SABAR DALAM MENANTI KEDATANGAN TUHAN (Minggu, 01 September 2013)

Image

 

Pdt. J.S Minandar

Y a k o b u s 5:7

“Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.”

 

PENDAHULUAN

Halelluya, pada saat ini kita masuk pada seri Yakobus berikutnya, yaitu Yakobus 5:7-11 dengan judul “Kesabaran.”

Kata “kesabaran” diayat ini dalam bahasa Yunani: MAKROTHUMEO (makrothumeho). Selain berarti patient (Ind.: sabar), Makrothumeho juga mengandung arti:

  • To be a long spirit – memiliki semangat yang tidak mudah patah
  • Not to lose heart – tidak kehilangan pengharapan
  • Endurance – daya tahan

Pada surat Yakobus 5, khususnya ayat 7 kata “kesabaran” lebih tepat diartikan dengan kata “Endurance yaitu Daya Tahan. Kesabaran/daya tahan dalam menanti kedatangan Tuhan.

KESABARAN DALAM MENANTIKAN KEDATANGAN TUHAN

Perhatikan ayat 7a, Yakobus menjelaskan pentingnya kesabaran sehubungan dengan kedatangan Yesus kedua kali. Dengan lain kata, karena kedatangan Yesus kedua kali semakin dekat, maka pengikut Yesus diingatkan untuk memiliki buah Roh salah satunya kesabaran/daya tahan. Orang percaya yang tidak memiliki kesabaran/daya tahan, akan binasa (tidak selamat). Perhatikan pendapat Petrus tentang akhir zaman.  II Petrus 3:3 Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa hawa nafsunya.”

Rasul Petrus mengingatkan bahwa di akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek. Banyak orang kristen yang berasumsi, pengejek-pengejek yang dimaksud adalah pengikut Antikristus, minimal orang yang tidak percaya kepada Yesus. Tetapi, pengejek yang dimaksudkan di sini bukan hanya non kristen, tetapi pengejek tersebut banyak diantaranya adalah pengikut Yesus. Sering kali, kita juga berpikir bahwa pengejek disini bersifat verbal, atau dengan menggunakan kata-kata. Namun sebenarnya pengejek di sini, bukan hanya secara verbal (perkataan), tetapi juga secara sikap dan perbuatan. Mereka adalah orang-orang yang hidup menurut hawa nafsunya. Keadaan dunia semakin jahat. Jika kita tidak memiliki endurance maka kita akan mudah terpengaruh.

PERUMPAMAAN YESUS

Bagaimana caranya agar kita punya kesabaran/daya tahan yang kuat menjelang kedatangan Yesus kedua kali, sehingga kita tidak jadi pengejek-pengejek (dengan perkataan dan perbuatan)?

Dalam Injil Lukas, Yesus memberi banyak perumpamaan tentang sikap pengikut Yesus di  akhir zaman, dalam proses menantikan kedatangan Yesus kedua kali.

1. Tidak Berjaga-jaga, Lukas 12:42-48.

Terkadang pengikut Yesus mengabaikan Ibadah karena ada hal lain yang dirasa lebih penting dari bersekutu dalam Ibadah. Dalam Lukas 12:42-48, Yesus menggambarkan kita (orang percaya), seperti hamba-hamba yang bekerja di rumah majikan dan bertahan untuk menyambut majikannya pulang dan kemudian melayani majikannya ketika pulang. Kita adalah para pelayan Tuhan, maka hendaklah kita hidup sebagaimana layaknya seorang pelayan. Bentuk melayani yang paling sederhana adalah ibadah. Oleh sebab itu tingkatkanlah kerajinan kita dalam ibadah. Apalagi jikalau kita termasuk pelayan mimbar yang mengambil bagian secara khusus dalam ibadah. Biarlah kita melayani sesuai talenta yang kita terima dari Tuhan. Tetapi, menurut perumpamaan ini, ada hamba yang jahat, yang bukannya melayani tapi memukul hamba lainnya. Apa yang akan dialami oleh hamba seperti ini? Lukas 12:45,46.

Kesimpulan:   

Kalau kita sudah mengerti bahwa Tuhan meminta kita beribadah, tetapi kita tidak melakukannya, kita sama dengan pengejek-pengejek yang hidup di akhir zaman. Nasihat Yakobus:  Bersabarlah/ berdayatahanlah untuk tetap setia beribadah dan melayani Tuhan sampai Yesus datang kedua kali. Amin!

2. Tidak Mengambil Keputusan Yang Baik, Lukas 12:54-59.

Dalam ayat ini para pengikut Kristus digambarkan seperti petani yang bekerja di ladang. Cepat atau lambat, si petani akan tahu dan mengerti dalam menilai cuaca. Kemudian apa yang dibuat si petani setelah tahu keadaan cuaca? Ia mengambil keputusan yang baik, untuk melakukan sesuatu, yaitu dengan menanam atau menuai. Demikian pula kehidupan kerohanian kita. Cepat atau lambat, dari firman Tuhan yang kita dengar, membuat kita dapat membaca keadaan zaman. Situasi dan kondisi dunia  yang  kita lihat sehari-hari semakin jelas, bahwa tanda-tanda kedatangan Yesus sudah sangat dekat. Lalu apa seharusnya yang kita lakukan? Putuskan apa yang baik, dengan Bertobat! Jangan terus hidup dalam dosa dan kejahatan. Dengan demikian apabila kita tahu apa yang baik, tetapi kita tidak melakukannya, Rasul Petrus katakan, kita adalah pengejek-pengejek akhir zaman. Sementara itu Yakobus mengatakan di Yakobus 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa”. Sebab itu perhatikan nasihat Yakobus:  Bersabarlah/ milikilah daya tahan: Ambil keputusan yang benar. sekali Yesus tetap Yesus!

3.  Tidak Mau Berjuang Melalui Pintu Yang Sesak, Lukas 13:22-25.

Yesus menggambarkan pengikutNya seperti orang yang berjalan melewati pintu yang sesak. Pintu yang sesak dalam perumpamaan ini memiliki beberapa pengertian, antara lain:

a)   Berjuang melewati pintu yang sempit artinya, apa saja yang kita buat, kita harus buat sebaik mungkin seperti kepada Tuhan Kolose 3:23, misalnya:

  • Dalam bekerja/berusaha untuk anak isteri, harus benar seperti berbuat kepada Tuhan.
  • Dalam bergaul, entahkah itu berbuat sesuatu, atau berbicara, harus seperti kepada Tuhan.
  • Bahkan apa pun yang kita lakukan, harus dilakukan seperti kita melakukannya kepada Tuhan.

b)   Berjuang melewati pintu yang sesak, menurut Matius 16:24, berarti apa pun yang kita buat harus dengan menyangkal diri, memikul salib. Maksudnya, apa pun yang kita perbuat, janganlah diperbuat dengan keinginan daging (hawa nafsu).

c)   Berjuang melewati pintu yang sesak, menurut Lukas 18:22, berarti menjual harta dan membagikan kepada yang miskin dan mengikut Yesus. Maksudnya, bekerja/mencari uang; jadilah kaya, tetapi jangan jadikan mammonas: uang, kekayaan dan keuntungan menjadi Allah kedua bagi Saudara, gunakan untuk kemuliaan Tuhan.

Kesimpulan:

Kalau kita mengerti firman Allah, kita harus (1) Melakukan segala sesuatu seperti kepada Tuhan, (2) Jangan berbuat dengan mengikuti keinginan daging/nafsu, (3) Tetap menjadikan Yesus yang utama, bukan mammonas: (uang; kekayaan dan keuntungan). Jika kita mengerti, namun tidak  mempraktekkannya, kita sama dengan mengejek-ejek Yesus. Nasihat Yakobus:  Kita harus memiliki kesabaran (daya tahan) agar kita tidak terseret oleh arus akhir zaman, manusia cenderung menjadikan mammonas sebagai Allah kedua.

MENGKHIANATI YESUS

Bagaimana jikalau pengikut Yesus, tidak sabar (tidak memiliki daya tahan) dalam pengiringannya? Contoh: Yudas Iskariot, dalam Lukas 22:47-48. Yudas sudah ada di jalur keselamatan, ia berjalan dan melayani bersama Yesus. Tetapi, 

a) Yudas tidak sabar dan tidak setia beribadah dan melayani, Yohanes 12:4,5. Yudas melecehkan persembahan. Padahal korban tersebut untuk kemuliaan nama Tuhan.

b) Yudas tidak sabar untuk menunggu berkat, lewat jalan yang sempit. Ia mencuri, Yohanes 12:6. Pada awal penciptaan manusia tidak bekerja karena Tuhan telah menyediakan segala sesuatu yang manusia butuhkan. Tetapi, karena dosa semua manusia harus bekerja untuk mendapatkan kehidupan, Kejadian 3:17-19.

c) Yudas ditegur oleh Yesus, tetapi dia tidak memutuskan apa yang baik (bertobat), sebaliknya ia meninggalkan Yesus, Yohanes 13:30.

KESIMPULAN

Yakobus menasihati kita, agar kita bersabar, yaitu:

  • Bersabar mengikut Yesus sampai di garis akhir, jangan sampai putus di tengah jalan.
  • Bersabar hidup dalam kebenaran, walaupun ada rekan-rekan yang meninggalkan kebenaran.
  • Bersabar dengan setia beribadah dan melayani Tuhan.
  • Bersabar walaupun harus memikul salib dan menyangkal diri (menolak yang tidak benar).

Perhatikan, Ibrani 6:11,12 “Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu (sorga & mahkota kemuliaan) suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya.  Agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.”

Orang-orang kudus telah menikmati keselamatan (sorga) dan mahkota kemuliaan (pahala). Hal ini mereka dapatkan oleh iman dan kesabaran mereka mengikut Yesus sampai di garis akhir. Hendaklah kita berdaya tahan dan memiliki hati yang melayani Tuhan. Minimal dengan beribadah kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s