Pdt. Joseph Priyono

Ester 5 : 1-3

Image

“Pada hari yang ketiga Ester mengenakan pakaian ratu, lalu berdirilah ia di pelataran dalam istana raja, tepat di depan istana raja. Raja bersemayam di atas takhta kerajaan di dalam istana, berhadapan dengan pintu istana itu.Ketika raja melihat Ester, sang ratu, berdiri di pelataran, berkenanlah raja kepadanya, sehingga raja mengulurkan tongkat emas yang di tangannya ke arah Ester, lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu.
 Tanya raja kepadanya: “Apa maksudmu, hai ratu Ester, dan apa keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan diberikan kepadamu.”

Seperti kita ketahui dalam kitab Ester, Ester adalah seorang gadis muda berkebangsaan Yahudi yang telah  memenangkan kontes kecantikan di negeri Persia dan menjadi permaisuri raja menggantikan ratu Wasti. Dalam kisah selanjutnya, Ester berhasil menyelamatkan bangsanya dari ancaman seorang jahat yang bernama Haman.  Apakah rahasianya sehinggaa Ester dapat menyelamatkan bangsanya? Mengapa ia diterima oleh raja? Marilah kita melihat rahasia kesuksesan Ester. Dalam  pengiringan kepada Yesus ada tiga tingkatan orang percaya:

a. Baik

Efesus 2:10 ~ Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Setiap orang yang telah mengalami kelahiran baru, ia wajib membuktikan imannya dengan melakukan perbuatan-perbutan baik. Perbuatan baik yang ia lakukan menjadi bukti bahwa ia sudah diselamatkan. Perbuatan baik adalah ukuran standar dalam kekristenan. Artinya melakukan kebaikan merupakan kewajiban setiap anak Tuhan. Itulah sebabnya kekristenan kita tidak cukup hanya berhenti dalam melakukan kebaikan. Sebab jika kita hanya menjadi orang krsiten yang baik, itu tidak ada bedanya dengan orang dunia pada umumnya. Dalam Matius 5:46,47 Tuhan Yesus menjelaskan bahwa para pemungut cukai dan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan pun dapat melakukan kebaikan.  Jadi untuk menemukan orang baik tidak hanya mereka yang menjadi kristen, bahkan kadangkala orang dunia lebih baik dari orang Kristen. Tidak sedikit kita jumpai orang dunia memiliki kualitas memberi, mengasihi, setia, cara kerja, komitmen, kejujuran yang lebih baik dari pada orang kristen. Sebab itu pikirkanlah! Kalau lebih baik saja kita belum bisa, apakah kita masih layak disebut KRISTEN?

b. Berkenan

Roma 12:1  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Tingkatan kedua dari kekristenan adalah menjadi orang yang berkenan kepada Tuhan. Berbuat baik tidak cukup, sebab semua orang kristen atau bukan kristen, mereka dapat melakukan perbuatan baik. Orang kristen harus naik level pada tingkatan BERKENAN. Bukan sekedar baik, tetapi berkenan, disenangi, favoritnya Allah. Apakah perbedaan antara berbuat baik dan berkenan? Mari kita lihat contoh berikut ini.

Dalam Kejadian 4, kita melihat Kain dan Habil sama-sama mempersembahkan korban, keduanya BAIK, tetapi persembahan yang diperkenan Allah adalah persembahan Habel. Mengapa? Karena Habel mempersembahkan sesuai dengan hati Allah. Demikian halnya dengan ajaran Tuhan Yesus dalam Matius 6, Tuhan mengajarkan perbuatan baik mulai dari memberi sedekah, berdoa, dan berpuasa, semuanya adalah baik, tetapi kita melihat perbuatan baik yang dilakukan oleh orang Farisi tidak diperkenan Tuhan. Jadi tidak cukup hanya berbuat baik, kita harus sampai tingkat berkanan kepada Allah. Amin?!

c. Sempurna

Mat 19:21  Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Ini adalah tingkat yang ketiga, setelah kita mampu melakukan kebaikan, berkenan, kita harus terus naik sampai tingkat sempurna.

Sehubungan dengan ayat pokok kita pada hari ini, kita akan fokus membahas tentang tingkat kedua yaitu diperkenan. Dikisahkan, ketika Ester menghadap raja, raja berkenan menerimanya. Hal ini sangat luar biasa kalau Ester diperkenan oleh raja sebab undang-undang kerajaan dalam Ester 4:11 mengatakan: “Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja.” Mengapa Ester diperkenan raja?

Rahasia Perkenanan Raja Kepada Ester

1. Mengenal isi hati raja, bukan kemewahan kerajaan

Ester tidak sekedar tertarik kepada kemewahan kerajaan yang dinikmati, tetapi ia lebih tertarik kepada Raja. Allah rindu kepada orang-orang yang mencintai sang pemberi daripada pemberiannya. Hari-hari ini kita melihat banyak orang kristen mengutamakan tampilan luar (kemegahan gedung, jumlah jemaat, musik yang hingar-bingar, lampu yang kerlap kerlip) tetapi melupakan hati raja. Marilah kita belajar dari pemazmur, sekalipun hidupnya dipenuhi dengan berkat-berkat Allah namun kerinduannya tetaplah Allah.

Mazmur 42:2- Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.

2. Membangun keintiman dengan Raja

Keintiman membuahkan pengaruh dan hubungan mendahului fasilitas. Sebagai permaisuri raja, Ester memiliki keintiman khusus dengan raja. Keintimannya dengan raja membuat raja tidak dapat menolak permohonannnya.

3.  Melakukan kehendak Bapa

Perkenanan hadir saat kita melakukan kehendak Bapa. Membebaskan bangsa Yahudi dari ancaman kematian adalah kehendak Allah. Allah hanya berkenan kepada mereka yang melakukan kehendakNya. Saat Tuhan Yesus dibaptis, sorga mengumumkan kepada dunia bahwa Yesus adalah anak yang dikasihi dan diperkenan Allah. (Mat 3:17)  Mengapa Bapa berkenan kepada Tuhan Yesus? Karena Tuhan Yesus melakukan kehendak Bapa di sorga. Matius 3:15  Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menuruti-Nya.

Para pelayan yang kekasih, apakah kita melayani untuk melakukan kehendak Bapa?

Saudaraku dimana saja engkau berada, diposisi apa yang kita jabat, apakah kita berkerja di kantor, pemerintahan, sektor bisnis, pendidik, olah raga, seni, dll apakah semua itu kita kerjakan untuk melakukan kehendak Bapa? Jika hanya memenuhi kehendak manusia, ambisi pribadi, menumpuk kekayaan, maka Tuhan tidak berkenan.

Galatia 1:10 – “Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.”

 

BERKAT PERKENANAN

A. Raja mengulurkan tongkat emasnya

Tongkat bicara otoritas kerajaan. Otoritas melahirkan kuasa dan mengembangkan pengaruh. Otoritas tanpa kuasa, mati, tetapi otoritas membuat seseorang berkuasa.

Otoritas orang percaya: Kunci kerajaan. Matius 16:19 – “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

B. Menerima Pemberian

Ester 5:3  Tanya raja kepadanya: “Apa maksudmu, hai ratu Ester, dan apa keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan diberikan kepadamu.” Orang yang berkenan kepada Raja tidak perlu mengejar berkat, tetapi berkat yang mengejar kita. Dapatkan hati raja, maka kita akan mendapat kerajaanNya. Amin, Tuhan memberkati!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
Aside | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s