S E R A K AH ( Minggu, 11 Agustus 2013 )

ImagePdt. J.S Minandar

Y a k o b u s 5:1-6

 

PENDAHULUAN

Minggu lalu kita telah mempelajari khotbah seri Yakobus tentang pengikut Yesus harus memiliki belaskasihan. Mengapa harus memiliki belas kasihan?

  • Hukum Tuhan (Matius 23:23)

Hukum Tuhan bukan hanya tentang peraturan-peraturan keagamaan tetapi juga sikap hati yang penuh keadilan dan belaskasihan. Iman harus dinyatakan dengan perbuatan. Ketika seseorang hanya melakukan peraturan agama tetapi tidak memiliki belaskasihan, maka orang tersebut bertindak munafik.

  • Sifat Kristus (II Korintus 8:9)

Belaskasihan adalah sifat Kristus. Hal itu terlihat melalui tindakanNya dengan cara merendahkan diri, menjadi miskin dan mengosongkan diriNya serta menjadi manusia yang penuh keterbatasan, supaya kita kaya dalam segala hal. Sifat kerendahan hati dan belaskasihan inilah yang harus kita teladani. Jangan sampai kita menjadi orang kaya yang ditegur oleh Yakobus karena hanya kaya materi, tetapi tidak memiliki belaskasihan akibatnya kehidupan kita tidak bisa menjadi saksi. 

  • Kesaksian (Kisah 1:8)

Menjadi saksi bukanlah hanya berbicara tentang Injil tetapi bersaksi yang dimaksudkan adalah sikap hidup yang penuh belaskasihan sehingga setiap pengikut Yesus bisa memperlihatkan kepada dunia, cara hidup Kristus, karakter Kristus atau kepribadian Kristus itu di dalam diri kita. Dengan demikian kita mengerti bahwa belaskasihan merupakan kehendak Tuhan dalam kehidupan setiap pengikut Yesus.   

SIAPA YANG DITEGUR

Dalam Surat Yakobus 5:1-6 menjelaskan tujuan teguran ini adalah kepada orang Yahudi Kristen yang tersebar di luar tanah Palestina, khususnya kepada orang-orang kaya yang ada pada saat itu. Teguran ini tentunya bukan hanya berlaku bagi jemaat yang dilayani oleh Yakobus, melainkan juga berlaku bagi kita para pengikut Yesus. Teguran ini diberikan agar menjadi peringatan bagi setiap pengikut Yesus yang telah di berkati dan berkelimpahan, agar hidup penuh belaskasihan. Mengapa Yakobus dengan tegas menegur pengikut Yesus yang kaya untuk hidup dalam belas kasihan ?

MENGAPA DITEGUR

Teguran ini diberikan karena ada beberapa orang Kristen kaya dan mengaku pengikut Yesus (kristen), tetapi tidak mencerminkan pengikut Yesus, mereka tidak melakukan kehendak Tuhan, antara lain dengan:

  1.  Tidak melakukan hukum Kristus (yaitu, belas kasihan).
  2. Tidak memperlihatkan sifat-sifat Kristus (belas kasihan)
  3. Tidak jadi saksi Kristus dengan memperlihatkan belas kasihan dalam kehidupan sehari-hari.

Sikap inilah yang mendorong mereka untuk hidup tanpa belas kasihan. Apakah penyebabnya?

 APA PENYEBABNYA

Penyebabnya karena ada pengikut Yesus (orang kristen) tapi perbuatannya sangat memalukan. Dimana mereka tidak lagi melakukan hukum Tuhan , sifat mereka jauh dari sifat Yesus bahkan hidup mereka tidak menjadi kesaksian buat orang lain. Mereka hidup tanpa belas kasihan.  Hal ini disebabkan karena mereka dikuasai roh  “ SERAKAH ”. Mereka hidup hanya mengejar harta dan keuntungan diri sendiri.

AKIBAT KESERAKAHAN

Yakobus menerangkan dengan baik, akibat hidup dalam keserakahan, mereka menjadikan kekayaan sebagai Tuhan bagi dirinya. Yakobus 2:6,7.  Jika kita perhatikan Yakobus 5:1-6, Seorang kristen yang menjadikan kekayaan sebagai tuannya secara tidak langsung ia melakukan 4 dosa, yaitu: 

  1. Ayat 3 – Tujuan hidupnya hanya untuk menimbun kekayaan (tidak ada roh belas kasihan). Mereka tidak lagi mencari Tuhan tetapi hanya mencari kebutuhan jasmani. Padahal kita harusnya menjadikan Yesus tuan atas segalanya.
  2. Ayat 4 – Orang yang tidak memiliki belas kasihan tidak segan-segan untuk menahan upah pekerja/karyawan, kekayaannya.  Sehingga sikap hidup serakah ini menjadikan seseorang yang bekerja padanya merasa tertekan dan mendorong mereka berseru kepada Tuhan. Seruan tersebut didengar oleh Tuhan.
  3. Ayat 5 – Orang serakah sama dengan menceburkan diri pada hawa nafsu dunia
  4. Ayat 6 – Orang serakah di pada akhirnya mereka membunuh orang-orang benar yang bekerja bersama mereka untuk mendapatkan apa yang mereka kehendaki.

Roh keserakahan dapat membuat seseorang melakukan apa saja untuk bertindak bahkan membunuhpun dapat dilakukan hanya untuk mengumpulkan harta.

 MENGUMPULKAN

Perhatikan Yakobus 5:3 “…Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.” Kata  “mengumpulkan” merupakan kata kerja yang berarti  “menyimpan” –  (save) dan “menghimpun” – (gather). Biasanya orang menyimpan sesuatu adalah barang-barang atau harta berharga (treasure). Kata mengumpulkan juga mengandung arti menimbun/menyimpan, tetapi bila yang ditimbun dan disimpan kelebihan dan tidak dilakukan dengan benar maka hal itu akan menjadi awal malapetaka karena merupakan awal dari KESERAKAHAN. Ketika keserakaan timbul maka kehidupan seseorang akan berpusat kepada dirinya sendiri. Dengan demikian orang tersebut tidak lagi menyalurkan dan memberi bagi orang-orang miskin yang membutuhkanm melainkan menimbun untuk keperluan diri sendiri. Sikap menimbun sama dengan kita membiarkan berkat tersebut rusak dan busuk, sehingga berkat yang seharusnya dapat kita bagikan menjadi sia-sia.

 MENABUNG/BERINVESTASI

Apakah pengikut Yesus tidak boleh berinvestasi?

Dalam kehidupan sehari-hari kita memiliki banyak keperluan. Bukan hanya keperluan masa sekarang tetapi juga keperluan untuk masa depan dan berinvestasi adalah cara yang tepat untuk persiapan di masa depan. Tetapi, jangan sampai investasi dilakukan dengan cara yang salah karena akan menimbulakan keserakahan. Didalam II Korintus 9:6-1,  Paulus mengajar kapan dan bagaimana berinvestasi yang benar. Mari kita perhatikan ayat-ayat ini:

  • ayat 6-7 Menjelaskan bagaimana pengikut Yesus harus menabur  dengan rela, bukan dengan sedih/paksa, maka hasilnya ……
  • ayat 8  Tuhan jamin akan berkecukupan. Percayalah bahwa berkorban tidak membuat kemiskinan.
  • ayat 9 Tuhan berkuasa membagi-bagi kepada orang miskin, lewat siapa…? Orang Percaya! Ada banyak kesempatan untuk kita berbelaskasihan dengan orang lain. Matius 26:11 “orang miskin selalu ada padamu”
  • ayat 10 Firman Allah menyuruh kita melipatgandakan yang kita miliki dengan cara berinvestasi.  Setelah kita mendapat berkat maka kita dapat gunakan untuk keperluan diri tetapi juga untuk berbagi dengan sesama dan kelebihannya kita investasikan untuk keperluan masa depan. Jadi Tuhan tidak melarang  pengikut Yesus berinvestasi.
  • ayat 11 Kita akan diperkaya dalam segala jenis kekayaan. Kaya secara materi dan kaya dalam kemurahan hati. Karena berkat yang melimpah tersebut kita dapat memperbanyak syukur kepada Tuhan.

Dari ayat-ayat diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa semua harta kekayaan yang kita miliki kita harus gunakan untuk menyatakan belas kasihan dan membantu sesame kita, setelah itu barulah sisanya kita investasikan untuk masa depan.

KESIMPULAN

Secara umum kita dapat melihat bahwa cara orang dunia menjadi kaya dengan cara: kumpulkan harta caranya: pelit, serakah, kejam, tahan gaji buruh, mencuri, korupsi, manipulasi, dan lain-lain. Tetapi anak-anak Tuhan jadi kaya karena melakukan firman Allah:  Berkorban (peduli kepada orang yang membutuhkan), sehingga semakin diberkati.

ORANG SERAKAH TIDAK BERUNTUNG

Yakobus 5:1, Yakobus bernubuat orang serakah akan menangis dan meratap, karena ditimpa sengsara.

Sejarah mencatat bahwa orang serakah tidak beruntung. Contohnya:

 AKHAN – Yosua 7

Akhan yang berbuat dosa bukan karena kemiskinan yang dialaminya. Tetapi Akhan berdosa dan mengambil jarahan yang dilarang oleh Tuhan karena SERAKAH. Akibatnya ia dan kelurganya mati dirajam batu. Yosua 7:22-24.

S A U L  –  I Samuel 15

Allah marah bukan karena Saul melakukan dosa yang fatal, tetapi karena Saul tidak taat! Saul berdosa bukan karena Saul tidak punya, tapi karena Saul “SERAKAH”, yaitu dengan mengambil semua hewan yang bagus dan sehat untuk dipersembahkan kepada Tuhan padahal Tuhan perintahkan untuk dia musnakah semuanya termasuk hewan-hewan yang buruk dan baik.I Samuel 15:20-23. Akhirnya, Saul diturunkan dari kedudukannya sebagai raja Israel dan diganti oleh Daud – yang taat. Saul mati dengan cara tragis (bunuh diri) karena: KESERAKAHANNYA.

N A B A L  –  I Samuel 25:2-38

Nabal berhasil dalam usaha, bukan karena Nabal hebat dalam berbisnis. Tanpa Nabal ketahui, Daud dan 600 pasukannya turut menopang sukses Nabal dengan cara menjaga kebun anggurnya. Tetapi ketika Daud meminta belas kasihan Nabal, ternyata Nabal menolak permintaan Daud bahkan menghina  dan permalukan Daud. Nabal tidak mau menolong Daud dan orang-orangnya bukan karena mereka kurang makan, sebaliknya sifat serakah yang ada dalam hatinya. Akhirnya Nabal mati mendadak dan tidak menikmati kekayaanya. 

ORANG KAYA YANG BODOH, Lukas 18:18-27

Anak muda kaya datang kepada Yesus menanyakan cara untuk menerima hidup kekal. Yesus anjurkan untuk melakukan hukum-hukum Allah. Dengan bangga dia berkata, Hukum Allah sudah ia lakukan/ praktekkan sejak kecil. Yesus berkata “Tinggal selangkah lagi:  Jual hartamu dan bagikan bagi orang miskin, dan ikutlah Aku” Maksud firman Allah, Apakah pengikut Yesus harus jadi miskin dulu, dan  kehilangan semua harta? Tidak! Yesus ingin kita diberkati dan jadi kaya raya, tapi pengikut Yesus, harus jual (buang) roh SERAKAH!

YUDAS ISKARIOT, Yohanes 12:6

Yudas Terima janji berkat, sama dengan murid lainnya, 100 X lipat dari semua yang ia sudah beri.  Tetapi mengapa ia mencuri? Karena ia Serakah. Keserakahannya membawanya mati gantung diri.

Ketika kehidupan seseorang hanya bertujuan untuk mengumpulkan harta dunia dan berinvetasi untuk dirinya sendiri maka roh keserakahan itu sudah ada didalam hatinya. Sekarang, biarlah kita hidup dengan takut akan Tuhan dan hidup dengan penuh belaskasihan maka berkat Tuhan akan dicurahkan atas kehidupan kita. Jangan takut menjadi miskin karena tidak ada seseorang yang miskin karena memberi atau berinvestasi untuk melayani Tuhan. Amin

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s