Bangkit….!! Jadilah penyembah yang benar (Minggu, 08 Desember 2013)

ImagePdt. J.S. Minandar

PENDAHULUAN

Di beberapa waktu yang lalu, kita telah membahas seri Yakobus. Namun sehubungan dengan natal, maka pembahasan kali ini difokuskan pada natal. Dengan demikian kita lebih mengerti makna natal sesungguhnya. Dalam Alkitab, kelahiran Yesus diwarnai dengan penyembahan para Malaikat yang menyanyikan pujian (Lukas 2:13-14). Kemudian para Gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mendengar tentang kelahiran Yesus dan mereka pun meninggalkan pekerjaan mereka dan pergi ke Bethlehem untuk menjumpai Yesus (Lukas 2:8,15,16). Bahkan para Majus, melihat tanda bintang. Mereka semua datang untuk memuji, menyembah dan memuliakan Yesus.

Jangan sampai perayaan Natal lewat begitu saja, tapi hendaklah menjadi pembangkit bagi kita untuk menjadi penyembah-penyembah Allah yang benar dalam hidup sehari-hari”.

PENYEMBAH YANG BENAR

Yohanes 4:23-24, Yesus jelaskan penyembahan yang benar di mata Allah. Sebuah penyembahan bukanlah ditentukan oleh:

  1. Tempat – dimanapun kita berada kita dapat menyembah Tuhan sebab Allah memperhatikan. Dia Maha Hadir.
  2. Posisi –beberapa orang beranggapan bahwa penyembahan ditentukan dari posisi.
  3. Besarnya Materi – penyembahan bukan dinilai dari besarnya jumblah persembahan yang dimiliki

Tetapi, penyembahan yang benar di hadapan Tuhan, apabila kita datang menyembah Dia di dalam roh dan kebenaran. Jadi, apakah hubungan penyembahan dengan natal?

NATAL DAN PENYEMBAHAN

Kisah Natal dalam Matius 2:1-12, merupakan contoh penyembahan yang benar di hadapan Tuhan.

1. MENYEMBAH YESUS, Matius 2:1,2

Penyembahan yang benar adalah penyembahan  kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus.  Semua agama mengajarkan Allah ada dan menyembah Allah. Tidak ada penyembahan yang sampai dan berkenan kepada Allah, di luar Yesus Kristus. Orang Majus sadar bahwa Allah itu ada dan mereka harus beribadah serta  menyembah Allah. Saat mereka tahu “Seorang Raja, yaitu Yesus lahir…” Mereka tidak berkata: “Aku sudah punya Allah yang aku sembah…”, tetapi mereka mencari Yesus untuk menyembah Allah di dalam Yesus. Diperkirakan perjalanan mereka untuk sampai ke tempat Yesus adalah 2 tahun. Melalui Yesus, kita dapat melihat siapakah Allah sebab Allah tidak terlihat kerena IA adalah Roh. Yohanes 1:18 “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.”

Banyak orang menggunakan berbagai cara untuk datang kepada Tuhan. Mereka berpikir bahwa cara mereka adalah benar. namun pada faktanya tidaklah demikian. Allah telah menyediakan saranan untuk datang kepada DIA sang pencipta. Yaitu,  melalui Yesus Kristus.

 2. MENYEMBAH DALAM ROH

Manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh.  Penyembahan yang benar di hadapan Allah adalah penyembahan yang berangkat dari roh (hati) kita, yang menggerakkan jiwa dan tubuh fisik serta panca indra kita. Contoh: Matius 2:2

Para Majus berada di Timur tetapi ketika mereka tahu Yesus lahir, roh mereka digerakkan untuk  menyembah Yesus. Mereka tinggalkan negeri mereka. Perjalanan jauh mereka tempuh dan mengeluarkan biaya, tetapi semua yang mereka lakukan sumbernya dari roh mereka, karena kerinduan yang besar untuk menyembah.  Apa pun yang kita lakukan; kita perbuat dalam rangka kita beribadah kepada Yesus. Semuanya harus bersumber dari roh kita yang rindu untuk menyembah Yesus.

3. DENGAN ANTUSIAS

Seorang penyembah terlihat dari sikapnya. Perhatikan sikap orang Majus dan Herodes dalam peristiwa kelahiran Yesus.

  • ORANG MAJUS, Matius 2:2 –  Ketika diberi tahu bahwa telah lahir seorang Raja di Betlehem, dengan antusias orang Majus mencari Yesus ke Betlehem. Mereka katakan “…kami datang untuk menyembah Diadan saat sampai di Betlehem, Roh mereka  antusias untuk menyembah Yesus.
  • RAJA HERODES, Matius 2:3 – Ketika diberitahu seorang Raja telah lahir, reaksi Herodes: “Herodes terkejut!”. Dalam terjemahan lain menuliskan “Herodes merasa terganggu”. Jadi, dengan lahirnya Yesus, Herodes merasa terancam kedudukannya sebagai seorang raja. Sebab kehadiran Yesus akan menggantikan posisinya, sehingga ia merasa terganggu. Jangan sampai ibadah bagaikan sesuatu yang mengganggu kita. Ibadah yang berkenan kepada Tuhan bukan karena terpaksa. Tetapi dengan roh yang berantusias (gairah) melakukannya. Contoh: Daud (Mazmur 122:1)

4. Menyembah Dengan Hati Tulus

Matius 2:9, raja Herodes menyuruh orang Majus untuk pergi mencari bayi Yesus. Dari mulut, Herodes berkata akan menyusul dan turut menyembah. Tetapi sebenarnya, Herodes bertujuan untuk membunuh Yesus. Orang Majus tersebut, belum mengerti maksud dari Herodes. Namun dengan keadaan hati yang tulus, orang Majus pergi mencari bayi Yesus. Hati yang penuh ketulusan akan selalu ditolong Tuhan  (Matius 2:10-12). Ibadah dengan hati tulus yaitu, Roma 12:9

5. Menyembah Dengan Sukacita (Matius 2:10)

Dalam kurun waktu kurang lebih 2 tahun perjalanan, sampailah orang Majus dan berjumpa dengan Yesus. Hal pertama yang dilakukan mereka adalah. Mungkin dalam perjalanan mereka mengalami putus asa karena merasakan kelelahan di perjalanan karena tanda bintang yang mereka lihat hanya terjadi 2 kali. Pertama, di tempat asal mereka dan yang kedua di Bethlehem, tepat di atas rumah dari pada Yesus. Saat kita datang dan beribadah, jangan kehilangan roh sukacita. Mungkin saat kita ingin beribadah, ada suatu peristiwa yang membuat kita ingin kehilangan sukacita, namun tetap jaga hati.

6. Menyembah Dan Masuk Ke Dalam Rumah (Matius 2:11)

Penyembah yang benar adalah bukan penyembahan di luar. Tetapi, masuk sampai ke dalam hadirat Allah, di mana Yesus berada. Kemah tarbenakel Musa terdiri dari 3 bagian yaitu :

  1. Halaman luar Bait Suci
  2. Halaman Bait Suci
  3. Ruang Kudus
  4. Ruang maha kudus

Dari beberapa bagian di Tarbenakel Musa, Ruang Maha Kudus adalah tempat yang terbaik untuk kita datang karena di sana Allah berhadirat dan menyatakan kemuliaanNya. Jangan hanya puas di ruang kudus, kita harus masuk dalam ruang maha kudus, dimana hadirat Allah nyata. Jadi, saat kita menyembah Tuhan, jangan cuma sekedar jadi simpatisan tetapi masuklah menjadi keluarga Allah. Artinya, memiliki hubungan yang intim dengan Allah (seperti seorang suami dan isteri). Benar-benar mengalami kehadiran Tuhan.

7. Menyembah Dengan Memberi Persembahan (Matius 2:11)

      Orang majus datang kepada Yesus, tidak dengan tangan yang hampa. Mereka membawa :

  1. Emas         – Kemurnian hati
  2. Kemenyan – Berbau harum (tanpa paksaan; seperti Maria).
  3. Mur            – Menyakitkan (rasa sakit)

Sebuah persembahan, selalu ada pengorbanan dan pengorbanan itu selalu menyakitkan. Sebuah contoh, seorang Janda yang memberi hartanya secara penuh, sebab ia memberi dari kekurangannya. Pemberian dari seorang yang kekurangan akan sangat terasa pengelurannya. persembahan atau pengorbanan dari janda ini bukan tentang jumlah, tetapi kerelaan hati untuk memberikan yang terbaik.

Kita telah mengerti bahwa Natal bukan hanya suatu perayaan tahunan. karena, jauh dari pada itu, Natal merupakan wujud penyembahan kita kepada Tuhan. Mari kita datang dengan penyembahan kepada DIA di dalam Roh dan kebenaran sebab Allah mencari penyembah-penyembah yang demikian. Tuhan memberkati

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s