PENGUASAAN DIRI (Minggu, 02 Desember 2012)

DSC_0308 - CopyPdt. J.S Minandar

Yakobus 1:19-21

PENDAHULUAN

Yakobus 19-21 Yakobus menasihati jemaat dengan nasihat sebagai berikut: CEPAT MENDENGAR LAMBAT BERKATA-KATA. Yakobus 1:19 “Setiap orang hendaklah cepat mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata…” Mengapa Yakobus menasihati jemaat agar cepat mendengar dan lambat berkata-kata?

Seringkali ungkapan Yakobus dilaksanakan sebaliknya:  “Lambat mendengar, tetapi cepat berkata-kata!” Contoh: Dalam kitab wahyu, Yesus menegur 7 jemaat di Asia Kecil. Wahyu 2:7,11, 17, 29; 3:6, 13; 13:9 yaitu, “Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar” . Dapat disimpulkan jemaat cenderung kurang menggunakan telinganya, sebaliknya cenderung lebih banyak menggunakan mulutnya. Salomopun memberi nasehat yang cukup tajam di Amsal 18:13“Jika ada orang yang menjawab sebelum mendengar dengan betul, orang tersebut adalah orang bodoh, bahkan dinilai sebagai cela atau kehinaan”, (Terjemahan Lain: kurang ajar).

MENDENGAR

Hal mendengar dipraktekkan bukan cuma dalam hidup sehari-hari, dalam bermasyarakat  tetapi Yakobus menjelaskan bagaimana  “Waktu kita mendengar firman Allah.”  Yakobus 1:21 – “Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yg begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lem-but firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.” dengan jelas ayat ini menegaskan bagaimana kita harus mendengar sampai firman Allah tertanam di dalam hati. Dalam ibadah semua mendengar khotbah (firman Allah), Tetapi Belum tentu semuanya mendengar dengan baik dan mendengar dengan sungguh-sungguh. Telinga mendengar dengan  baik tetapi didalam  hati mengerutu. YAKOBUS 1: 21 merupakan alasan mengapa harus mendengar firman dengan baikserta tertanam didalam hati.  sebuah contoh didalam Lukas tentang Yesus, bagaimana Yesus ada di Betania.

YESUS DI BETHANIA

Lukas 10:38-42, menceritakan saat Yesus  bersama kelaurga kecil yang ada di Betania. Keluarga ini merupakan orang-orang yang dikasihi Yesus yaitu, Lazarus, Marta dan Maria serta 12 murid yang mengikuti Yesus. Jumlah mereka yang mendengarkan Firman Allah 15 orang . Tetapi Dokter Lukas hanya membahas 2 tipe pendengar  yaitu pribadi Marta dan Maria. Kedua pribadi tersebut adalah gambaran tentang 2 tipe pendengar Firman.

Dua tipe pendengar firman Allah

Tipe Maria      =  Tipe Maria adalah seseorang yang mendengar firman Allah dengan sungguh-sungguh. Setiap kata yang                                         disampaikan Yesus diperhatikan serta menanamkan didalam hatinya.

Tipe Marta     =  Sedangkan Tipe Marta adalah seseorang yang mendengar firman Allah,  tetapi sambil sibuk kerja untuk mempersiapkan makanan sehingga nilai firman Allah hanya beberapa persen yang dapat didengar dan mungkn tidak tertanam semuanya. Hal demikianpun sering terjadi kepada kita saat mendengarkan Firman Tuhan dalam jam-jam Ibadah. Tubuh kita mungkin duduk diam mendengarkan Firman pada Ibadah-ibadah tetapi pikiran kita bekerja memikirkan keadaan-keadaan dan kebutuhan-kebutuhan. Sehingga Firman yang diterima tidak secara penuh. Jadi, disiplin diri dalam beribadah serta CARA MENDENGAR yang benar MENENTUKAN KUALITAS ROHANI .Dalam Injil Matius, menuliskan beberapa tipe pendengar yang di bagi menjadi 4 tipe.

EMPAT TIPE PENDENGAR

Matius 13:1-9 menuliskan empat tipe pendengar Firman Allah. Tiga jenis tanah diantaranya merupakan gambaran pendengar Firman yang tidak sungguh-sungguh. Tiga tanah tersebut adalah :

  • Tanah yang  keras
  • Tanah berbatu-batu
  • Tanah yang bersemak duri

Ketiga tanah tersebut tidak menghasilkan buah, bahkan pohonnya  pun mati (tidak bertumbuh) karena keadaan tanah yang kurang baik.  Tanah adalah gambaran dari hati kita sedangkan Firman Tuhan  adalah benihnya. jadi, apa penyebabnya sehingga benih tersebut tidak bertumbuh?  Matius 13:9,  menjelaskan bahwa benih yaitu Firman tidak bertumbuh karena saat mendengar Firman Tuhan mereka tidak Mengerti sehingga tidak menghasilkan buah bahkan  pohonnyapun mati. Tetapi ada  satu tanah yang menghasilkan buah yaitu, tanah yang ke empat. Inilah tanah yang baik sehingga hasilnya pohon tumbuh subur dan menghasilkan buah yang terus bertambah 30,60 bahkan 100 kali lipat.

Contoh lain Kejadian 4:3,4, anak Adam dan Hawa yaitu, Kain dan Habil. Dimana mereka persembahkan korban kepada Tuhan. Dari mana mereka mengetahui tentang persembahan ? tentu dari orang tua mereka yaitu, Adam dan Hawa. Pada saat mereka mempersembahkan korban terjadi perbedaan dimana hanya korban habil yang diterima. mengapa??  karena habil tahu bahwa tanpa darah korban tidak berkenan kepada Allah. Hal ini terkait dari sikap mereka dalam mendengar pesan orang tua.

I Korintus 11:28-31 Rasul Pauluspun memperingatkan jemaat agar perhatikan firman Allah. Terutama saat  “Makan Minum Perjamuan Tuhan.” Jangan seperti minum dan makan biasa tetapi akui tubuh Tuhan, artinya harus menerima dengan sungguh-sungguh karya Yesus di atas kayu salib. Kalau tidak bukan berkat yang kita terima sebaliknya teguran Tuhan dalam bentuk:

  1. Kelemahan tubuh
  2. Sakit-penyakit
  3. Meninggal

Teguran ini agar kita sungguh-sungguh. Seolah-olah Kristus mati hari ini walaupun itu sudah terjadi 2000 tahun yang lalu.

LAMBAT UNTUK MARAH

Selain lambat berkata-kata, kita harus Yakobus 1:19b “Dan juga lambat untuk marah.” Mengapa? Yakobus 1:20 “Amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.” Kemarahan dengan motivasi emosi (keinginan daging). Galatia 5:19-21 ada 15 deretan keinginan daging dan kemaran termasuk didalamnya sebab itu kemarahan tidak menghasilkan kebenaran. Kemarahan yang bersumber dari daging (emosi) akan membawa  kepada kebinasaan.

DEFINISI MARAH

Tim LaHaye Th.D:

“Amarah adalah perasaan tidak senang, bermusuhan terhadap seseorang, berang, gusar”. Dalam Perjanjian Baru ada 3 (tiga)  kata Yunani untuk kata marah:

  1. O R G E : Kemarahan yang sudah mengendap lama atau sudah ada dlm pikiran, di mana pada suatu saat kemarahan ini akan muncul dan tidak menutup kemungkinan kemarahan ini akan berubah menjadi balas dendam dan emosi yang aktif.
  2. T H U M O S (Kegusaran)  : Perasaan tidak tenang, sebab ada perasaan jengkel dalam hati. Biasanya Thumos (kegusaran) tidak bertahan lama seperti orge. Artinya:Amarah tipe ini cepat berkobar tapi cepat hilang.
  3. PAROGISMOS : Suatu kemarahan yang sifatnya lebih kuat dari orge. Inilah bentuk kemarahan yang bisa meledak pada tempat yang tidak semestinya.  (Kemarahan disertai gemetar dengan emosi yang kuat sebagai wujud kejengkelan dan kekesalan).

TIDAK ADA YANG KEBAL AMARAH

Tetapi kemarahan tipe apa pun  akan menyebabkan kekesalan dalam hati, perselisihan keluarga, ketegangan dalam gereja; kerusakan dalam masyarakat dan kekacauan dalam suatu bangsa. Banyak rumah tangga hancur  hanya karena perselisihan yang menimbulkan emosi.  Kemarahan telah membuat hubungan baik jadi rusak. Apakah itu di kantor, toko, rumah dan gereja. Kemarahan yang tidak terkendali menyebabkan persahabatan yang akrab menjadi hancur.

NASIHAT YAKOBUS

Allah pakai Yakobus untuk nasihati kita. Yakobus 1:20 “Amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.” Sebaliknya kemarahan bisa jadi bumerang yang berbalik memukul dan membinasakan kita. Itu sebabnya Yakobus 1:21 “Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak…”  Yakobus katagorikan “KEMARAHAN” sebagai sesuatu yang kotor dan jahat.

perhatikan Gambar !

gam. 1 penguasaan

Kita telah melewati beberapa tingkat dari imankepada kebajikkan. kita melakukan kebajikan karena Tuhan lebih dahulu mengasihi kita. jadi kebajikan bukan untuk mencari keselamatan. dari tingkat kebajikan, naik kepada pengetahuan firman agar kita mengenal Allah dengan benar. Selanjutnya ketingkat berikut yaitu, penguasaan diri. Susunan tingkat-tingkat tersebut akan membawa kita kepada kesempurnaan.

KESIMPULAN

dengan demikian kita harus menjaga hati kita agar motivasi kita benar. Motivasi akan mendorong kita untuk bertindak. Motivasi kemarahan yang salah membuat hubungan kita hancur dengan demikian penguasaan diri sangat penting.­  

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s