BERSABAR DAN TIDAK BERSUNGUT-SUNGUT (Minggu, 29 September 2013)

Image

 

Pdt. J.S Minandar

Yakobus 5:9

“Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.”

PENDAHULUAN

Seri Yakobus minggu lalu telah membahas kesabaran (daya tahan) dalam menantikan kedatangan Tuhan. Kesetiaan dan waktu akan sangat dituntut dalam penantian. Oleh sebab itu kita membutuhkan kesabaran (daya tahan) agar tidak bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, karena saat Yesus datang kedua kali, Yesus tidak hanya menghukum orang tidak percaya, tetapi orang yang suka bersungut-sungut. Sebagai pengikut Yesus, hendaklah kita minta Roh kesabaran kepada Tuhan sehingga kita dapat menahan lidah kita dari persungutan karena waktu yang kita lewati sekarang adalah waktu-waktu untuk mempersiapkan diri menanti kedatangan Tuhan.

BERSUNGUT-SUNGUT

Perbuatan bersungut-sungut, bukan hanya tidak baik di mata Tuhan dan orang yang kita sunguti, tetapi mendatangkan hukuman bagi mereka yang melakukannya.

I Korintus 10:10,11 “Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.”

Kata “BEBERAPA” dalam ayat tersebut, bukan mengandung arti 2 atau 3 orang, tetapi beberapa yang dimaksudkan adalah ribuan orang dari bangsa Israel. Mereka inilah yang dapat mempengaruhi orang lain untuk ikut bersungut. Seharusnya mereka bersyukur karena mereka menjadi bangsa yang terpilih dan menerima janji Tuhan.

Pada mulanya bangsa Israel adalah budak orang Mesir selama 400 tahun, tetapi Tuhan membebaskan mereka. Tuhan berikan tanah Kanaan sebagai tanah perjanjian. Selama perjalanan menuju tanah Kanaan, Tuhan menyediakan keperluan mereka. Selama 40 tahun perjalanan mereka, tidak ada satupun yang kekurangan. Siang hari Tuhan sediakan tiang awan sehingga mereka tidak kepanasan dan tiang api pada malam hari untuk menghangatkan mereka. Tetapi mereka masih bersungut-sungut sehingga beberapa dari mereka gagal dan ditewaskan di padang gurun.

Peristiwa seperti ini bisa kita alami karena kita adalah Israel rohani. Keselamatan telah Tuhan fasilitasi melalui AnakNya, Yesus. Melalui Yesus, kita menemukan jaminan kehidupan kekal. Sekarang yang Tuhan inginkan adalah ketaatan kita. Kesabaran kita dalam mengiring Tuhan. Jadi, mintalah terus kepada Tuhan Roh Kesabaran agar kita dapat bertahan dan tidak bersunggut-sunggut. Lalu bagaimana caranya agar kita terhindar dari persungutan?

 

MENGHINDARI SUNGUT-SUNGUT

Untuk menghindari sunggutan ada caranya dan cara ini sudah sering kita dengarkan yaitu, berterima kasih dan mengucap syukur . Tetapi ada cara lain yang banyak dilupakan, yaitu “BERDIAM DIRI”.

BERDIAM DIRI

Kata berdiam diri menurut Pdt. J. E. Awondatu, yaitu: sebuah seni rohani tingkat tinggi yang sulit untuk dilakukan, sebab itu banyak anak Tuhan yang meninggalkan seni berdiam diri. Berdiam diri merupakan seni dalam pertumbuhan tingkat tinggi. Sekarang kita perhatikan tentang berdiam dari sisi Allah.

TENTANG ALLAH

Allah kita adalah “Creator” pencipta segala sesuatu. Allah yang memulai segala sesuatu di dalam Dunia ini. Manusia hanya bisa menggunakan atau menirunya tetapi Allah yang menciptakan. Selain itu Allah kita adalah “Orator” juru bicara/pembicara.

Sebab itu, Nama/Gelar Allah:

  • Yohanes 1:1        – Firman

 

  • Yesaya 9:5           – Penasihat Ajaib  Counselor; (KJV: Wise Guide).

Tetapi Allah yang adalah Firman  dan Counselor (Juru Bicara), mengajar kita untuk berdiam diri, sebab dengan berdiam diri, ada berkat dan kuasa Allah yang dahsyat. Keluaran 14:14 “Tuhan akan berperang untuk kamu dan kamu akan diam saja.” Ketika keadaan menghimpit dan kita tidak mampu, yang Tuhan minta adalah kita berharap penuh kepadaNya, maka Tuhan akan berjuang dan kita tak perlu berbuat apa-apa. Tetapi, dengan kondisi dunia yang semakin menuntut kerja yang cepat membuat waktu untuk kita berdiam diri sangat terbatas. 

MENJELANG KEDATANGAN YESUS

Lukas 17:26-28 menjelaskan sebelum kedatangan Yesus kedua kali, manusia menjadi sibuk oleh urusan mereka, yaitu : 

  1. Makan dan minum (konsumsi)
  2. Kawin mengawinkan (resepsi)
  3. Membeli & menjual (bussines)
  4. Membangun

Kondisi inilah yang terjadi di kehidupan manusia akhir zaman. Seolah-olah tidak dapat memberikan waktu sejenak untuk merenung dan berdiam di kaki Tuhan. Dan kesempatannya hanya dalam ibadah.

I B A D A H

Ibadah adalah bagian terpenting. Jadi, jangan sampai kita melupakan ibadah ditengah kesibukkan. Karena ketika beribadah  kita menyadari bahwa Tuhan sudah menyertai kita di sepanjang tugas-tugas dan pekerjaan kita. Kita berdiam diri dengan :

  • Menyembah Tuhan
  • Mengucap syukur
  • Memuji Tuhan
  • Mendengar suara Tuhan (Firman)

Namun ada kalanya, tubuh kita beribadah tetapi pikiran dan hati bekerja keras. Artinya, tidak fokus untuk bersekutu dengn Tuhan. Hendaklah sikap ini ditinggalkan dan jalin hubungan dengan Tuhan dalam ibadah.

BERDIAM DIRI

Dengan demikian apakah yang dimaksud firman Allah dengan berdiam diri?

Perhatikan, Habakuk 2:20 “Tetapi Tuhan ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!” Tuhan ada di tengah-tengah perhimpunan ibadah.

PENUTUP

Zefanya 1:7 “Berdiam dirilah di hadapan Tuhan Allah! Sebab hari Tuhan sudah dekat. Sungguh Tuhan telah menyediakan perjamuan korban dan telah menguduskan undangan-Nya.”

Hanya orang yang mampu berdiam diri (ibadah) yang akan diundang dalam Perjamuan Tuhan. Beribadah bukan hanya dilakukan setiap minggu tetapi ibadah dalam kehidupan setiap hari, yaitu menyembah Tuhan dalam hati dan hidup sesuai kebenaran Firman Tuhan. Orang-orang yang seperti inilah yang akan diundang IBADAH AKBAR di hadirat Tuhan, dalam Kerajaan Sorga, Wahyu 4:1-11. Sekarang, bagaimana kehidupan kita. Apakah kita terlalu sibuk sehingga tidak memiliki waktu untuk bersekutu dengan Tuhan? Bagaimana hubungan pribadi kita dengan sang pencipta? Berdiam dirilah di hadapan Tuhan maka kemenangan akan menjadi bagian kita. Amin..!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s