BERSABAR UNTUK MENANTIKAN HASIL (Minggu, 08 September 2013)

Image

Pdt. J.S Minandar

Yakobus 5:7b

“Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia SABAR sampai telah turun hujan musim gugur danhujan musim semi”

PENDAHULUAN

Kali ini kita akan membahas lanjutan Seri Yakobus yang ke 31 dengan tema “Bersabar untuk menantikan hasil”. Di minggu yang lalu telah dibahas Yakobus 5:7a, tentang bagaimana kehidupan kita sebagai pengikut Yesus, yang harus memiliki daya tahan, yaitu semangat yang tidak mudah patah. Kita harus memiliki daya tahan sampai kedatangan Yesus yang kedua kali dan sampai kita mendapatkan hasil dari sebuah pelayanan. Dalam injil Lukas 21:34, Yesus menjelaskan bahwa di akhir zaman manusia memiliki gaya hidup yang bukan hanya serba instan tetapi juga sarat dengan hal-hal duniawi yang artinya mereka tidak peduli perkara rohani, dimana hal-hal duniawi diutamankan dan hal-hal rohani dilupakan.  Padahal persoalan duniawi pada akhirnya nanti akan ditinggalkan karena Tuhan hanya memperhatikan hal-hal rohani. Sebab itu Yakobus mengingatkan kepada setiap kita untuk terus berdaya tahan.

DIINGATKAN

Rasul Yakobus mengingatkan pentingnya kesabaran (daya tahan ilahi) sehingga kita tidak menjadi korban keadaan di akhir zaman.  Lukas 21:36, Yesus menasehati untuk kita berdaya tahan, tujuannya agar kita dapat berdiri di hadapan Tuhan. Yesus pun mengingatkan, kalau kita tidak punya daya tahan maka kita mudah terseret oleh dunia. Pada akhirnya, ketika Yesus datang, kita tidak akan tahan berdiri di hadapanNya. Artinya, Kita akan senasib dengan orang yang tidak kenal Yesus, masuk didalam penghukuman.

Alkitab memberikan sebuah figure yang dapat menjadi contoh. Pada saat itu ia menggunakan cara instant untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Figure tersebut adalah raja Daud.

 D A U D (I Samuel 27, 29 dan 30)

Perhatikan kisah Daud dan 600 pengikutnya yang mengalami Ziglak. Daud pergi ke Ziglak untuk menghindari kejaran dari raja Saul sehingga Daud harus sabar mengalami musim gugur, dimana Tuhan merontokkan semua aspek yang menjadi penopangnya. Namun ada kalanya Daud menggunakan cara instan. Daud berusaha menggunakan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhannya. Sama halnya dengan kita, dimana selama hidup di dunia, kita membutuhkan sandang, pangan dan papan serta perlindungan.  Tetapi ketika dalam situasi sulit, terkadang kita gunakan cara instan atau cara duniawi. Padahal kita tidak mengerti apakah itu kehendak Tuhan atau tidak. I Samuel 27:1 menjelaskan bagaimana Daud terus diburu untuk dibunuh dan karena desakan ekonomi, Daud ambil cara instan. Daud bekerja pada raja Akhis yang merupakan musuh Israel. Secara tidak langsung Daud mencari perlindungan raja Filistin (Akhis). Apakah Allah tidak bisa mencukupi kebutuhan Daud dan 600 anak buahnya, sekaligus melindungi Daud dari tangan Saul sehingga Daud harus bersekutu dengan bangsa lain? Dan bagaimanakah cara Daud bekerja pada Akhis?

CARA DAUD BEKERJA PADA AKHIS

  • Bekerja Dengan Cara Menipu

Untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, Daud dan 600 anak buahnya, Daud bekerja sebagai tentara bayaran untuk membunuh musuh-musuh Filistin. Tetapi dalam I Samuel 27:8,9 menjelaskan bahwa  Daud bukan membunuh musuh orang Filistin, tetapi membunuh orang Gesur; orang Girzi dan orang Amalek, yang bukan musuh orang-orang Filistin. Jadi, ketika Daud ditanya oleh raja Akhis maka Daud berbohong, dengan melaporkan  bahwa Daud telah menyerang orang-orang Israel, I Samuel 27:10,11; I Samuel 27:12 . Karena Akhis percaya, maka ia mudah dibohongi.

  •  Penghinaan Kepada Tuhan

Kita mengetahui bagaimana Daud, yang adalah seorang yang dipilih Allah; Kandidat raja yang diurapi, tetapi telah melakukan kebohongan hanya untuk memenuhi kebutuhannya. Sebagai pengikut Yesus apakah kita juga bertindak seperti Daud, yaitu dengan berlaku curang dan berbohong kepada majikan? Tentu tidak karena tindakan tersebut  merupakan perbuatan keji dan dosa. Kita mau hidup seturut dengan kehendak Tuhan. Sebagai orang yang telah ditebus, kita memiliki cara hidup yang berbeda dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kita hidup dalam kejujuran sebab kita memiliki rasa takut akan Tuhan. Lalu dengan cara apa dan bagaimana Tuhan menyelamatkan Daud dari dosa yang diperbuatnya?

CARA TUHAN SELAMATKAN DAUD

1. Daud dipecat Dari Pekerjaan

Tuhan mengeluarkan Daud dari kekeliruan yang ia lakukan. Dalam I Samuel 29:1-3 menulikan bahwa pada saat itu, orang Filistin berkumpul di Afek, bersiap-siap untuk menyerang orang Israel. Ketika Akhis ditanya mengapa orang Ibrani, yang tidak lain adalah Daud dan pengikutnya, berada di antara pasukan Filistin? Raja Akhis pun menjawab bahwa Daud dan 600 tentaranya sudah 1 tahun lebih bersama Akhis dan tidak ada masalah yang ditimbulkan. Ketika raja Filistin mengetahuinya maka dicatat dalam I Samuel 29:4-11, Raja-raja Filistin yang lain marah dan meminta raja Akhis memecat Daud dan 600 tentaranya.  Akhirnya, Daud dan 600 tentaranya diberhentikan (PHK) dan tidak lagi bekerja kepada Akhis, raja kota Gat, (Filistin).

2. Keluarga Dirampok & Ditawan

I Samuel 30:1,2 menuliskan bahwa di perkemahan Daud dan 600 tentaranya di ziglak telah bakar habis oleh orang Amalek. Bahkan keluarga dan anak-anak mereka ditawan Amalek. Kekayaan dirampas, tetapi tidak ada di antara mereka yang dibunuh.

Perhatikan I Samuel 27:8, apa yang Daud alami merupakan “hukum tabur tuai”, mengapa? Perhatikan bagaimana sikap Daud kepada Raja Akhis. Suatu ketika raja Akhis  menyuruh Daud menyerang orang Israel, tetapi Daud justru menyerang, orang Gesur; Girzi dan Amalek. Pada akhirnya Daud menerima tuaian dari sikapnya. Dimana  keluarga Daud jadi tawanan orang Amalek. Ketika kita menabur benih yang baik maka akan menghasilkan buah yang baik. Namun sebaliknya, jika kita hidup menabur benih yang jahat, menipu, keji maka yang kita pun akan menerima keburukan. Hosea 8:7b “Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung…”.

Bukan hanya itu saja yang dihadapi Daud. Di tengah-tengah kesedihanya, dimana Daud membutuhkan dukungan dan penghiburan, Daud justru diancam akan dibunuh oleh anak buahnya sendiri. Secara manusia Daud tidak mampu. Ia mengalami tekanan dari luar, yaitu bangsa Amalek dan tekanan dari dalam, yaitu pengikut yang mengancamnya. Pada posisi inilah Allah menguji kesabaran (daya tahan) Daud.

Ancaman anak buah Daud tercatat dalam I Samuel 30:6, dimana 600 anak buah Daud hendak melempari Daud dengan batu.         Sebenarnya siapakah 600 anak buah Daud itu? I Samuel 22:2, mereka adalah orang-orang terbuang. Mereka dipelihara Daud dan dilatih untuk berperang. Mereka telah mengalami kebaikan dari Daud, tetapi  karena sedih melihat kenyataan bahwa isteri dan anak-anak mereka yang menjadi tawanan Amalek, mereka mengancam Daud dan berniat merajam Daud dengan batu. Perhatikan apa tindakan Daud ketika menghadapi kenyataan tersebut. I Samuel 30:6c“…Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya.”

Menguatkan, (terjemahan bahasa Inggris menulis encouraged sedangkan terjemahan bahasa Ibrani menulis CHAZAQ,  yang  artinya:

  1. To be strong
  2. Grow strong

Kata “menguatkan”, menjelaskan bahwa kita harus dorong diri kita agar kita kuat dan tetap dalam kehendak Tuhan. Inilah yang Daud lakukan, ia mendorong hatinya untuk tetap berdaya tahan. Alhasil dari Daud yang menguatkan hatinya adalah Tuhan memerintahkan pada Daud untuk mengejar orang Amalek yang sudah merampok dan menawan keluarga Daud dan 600 keluarga tentara Daud. Tuhan memberikan keberanian kepada Daud untuk maju berperang

3. Untuk Menuai Harus Menabur

Perhatikan  I Samuel 30:11-15, ketika dalam perjalanan untuk mencari istri dan anak mereka, Daud bertemu orang muda yang terkapar di jalan hampir mati. Karena belas kasihan, maka Daud memberi makan roti, minum, kue ara dan 2 potong kue kismis  Sehingga orang tersebut kembali pulih, sehat dan segar. Tenyata anak muda  tersebut adalah budak dari orang Amalek yang ditinggalkan tuannya karena ia sakit. Kebaikan hati Daud pada orang muda tersebut mendatangkan hasil, Daud menabur dan ia menuai dari taburan kebaikannya. Orang muda tersebut menjadi penunjuk jalan bagi Daud. Kalau kita ingin menuai, kita harus menabur. Dorong atau bangun kesabaran yaitu daya tahan untuk terus menabur tanpa lelah sebab orang yang menabur pasti menuai.

Ketika Daud menabur kebaikan maka ia mendapatkan yang terbaik sehingga Daud dan  tentaranya dapat menemukan Amalek dan mengalahkan mereka. Seluruh harta milik Daud dapat dirampas kembali. Bahkan seluruh harta Amalek, Allah berikan kepada Daud dan pengikutnya sebagai barang jarahan.

Jika kita kilas balik, kita lihat perbandingan kisah Daud:

  • I Samuel 27, pada saat itu Daud dan pengikutnya hanya berstatus karyawan.
  • I Samuel 29, mereka menjadi orang ter-PHK, tidak ada penghasilan lagi
  • I Samuel 30, mereka dirampok habis-habisan.

Tetapi, Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan. Dalam situasi yang sangat terjepit, Daud tidak lagi menggunakan cara instan melainkan Daud sabar/berdaya tahan, tidak memakai cara duniawi atau keluar dari kehendak Tuhan. Hasil yang ia terima telah tercatat dalam I Samuel 30:26-31. Daud menjadi berkat bagi orang lain.

Dalam kehidupan kita, ada begitu banyak tantangan dan kebutuhan yang membuat kita menggunakan cara instan atau cara mudah. Cara instan terkadang mendorong kita untuk berbuat dosa dan keluar dari kehendak Tuhan. Tetapi, jika kita mau berbalik maka tangan kasih Tuhan akan menolong kita dengan proses dan caranya Tuhan. Sebab itu, tetaplah kita berdaya tahan sampai mendapat hasil yang terbaik, dimulai dari cara kita menabur. Berilah maka kita akan diberi. Berilah dengan takaran yang terbaik karena Yesus sudah memberikan yang terbaik. Maju terus dan berdaya tahan sampai kita menerima upah atau hasil yang utuh. Tuhan Yesus memberkati. _

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s