HIKMAT ALLAH (MInggu,30 September 2012)

Pengkhotbah

Pdt. J.S Minandar

PENDAHULUAN         

Yakobus 1:2-4 “Ujian dan Pencobaan”, Allah ingin kekristenan orang percaya bertumbuh  menjadi dewasa dan sempurna. Tidak kekurangan dalam hal kerohanian. Pertumbuhan dan kesempurnaan  tidak datang dengan sendirinya, tetapi melewati sebuah proses yang bernama “ujian”.  Contoh:  Yeremia 18:1-6 “Proses Pembuatan Bejana”,  seorang penjunan  pembuat bejana dari tanah liat tidak langsung mengunakan bejana tersebut. Tanah liat yang telah berbentuk bejana tersebut harus di jemur dahulu di bawah terik matahari hingga benar-benar kering agar utuh dan kuat. Tetapi proses penjemuran belum belum cukup untuk bejana tersebut di gunakan, ada proses lain yang masih harus dilewati yaitu, pembakaran. Suhu yang digunakan  600 ° (Derajat) dan terus di tambahkan hingga 1.300 ° (Derajat) lalu bejana  didinginkan dan siap dipoles menjadi bejanan yang utuh dan indah.

 Demikian halnya kehidupan orang percaya,  tidak selamanya tenang-tenang saja akan ada tantangan seperti terik matahari. Begitu panas dan menyengat tetapi  tantangan itu yang membuat kerohanian kita bertumbuh menjadi dewasa dan matang. Dalam proses itu kita membutuhkan Hikmat yang benar.

 MEMINTA HIKMAT

Langkah awal untuk mendapatkan Hikmat  adalah meminta Hikmat itu, oleh karena itu Yakobus 1:5 menganjurkan – “ apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah”.  Hikmat yang terpenting , mintalah  hikmat dengan Iman dan tidak bimbang. Kata  “Bimbang” dalam terjemahan  Bhs. Inggris di Yakobus 1:6  yaitu,  double mind  (bercabang hati/pikiran).

 Hikmat sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Didalam keluarga, pekerjaaan bahkan keputusan-keputusan yang akan di ambil.   Hikmat ada hubungannya dengan :

1.  Mendengar & Melakukan Firman Allah

Kehadiran pada jam-jam Ibadah dan sekedar mendengarkan Firman Allah tidak cukup untuk menyenangkan hati Tuhan. Orang percaya yang  hanya mendengarkan tetapi tidak melakukan firman Allah, Matius 7:26-27 menuliskan bahwa ia seperti orang bodoh (tidak berhikmat). Sebaliknya dengan orang yang mendengarkan dan melakukan Firman Allah Matius 7:24-25  menuliskan bahwa ia seperti orang yang berhikmat (bijaksana). Jadi mendengarkan dan melakukan Firman ia adalah orang yang berhikmat serta menyenangkan hati Allah. Orang percaya  yang mendengar Firman, tetapi tidak melakukan firman Allah tidak akan  tahan pencobaan dan ujian!

 2. Tidak Berakar dan Murtad

Jemaat yang tidak berakar akan mudah untuk meninggalkan Tuhan (Murtad). Di akhir zaman akan banyak orang percaya gugur karena tidak bijaksana (Berhikmat). Ada yang berpikir bahwa   pertumbuhan di tentukan dari seorang pengkhotbah yang hebat dan terkenal. Lukas 8:4-15 menuliskan,  kuat atau lemahnya iman kita tergantung sikap hati kita pada waktu mendengar firman Allah. Perhatikan Lukas 8:13  Orang kristen yang tidak berakar kuat dalam firman Allah akan murtad ketika alami pencobaan. Jemaat yang tidak berhikmat seperti benih (Firman) yang jatuh di tanah berbatu.

 CARA BERAKAR

 Untuk berakar kita harus berhikmat, Artinya Tidak cukup hadir di gereja. Tetapi Harus berusaha membuat firman Allah bertumbuh dan berakar dalam hidup kita.

Caranya  :

MERENUNGKAN FIRMAN ALLAH

Untuk menjadi orang percaya yang berakar, Bertumbuh  dan  Berbuah harus merenungkan firman Allah.  Yohanes 10:11a,  Yesus adalah Gembala bagi domba-dombanya. Pengikut Yesus diumpamakan  seperti “domba”. Salah satu karakter domba ialah:  Mencerna/Memamahbiak. Dimana domba setelah ia mengunyah makanannya ia memasukkan makanan itu kedalam usus yang pertama setelah diberi enzim lalu domba menarik kembali makanan itu dan ia mengunyah kembali makanan tersebut dan memasukkan lagi di usus kedua lalu menarik lagi makanan tersebut dan mengunyah kembali makanan tersebut serta diberi enzim khusus lagi lalu menelan kembali makanannya dan masuk keusus terakhir yang biasa di kenal “Babat”. Semua sari makanan telah di cerna baik-baik sehingga mendapat sari-sari makanan yang terbaik. Sebagai orang percaya tidak cukup hanya merenungkan firman di ibadah-ibadah tetapi merenungkan Firmna dimanapun. Hasil Merenungkan Firman Allah, Mazmur 119:97-101

  •  Ayat 98 – “Lebih bijaksana dari musuh” – Iblis , licik dan menipu Tetapi, Jemaat yang suka merenungkan firman Allah tidak bisa ditipu oleh musuh (Iblis).
  • Ayat 99-“Lebih mengerti dari guru” – Mengerti dan  tahu dengan bijak langkah apa yang harus kita lakukan untuk masa mendatang.
  •  Ayat 100-“Lebih mengerti daripada orang tua” – Lebih mengerti dari pada para penguasa.
  • Ayat 101-“Menahan kaki dari kejahatan” – Orang yg merenungkan firman Allah, memiliki penguasaan diri sehingga mampu menahan diri dari dosa.

3.  Menggunakan Waktu  Dengan Hikmat

Saat kita dengar firman Allah, mungkin  hal itu merupakan peringatan  terakhir bagi kita. Jangan anggap remeh dan abaikan peringatan itu,  sehingga kita tidak punya kesempatan lagi.

 PENUTUP

Doa Musa:

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana (berhikmat).” Bila kita menyia-nyiakan kesempatan yang Allah beri, ada kemungkinan kita akan terlambat untuk dipulihkan._

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s