MEMANDANG MASALAH DARI SUDUT PANDANG ALLAH (Minggu, 27 Oktober 2013)

Image

Pdt. Joseph Priyono

– Bilangan 13:25-33 – 

Perkara baik atau buruk itu tergantung dari cara kita memandang. Masalah bisa menjadi buruk tapi bisa juga menjadi baik, itu juga tergantung dari cara kita memandang. Masalah-masalah yang dihadapi manusia, seringkali menekan hidup  dan tidak sedikit banyak anak-anak Tuhan yang meninggalkan Tuhan karena beratnya tekanan yang dialami.

Musa mengutus 12 orang pengintai untuk pergi mengintai, mereka adalah pemimpin dari masing masing suku. Kualitas dari 12 pengintai yang diutus Musa adalah sama, baik secara kedudukan,  pengalaman masa lalu, dan pengalaman mujizat Tuhan, menikmati berkat Tuhan dan tugas mereka pun sama.

Tetapi yang membuat mereka berbeda adalah hasil pengintaian yang mereka lakukan.

1. 10 orang pengintai, membawa laporan negatif yang melemahkan bangsa Israel

2.   2 orang pengintai, membawa laporan yang positif

MENGAPA BERBEDA  CARA PANDANG?

Cara kita memandang kehidupan kita, membentuk kehidupan kita. Bagaimana kita mendefinisikan kehidupan, menentukan masa depan kita. Dan informasi yang kita dengar (dapatkan) itulah yang mempengaruhi cara pandang kita. Mari kita melihat perjuangan Qian Hongyan.

Gadis yang mengalami kecelakaan parah setelah sebuah tabrakan mobil pada tahun 2000. Saat itu ia masih berusia 3 tahun dan dokter mengatakan bahwa dengan terpaksa kedua kakinya harus diamputasi demi keselamatannya. Keluarga Hongyan bukanlah keluarga yang cukup mampu. Kedua orang tuanya memberi Hongyan sebagian potongan bola basket agar ia bisa ‘berjalan’. Ia juga menggunakan sepasang sikat untuk melindungi tangan yang berubah menjadi kakinya. Dengan kondisi seperti itulah Hongyan pergi ke sekolah dan ke tempat-tempat lainnya. Kecelakaan mungkin telah merenggut kakinya, namun tidak dengan semangatnya untuk mewujudkan mimpi. Hongyan adalah gadis kecil dengan ketekunan dan usaha yang besar serta mampu menginspirasi bahkan bagi orang-orang yang bertubuh sempurna. Impian Hongyan adalah menjadi seorang perenang di Paralympics London tahun 2012. Maka ia pun mulai mencoba mengikuti berbagai lomba renang bagi orang-orang yang mengalami cacat tubuh. Ia mengaku bahwa dirinya tergerak melihat para atlet renang berlomba-lomba dan berusaha keras dalam sebuah Olimpiade renang dunia. Qian Hongyan mungkin belum bisa membuktikan kiprahnya, namun semangatnya selama 13 tahun dengan kondisi yang kekurangan merupakan inspirasi yang bisa kita contoh. Sebuah kekurangan tak perlu membatasi kita dalam meraih mimpi. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.

5 CARA MEMANDANG :

1. Memandang ke dalam, Anda akan tertekan  ( bilangan 13:33 ) – Ada tekanan yang dirasakan oleh banga Israel ketika mereka mendengar kabar dari 10 pengintai yang melaporkan tentang keadaan Kanaan(Bil 13 : 32 ). Bangsa Israel melihat diri mereka kecil dibanding orang raksasa yang mendiami Kanaan.

2.Memandang ke belakang, Anda tidak akan maju ( bilangan 14 : 4) – Jangan ijinkan Iblis membawa kita pada masa lalu, karena kalau kita selalu memandang ke belakang maka kita tidak akan maju ( filipi 3 : 13 ).

3. Memandang ke sekeliling, Anda bingung – Ketika bangsa Israel mendapat laporan negatif dan memandang ke sekeliling membuat mereka jadi bingung. Hidup ini harus dijalani bukan dengan perasaan, tapi prinsip. Perasaan : apa yang ingin kita lakukan ?, Prinsip     : apa yang harus kita lakukan ? Contoh: ( Matius 14 : 30 ) Petrus

4. Memandang ke depan, Anda takut  ( bilangan 13 : 31 ) – Bangsa Israel ketika melihat ke depan, mereka merasa tidak dapat mengalahkan musuh. Ketika engkau memandang ke depan maka engkau akan Takut dengan apa yang dilihat. Terlalu cepat menggerutu ketika “tertimpa musibah” merupakan ciri bahwa kita belum belajar melihat masalah dari sudut pandang Tuhan. Kita perlu menyadari bahwa apa yang kita pandang buruk mungkin adalah bagian dari rencana Tuhan untuk  mendatangkan kebaikan.

5. Memandang ke atas, Anda menang  ( Bilangan 14 : 6-9 ) – Yosua dan Kaleb mengarahkan pandangannya ke atas.

Ciri orang yang memandang ke atas :

a. Memusatkan perhatiannya kepada ukuran Allah, bukan ukuran manusia

b. Mempercayai janji Allah

c. Bertindak dengan iman ( Ibrani 11:30 )

Saat menghadapi tekanan berat, lihatlah ke atas dan pandanglah Tuhan dalam kemuliaan-Nya._

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s