PERANTAU DI DUNIA ( Minggu, 09 September 2012 )

Pengkhotbah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pdt. J.S Minandar

Yakobus 1:1

“Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan”

PENDAHULUAN

Penulis surat ini adalah Yakobus yang merupakan pemimpin gereja di Yerusalem pada zaman itu. Yakobus memperkenalkan dirinya sebagai “hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus”. Bandingkan dengan Yudas 1:1, di jelaskan bahwa Yudas adalah saudara Yakobus. Apakah hubungan antara Yesus , Yudas dan Yakobus?

HUBUNGAN YESUS, YUDAS dan YAKOBUS (Markus 6:1-6a)

Secara lahiriah Yudas & Yakobus adalah anak Yusuf dan Maria.

Image

Matius 1:18 menjelaskan dimana Maria mengandung dari Roh kudus bukan karna hasrat seorang pria. Allah mengunakan kandungan Maria sebagai sarana kelahiran seorang juruselamat yaitu, Yesus. Selama Maria mengandung, Yusuf tidak perna bersetubuh dengan Maria (Matius 1:25). Setelah kelahiran Yesus barulah Maria melanjutkan hubungan pernikahannya dengan Yusuf dan melahirkan anak-anak yaitu, Yakobus,Yoses,Yudas dan saudara-saudara perempuan.

Tidak Percaya Yesus

Walau Yesus, Yudas & Yakobus berasal dari satu rahim (Maria), Yudas dan Yakobus tidak serta merta percaya Yesus adalah TUHAN. Yohanes 7:2-9 perhatikan ayat 5 – “Sebab saudara-saudara-Nya sendiripun tidak percaya kepada-Nya.” Didalam Yohanes 7:2-9, Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon mengejek Yesus kalau ingin terkenal dianjurkan untuk mendemonstrasikan kuasaNya di Yerusalem (dihari Pondok Daun). Setelah peristiwa kematian Yesus dikayu salib, mereka baru percaya dan mengaku Yesus adalah Tuhan.

Yudas dan Yakobus tidak menempatkan diri lagi sebagai saudara, tapi, menempatkan Yesus sebagai Tuhan dan mereka sebagai hamba Tuhan Yesus (Yudas 1:1; Yakobus 1:1). Khusus kepada Yakobus, Yesus menampak-kan diri setelah kebangkitan,  I Kor. 15:7.

INTI BERITA SURAT YAKOBUS

Ada komentator negatif tentang surat Yakobus yang mengatakan Ajaran Yakobus berbeda dengan ajaran Yesus dan Paulus. Yakobus mengajarkan “Untuk diselamatkan, harus melakukan amal atau perbuatan baik.” Apakah ajaran Yakobus seperti itu ? Tidak benar. Tetapi, tujuan surat Yakobus adalah untuk mengingatkan jemaat  bahwa pengikut Yesus, harus hidup sesuai dengan karakter dan perilaku Yesus. Yakobus menekankan bahwa pengikut Yesus yang sejati adalah mereka yang mempraktekkan firman Allah, (Yakobus 1:25).

Kesimpulan:

Yakobus mengajarkan bahwa setiap pengikut Yesus harus hidup sesuai ajaran Yesus yang dikhotbahkan Yesus di bukit. Khotbah di bukit Matius 7:24-27, Lukas 8:21, 11:27,28,Wahyu 1:3, 22:7. Yakobus tidak mau kita sekadar jadi orang kristen. Yakobus ingin kita hidup seperti Yesus.

ALAMAT SURAT YAKOBUS

Kepada siapakah surat Yakobus ditujukan?

Yakobus 1:1 “Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan” Surat Yakobus ditujukan kepada “kedua belas suku di perantauan.” Terjemahan lain menulis “kepada kedua belas suku yang tersebar di perantauan”. Jadi, surat Yakobus bukan ditujukan kepada jemaat tertentu, tapi untuk kedua belas suku di perantauan.

Siapakah yang dimaksud “kedua belas suku yang tersebar diperantauan?” .  Ada pendapat, Kedua belas suku yang tersebar adalah para pengikut Yesus dari kalangan orang Yahudi yang tersebar di seluruh dunia. Tafsiran ini melahirkan pendapat yaitu ,

Surat Yakobus bukan bagi kita (orang-orang non Yahudi) tapi bagi kristen Yahudi dan itu salah besar. Mereka tidak mengerti bahwa setelah Yesus mati di atas kayu salib, di mata Allah Yahudi sejati adalah, Roma 2:28,29-Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah. Jadi maksud Yakobus 12 suku yang tersebar di perantauan,  tidak lain adalah semua orang yang percaya kepada Yesus.

Perantau

Status kita di dunia ini adalah sebagai perantau, I Petrus 1:1,Filipi 3:20. Kalau kita tidak sempat pulang, Yesus akan menjeput kembali ke  tanah air yaitu sorga. Yohanes 14:3.

TANGGUNG JAWAB KITA

Apa tanggung jawab kita sebagai para perantau yang tersebar di Tegal, Jawa Tengah – Indonesia? Yeremia 29:4-9, Selama diperantauan (hidup di dunia) kita diharuskan

7 Hal Yang Harus Kita Lakukan:

 Secara Jasmani dan Rohani (Yeremia29:4-9)

  1. Jasmani    – Dirikanlah rumah untuk kamu diami. Tidak salah memiliki rumah dan membangun.

              Rohani     – Bangun rumah rohani, jangan seperti Israel di  zaman Hagai (Hagai 1:4,5). Jangan hanya membangun rumah

jasmani tetapi rumah rohani jelek dan roboh.

      2.   Jasmani    – Buat kebun anggur dan nikmati hasilnya (Tidak salah kita membangun usaha dan menjadi kaya dan memiliki  harta

yang melimpah).

             Rohani       – Bekerja dan berusaha juga untuk menjadi kaya  secara rohani (kaya dengan perkara yang kekal). Yohanes 6:27

      3.  Jasmani    – Ambilah isteri dan lahirkan keturuna (tidak  salah saudara membangun rumah tangga dan menghasilkan keturuan).

            Rohani        – Kita dipanggil untuk melahirkan keturunan ilahi,  Maleakhi 2:12. Berapa jiwa yang kita bawa bagi Yesus? mulailah

dari keluarga yang Tuhan percayakan. Bawa mereka mengenal Yesus.

      4. Jasmani     – Nikahkan anak-anak (pria dan wanita). Didik dan rawat anak menjadi dewasa dan  nikahkan mereka.

           Rohani       – Didik anak-anak kita tentang firman Allah,sehingga mereka menjadi generasi penerus pekerjaan Tuhan. Mark 10:14.

      5.  Jasmani     – Mebangun untuk kesejahteraan kota (Sebagai bagian dari masyarakat, pengikut Yesus harus aktif).

           Rohani         – Matius 5:13,14 Yesus mengajar kita agar hidup orang kristen di tengah masyarakat, seperti garam & terang,

Kisah 2:41-47 (47).

     6. Jasmani      – Mebangun untuk kesejahteraan kota (Sebagai bagian dari masyarakat, pengikut Yesus harus aktif).

         Rohani     – Berdoa untuk kesejahteraan kota, Jemaat menentukan berkat atau kutuk bagi kota, bangsa dan negara), I Tim 2:1-4

    7. Jasmani    – Jangan tertipu oleh nabi palsu. Jadilah pengikut Yesus yang mengerti firman Tuhan, supaya kita tidak terseret oleh

ajaran sesat.

         Rohani     – Sebagai pengikut Yesus, jangan jadi contoh yang salah, sehingga orang menolak Yesus, Markus 10:31.

Dapat memiliki hal-hal jasmani tidak salah tetapi ada hal-hal rohani yang juga harus dipenuhi. Ada keseimbangan, Amsal 11:1menulis “Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat.” _

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s