S E R A K AH ( Minggu, 11 Agustus 2013 )

ImagePdt. J.S Minandar

Y a k o b u s 5:1-6

 

PENDAHULUAN

Minggu lalu kita telah mempelajari khotbah seri Yakobus tentang pengikut Yesus harus memiliki belaskasihan. Mengapa harus memiliki belas kasihan?

  • Hukum Tuhan (Matius 23:23)

Hukum Tuhan bukan hanya tentang peraturan-peraturan keagamaan tetapi juga sikap hati yang penuh keadilan dan belaskasihan. Iman harus dinyatakan dengan perbuatan. Ketika seseorang hanya melakukan peraturan agama tetapi tidak memiliki belaskasihan, maka orang tersebut bertindak munafik.

  • Sifat Kristus (II Korintus 8:9)

Belaskasihan adalah sifat Kristus. Hal itu terlihat melalui tindakanNya dengan cara merendahkan diri, menjadi miskin dan mengosongkan diriNya serta menjadi manusia yang penuh keterbatasan, supaya kita kaya dalam segala hal. Sifat kerendahan hati dan belaskasihan inilah yang harus kita teladani. Jangan sampai kita menjadi orang kaya yang ditegur oleh Yakobus karena hanya kaya materi, tetapi tidak memiliki belaskasihan akibatnya kehidupan kita tidak bisa menjadi saksi. 

  • Kesaksian (Kisah 1:8)

Menjadi saksi bukanlah hanya berbicara tentang Injil tetapi bersaksi yang dimaksudkan adalah sikap hidup yang penuh belaskasihan sehingga setiap pengikut Yesus bisa memperlihatkan kepada dunia, cara hidup Kristus, karakter Kristus atau kepribadian Kristus itu di dalam diri kita. Dengan demikian kita mengerti bahwa belaskasihan merupakan kehendak Tuhan dalam kehidupan setiap pengikut Yesus.   

SIAPA YANG DITEGUR

Dalam Surat Yakobus 5:1-6 menjelaskan tujuan teguran ini adalah kepada orang Yahudi Kristen yang tersebar di luar tanah Palestina, khususnya kepada orang-orang kaya yang ada pada saat itu. Teguran ini tentunya bukan hanya berlaku bagi jemaat yang dilayani oleh Yakobus, melainkan juga berlaku bagi kita para pengikut Yesus. Teguran ini diberikan agar menjadi peringatan bagi setiap pengikut Yesus yang telah di berkati dan berkelimpahan, agar hidup penuh belaskasihan. Mengapa Yakobus dengan tegas menegur pengikut Yesus yang kaya untuk hidup dalam belas kasihan ?

MENGAPA DITEGUR

Teguran ini diberikan karena ada beberapa orang Kristen kaya dan mengaku pengikut Yesus (kristen), tetapi tidak mencerminkan pengikut Yesus, mereka tidak melakukan kehendak Tuhan, antara lain dengan:

  1.  Tidak melakukan hukum Kristus (yaitu, belas kasihan).
  2. Tidak memperlihatkan sifat-sifat Kristus (belas kasihan)
  3. Tidak jadi saksi Kristus dengan memperlihatkan belas kasihan dalam kehidupan sehari-hari.

Sikap inilah yang mendorong mereka untuk hidup tanpa belas kasihan. Apakah penyebabnya?

 APA PENYEBABNYA

Penyebabnya karena ada pengikut Yesus (orang kristen) tapi perbuatannya sangat memalukan. Dimana mereka tidak lagi melakukan hukum Tuhan , sifat mereka jauh dari sifat Yesus bahkan hidup mereka tidak menjadi kesaksian buat orang lain. Mereka hidup tanpa belas kasihan.  Hal ini disebabkan karena mereka dikuasai roh  “ SERAKAH ”. Mereka hidup hanya mengejar harta dan keuntungan diri sendiri.

AKIBAT KESERAKAHAN

Yakobus menerangkan dengan baik, akibat hidup dalam keserakahan, mereka menjadikan kekayaan sebagai Tuhan bagi dirinya. Yakobus 2:6,7.  Jika kita perhatikan Yakobus 5:1-6, Seorang kristen yang menjadikan kekayaan sebagai tuannya secara tidak langsung ia melakukan 4 dosa, yaitu: 

  1. Ayat 3 – Tujuan hidupnya hanya untuk menimbun kekayaan (tidak ada roh belas kasihan). Mereka tidak lagi mencari Tuhan tetapi hanya mencari kebutuhan jasmani. Padahal kita harusnya menjadikan Yesus tuan atas segalanya.
  2. Ayat 4 – Orang yang tidak memiliki belas kasihan tidak segan-segan untuk menahan upah pekerja/karyawan, kekayaannya.  Sehingga sikap hidup serakah ini menjadikan seseorang yang bekerja padanya merasa tertekan dan mendorong mereka berseru kepada Tuhan. Seruan tersebut didengar oleh Tuhan.
  3. Ayat 5 – Orang serakah sama dengan menceburkan diri pada hawa nafsu dunia
  4. Ayat 6 – Orang serakah di pada akhirnya mereka membunuh orang-orang benar yang bekerja bersama mereka untuk mendapatkan apa yang mereka kehendaki.

Roh keserakahan dapat membuat seseorang melakukan apa saja untuk bertindak bahkan membunuhpun dapat dilakukan hanya untuk mengumpulkan harta.

 MENGUMPULKAN

Perhatikan Yakobus 5:3 “…Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.” Kata  “mengumpulkan” merupakan kata kerja yang berarti  “menyimpan” –  (save) dan “menghimpun” – (gather). Biasanya orang menyimpan sesuatu adalah barang-barang atau harta berharga (treasure). Kata mengumpulkan juga mengandung arti menimbun/menyimpan, tetapi bila yang ditimbun dan disimpan kelebihan dan tidak dilakukan dengan benar maka hal itu akan menjadi awal malapetaka karena merupakan awal dari KESERAKAHAN. Ketika keserakaan timbul maka kehidupan seseorang akan berpusat kepada dirinya sendiri. Dengan demikian orang tersebut tidak lagi menyalurkan dan memberi bagi orang-orang miskin yang membutuhkanm melainkan menimbun untuk keperluan diri sendiri. Sikap menimbun sama dengan kita membiarkan berkat tersebut rusak dan busuk, sehingga berkat yang seharusnya dapat kita bagikan menjadi sia-sia.

 MENABUNG/BERINVESTASI

Apakah pengikut Yesus tidak boleh berinvestasi?

Dalam kehidupan sehari-hari kita memiliki banyak keperluan. Bukan hanya keperluan masa sekarang tetapi juga keperluan untuk masa depan dan berinvestasi adalah cara yang tepat untuk persiapan di masa depan. Tetapi, jangan sampai investasi dilakukan dengan cara yang salah karena akan menimbulakan keserakahan. Didalam II Korintus 9:6-1,  Paulus mengajar kapan dan bagaimana berinvestasi yang benar. Mari kita perhatikan ayat-ayat ini:

  • ayat 6-7 Menjelaskan bagaimana pengikut Yesus harus menabur  dengan rela, bukan dengan sedih/paksa, maka hasilnya ……
  • ayat 8  Tuhan jamin akan berkecukupan. Percayalah bahwa berkorban tidak membuat kemiskinan.
  • ayat 9 Tuhan berkuasa membagi-bagi kepada orang miskin, lewat siapa…? Orang Percaya! Ada banyak kesempatan untuk kita berbelaskasihan dengan orang lain. Matius 26:11 “orang miskin selalu ada padamu”
  • ayat 10 Firman Allah menyuruh kita melipatgandakan yang kita miliki dengan cara berinvestasi.  Setelah kita mendapat berkat maka kita dapat gunakan untuk keperluan diri tetapi juga untuk berbagi dengan sesama dan kelebihannya kita investasikan untuk keperluan masa depan. Jadi Tuhan tidak melarang  pengikut Yesus berinvestasi.
  • ayat 11 Kita akan diperkaya dalam segala jenis kekayaan. Kaya secara materi dan kaya dalam kemurahan hati. Karena berkat yang melimpah tersebut kita dapat memperbanyak syukur kepada Tuhan.

Dari ayat-ayat diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa semua harta kekayaan yang kita miliki kita harus gunakan untuk menyatakan belas kasihan dan membantu sesame kita, setelah itu barulah sisanya kita investasikan untuk masa depan.

KESIMPULAN

Secara umum kita dapat melihat bahwa cara orang dunia menjadi kaya dengan cara: kumpulkan harta caranya: pelit, serakah, kejam, tahan gaji buruh, mencuri, korupsi, manipulasi, dan lain-lain. Tetapi anak-anak Tuhan jadi kaya karena melakukan firman Allah:  Berkorban (peduli kepada orang yang membutuhkan), sehingga semakin diberkati.

ORANG SERAKAH TIDAK BERUNTUNG

Yakobus 5:1, Yakobus bernubuat orang serakah akan menangis dan meratap, karena ditimpa sengsara.

Sejarah mencatat bahwa orang serakah tidak beruntung. Contohnya:

 AKHAN – Yosua 7

Akhan yang berbuat dosa bukan karena kemiskinan yang dialaminya. Tetapi Akhan berdosa dan mengambil jarahan yang dilarang oleh Tuhan karena SERAKAH. Akibatnya ia dan kelurganya mati dirajam batu. Yosua 7:22-24.

S A U L  –  I Samuel 15

Allah marah bukan karena Saul melakukan dosa yang fatal, tetapi karena Saul tidak taat! Saul berdosa bukan karena Saul tidak punya, tapi karena Saul “SERAKAH”, yaitu dengan mengambil semua hewan yang bagus dan sehat untuk dipersembahkan kepada Tuhan padahal Tuhan perintahkan untuk dia musnakah semuanya termasuk hewan-hewan yang buruk dan baik.I Samuel 15:20-23. Akhirnya, Saul diturunkan dari kedudukannya sebagai raja Israel dan diganti oleh Daud – yang taat. Saul mati dengan cara tragis (bunuh diri) karena: KESERAKAHANNYA.

N A B A L  –  I Samuel 25:2-38

Nabal berhasil dalam usaha, bukan karena Nabal hebat dalam berbisnis. Tanpa Nabal ketahui, Daud dan 600 pasukannya turut menopang sukses Nabal dengan cara menjaga kebun anggurnya. Tetapi ketika Daud meminta belas kasihan Nabal, ternyata Nabal menolak permintaan Daud bahkan menghina  dan permalukan Daud. Nabal tidak mau menolong Daud dan orang-orangnya bukan karena mereka kurang makan, sebaliknya sifat serakah yang ada dalam hatinya. Akhirnya Nabal mati mendadak dan tidak menikmati kekayaanya. 

ORANG KAYA YANG BODOH, Lukas 18:18-27

Anak muda kaya datang kepada Yesus menanyakan cara untuk menerima hidup kekal. Yesus anjurkan untuk melakukan hukum-hukum Allah. Dengan bangga dia berkata, Hukum Allah sudah ia lakukan/ praktekkan sejak kecil. Yesus berkata “Tinggal selangkah lagi:  Jual hartamu dan bagikan bagi orang miskin, dan ikutlah Aku” Maksud firman Allah, Apakah pengikut Yesus harus jadi miskin dulu, dan  kehilangan semua harta? Tidak! Yesus ingin kita diberkati dan jadi kaya raya, tapi pengikut Yesus, harus jual (buang) roh SERAKAH!

YUDAS ISKARIOT, Yohanes 12:6

Yudas Terima janji berkat, sama dengan murid lainnya, 100 X lipat dari semua yang ia sudah beri.  Tetapi mengapa ia mencuri? Karena ia Serakah. Keserakahannya membawanya mati gantung diri.

Ketika kehidupan seseorang hanya bertujuan untuk mengumpulkan harta dunia dan berinvetasi untuk dirinya sendiri maka roh keserakahan itu sudah ada didalam hatinya. Sekarang, biarlah kita hidup dengan takut akan Tuhan dan hidup dengan penuh belaskasihan maka berkat Tuhan akan dicurahkan atas kehidupan kita. Jangan takut menjadi miskin karena tidak ada seseorang yang miskin karena memberi atau berinvestasi untuk melayani Tuhan. Amin

KEADILAN dan BELAS KASIHAN (Minggu, 04 Agustus 2013 )

Image

Pdt. J.S Minandar

Y a k o b u s 5:1-6

 PENDAHULUAN

Sekarang kita telah sampai di Yakobus 5. Pada pasal 5 :1-6, Lembaga Alkitab Indonesia memberi judul: “Peringtan Kepada Orang Kaya.” Ada berita khusus yang disampaikan Yakobus kepada orang-orang kaya yaitu sebuah peringatan. Sebelum kita bahas hal mengenai peringatan kepada orang kaya, lebih dahulu kita bahas tentang keadilan dan belaskasihan.

 

Yakobus 5:1-6 ayat-ayat ini merupakan rangkaian teguran buat orang Yahudi Kristen yang tersebar di luar tanah Palestina, dimana Yakobus menegur keras kepada orang-orang kaya. Jika rasul Yakobus memberikan teguran kepada orang-orang Kristen yang kaya, hal ini bukan berarti Firman Allah melarang atau mengingatkan orang kristen tidak boleh kaya. Sebaliknya Firman Tuhan menuliskan bahwa kekayaan adalah janji Tuhan  buat setiap orang percaya. Contohnya adalah Abraham.

Kejadian 13:2 “Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.”

Kejadian 24:1 “Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya (umurnya diberkati), serta diberkati Tuhan dalam segala hal (secara jasmani dan rohani).”

Sebagai pengikut Yesus, kita adalah keturunan Abraham yang berhak menerima janji dan waris berkat Abraham. Artinya anak-anak Tuhan akan menerima kekayaan-kekayaan seperti yang Tuhan janjikan kepada Abraham.  Jika demikian, lalu apakah tujuan Yakobus menegur orang-orang kaya?

TUJUAN TEGURAN YAKOBUS

Teguran Yakobus bertujuan mengingatkan atau menegor orang kaya dalam jemaat, karena ada anggota jemaat yang diberkati dengan kekayaan yang melimpah tetapi orang tersebut tidak memiliki belas kasihan dan kemurahan. Sebaliknya sebagai orang kristen (pengikut Yesus), sikap dan tindakan mereka sebagai majikan begitu keras, kejam, bengis bahkan tidak menunjukkan belas kasihan, Yakobus 5:4-6. Secara jasmani mereka memang kaya, tetapi sesungguhnya mereka miskin dihadapan Tuhan karena tidak memiliki belaskasihan dan keadilan. Belas kasihan merupakan kekayaan rohani yang harus dimiliki oleh anak-anak Tuhan. Jadi jangan sampai kita menjadi orang Kristen yang tidak menjadi kesaksian bagi bawahan kita karena tidak ada belas kasihan.

MENGAPA HARUS BELAS KASIHAN?

Ada 3 alasan mengapa kita harus memiliki belaskasihan :

1.Hukum Allah

Matius 23:23 “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab pesepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.”

Para pengikut Taurat merasa puas setelah mereka melakukan hukum-hukum Allah. Bagi mereka dengan memberikan persepuluhan, beribadah dan melakukan sariat-sariat agama lainnya merupakan ibadah yang lengkap dan tidak perlu lagi berperilaku belas kasihan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika Yesus hadir, hukum-hukum tersebut diluruskan. Melakukan kewajiban hukum-hukum Allah itu perlu dan wajib, tetapi harus dibarengi dengan perbuatan yaitu belaskasihan dan keadilan. Kekeristenan adalah keseimbangan antara ibadah (iman) dan perbuatan.

2. Sifat Yesus

II Korintus 8:9 “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinanNya.”

Ayat ini menjelaskan bagaimana kita telah menerima belas kasihan yaitu karunia dari Tuhan dimana oleh belaskasihan, dimana Yesus yang tidak terbatas oleh waktu, rela jadi miskin dengan mengosongkan diriNya dan menjadi manusia yang penuh keterbatasan, supaya kita kaya dalam segala hal. Kata “KAYAbahasa Yunani ditulis – PLOUTEO (Ploo-teh-o): menjadi kaya secara berkelimpahan. Artinya, kaya, bukan cuma “materi”, tetapi “belas kasihan” dan “kemurahan” II Korintus 8:2,7. sekarang apakah sifat belaskasihan Yesus ada didalam diri kita. Jangan sampai kita menjadi orang kaya yang ditegur oleh Yakobus karena kalau cuma kaya materi, kita tidak bisa mempraktekkan poin ke tiga, yaitu..

3. Saksi Kristus

Kisah 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Setiap orang kristen (pengikut Yesus) harus menjadi saksi. Yang dimaksud saksi bukanlah hanya berbicara tentang Injil (Kabar Baik), bahwa satu-satunya jalan untuk sampai ke sorga itu hanya ada di dalam Yesus, tetapi bersaksi artinya, setiap pengikut Yesus harus bisa memperlihatkan kepada dunia, cara hidup Kristus, karakter Kristus atau kepribadian Kristus itu di dalam diri kita, yaitu: “Belaskasihan Kristus di dalam hidup kita.”

 CONTOH :Didalam injil Lukas 7:1-10, Yesus begitu menaruh perhatian tentang yang satu ini, yaitu “Belas Kasihan”

Ayat 1  “Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.”

Setelah Yesus menyelesaikan pengajaranNya, yang terkenal dengan ajaran khotbah di bukit, Yesus masuk kota Kapernaum. Kata Kapernaum, terdiri dari 2 kata: Kefar – rumah dan Nahum – penghiburan. Jadi, Yesus ingin mendapatkan sesuatu yang menghibur dan menyenangkan diriNya, yaitu penghiburan yang bukan bersifat duniawi atau hal-hal jasmani.

Ayat 2 “Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.”

Injil Lukas, terkenal sebagai Injil Antagonis, sebab banyak menampilkan cerita/kisah tentang tokoh atau kejadian dengan perbandingan yang ekstrim, misalnya:

  • Lukas 16               Orang kaya dan Lazarus (neraka dan sorga)
  • Lukas 18               Hakim yang kejam dengan janda yang tidak berdaya.
  • Lukas 7 Perwira dengan seorang hamba. Tetapi keistimewaan dalam kisah ini, perwira yang kaya dan terhormat ini memiliki rasa peduli dan belaskasihan yang tinggi kepada hambanya yang sedang sekarat. Pada masa PL, posisi hamba tidak dianggap dia bahkan dianggap seperti benda hidup. Contoh: I Samuel 30:11-13, seorang hamba karena sakit, ditinggalkan di jalan, dibiarkan mati. Daud menunjukkan belaskasihan, sehingga Tuhan menolong Daud di Ziklag.

 

Ayat 3 “Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepadaNya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.”

Belaskasihan dalam diri perwira ini, membuat ia sadar bahwa ia butuh Yesus. Ia menyadari, ada yang ia bisa buat dengan menggunakan uang, pangkat, kuasa, tetapi ia sadar untuk keselamatan hanya Yesus yang bisa menyelesaikannya. Belas kasihan dalam diri perwira ini membuat ia disukai oleh pemimpin Yahudi. Umumnya pemimpin Yahudi benci penjajah, tetapi tidak dengan perwira ini.  Kesimpulan:  Orang yang memiliki belaskasihan dalam dirinya, adalah orang yang sadar bahwa ia butuh Tuhan dan saudara seiman.

Ayat 4, 5 Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolonganNya, katanya: “Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.”

Para tua-tua (tokoh) Yahudi, yang terkenal fanatik dan membenci penjajah, justru merekomendasi yang baik tentang perwira kafir kepada Yesus: “Ia layak Engkau tolong!” Inilah kuasa belaskasihan, yang mendatangkan daya tarik di tengah lingkungan yang fanatik sekalipun. Belaskasihan dalam diri perwira ini pula, yang membuat dia, rela mengorbankan hartanya, demi pembangunan rumah ibadat (sinagoge). Belas kasihan, akan mendorong Saudara untuk peduli hamba-hamba Tuhan, peduli terhadap sesama jemaat dan kondisi rumah Tuhan.

Ayat 6,7 “Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka.

Apakah yang membuat Yesus tertarik untuk datang ke rumah perwira tersebut? Apakah karena dia orang kaya, berkorban bagi pembangunan rumah ibadat? Yesus tertarik karena ingin melihat, ada seseorang yang di dalam dirinya ada roh belaskasihan. Lukas 7:6b,7 “Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepadaNya: Tuan, jangan-lah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepadaMu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” Belaskasihan, membawa kita kepada kerendahan hati. Orang yang punya belaskasihan, akan terhindar dari roh kesombongan, sebaliknya rendah hati. Tetapi, ada hal yang menarik dari kisah ini. Pada umumnya orang bangga kalau Yesus mau singgah di rumahnya, contohnya Zakheus. Tetapi tidak dengan perwira ini, ia merasa tidak layak dan kalau ia diizinkan datang menemui Yesus, ia rasa dirinya tidak layak, sebab dalam pandangannya, Yesus terlalu agung bagi dirinya. Orang yang memiliki belaskasihan punya rasa hormat yang tinggi terhadap Yesus.

Ayat 8 “Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada serang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”

Perwira ini baru mendengar tentang Yesus, tetapi iman dan belaskasihan di dalam dirinya, telah mendorong dia untuk menempatkan Yesus pada posisi yang tertinggi di dalam hidupnya. Siapakah yang tertinggi dalam diri Saudara? Kalau kita percaya kepada Yesus dan roh belaskasihan itu ada di dalam diri kita, maka kita akan menempatkan Yesus di atas segala-galanya dalam hidup kita, bukan diri sendiri; manusia; harta; kedudukan, atau apa pun, tetapi Yesus.

Mengerti Kekutan Kuasa Firman

Orang yang memiliki belaskasihan, memiliki keyakinan akan kuasa firman Allah. Ia meyakini, kalau Yesus memerintahkan firman, maka firman itu akan datang dan bekerja di dalam diri hambanya itu dan hambanya akan disembuhkan. Miliki iman akan kuasa firman Allah, Mazmur 33:9.

Kesimpulan

Sampai ayat ini, kita melihat bahwa perwira ini walaupun ia seorang non Yahudi (kafir), tetapi roh belaskasihan yang ada di hidupnya membuat ia menjadi figur yang berbeda dibandingkan pejabat pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. 

Belaskasihan, membuat ia menjadi orang yang :

  1. Tidak sombong, menghargai jasa dan pelayanan hambanya
  2. Menyadari keterbatasannya dan membutuhkan Yesus (ibadah)
  3. Membuat dia suka berkorban
  4. Memiliki rasa hormat yang begitu tinggi kepada Yesus sebagai Tuhan
  5. Mengerti otoritas Allah, dan kekuatan kuasa firman Allah

Iman seperti inilah yang dicari Yesus, sebab :

Ayat 9 “Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ni tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!”

Pada umumnya, kalau kita membaca Injil dan mempelajari kisah pelayanan Yesus, semua orang yang mendengar dan melihat Yesus menjadi heran dan takjub. Tetapi ayat ini menjelaskan kepada kita bagaimana Yesus merasa heran mendengar tentang seorang perwira yang memiliki roh belaskasihan, yang membuat hidupnya berbeda dibandingkan dengan masyarakat di sekitarnya, padahal ia bukan orang Yahudi. Kalau selama ini kita dibuat heran dan takjub akan Yesus, maka sekarang kita membuat Yesus merasa heran kepada kita. Caranya milikilah dan praktekkanlah belaskasihan dalam kehidupan kita sehari-hari. Tuhan Yesus Memberkati_

 

Doa Puasa

Doa Puasa

…Doa adalah kunci dari segala keadaan, kuasa dalam setiap masalah dan kekuatan dalam segala segi kehidupan….

PENGUASAAN DIRI (Minggu, 02 Desember 2012)

DSC_0308 - CopyPdt. J.S Minandar

Yakobus 1:19-21

PENDAHULUAN

Yakobus 19-21 Yakobus menasihati jemaat dengan nasihat sebagai berikut: CEPAT MENDENGAR LAMBAT BERKATA-KATA. Yakobus 1:19 “Setiap orang hendaklah cepat mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata…” Mengapa Yakobus menasihati jemaat agar cepat mendengar dan lambat berkata-kata?

Seringkali ungkapan Yakobus dilaksanakan sebaliknya:  “Lambat mendengar, tetapi cepat berkata-kata!” Contoh: Dalam kitab wahyu, Yesus menegur 7 jemaat di Asia Kecil. Wahyu 2:7,11, 17, 29; 3:6, 13; 13:9 yaitu, “Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar” . Dapat disimpulkan jemaat cenderung kurang menggunakan telinganya, sebaliknya cenderung lebih banyak menggunakan mulutnya. Salomopun memberi nasehat yang cukup tajam di Amsal 18:13“Jika ada orang yang menjawab sebelum mendengar dengan betul, orang tersebut adalah orang bodoh, bahkan dinilai sebagai cela atau kehinaan”, (Terjemahan Lain: kurang ajar).

MENDENGAR

Hal mendengar dipraktekkan bukan cuma dalam hidup sehari-hari, dalam bermasyarakat  tetapi Yakobus menjelaskan bagaimana  “Waktu kita mendengar firman Allah.”  Yakobus 1:21 – “Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yg begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lem-but firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.” dengan jelas ayat ini menegaskan bagaimana kita harus mendengar sampai firman Allah tertanam di dalam hati. Dalam ibadah semua mendengar khotbah (firman Allah), Tetapi Belum tentu semuanya mendengar dengan baik dan mendengar dengan sungguh-sungguh. Telinga mendengar dengan  baik tetapi didalam  hati mengerutu. YAKOBUS 1: 21 merupakan alasan mengapa harus mendengar firman dengan baikserta tertanam didalam hati.  sebuah contoh didalam Lukas tentang Yesus, bagaimana Yesus ada di Betania.

YESUS DI BETHANIA

Lukas 10:38-42, menceritakan saat Yesus  bersama kelaurga kecil yang ada di Betania. Keluarga ini merupakan orang-orang yang dikasihi Yesus yaitu, Lazarus, Marta dan Maria serta 12 murid yang mengikuti Yesus. Jumlah mereka yang mendengarkan Firman Allah 15 orang . Tetapi Dokter Lukas hanya membahas 2 tipe pendengar  yaitu pribadi Marta dan Maria. Kedua pribadi tersebut adalah gambaran tentang 2 tipe pendengar Firman.

Dua tipe pendengar firman Allah

Tipe Maria      =  Tipe Maria adalah seseorang yang mendengar firman Allah dengan sungguh-sungguh. Setiap kata yang                                         disampaikan Yesus diperhatikan serta menanamkan didalam hatinya.

Tipe Marta     =  Sedangkan Tipe Marta adalah seseorang yang mendengar firman Allah,  tetapi sambil sibuk kerja untuk mempersiapkan makanan sehingga nilai firman Allah hanya beberapa persen yang dapat didengar dan mungkn tidak tertanam semuanya. Hal demikianpun sering terjadi kepada kita saat mendengarkan Firman Tuhan dalam jam-jam Ibadah. Tubuh kita mungkin duduk diam mendengarkan Firman pada Ibadah-ibadah tetapi pikiran kita bekerja memikirkan keadaan-keadaan dan kebutuhan-kebutuhan. Sehingga Firman yang diterima tidak secara penuh. Jadi, disiplin diri dalam beribadah serta CARA MENDENGAR yang benar MENENTUKAN KUALITAS ROHANI .Dalam Injil Matius, menuliskan beberapa tipe pendengar yang di bagi menjadi 4 tipe.

EMPAT TIPE PENDENGAR

Matius 13:1-9 menuliskan empat tipe pendengar Firman Allah. Tiga jenis tanah diantaranya merupakan gambaran pendengar Firman yang tidak sungguh-sungguh. Tiga tanah tersebut adalah :

  • Tanah yang  keras
  • Tanah berbatu-batu
  • Tanah yang bersemak duri

Ketiga tanah tersebut tidak menghasilkan buah, bahkan pohonnya  pun mati (tidak bertumbuh) karena keadaan tanah yang kurang baik.  Tanah adalah gambaran dari hati kita sedangkan Firman Tuhan  adalah benihnya. jadi, apa penyebabnya sehingga benih tersebut tidak bertumbuh?  Matius 13:9,  menjelaskan bahwa benih yaitu Firman tidak bertumbuh karena saat mendengar Firman Tuhan mereka tidak Mengerti sehingga tidak menghasilkan buah bahkan  pohonnyapun mati. Tetapi ada  satu tanah yang menghasilkan buah yaitu, tanah yang ke empat. Inilah tanah yang baik sehingga hasilnya pohon tumbuh subur dan menghasilkan buah yang terus bertambah 30,60 bahkan 100 kali lipat.

Contoh lain Kejadian 4:3,4, anak Adam dan Hawa yaitu, Kain dan Habil. Dimana mereka persembahkan korban kepada Tuhan. Dari mana mereka mengetahui tentang persembahan ? tentu dari orang tua mereka yaitu, Adam dan Hawa. Pada saat mereka mempersembahkan korban terjadi perbedaan dimana hanya korban habil yang diterima. mengapa??  karena habil tahu bahwa tanpa darah korban tidak berkenan kepada Allah. Hal ini terkait dari sikap mereka dalam mendengar pesan orang tua.

I Korintus 11:28-31 Rasul Pauluspun memperingatkan jemaat agar perhatikan firman Allah. Terutama saat  “Makan Minum Perjamuan Tuhan.” Jangan seperti minum dan makan biasa tetapi akui tubuh Tuhan, artinya harus menerima dengan sungguh-sungguh karya Yesus di atas kayu salib. Kalau tidak bukan berkat yang kita terima sebaliknya teguran Tuhan dalam bentuk:

  1. Kelemahan tubuh
  2. Sakit-penyakit
  3. Meninggal

Teguran ini agar kita sungguh-sungguh. Seolah-olah Kristus mati hari ini walaupun itu sudah terjadi 2000 tahun yang lalu.

LAMBAT UNTUK MARAH

Selain lambat berkata-kata, kita harus Yakobus 1:19b “Dan juga lambat untuk marah.” Mengapa? Yakobus 1:20 “Amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.” Kemarahan dengan motivasi emosi (keinginan daging). Galatia 5:19-21 ada 15 deretan keinginan daging dan kemaran termasuk didalamnya sebab itu kemarahan tidak menghasilkan kebenaran. Kemarahan yang bersumber dari daging (emosi) akan membawa  kepada kebinasaan.

DEFINISI MARAH

Tim LaHaye Th.D:

“Amarah adalah perasaan tidak senang, bermusuhan terhadap seseorang, berang, gusar”. Dalam Perjanjian Baru ada 3 (tiga)  kata Yunani untuk kata marah:

  1. O R G E : Kemarahan yang sudah mengendap lama atau sudah ada dlm pikiran, di mana pada suatu saat kemarahan ini akan muncul dan tidak menutup kemungkinan kemarahan ini akan berubah menjadi balas dendam dan emosi yang aktif.
  2. T H U M O S (Kegusaran)  : Perasaan tidak tenang, sebab ada perasaan jengkel dalam hati. Biasanya Thumos (kegusaran) tidak bertahan lama seperti orge. Artinya:Amarah tipe ini cepat berkobar tapi cepat hilang.
  3. PAROGISMOS : Suatu kemarahan yang sifatnya lebih kuat dari orge. Inilah bentuk kemarahan yang bisa meledak pada tempat yang tidak semestinya.  (Kemarahan disertai gemetar dengan emosi yang kuat sebagai wujud kejengkelan dan kekesalan).

TIDAK ADA YANG KEBAL AMARAH

Tetapi kemarahan tipe apa pun  akan menyebabkan kekesalan dalam hati, perselisihan keluarga, ketegangan dalam gereja; kerusakan dalam masyarakat dan kekacauan dalam suatu bangsa. Banyak rumah tangga hancur  hanya karena perselisihan yang menimbulkan emosi.  Kemarahan telah membuat hubungan baik jadi rusak. Apakah itu di kantor, toko, rumah dan gereja. Kemarahan yang tidak terkendali menyebabkan persahabatan yang akrab menjadi hancur.

NASIHAT YAKOBUS

Allah pakai Yakobus untuk nasihati kita. Yakobus 1:20 “Amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.” Sebaliknya kemarahan bisa jadi bumerang yang berbalik memukul dan membinasakan kita. Itu sebabnya Yakobus 1:21 “Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak…”  Yakobus katagorikan “KEMARAHAN” sebagai sesuatu yang kotor dan jahat.

perhatikan Gambar !

gam. 1 penguasaan

Kita telah melewati beberapa tingkat dari imankepada kebajikkan. kita melakukan kebajikan karena Tuhan lebih dahulu mengasihi kita. jadi kebajikan bukan untuk mencari keselamatan. dari tingkat kebajikan, naik kepada pengetahuan firman agar kita mengenal Allah dengan benar. Selanjutnya ketingkat berikut yaitu, penguasaan diri. Susunan tingkat-tingkat tersebut akan membawa kita kepada kesempurnaan.

KESIMPULAN

dengan demikian kita harus menjaga hati kita agar motivasi kita benar. Motivasi akan mendorong kita untuk bertindak. Motivasi kemarahan yang salah membuat hubungan kita hancur dengan demikian penguasaan diri sangat penting.­