SIKAP JEMAAT DALAM MENGHADAPI PENCOBAAN (Minggu, 10 November 2013)

Pdt. J.S. Minandar

-Yakobus 5:13-14-

“Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi!
Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.”

PENDAHULUAN

Begitu banyak tanggapan tentang upah yang diterima setelah pecaya kepada Yesus. Sebuah tanggapan mengatakan, saat kita percaya kepada Yesus kita dijamin tidak binasa dan masuk ke dalam sorga dan tanggapan tersebut benar. Tetapi ada  yang menambahkan, yaitu saat kita percaya kepada Yesus, maka kita akan luput dari masalah dan kesusahan di dunia. Ini sangat keliru.  Itu sebabnya Yakobus memberi nasihat kepada jemaat Tuhan.

NASIHAT YAKOBUS

Surat Yakobus menuliskan, sebagai pengikut Yesus kita tidak luput dari masalah, kesusahan, penderitaan dan sakit penyakit. Situasi ini akan kita alami selama masih di dunia. Tetapi tidak perlu khawatir. Apabila ada jemaat yang alami masalah, kesusahan, penderitaan dan sakit penyakit, Yakobus memberi nasihat agar setiap pengikut Yesus untuk BERDOA.

BERDOA DALAM PENDERITAAN

Berdoa merupakan tindakan yang benar ketika menghadapi sebuah masalah karena seseorang yang mengalami masalah, kesusahan, penderitaan dan penyakit, tetapi tidak berdoa, fokus perhatiannya akan diarahkan pada :

  • Penderitaan yang ia alami
  • Orang yang menyebabkan  ia menderita

KECEWA DAN SAKIT HATI

Jika kedua tindakan tersebut terjadi, maka orang tersebut salah memandang penderitaan. Akibatnya, timbul akar pahit kepada sesama dan kepada Allah. Tetapi Firman Allah memberi jalan keluar dalam situasi ini.

JALAN KELUAR

Jika membaca I Korintus 10:13,  mencatat bahwa pengikut Yesus tidak bebas dari pencobaan. Jadi pencobaan, masalah akan tetap di alami, tetapi pencobaan yang dialami bukan pencobaan khusus, melainkan pencobaan yang dialami oleh semua orang. Salah satu jalan keluar dalam menghadapi pencobaan adalah “D O A”. Yakobus 5:13 “Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi!

CARA BERDOA

Berdoa dengan cara bagaimana yang dianjurkan Yakobus?

Doa Pribadi

Ketika seseorang mengalami masalah alangkah baiknya ia datang dan berdoa kepada Tuhan. Seseorang yang membangun doa pribadi dengan Tuhan menandakan ia dewasa rohani. Hubungan pribadi dengan Tuhan akan membuat cara pandang yang berbeda didalam menghadapi masalah.

Doa Dengan Memanggil  Penatua jemaat

Doa pribadi merupakan tindakan yang sangat baik sehingga kita tidak bergantung kepada orang lain. Tetapi Yakobus menuliskan, untuk kita juga memanggil penatua. MENGAPA PANGGIL PENATUA? Karena, kehadiran penatua penting untuk memberi nasihat; kekuatan; penghiburan firman Allah bagi jemaat yang alami pencobaan: masalah, kesusahan, penderitaan dan alami sakit. Sebab ada jemaat Tuhan yang salah menyikapi masalah sehingga perlu penatua sebagai penjelas bagi masalah yang dihadapi. Tidak mengerti dalam menghadapi penderitaan, akan mudah membuat orang tersebut :

  • Goyah/lemah imannya
  •  Kecewa dan tinggalkan Tuhan
  • Terancam keselamatannya

Sebuah contoh, pentingnya kehadiran Penatua.

RAJA HIZKIA – II Raja 20

Ayat 1 – Yesaya diutus datang ke rumah Hizkia karena Hizkia sakit. Yesaya diutus untuk memberi tahu bahwa Hizkia tidak akan sembuh melainkan akan mati.

Ayat 2 – Ternyata nasihat Yesaya justru membangkitkan iman dan mendorong Hizkia untuk berdoa dengan sungguh-sungguh. Hasilnya Hizkia disembuhkan dan usianya ditambah 15 tahun.

RAJA ASA  –  II Tawarikh 16:7-10

Raja Asa adalah seorang raja yang melakukan kesalahan dalam memerintah Yehuda sehingga Nabi Hanani diutus untuk  menegur raja Asa dengan keras. Tetapi teguran tidak dihiraukannya bahkan raja Asa memasukkan Nabi Hanani ke dalam penjara dan raja Asa sakit hati.

Ayat 12 – Selain sakit hati, raja Asa dendam kepada Hanani sehingga sakit raja Asa semakin parah. Dalam kesakitan, raja Asa tidak mau memanggil pelihat/nabi yaitu Hanani. Karena raja Asa tidak memanggil Hanani untuk dinasihati, raja Asa mengalami kematian. Inilah gambaran orang yang mengakhiri hidupnya dengan melupakan Tuhan. Mereka tidak akan diselamatkan tetapi binasa.

Jadi, betapa pentingnya orang lain sebagai penasihat. Tetapi lebih baik jika kita membangun hubungan pribadi dengan Tuhan sehingga tidak ketergantungan.

BERGEMBIRA

Dalam fase kehidupan masalah akan tetap ada, tetapi ada saat dimana kita merasakan kegembiraan. Dalam situsi demikian pun Yakobus memberi nasihat agar kita menyanyi artinya memuji Tuhan. Kesannya mudah untuk melakukan hal ini. Namun ada jemaat yang ketika diberkati, ia lupa Tuhan dan menggunakan berkat itu untuk bersenang-senang dan tidak memuji Tuhan.

MEMUJI TUHAN

Yakobus mengingatkan, kalau kita diberkati kita harus memuji Tuhan, yang artinya:

  • Beribadah
  • Mengucap syukur.

Memuji Tuhan bukan hanya dibatasi dengan kita menyanyikan lagu-lagu rohani. Jauh dibalik semua lagu/nyanyian, ibadah dan mengucap syukur adalah bukti yang wajib kita laksanakan sebagai tanda kita memuji Tuhan.

Kesimpulan

Segala keadaan dalam kehidupan manusia, ada suka dan ada duka. Satu hal yang diingat, jangan pernah lupakan Tuhan._

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s