PERBENDAHARAAN HATI ( Minggu, 25 Agustus 2013 )

Image

Pdt. J.S Minandar

 

Y A K O B U S  5 : 1-3

 

PENDAHULUAN

Beberapa minggu kita telah membahas seri Yakobus dengan tema:

(1) Belaskasihan

(2) Keserakahan

Dari kedua temai ini, kita telah mempelajari bahwa pengikut Yesus harsu memiliki roh belaskasihan. Namun, sering kali kita menjumpai pengikut Yesus  yang tidak memiliki Roh Belas kasihan sehingga mereka menjadi orang yang serakah. Pertanyaan“Mengapa ada pengikut Kristus, tetapi tidak memiliki belas kasihan, sebaliknya hatinya serakah?..

MASALAH HATI

Sikap tersebut terjadi bukan karena berkat yang Tuhan berikan tetapi penyebabnya adalah masalah “Hati”. Seharusnya pengikut Yesus mengekspresikan  hidupnya dengan belaskasihan. Jika ada orang percaya yang tujuan hidupnya mengumpulkan harta tetapi tidak ada belaskasihan maka keadaan hatinya harus di bereskan. Salomo berkata di dalam Amsal 4:23 “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan.” Ada banyak hal yang Tuhan percayakan untuk kita pelihara. Contohnya Keluarga, anak, pekerjaan dan berkat-berkat. Semua itu wajib untuk kita jaga, tetapi di atas semuanya, yang kita  harus jaga dan pelihara adalah hati kita karena hati adalah sumber kehidupan.

HATI ADALAH SUMBER

Hati adalah pancaran kehidupan. Hidup kita menjadi sumber kehidupan atau kematian bagi semua orang yang ada di sekitar kita, tergantung sikap hati kita.  Inilah alasan mengapa salomo ingatkan untuk setiap kita menjaga hati karena hati merupakan sumber. Matius 12:35  “Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.” Ayat ini menjelaskan bahwa Hati manusia bagaikan sebuah wadah atau perbendaharaan. Dari perbendaharaan hati yang baik akan keluar: tindakan, perkataan, perbuatan, pemberian, korban  yang baik. Sebaliknya dari perbendaharaan hati yang jahat akan keluar: tindakan, perkataan, perbuatan, pemberian, korban yang jahat.

Matius 15:18,19  “Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” Pada ayat inipun Yesus kembali menjelaskan  tentang perbendaharaan hati. Bahwa segala sesuatu yang kita ucapkan dan lakukan berasal dari keadaan hati kita. Jika pengikut Yesus hidup dalam keserakahan dan melakukan hal-hal yang jahat. Apakah yang menjadi penyebab hati yang jahat

PENYEBAB HATI JAHAT

Perhatikan dalam Yakobus 5:1-3, yang menjelaskan salah satu penyebabnya adalah keserakahan.  khususnya ayat 3“….Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.”  jadi jelas bahwa penyebab hati seseorang tidak memiliki belaskasihan adalah kibat keserakahan. Keadaan hati orang tersebut menjadi rusak dan jahat akibat serakah dan tamak akan kekayaan. Seseorang yang serakah, hidupnya hanya untuk mementingkan diri sendiri.

TENTANG KEKAYAAN

Beberapa pengikut Yesusu dapat jatuh ked alam dosa keserakahan bukan karena harta kekayaan yang Tuhan percayakan karena Firman Tuhan bahkan Yesus sediri, tidak pernah melarang orang kristen menjadi kaya dan berhasil, sebaliknya Allah berjanji akan melimpahkan kekayaan bangsa-bangsa kepada Gereja. Yesaya 60:5 “Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu”

WASPADA…!

Sumber berkat adalah dari Tuhan sendiri. Hanya saja jika kita tidak  dapat mengaturnya harta tersebut akan dapat mengontrol hati kita. Yakobus mengingatkan, kalau kita tidak menjaga hati kita maka kekayaan bisa mempengaruhi “model perbendaharaan hati kita.” Sehingga kita dapat  menjadi baik atau jahat. Keadaaan hati yang jahat bukan hanya mempengaruhi sikap hidup kita dengan sesama tetapi juga dapat mempengaruhi hubungan kita dengan Tuhan. Hal apa saja yang dapat di pengaruhi dari keadaan hati kita :

  • CINTA DAN KESETIAAN

Kekayaan bisa mempengaruhi cinta dan kesetiaan kita kepada Tuhan, Matius 6:24. Yesus katakan bahwa harta  dan uang bisa merampas cinta dan kesetiaan kita dari Allah kepada harta dan uang. Ayat ini menjelaskan bahwa kita tidak bisa mencintai dan setia kepada dua tuan sekaligus. Yaitu, mencintai Tuhan dan Mamon.

Mamon

Matius 6:24 “ Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Kata Mamon dalam bahasa Yunani:MAMMONAS, artinya: Uang, Kekayaan atau Keuntungan. Jadi mammon atau mammonas bukanlah dosa, melainkan “berkat!”. Namun, hati-hati, sebab uang, kekayaan atau keuntungan bisa mempengaruhi hati kita. CONTOH: Kisah para rasul 5:1-11 tentang Ananias dan Safira. Pada waktu itu Ananias dan Safira rindu membantu pelayanan pekerjaan TUhan yang di Gembalakan Petrus. Sehingga mereka menjual sebidang tanah dan hasilnya akan diserahkan di depan kaki Rasul-rasul. Sebelum melihat atau terima uang di tangan mereka. Pasangan suami istri ini, cinta dan setia kepada Tuhan. Tetapi, setelah lihat dan pegang uang hasil penjualan tanah, cinta dan kesetiaan mereka pada Tuhan berubah. Mereka mulai menimbang-nimbang untuk memberikan secara penuh uang tersebut untuk pelayanan. Sehingga mereka sepakat untuk berdusta dan sikap ini yang membuat mereka mati di depan Petrus.

  •  MENIPU DAN MENGHIMPIT

Telah kita ketahui bahwa kekayaan (keuntungan), bukan dosa atau kejahatan melainkan janji Tuhan, tetapi hati-hati (waspada) terhadap uang, kekayaan (keuntungan). Karena kalau tidak waspada, bisa menghimpit firman Allah  di dalam hati kita. Matius 13:22 “Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.” Mammonas – Uang, harta dan (keuntungan), bisa menipu kita. Orang yang dijajah uang, kekayaan atau keuntungan biasanya, orang tersebut tidak akan segan-segan mengorbankan firman Allah, demi uang, kekayaan dan keuntungan. Contoh Markus 10:19-22, menceritakan tentang seorang yang kaya raya. Dari masa mudanya ia telah hidup dengan menuruti hukum taurat. Ketika ia dating kepada Yesus dan bertanya bagaimana cara untuk memperoleh kehidupan kekal maka Yesus menyuruhnya untuk menjual seluruh hartanya dan mengikut Yesus. Jawaban Yesus bukan mengadug arti bahwa orang percaya harus menjadi misikin dan mengikit Tuhan. Tetapi, yang di maksutkan Yesus yaitu, orang kaya ini harus melepaskan keinginan hatinya yang berpaut kepada hartanya. Hanya saja ia tidak mau melepaskannya. Sehingga tidak mengijinkan firman Allah yang ditabur Yesus tumbuh di hatinya, sebaliknya memilih tinggalkan Yesus. Firman TUhan telah menjelaskan bahwa kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan karena kita akan mencintai yang satu dan membenci yang lain.

MENJATUHKAN, MENJERAT DAN MENCELAKAKAN

Waspada akan uang, kekayaan dan keuntungan, sebab bisa menjatuhkan, menjerat, mencelakakan, menengelam-kan kita ke dalam keruntuhan moral bahkan membawa pada kebinasaan yaitu neraka kekal. I Timotius 6:9 “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.”

Mamon (mammonas), yaitu uang, kekayaan dan keuntungan tidak bukan dosa, tetapi Keinginan untuk kaya, membuat kita jatuh dalam jerat sebab bisa mendorong kita menjadi: curang, tidak jujur, korupsi dan jatuh ke dalam judi. Pada akhirnya mencelakakan dan menenggelamkan kita ke dalam kebinasaan (neraka) kekal. Tetapi, kalau ingin kaya terapkan pepatah Latin: “Ora et Labora”  yaitu, Berdoa sambil bekerja.

TEMPAT PERBENDAHARAAN

Matius 2:11b, Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.”   Kata tempat Harta Benda, dalam bahasa Yunani: TRESAUROS, dalam bahasa inggris di tulis Treasures. TRESAUROS :Bukan emas, kemenyan dan mur, tetapi tempat (wadah) emas, kemenyan dan mur diletakkan. Sebab TRESAUROS berasal dari kata TRESAURO, artinya: “a place of save keeping” yaitu suatu tempat menyimpan yang aman. Ini tidak lain adalah gambaran hati kita. MENGAPA? Karena tidak seorangpun yang dapat mengeti keadaan hati orang lain. Di dalam hati, kita dapat menyimpan banyak hal terpendam yang kita jaga.

Jadi, emas kemenyan dan mur tidak akan pernah keluar dari tresauro (perbendaharaan para majus) apabila hati para majus ingin emas, kemenyan dan itu tetap jadi miliknya. Dan emas, kemenyan dan itu  tidak akan pernah berpindah dari tangan majus ke tangan Yesus.

KESIMPULAN

Kita tidak akan pernah memberi apa pun kepada Yesus kalau hati kita belum dijamah Kristus. Filipi 2:5-8,Kalau Bapa pertahankan  hati-NYA, Yesus tidak akan pernah diberi bagi kita dan tidak ada seorang pun di kita yang selamat. Hendaklah kehidupan kita di jamah oleh Yesus. Karena hanya Yesus yang sanggup mengubah hati seseorang menjadi baik dan murni. “Kalau perbendaharaan hati Yesus baik, pengikut-Nya harus memiliki hati baik sama seperti Yesus”. 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s