“YA” katakan “YA”, “TIDAK” katakan “TIDAK” ( Minggu 03 November 2013 )

Image

Pdt. J.S. Minandar

-Yakobus 5:12-

“Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman.”

PENDAHULUAN               

Kembali akan dibahas khotbah Seri Yakobus. Dalam ayat yang akan kita bahas, Yakobus memberi nasehat agar kita tidak bersumpah sebaliknya berkatalah “ya” kalau ya dan berkatalah “tidak” kalau tidak. Nasehat yang diberikan Yakobus atas dasar ajaran  khotbah Yesus di bukit, dalam Injil  Matius 5:33-37. Sebenarnya, apakah yang dimaksud Yesus, bahwa kita tidak boleh bersumpah (berjanji) ?

PRINSIP MEMBACA ALKITAB

Dengan demikian kita belajar untuk memahami Alkitab (Firman Allah) dan mengerti cara membaca Alkitab agar kita tidak salah dalam menafsirkan maksud firman Allah. Ada 2 metode mempelajari Alkitab:

1. Metode Metode Pragmatis

Yaitu dengan membaca ayat-ayat yang tertulis dalam Alkitab. Contoh:    Yakobus 5:12 berkata: “Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah.”  Seseorang yang membaca ayat ini dengan metode pragmatis, akan dengan spontan menyimpulkan bahwa  orang kristen tidak boleh bersumpah! Maka sejak saat itu ia berpikir semua orang kristen tidak boleh melakukan sumpah, baik secara pribadi demi apa pun juga. Jikalau cara kita belajar firman Allah seperti itu, maka studi kita tentang firman Allah selesai, dan kita jadi orang yang  terpenjara oleh tulisan-tulisan saja. Kita hanya membaca tetapi tidak mengerti maksud sebenarnya. Firman Tuhan berisi kehidupan yang menghidupkan bukan hurufnya tetapi Roh Allah yang bekerja didalamnya. Rasul Paulus berkata II Koritus 3:6 Huruf itu mematikan, tetapi Roh menghidupkan.

2. Metode Penelitian

Metode yang berikutnya adalah penelitian. Maksud penelitian bukan dengan akal/hikmat manusia, tetapi berdasarkan tuntunan Roh Kudus, sebab dikatakan: Roh Kudus itulah yang menghidupkan firman Tuhan. Contoh : kita membaca Yakobus 5:12 berkata: “Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah.” Ketika membaca ayat ini, tidak serta-merta mengambil kesimpulan seperti  metode Pragmatis. Melainkan mengkaji terlebih dahulu ayat tersebut dengan bertanya: “Mengapa dan apa maksudnya Yesus tidak mengizinkan kita bersumpah?”Apakah kalau kita tidak bersumpah berarti kita sudah menerapkan kehendak Allah? Dan apakah kalau kita bersumpah berarti kita berdosa kepada Tuhan? Metode ini akan sangat membantu kita mengerti Firman lebih dari sekedar membaca. Sebab itu kita butuh Roh Kudus untuk membukakan kebenaran Firman Tuhan.

TENTANG SUMPAH

Tentang sumpah atau bersumpah, bukan hanya bapa-bapa leluhur  kita yang telah mengucapkan sumpah, tetapi Allah juga mengucapkan sumpah.

Contoh sumpah :

  • Tuhan – Kejadian 26:3 – “Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan keada Abraham, ayahmu.” Tuhan bersumpah kepada Abraham tentang tanah perjanjian, dan sumpah itu Tuhan akan tepati, bukan ingkari. Selain itu ayat ini juga dengan jelas menjelaskan bahwa sumpah itu identik dengan ikrar. (Ulangan 7:8; 29:12 ayat ini menjelaskan bahwa sumpah itu identik dengan janji;Yeremia 11:5; Lukas 1:33).
  • Abraham – Kejadian 24:2,3 – Abraham melakukan sumpah dengan hambanya Eliezer bahwa Eliezer tidak akan mencarikan istri orang Kanaan bagi Ishak anaknya. Dan masih banyak sumpah lainnya
  • Imam – Bilangan 5:19 – Dalam ritual pengudusan, kalau ada isteri yang dicurigai telah berselingkuh, maka si isteri itu harus bersumpah dan meminum air pahit. Kalau si isteri itu bohong, air pahit yang diminum itu akan jadi kutuk, kalau ia tidak berbohong (benar), ia akan bebas dari kutuk.
  • Yesus  – Matius 26.63-64 – Kalau Saudara baca mulai ayat 57, dituduhkan soal apapun kepada Yesus, Dia tetap bungkam seribu bahasa. Tetapi… ketika Imam Besar berkata: Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak – (Imam Besar sedang mendesak Yesus bersumpah!) Dan dari jawaban Yesus, kita dapat simpulkan bahwa Yesus menanggapi sumpah yang diajukan Imam Besar itu dan berkata: “Mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.”

APAKAH FIRMAN ALLAH SALING BERTENTANGAN?

Jika demikian, apakah firman Allah kita ini tidak ada pendirian, di satu sisi orang-orang saleh di zaman dulu bersumpah, bahkan Tuhan Yesus pun secara tidak langsung telah bersumpah/ berikrar/berjanji. Tentu tidak ada yang saling bertentangan dari firman Allah. Kita hanya perlu lebih teliti untuk memahami Yakobus 5:12.

CARA MEMAHAMI (YAKOBUS 5:12)

Selama ini kita membedakan antara janji dengan sumpah atau ikrar sehingga timbul pemikiran, kalau kita bersumpah dan sumpah itu tidak digenapi, kita berdosa kepada Tuhan. Tetapi kalau kita berjanji dan janji itu kita ingkari, maka kita tidak salah dan berdosa kepada manusia dan kepada Tuhan, sebab bukan suatu sumpah.  Sesungguhnya tidak ada perbedaan antara “Sumpah, Ikrar dan Janji”. Kalau kita berjanji dan tidak laksanakan, maka kita sudah bersalah baik kepada manusia yang kita  janjikan dan kepada Tuhan sebagai saksi hidup janji kita.

Perhatikan kalimat terakhir dalam Yakobus 5:12 “supaya kamu jangan kena hukuman.” Apakah maksud dari kalimat tersebut adalah kalau kita bersumpah/berjanji dan sumpah/janji itu kita tepati, apakah kita akan dihakimi dan dibuang ke dalam neraka? Tentu tidak, tetapi kalau kita bersumpah/berjanji dan sumpah/janji itu tidak kita tepati, itulah yang membawa kita ke kepada hukuman. Sebab itu kalau kita tidak mau kena hukuman di neraka JANGAN PERNAH BERJANJI untuk apa pun, apalagi BERSUMPAH dan tidak ditepati.

HIMBAUAN

Itu sebabnya, setiap pengikut Kristus, kalau tidak mau dihakimi dan dihukum Berkatalah “ya” – kalau itu memang “ya” dan berkatalah “tidak” – kalau memang itu “tidak”! Sebaliknya kalau kita berkata “ya” tapi kita tidak lakukan atau berkata “tidak” tapi kita “lakukan”…… Walaupun kita tidak gunakan istilah sumpah atau janji, semua yang telah kita ucapkan itu harus kita pertanggung-jawabkan di hadapan Tuhan.

PENGIKUT YESUS

Dengan demikian maksud Yakobus 5:12 sebagai pengikut Kristus yang kita lakukan adalah jangan pernah kita berkata “ya” kalau kita tidak bisa melakukannya sehingga jadi “tidak”. Sebaliknya, jangan pernah berkata “tidak” kalau kita tidak bisa melakukan sehingga jadi “ya.” Tetapi kalau kita sudah berkata: “ya” apa pun yang terjadi lakukanlah “ya”.  Kalau kita sudah berkata “tidak” apa pun yang terjadi buatlah “tidak”.

KAPAN KITA PRAKTEKKAN HAL INI?

Suatu  gambaran dari hal yang besar, sampai pada hal yang kecil yang dapat menjadi contoh :

1. Perjamuan Tuhan/Suci, I Koritus 10:16-17

Ketika kita makan dan minum Perjamuan Tuhan, dua perjanjian yang kita lakukan, yaitu: perjanjian vertical dan perjanjian horizontal. Perjanjian Vertical adalah perjanjian antara kita dengan Tuhan, bahwa kita adalah satu dengan Tuhan. Dan perjanjian Horizontal adalah perjanjian antara kita dengan saudara seiman bahwa kita adalah satu dengan saudara seiman. Kalau kita tinggalkan Tuhan atau menyakiti saudara seiman, kita sama dengan mengingkari janji kita kepada Tuhan dan kepada sesama. Sebab itu Markus 12:30,31 Hukum yang terutama adalah mengasihi Tuhan dan sesama.

2. Baptisan Air, I Petrus 3:21.

Ketika kita percaya kepada Yesus, bertobat (alami kelahiran baru), dan memutuskan untuk dibaptis, pada saat kita dibaptis, kita mendapat nama keluarga sorgawi. Pada saat itu, kita dinyatakan seperti membuat pernyataan: “Ya, catat nama saya dalam keluarga sorgawi!” Saat itu juga Yesus mencatat nama kita di dalam buku kehidupan dan kita pasti diselamatkan. Tetapi ketika orang tersebut murtad/tinggalkan Yesus, orang tersebut sama dengan membuat pernyataan: “Tidak, saya tidak mau nama saya di catat dalam buku kehidupan”, maka saat itu juga Yesus akan menghapus nama orang tersebut dari buku kehidupan, Wahyu 3:5.

3.  Pernikahan, Markus 9:10.

Ketika kita kita bersedia menikah, kita sama dengan berkata: “Ya, saya bersedia disatukan dengan dia dalam pernikahan”. Tetapi ketika kita minta cerai, kita sama dengan berkata: “Tidak, saya tidak mau disatukan dengan orang tersebut.”

4. Berjanji

Setiap janji yang kita ucapkan itu tidak ada bedanya dengan ikrar atau sumpah. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak berani mengucapkan sumpah, tapi dengan mudah kita umbar janji dan kita tidak laksanakan janji itu dengan tepat. Contoh janji untuk pertemuan, janji untuk tepat waktu.

Kalau kita “ya” artinya berjanji untuk melakukan sesuatu, maka kita harus tegas untuk melakukan janji itu! Kalau kita berjanji “tidak” artinya kita berjanji tidak melakukannya, maka kita harus tegas apa pun yang terjadi, kita tidak akan lakukan hal itu.

JANJI APA SAJA?

  • Membayar hutang
  • Janjian untuk bertemu

Pengikut Kristus adalah orang yang bisa dipegang ucapannya, sebab setiap perkataan yang kita ucapkan kita harus pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan, Matius 12:36._

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s