanah Kanaan Tuhan sediakan. Demikian dengan  keselamatan yang kita terima secara cuma-cuma oleh pengorbanan Yesus di atas kayu salib. Tuhan sediakan, kita tinggal menerima.

I Korintus 10:5, sekalipun fasilitas Tuhan sediakan, tetapi masih saja ada yang tidak taat sehingga Tuhan membinasakan bagian terbesar  dari bangsa Israel. Bangsa Israel gagal masuk tanah perjanjian, mereka tewas di padang gurun karena tidak dapat bertahan dengan tantanggan yang ada. Tujuan kisah ini ditulis, I Korintus 10:11 Untuk jadi peringatan bagi Israel rohani.  Artinya, Kalau Israel jasmani bisa gagal, sehingga tidak sampai  di Kanaan (tanah perjan-jian), maka tidak menutup kemungkinan Israel rohani (orang percaya), yang sudah menerima jaminan keselamatan, juga  bisa gagal dan kehilangan keselamatan.

PENYEBAB KEGAGALAN

Mengapa Israel gagal? I Korintus 10:13, Israel tidak mampu bertahan dalam menghadapi pencobaan. Padahal pencobaan yang mereka alami adalah pencobaan biasa yang dialami juga oleh setiap orang.

I Korintus 10:6-10 Berbagai Pencobaan

  1. Menginginkan Yang Jahat  (Bilangan 11:4-6)

Apakah keinginan yang jahat? Menginginkan makanan yang mereka makan di Mesir. Setelah diselamatkan, kita harus putus-kan hubungan dengan dosa masa lalu. Jangan ada keinginan untuk melakukan dosa masa lalu. I Korintus 10:6-10 Berbagai Pencobaan

2. Menjadi Penyembah Berhala (Keluaran 32:1-6)

v    Harta dan kekayaan dunia.

v    Kepandaian/Ilmu Pengetahuan.

v    Angkuh/Kesombongan.

3.  Melakukan percabulan (Bilangan 25:1-5)

v    Secara jasmani, dalam arti sebenarnya.

v    Secara rohani

Kisah tragis, DR. RICHARD TEO KENG SIANG adalah seorang yang berjuang dan sukses sebagai dokter kecantikan. Diusia 40 tahun ia sudah menjadi orang yang kay-raya, masih single tetapi sudah memiliki segalanya. DR. RICHARD TEO KENG SIANG  menjaga kesehatan tubuhnya setiap hari dengan mengikuti fitness. Ia adalah orang percaya yang sudah 20 tahun tidak kegereja karena merasa hebat. DR. RICHARD TEO KENG SIANG perna berkata dengan angkunya “ coba”

kita lihat apa yang Tuhan lakukan untuk membuat saya kegereja?”. Ia menmantang Tuhan dengan perkataannya. Maret 2012 ia merasa ditubuhnya ada yang tidak enak, setelah diperiksa. ia ternyata terkenan kangker stadium 4. Awalnya ia menyangkal dan menyalakan Tuhan. Sampai akhirnya ia sadar bahwa itu cara Tuhan membawa ia kembali kepada Tuhan. Tanggal 16 oktober 2012, ia meninggal di usia 40 tahun tetapi, kesaksian hidupnya yang diubahkan Tuhan  menjadi kesaksian yang menyadarkan banyak orang. Sebelum ia meninggal ia berkata “Hidup tanpa Tuhan kosong”

 I Korintus 10:6-10,  Berbagai Pencobaan yang kita hadapi. Ada begitu banyak tantangan  dan terkadang membuat kita tidak mampu, tetapi Tuhan yang selalu memberi  jalan keluar dan daya tahan untuk membuat kita kuat mempertahankan mahkota kehidupan itu. 1 Korintus 10:13_

BERMEGAH KARENA SALIB – BAGIAN II (Minggu, 14 Oktober 2012)

Image

 

Pdt. J.S Minandar

 

Yakobus 1 :1-9

PENDAHULUAN

Apapun yang dapat dicapai dalam dunia entahkah itu kedudukan, harta bahkan kekuasaan tidak bisa dijadikan kebanggan. Mengapa ? karena, segala yang didapat dari dunia seperti rumput dipadang yang berbunga dan mudah ditemukan tetapi tidak akan bertahan lama,  itu sebabnya tidak ada yang dapat dibanggakan dari dunia (Mazmur 103:15). Rasul Paulus menuliskan suratnya untuk jemaat Galatia,  Rasul Paulus menuliskan “Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah (berbangga), selain dalam   salib Tuhan kita Yesus Kristus,  sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia” Galatia 6:14. Rasul Paulus tidak mau bermegah selain dalam salib Yesus sebab oleh dunia telah disalibkan dan Rasul Paulus bagi dunia. 

Sebagai orang percaya “SALIB YESUS” adalah kebanggan kita. Apa yang dimaksud “Salib” menjadi kebanggaan? Apakah dengan memakai assesories salib dikatakan berbangga? Sebenarnya kebanggan salib  bukan terlihat secara hafiah.

Ada 3 alasan mengapa bermegah karena salib :

 1.   Salib Adalah Kekuatan Allah

I Korintus 1:18“Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.”

“Pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka  yang akan binasa” Bagi kita yang diselamatkan (yaitu orang-orang yang percaya kepada Yesus) pemberitaan SALIB ialah: KEKUATAN ALLAH.

Salib adalah bukti kemenangan atas maut dan dosa. Salib menjadi KEBANGGAN kita, sebagai orang-orang yang diselamatkan artinya satu-satunya yang bisa memindahkan manusia dari maut (neraka) kepada hidup (sorga), ialah “SALIB YESUS!”

Yohanes 5:24- “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunya hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”

 Image

2. Salib Bukti Kita Pengikut Yesus

Orang percaya yang belum bangga dengan salib Yesus, ia bukan pengikut Yesus yang sejati oleh sebab itu kita harus bangga akan salib Yesus. Matius 16:24- “ Lalu Yesus berkata kepada murid-muridNya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”.  artinya, sebagai orang percaya kemananpun harus memikul salib karena dengan memikul salib itu membuktikan bahwa ia menyangkal dirinya. Jadi bagaimana dengan orang-orang yang tidak mau memikul salib? Lukas 14:27– “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku”.

Apakah yang dimaksud dengan menyangkal diri dan memikul salib? Apakah menyangkal diri sama halnya dengan tidak mengakui diri lagi, berpura-pura hilang ingatan dan tidak mengenal diri? sedangkan memikul salib artinya membuat salib secara fisik lalu membawa salib itu kemanapun pergi? Itu salah besar !!

Memikul salib tidak dapat diartikan secara harafiah, bahkan ada yang berpikir bahwa orang yang mengiring Yesus seperti memiliki “Lampu Ajaib”. Dimana ketika tuanya ingin sesuatu tinggal mengosok lampu ajaib itu, ucapkan perintah dan terkabulkan. Sama halnya dengan  beberapa orang percaya yang hanya meminta terus menerus. Cukup mengosok lampu ajaib maka semua yang diinginkan terjadi dan ketika permintaan tidak dikabulkan maka akan mengancam. Menjadi orang kristen bukan hanya menerima berkat terus menerus tetapi harus  memikul salib. Mungkinkah ini artinya, untuk jadi orang percaya harus selalu menderita? Seperti Yesus waktu mendekati penyaliban. Dipukuli, dihina bahkan  melewati Via Dolorosa (jalan sengsara)?  Tentu tidak selamanya ada penderitaan karena sampai saat ini ada begitu banyak pertolongan Tuhan, berkat-berkat, kesembuhan bahkan mujizat yang nyata dialami orang percaya.  Inti kekristenan  bukan hanya materi sebab ada tujuan lain yang tidak bernilai fana tetapi kekal yaitu, Keselamatan.

Jadi praktek  menyangkal diri dan memikul salip itu seperti apa? Galatia 5:24- “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan  keinginannya.

Manyalibkan daging

Apa sajakah keinginan daging tesebut? Galatia 5:19-21, Yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah,kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”  

Rasul Paulus terus ingatkan 15 hal perbuatan daging agar jemaat Galatia sadar dan bertobat sehingga mendapat bagian hidup kekal. Menaklukkan kedaginggan sama halnya dengan bangga akan salib.

3. Hidup Yang Disalibkan

Roma 6:6 “Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalib-kan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita meng-hambakan diri lagi kepada dosa.” Kematian manusia lama akan menghilangkan kuasa dosa yang ada pada diri setiap orang. Roma 6:6  “karena kita tahu,…” artinya: saat percaya Yesus, hidup lama sudah dimatikan  sebab kematian Yesus telah membuat manusia lama kita mati.

Kesaksian : seorang diaken bertempat tinggal kota malang akan pergi pelayanan kekota lain dengan menggunakan Bus.  Beberapa menit di terminal Bus akhirnya seorang kondektur datang membawa tiket sekaligus uang kembali dari diaken tersebut. 10 menit kemudian diaket itu menghitung uang kembalinya dan ternyata uang kembali tersebut lebih Rp.1000,- . diaken ini berpikir hanya masalah biasa, menurutnya kelebihan uang tersebut hanyalah  jumlah kecil dan tidak akan pengaruh apa-apa jika tidak dikembalikan. Tetapi Roh Kudus berbicara didalam hatinya agar segera mengembalikan uang tersebut. awalnya diaken itu menolak suara itu namun Roh Kudus terus berbicara didalam hatinya untuk segera mengembalikan uang 1000 itu. Beberapa jam kemudian, sampailah diaken itu ditempat tujuan dan kondektur tersebut berdiri dipintu bus dan akhirnya diakenpun turun serta melewati kondektur tersebut seraya berkata “Ini uang kembalian yang lebih”. Kondektur itupun menahan diaken itu dan berkata “saya tahu siapa anda karena saya berjemaat di tempat Anda. Saya pindahan dari kota lain dan mencari gereja yang pas untuk saya bertumbuh. Sekarang saya yakin kemana saya akan pergi”.

Diaken itupun terdiam dan beberapa saat kemudian diaken itu berjalan mengarah tiang listrik, dia bersandar dan berkata “ hampir saja saya menjual namaMu dengan uang 1000,-“  Ternyata kondektur tersebut adalah anak Tuhan dan ia dapat melihat bagaimana cara hidup orang benar yang jujur serta  hidup yang lama sudah disalibkan akan membawa kemuliaan bagi Tuhan.

Banggalah dengan salib Yesus sebab salib adalah kekuatan Allah, salib melayakkan kita menjadi pengikut Yesus serta menjadi kristen sejati yang menyangkal diri dan memikul salib. Menyalibkan semua kedagingan.­_

 

BERMEGAH KARENA SALIB – BAGIAN I (Minggu, 07 Oktober 2012)

Image

Pdt. J.S Minandar

YAKOBUS 1:9-11

 PENDAHULUAN

Apapun yang dapat dicapai dalam dunia entahkah itu kedudukan, harta bahkan kekuasaan tidak bisa dijadikan kebanggan.  Mengapa…? Mazmur 103:15 menuliskan  “Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang, demikianlah ia berbunga;  apabila  angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.” Jadi, segala yang didapat dari dunia seperti rumput dipadang yang berbunga dan mudah ditemukan tetapi tidak akan bertahan lama,  itu sebabnya tidak ada yang dapat dibanggakan dari dunia. Firman Allah tidak hanya melarang untuk membanggakan tetapi Yeremia 17:5 menuliskan beginilah firman Tuhan:   “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia yang kekuatannya sendiri,…”

Sekarang apakah yang dapat dibanggakan oleh orang percaya?

 KEBANGGAAN ORANG PERCAYA

Galatia 6:14“Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah (berbangga), selain dalam   salib Tuhan kita Yesus Kristus,  sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.”

Kebanggaan pengikut Yesus adalah: “SALIB YESUS”. Apa yang dimaksud “Salib” menjadi kebanggaan? Apakah dengan memakai assesories salib dikatakan berbangga? Sebenarnya kebanggan salib  bukan terlihat secara hafiah. Ada beberapa Hal tentang salib.

 TENTANG SALIB

 1.      Salib Adalah Kekuatan Allah

I Korintus 1:18“Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.”

“Pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka  yang akan binasa”

Pada umumnya agama-agama mengajar untuk masuk sorga, harus berusaha ber-buat baik sebanyak mungkin. Dengan cara itulah dosa-dosa diampuni dan manusia bisa masuk ke sorga. Mereka mengajarkan hal itu karena mereka tidak punya sarana untuk diampuni, inilah konsep agama. Kekristenan bukan agama sebab Kristen ada karena Allah yang membuat konsep tetapi agama dibuat oleh manusia untuk mencapai Allah. Agama-agama berpendapat bahwa percaya kepada Yesus yang disalib dianggap suatu kebodohan. Bagi kita yang diselamatkan (yaitu orang-orang yang percaya kepada Yesus) pemberitaan SALIB ialah: KEKUATAN ALLAH.

Salib adalah bukti kemenangan atas maut dan dosa. Salib menjadi KEBANGGAN kita, sebagai orang-orang yang diselamatkan artinya satu-satunya yang bisa memindahkan manusia dari maut (neraka) kepada hidup (sorga), ialah “SALIB YESUS!”

 Yohanes 5:24- “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunya hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”

Rasul Paulus  menjelaskan kepada jemaat  di kota Korintus sebenarnya posisi manusia di ciptakan adalah mulia, Allah tidak perna merancangkan yang jahat.

Image

Tetapi dosa menjadikan  manusia jatuh kepada lobang yang mengerikan.

 Image

 

Mazmur 40:2,3 Raja Daud mengungkapkan perasaan manusia yang jatuh kedalam dosa, pemazmur menuliskan bahwa ia menanti-nantikan Tuhan sebab hanya Tuhan yang dapat menolong serta mengangkat dari lobang kebinasaan dan menempatkan kakinya diatas bukit batu. Tanpa Tuhan manusia akan binasa tetapi karya Yesus disalib mengangkat manusia dari dosa serta meneguhan langkah kakinya. 

DENGAN CARA APA TUHAN PINDAHKAN MANUSIA DARI DOSA?

Yaitu dengan “Salib Kristus”. Yohanes 5:24  “Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yg meng-utus Aku, ia mempunyai hidup yg kekal dan tidak turut dihu-kum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.

Image

 

 Didalam I Korintus 1:27-29 dijelaskan kematian Yesus di kayu salib dengan maksud menyelamatkan umat manusia dari kebinasaan, dilihat oleh orang dunia sebagai suatu tindakkan kebodohan. Ada 3 (tiga) pandangan yang salah dari dunia tentang konsep keselamatan yang Allah berikan kepada manusia, melalui karya kematian Yesus di atas kayu salib.      

 Dunia Menilai Kematian Yesusdi atas kayu salib sebagai:

A. “Yang bodoh bagi dunia…”Yaitu, Percaya kepada Yesus yang mati disalib, dianggap bodoh.

B.  “Yang lemah bagi dunia…”Yaitu, Percaya kepada Yesus yang mati disalib, dianggap lemah agamawi.

C.  “Yang tidak terpandang dan  yang hina” Yaitu, Kematian Yesus disalib, dianggap hina jadi bahan olok-olokan oleh dunia/kaum agamawi.

Tetapi kematian Yesus di atas kayu salib yang dianggap BODOH, dianggap LEMAH, dan dianggap TIDAK MASUK HITUNGAN dan HINA justru  SALIB-lah yang menyelamatkan. Itu sebabnya diakhir zaman orang-orang yg menolak SALIB YESUS akan dipermalukan.

ORANG YANG MENOLAK SALIB DAN MENGANDALKAN USAHA/PERBUATAN

Orang yang menolak salib digambarkan seperti orang yang membangun tangga untuk mencapai keselamatan.

 Image

seberapa banyakpun tangga kebaikkan yang dibuat tidak akan membuat manusia mencapai keselamtan tetapi salib Yesus mampu melakukan apa yang mustahil.

 Image 

Sekarang buktikan keselamatan yang telah diterima dengan perubahan hidup. Orang dunia berbuat baik karena ingin diselamatkan sedangkan orang benar berbuat baik karena telah diselamatkan.

 Mengapa harus lewat Salib Yesus ?  Agar jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah karena kebaikkannya . 1 Korintus 1:29-31 tetapi, setiap  orang yang masuk sorga menyadari, kalau ia bisa berada di sorga, itu karena PENGORBANAN YESUS DI KAYU SALIB._

HIKMAT ALLAH (MInggu,30 September 2012)

Pengkhotbah

Pdt. J.S Minandar

PENDAHULUAN         

Yakobus 1:2-4 “Ujian dan Pencobaan”, Allah ingin kekristenan orang percaya bertumbuh  menjadi dewasa dan sempurna. Tidak kekurangan dalam hal kerohanian. Pertumbuhan dan kesempurnaan  tidak datang dengan sendirinya, tetapi melewati sebuah proses yang bernama “ujian”.  Contoh:  Yeremia 18:1-6 “Proses Pembuatan Bejana”,  seorang penjunan  pembuat bejana dari tanah liat tidak langsung mengunakan bejana tersebut. Tanah liat yang telah berbentuk bejana tersebut harus di jemur dahulu di bawah terik matahari hingga benar-benar kering agar utuh dan kuat. Tetapi proses penjemuran belum belum cukup untuk bejana tersebut di gunakan, ada proses lain yang masih harus dilewati yaitu, pembakaran. Suhu yang digunakan  600 ° (Derajat) dan terus di tambahkan hingga 1.300 ° (Derajat) lalu bejana  didinginkan dan siap dipoles menjadi bejanan yang utuh dan indah.

 Demikian halnya kehidupan orang percaya,  tidak selamanya tenang-tenang saja akan ada tantangan seperti terik matahari. Begitu panas dan menyengat tetapi  tantangan itu yang membuat kerohanian kita bertumbuh menjadi dewasa dan matang. Dalam proses itu kita membutuhkan Hikmat yang benar.

 MEMINTA HIKMAT

Langkah awal untuk mendapatkan Hikmat  adalah meminta Hikmat itu, oleh karena itu Yakobus 1:5 menganjurkan – “ apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah”.  Hikmat yang terpenting , mintalah  hikmat dengan Iman dan tidak bimbang. Kata  “Bimbang” dalam terjemahan  Bhs. Inggris di Yakobus 1:6  yaitu,  double mind  (bercabang hati/pikiran).

 Hikmat sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Didalam keluarga, pekerjaaan bahkan keputusan-keputusan yang akan di ambil.   Hikmat ada hubungannya dengan :

1.  Mendengar & Melakukan Firman Allah

Kehadiran pada jam-jam Ibadah dan sekedar mendengarkan Firman Allah tidak cukup untuk menyenangkan hati Tuhan. Orang percaya yang  hanya mendengarkan tetapi tidak melakukan firman Allah, Matius 7:26-27 menuliskan bahwa ia seperti orang bodoh (tidak berhikmat). Sebaliknya dengan orang yang mendengarkan dan melakukan Firman Allah Matius 7:24-25  menuliskan bahwa ia seperti orang yang berhikmat (bijaksana). Jadi mendengarkan dan melakukan Firman ia adalah orang yang berhikmat serta menyenangkan hati Allah. Orang percaya  yang mendengar Firman, tetapi tidak melakukan firman Allah tidak akan  tahan pencobaan dan ujian!

 2. Tidak Berakar dan Murtad

Jemaat yang tidak berakar akan mudah untuk meninggalkan Tuhan (Murtad). Di akhir zaman akan banyak orang percaya gugur karena tidak bijaksana (Berhikmat). Ada yang berpikir bahwa   pertumbuhan di tentukan dari seorang pengkhotbah yang hebat dan terkenal. Lukas 8:4-15 menuliskan,  kuat atau lemahnya iman kita tergantung sikap hati kita pada waktu mendengar firman Allah. Perhatikan Lukas 8:13  Orang kristen yang tidak berakar kuat dalam firman Allah akan murtad ketika alami pencobaan. Jemaat yang tidak berhikmat seperti benih (Firman) yang jatuh di tanah berbatu.

 CARA BERAKAR

 Untuk berakar kita harus berhikmat, Artinya Tidak cukup hadir di gereja. Tetapi Harus berusaha membuat firman Allah bertumbuh dan berakar dalam hidup kita.

Caranya  :

MERENUNGKAN FIRMAN ALLAH

Untuk menjadi orang percaya yang berakar, Bertumbuh  dan  Berbuah harus merenungkan firman Allah.  Yohanes 10:11a,  Yesus adalah Gembala bagi domba-dombanya. Pengikut Yesus diumpamakan  seperti “domba”. Salah satu karakter domba ialah:  Mencerna/Memamahbiak. Dimana domba setelah ia mengunyah makanannya ia memasukkan makanan itu kedalam usus yang pertama setelah diberi enzim lalu domba menarik kembali makanan itu dan ia mengunyah kembali makanan tersebut dan memasukkan lagi di usus kedua lalu menarik lagi makanan tersebut dan mengunyah kembali makanan tersebut serta diberi enzim khusus lagi lalu menelan kembali makanannya dan masuk keusus terakhir yang biasa di kenal “Babat”. Semua sari makanan telah di cerna baik-baik sehingga mendapat sari-sari makanan yang terbaik. Sebagai orang percaya tidak cukup hanya merenungkan firman di ibadah-ibadah tetapi merenungkan Firmna dimanapun. Hasil Merenungkan Firman Allah, Mazmur 119:97-101

  •  Ayat 98 – “Lebih bijaksana dari musuh” – Iblis , licik dan menipu Tetapi, Jemaat yang suka merenungkan firman Allah tidak bisa ditipu oleh musuh (Iblis).
  • Ayat 99-“Lebih mengerti dari guru” – Mengerti dan  tahu dengan bijak langkah apa yang harus kita lakukan untuk masa mendatang.
  •  Ayat 100-“Lebih mengerti daripada orang tua” – Lebih mengerti dari pada para penguasa.
  • Ayat 101-“Menahan kaki dari kejahatan” – Orang yg merenungkan firman Allah, memiliki penguasaan diri sehingga mampu menahan diri dari dosa.

3.  Menggunakan Waktu  Dengan Hikmat

Saat kita dengar firman Allah, mungkin  hal itu merupakan peringatan  terakhir bagi kita. Jangan anggap remeh dan abaikan peringatan itu,  sehingga kita tidak punya kesempatan lagi.

 PENUTUP

Doa Musa:

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana (berhikmat).” Bila kita menyia-nyiakan kesempatan yang Allah beri, ada kemungkinan kita akan terlambat untuk dipulihkan._

UJIAN DAN PENCOBAAN (Minggu, 16 September 2012)

Pdt. J.S Minandar

Pdt. J.S MInandar

Yakobus 1:2-4

PENDAHULUAN
Ada 2 alat penguji untuk menguji iman orang percaya, yaitu: Ujian dan Pencobaan. Pada umumnya ke dua hal tersebut memiliki arti yang berbeda tipis. Sehingga terkadang sulit membedakan mana ujian dan mana cobaan. Ujian dan pencobaan memiliki arti dan tujuan yang berbeda.

PENCOBAAN
Yakobus 1:13, Kalau alami pencobaan, jangan menuduh Allah sedang mencobai. Matius 4:7, “Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Mengapa tidak boleh mencobai? Karena mencobai
• Sifat Iblis.
• Menantang Tuhan.

PENCOBAAN KARENA KEINGINAN SENDIRI
Ada pencobaan dialami karena keinginan diri sendiri. Sulusinya: “Bertobat!”. I Timotius 6:9 – “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan…”. Apakah boleh orang kristen kaya? Boleh. Bagaimana caranya? “Ora et Labora” (Berdoa dan bekerja keras). Kalau ingin kaya tetapi berjudi; menipu; berbuat ilegal karena malas artinya mencari pencobaan.

BERBAGAI BENTUK PENCOBAAN

Ayub (Tiga hal yang digunakan Iblis untuk mencobai Ayub)
• Kemiskinan – Ayub 1:13-19
• Penyakit Barah – Ayub 1:7,8
• Tekanan Emosi – Ayub 1:9-10a
Tetapi, Ayub berhasil lulus dari pencobaan dan hidupnya diberkati.

Yakobus 1:2 – “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan” . Pencobaan berasal dari iblis dan punya maksud jahat dan Yakobus menuliskan bahwa menganggap pencobaan suatu kebahagiaan. Seolah-olah tanpa pencobaan tidak dapat kebahagiaan.

Apakah harus mengundang pencobaan agar bahagia ? tentu tidak. Bandingkan Matius 6:13 Yesus mengajar berdoa: “Janganlah membawa kami ke dalam pencoba-an, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.” Pencobaan adalah hal yang jahat. Sebab itu kita diingatkan Matius 26:41. Kekuatan fisik kita lemah (terbatas; tidak bisa kita andalkan).
I Petrus 1:6b “sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.” Pencobaan membuat kita berdukacita. Allah menjaga dan melindungi. Mengapa Allah Ijinkan Pencobaan? Mengapa pengikut Yesus diijinkan dicobai oleh Iblis…?

MAKSUD YAKOBUS :
Bahagia dalam pencobaan adalah bahwa Allah menjaga dan melindungi.
Bilangan 6:24 – Musa berdoa berkatdan Tuhan menjawab dengan melindungi serta  memberkati Musa.
Yohanes 10:27-29 – Orang percaya dalam Yesus dan tidak ada yang dapat merampasnya sebab Allah melindungi.
iblis tidak dapat mencobai tanpa ijin dari Allah. Ayub 1:8-12

UJIAN BERASAL DARI ALLAH
Sifatnya baik berbeda dengan pencobaan bahkan tujuannya untuk membangun agar lebih berkualitas. Kejadian 22:1 “Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham…” Mencoba, Yunani : NACAH
• To test – menguji
• To prove – membuktikan
Allah menguji, karena ingin lihat bukti, cinta/kesetiaan kita kepada Tuhan.

COBAAN IBLIS adalah ALAT PENGUJI ALLAH
Ayub 1:8, Allah membanggakan umatNya di hadapan musuh-musuhNya. Allah melindungi dan Allah memagari orang-orang percaya, 2 Raja 6:8-23. Tanpa ijin Allah, Iblis tidak bisa menyentuh orang percaya yang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Tetapi, Mengapa Allah izinkan Iblis mencobai Ayub yang saleh; jujur; takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Allah Ingin Melihat Kesetiaan UmatNya. Allah ijinkan Ayub dicobai Iblis, karena Allah ingin lihat, apakah Ayub tetap saleh; jujur; takut akan Allah dan menjauhi kejahatan…
Pada waktu:
• Kekayaannya ditarik dari Ayub
• Tubuhnya berpenyakit
• Tekanan perasaan/emosi

KESIMPULAN
Allah mengijinkan Ayub dicobai Iblis dan menjadikan pencobaan Iblis itu, sebagai Alat Uji (alat tes/alat bukti) bagi Allah untuk melihat kualitas iman Ayub. Sesungguhnya iblis mencobai Ayub dengan maksud agar, Ayub mengutuki Allah. Melainkan hasilnya Ayub keluar seperti emas (makin berkualitas).

Hasil yang dicapai Ayub :
• Rohani, Ayub 42:5 ,Ayub mengenal Allah semakin dalam.
• Jasmani, Ayub 42:10-17,Kekayaan Ayub di sorga dan di bumi berlipat ganda.

Pencobaan Iblis yang diijinkan Tuhan tidak bisa mengalahkan kita. MENGAPA..? I Korintus 10:13. Berakar dalam Kristus (Lukas 8:13). Pengikut Yesus akan mengalami pencobaan agar tidak murtad dan meninggalkan Yesus.¬_

PERANTAU DI DUNIA ( Minggu, 09 September 2012 )

Pengkhotbah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pdt. J.S Minandar

Yakobus 1:1

“Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan”

PENDAHULUAN

Penulis surat ini adalah Yakobus yang merupakan pemimpin gereja di Yerusalem pada zaman itu. Yakobus memperkenalkan dirinya sebagai “hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus”. Bandingkan dengan Yudas 1:1, di jelaskan bahwa Yudas adalah saudara Yakobus. Apakah hubungan antara Yesus , Yudas dan Yakobus?

HUBUNGAN YESUS, YUDAS dan YAKOBUS (Markus 6:1-6a)

Secara lahiriah Yudas & Yakobus adalah anak Yusuf dan Maria.

Image

Matius 1:18 menjelaskan dimana Maria mengandung dari Roh kudus bukan karna hasrat seorang pria. Allah mengunakan kandungan Maria sebagai sarana kelahiran seorang juruselamat yaitu, Yesus. Selama Maria mengandung, Yusuf tidak perna bersetubuh dengan Maria (Matius 1:25). Setelah kelahiran Yesus barulah Maria melanjutkan hubungan pernikahannya dengan Yusuf dan melahirkan anak-anak yaitu, Yakobus,Yoses,Yudas dan saudara-saudara perempuan.

Tidak Percaya Yesus

Walau Yesus, Yudas & Yakobus berasal dari satu rahim (Maria), Yudas dan Yakobus tidak serta merta percaya Yesus adalah TUHAN. Yohanes 7:2-9 perhatikan ayat 5 – “Sebab saudara-saudara-Nya sendiripun tidak percaya kepada-Nya.” Didalam Yohanes 7:2-9, Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon mengejek Yesus kalau ingin terkenal dianjurkan untuk mendemonstrasikan kuasaNya di Yerusalem (dihari Pondok Daun). Setelah peristiwa kematian Yesus dikayu salib, mereka baru percaya dan mengaku Yesus adalah Tuhan.

Yudas dan Yakobus tidak menempatkan diri lagi sebagai saudara, tapi, menempatkan Yesus sebagai Tuhan dan mereka sebagai hamba Tuhan Yesus (Yudas 1:1; Yakobus 1:1). Khusus kepada Yakobus, Yesus menampak-kan diri setelah kebangkitan,  I Kor. 15:7.

INTI BERITA SURAT YAKOBUS

Ada komentator negatif tentang surat Yakobus yang mengatakan Ajaran Yakobus berbeda dengan ajaran Yesus dan Paulus. Yakobus mengajarkan “Untuk diselamatkan, harus melakukan amal atau perbuatan baik.” Apakah ajaran Yakobus seperti itu ? Tidak benar. Tetapi, tujuan surat Yakobus adalah untuk mengingatkan jemaat  bahwa pengikut Yesus, harus hidup sesuai dengan karakter dan perilaku Yesus. Yakobus menekankan bahwa pengikut Yesus yang sejati adalah mereka yang mempraktekkan firman Allah, (Yakobus 1:25).

Kesimpulan:

Yakobus mengajarkan bahwa setiap pengikut Yesus harus hidup sesuai ajaran Yesus yang dikhotbahkan Yesus di bukit. Khotbah di bukit Matius 7:24-27, Lukas 8:21, 11:27,28,Wahyu 1:3, 22:7. Yakobus tidak mau kita sekadar jadi orang kristen. Yakobus ingin kita hidup seperti Yesus.

ALAMAT SURAT YAKOBUS

Kepada siapakah surat Yakobus ditujukan?

Yakobus 1:1 “Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan” Surat Yakobus ditujukan kepada “kedua belas suku di perantauan.” Terjemahan lain menulis “kepada kedua belas suku yang tersebar di perantauan”. Jadi, surat Yakobus bukan ditujukan kepada jemaat tertentu, tapi untuk kedua belas suku di perantauan.

Siapakah yang dimaksud “kedua belas suku yang tersebar diperantauan?” .  Ada pendapat, Kedua belas suku yang tersebar adalah para pengikut Yesus dari kalangan orang Yahudi yang tersebar di seluruh dunia. Tafsiran ini melahirkan pendapat yaitu ,

Surat Yakobus bukan bagi kita (orang-orang non Yahudi) tapi bagi kristen Yahudi dan itu salah besar. Mereka tidak mengerti bahwa setelah Yesus mati di atas kayu salib, di mata Allah Yahudi sejati adalah, Roma 2:28,29-Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah. Jadi maksud Yakobus 12 suku yang tersebar di perantauan,  tidak lain adalah semua orang yang percaya kepada Yesus.

Perantau

Status kita di dunia ini adalah sebagai perantau, I Petrus 1:1,Filipi 3:20. Kalau kita tidak sempat pulang, Yesus akan menjeput kembali ke  tanah air yaitu sorga. Yohanes 14:3.

TANGGUNG JAWAB KITA

Apa tanggung jawab kita sebagai para perantau yang tersebar di Tegal, Jawa Tengah – Indonesia? Yeremia 29:4-9, Selama diperantauan (hidup di dunia) kita diharuskan

7 Hal Yang Harus Kita Lakukan:

 Secara Jasmani dan Rohani (Yeremia29:4-9)

  1. Jasmani    – Dirikanlah rumah untuk kamu diami. Tidak salah memiliki rumah dan membangun.

              Rohani     – Bangun rumah rohani, jangan seperti Israel di  zaman Hagai (Hagai 1:4,5). Jangan hanya membangun rumah

jasmani tetapi rumah rohani jelek dan roboh.

      2.   Jasmani    – Buat kebun anggur dan nikmati hasilnya (Tidak salah kita membangun usaha dan menjadi kaya dan memiliki  harta

yang melimpah).

             Rohani       – Bekerja dan berusaha juga untuk menjadi kaya  secara rohani (kaya dengan perkara yang kekal). Yohanes 6:27

      3.  Jasmani    – Ambilah isteri dan lahirkan keturuna (tidak  salah saudara membangun rumah tangga dan menghasilkan keturuan).

            Rohani        – Kita dipanggil untuk melahirkan keturunan ilahi,  Maleakhi 2:12. Berapa jiwa yang kita bawa bagi Yesus? mulailah

dari keluarga yang Tuhan percayakan. Bawa mereka mengenal Yesus.

      4. Jasmani     – Nikahkan anak-anak (pria dan wanita). Didik dan rawat anak menjadi dewasa dan  nikahkan mereka.

           Rohani       – Didik anak-anak kita tentang firman Allah,sehingga mereka menjadi generasi penerus pekerjaan Tuhan. Mark 10:14.

      5.  Jasmani     – Mebangun untuk kesejahteraan kota (Sebagai bagian dari masyarakat, pengikut Yesus harus aktif).

           Rohani         – Matius 5:13,14 Yesus mengajar kita agar hidup orang kristen di tengah masyarakat, seperti garam & terang,

Kisah 2:41-47 (47).

     6. Jasmani      – Mebangun untuk kesejahteraan kota (Sebagai bagian dari masyarakat, pengikut Yesus harus aktif).

         Rohani     – Berdoa untuk kesejahteraan kota, Jemaat menentukan berkat atau kutuk bagi kota, bangsa dan negara), I Tim 2:1-4

    7. Jasmani    – Jangan tertipu oleh nabi palsu. Jadilah pengikut Yesus yang mengerti firman Tuhan, supaya kita tidak terseret oleh

ajaran sesat.

         Rohani     – Sebagai pengikut Yesus, jangan jadi contoh yang salah, sehingga orang menolak Yesus, Markus 10:31.

Dapat memiliki hal-hal jasmani tidak salah tetapi ada hal-hal rohani yang juga harus dipenuhi. Ada keseimbangan, Amsal 11:1menulis “Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat.” _

HUT 24 Mahanaim

Sehubungan dengan Ibadah Syukur 24 Tahun Mahanaim, Minggu, 21-Juli-2013. Mohon perhatian untuk perubahan jadwal Ibadah Pagi.

Ibadah Pagi (Gabungan) Pk.07.00
Ibadah Sore Pk.17.00

Sebarkan ke rekan-rekan yang lain.