JALAN PENGAMPUNAN (Minggu, 20 Oktober 2013)

Image

Pdt. J.S Minandar

1 Yohanes 1 : 7 – 10

Fasilitas yang Allah berikan untuk semua orang, tidak terkecuali, ialah P E N G A M P U N A N . Dalam 1 Yohanes  1 : 7 pengampunan itu didapat oleh darah Yesus dan telah menyucikan kita dari segala dosa kita. Mungkin ada beberapa orang yang bertanya, “Dimana Darah itu?” Maka jawabannya ada pada Yesus,  2000 tahun yang lalu d iatas Golgota, Dia mengorbankan dirinya dan darah itu masih berlaku sampai sekarang. Hal yang perlu kita lakukan hanyalah  MENGAKUI DOSA KITA  (1 Yohanes 1:9).

BAGAIMANA CARANYA ?

Bagaimana cara kita mengakui dosa kita?

Melepas Dosa kita , JUJUR & TERBUKA  (Mazmur 32:5). Ilustrasi: seperti seorang yang memikul beban berat. Seseorang  menawarkan tumpangan. Orang itu naik dalam  kendaraan , tetapi dia masih memikul beban yang berat itu ketika  kendaraan  sudah berjalan. Terkadang kita sudah diampuni tapi kita masih “memikul” beban rasa bersalah. Ketika kita tidak melepas dosa itu, maka yang kita alami adalah perasaan tidak ada damai sejahtera (Yesaya 1:18). Untuk mendapat pengampunan, yang seharusnya kita lakukan atas dosa kita adalah  BERPERKARA. Kata ini selalu berhubungan dengan suatu proses pengadilan. Jadi apa yang diharapkan dari kita Kita harus datang kepada Allah dan perkarakan masalah kita/ dosa kita. Sekarang kita akan membandingkan antara Pengadilan Dunia dengan Pengadilan Surga.

PENGADILAN DUNIA

Pengadilan di dunia, memberikan gambaran sekalipun seseorang itu salah namun masih tetap kesempatan untuk

  • Membela diri
  • Membenarkan diri

Ada hak atau kesempatan yang diberikan untuk membela diri (lewat pengacara) sekalipun dia salah.

PENGADILAN SORGAWI

Pengadilan Sorgawi memiliki nilai yang bertolak belakang dengan Pengadilan Dunia. Untuk menerima pengampunan yang sejati (True for giveness) dari Tuhan, jangan pernah kita membela diri  atau membenarkan diri di hadapan Tuhan. Mengapa demikian? Karena tidak ada manusia yang benar dan  sempurna (Roma 3:9­10). Jikalau ada orang yang membenarkan diri (1 Yohanes 1:8) dan merasa dirinya tidak berdosa, maka dia bukan saja menipu orang lain, tetapi menipu diri sendiri (Roma 10:9–10). Lebih dari itu dia menjadikan Allah pendusta dan FirmanNya tidak ada pada dirinya (1 Yohanes 1:10).

KESIMPULAN

Untuk menerima pengampunan agar kita dibenarkan, dipulihkan dan diberkati Tuhan secara Rohani, Jiwani, Jasmani yang kita lakukan hanya : JUJUR. Sebuah contoh dari Alkitab, yaitu kisah Ayub.

AYUB

Ketika Ayub mengalami musibah, sebenarnya Ayub punya alasan untuk membenarkan diri (Ayub 1:8). Dalam ayat tersebut Allah sendiri mengakui bagaimana kualitas dari kehidupan Ayub. Tetapi apa yang Ayub lakukan? Walaupun Ayub punya dasar untuk membenarkan diri, tetapi Ayub tidak melakukan hal itu. Melainkan Ayub mengakui dirinya bersalah, berdosa di hadapan Tuhan. Ayub merasa dia butuh pengampunan dari Tuhan (Ayub 9:1–4), dan Ayub mengakui dirinya berdosa dihadapan Tuhan (Ayub 9:20). Pada akhirnya yang Ayub terima adalah: Allah membenarkan Ayub dan mengembalikan  segala  yang dimiliki  Ayub dua kali lipat (berkat yang berlimpah)._

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s