Musuh yang Tidak terlihat (Minggu, 24 November 2013)

Image

Pdt. Joseph Priyono

Ada musuh yang tidak dapat dilihat,  berpura-pura menjadi teman padahal mereka adalah lawan dan musuh yang lebih berbahaya dibanding yang terlihat. Pada tahun 1953, Sir Edmund Hillary  berhasil menaklukan puncak Mount Everest, gunung tertinggi di bumi, (8.850 m).  Sebelum dia, beberapa orang telah mencobanya dan gagal. Sir Edmund Hillary berkata bahwa kunci keberhasilannya dimulai dari dirinya. Dia berusaha menaklukan gunung-gunung ketakutan yang ada didalam dirinya. Seringkali musuh-musuh didalam diri kita yang tidak terlihat mampu menghancurkan kerohanian secara perlahan. Sebuah contoh di Alkitab,  yaitu Daud.

Ada 2 peristiwa yang dihadapi Daud

1. Peperangan melawan Goliat (1 sam 17:40-58)

Goliat dapat terlihat jelas oleh Daud karena ukuran tubuhnya. Hal ini yang memudahkan Daud untuk menyerang Goliat. Namun beberapa waktu kemudian, Daud menghadapi musuh yang tak terlihat dan ia gagal.

2. Batsyeba

Daud diperhadapkan dengan hawa nafsunya, justru ia gagal. Ia kalah bukan karena musuh di luarnya melainkan musuh yang ada dalam dirinya.

Jadi, kita harus berawas diri karena ada musuh dalam diri yang tidak terlihat dan menghancurkan pertumbuhan iman kita.

Dua Peringatan

1.  DOSA  – Kejadian 3:8

Ketidak-taatan manusia menjadikan ia berdosa dan dosa tidak pernah nampak secara kasat mata. Dosa adalah musuh utama yang selalu hadir. Ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, mereka hilang kepekaan terhadap kehadiran Tuhan. Karena dosa, kehadiran Tuhan menjadi ketakutan dan kutuk.

Contoh : Akhan – Yosua 7:18, dosa membuat kemenangan menjadi kekalahan. Dosa menghancurkan bukan hanya keluarga Akhan, tetapi juga bangsa Israel. Dosa mendatangkan penghukuman. Saul – 1 Sam 15:24, Saul tidak taat, ia tidak menyelesaikan tugasnya. Keputusan Saul sepertinya baik namun tidak berkenan di hadapan Tuhan. Tanpa ketaatan adalah dosa. Waspadai dosa!

2.  KEMUNAFIKKAN – Matius 23

Yesus merinci kemunafikan karena dapat  mengecilkan iman kita kepada Tuhan :

  • Berpura-pura percaya atau setia, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak;
  • Suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya;
  • Bermuka dua.

7 Kemunafikan yang membuat ahli farisi tidak bertumbuh karena roh kemunafikkan

1. Merasa selamat, tetapi menjadi batu sandungan (Matius 23:13)

Merasa sudah selamat karena mempelajari taurat dan merasa pelaku dari taurat, tapi hidupnya tidak menunjukkan bukti selamat dan ini menjadi batu sandungan. Sebagai orang percaya, jangan sampai tingkah laku kita seperti orang yang belum diselamatkan. Yohanes 8:39-40

2. Meraih keuntungan jasmani dengan kedok rohani (Matius 23:14)

Meraih keuntungan jasmani dengan hal-hal Rohani. Tujuan doa mereka adalah mendapat keuntungan jasmani agar mereka mendapat berkat. Jangan sampai hal yang seperti rohani dimotivasi hanya untuk mendapatkan keuntungan jasmani dan itu adalah kemunafikan.

3. Religius tanpa spirit (Matius 23:15)

Seseorang yang sibuk dalam pelayanan namun tidak rohani. Kegiatan agama dilakukan untuk menutupi kekurangan dalam kerohaniannya. Iblis menempatkan kemunafikan untuk  membuat kita fokus dalam kegiatan, tetapi kehilangan roh Tuhan. Religius itu baik asal kita tetap menjaga Roh Kudus.

4. Mengajar kebenaran tetapi tidak berpegang pada kebenaran (Matius 23: 16-22)

Orang farisi bersumpah bukan untuk meyakinkan janji, melainkan menutupi ketidak-setiaannya kepada taurat. Mereka mendasarkan dengan Firman, namun tidak dilaksanakan. Inilah kemunafikkan. Tingkat kerohanian seseorang dilihat dari sikap yang taat melakukan firman Tuhan.

5. Fokus pada hal-hal kecil dan mengabaikan hal-hal yang besar (Matius 23:23-24). Fokus kepada hal kecil dan melupakan hal-hal yang penting.

6. Mementingkan tampilan luar dan bukan yang didalam/ karakter (Matius 23: 25-27)

7. Mementingnya yang fana bukan yang kekal ( Matius 23:29-31)

Perkara dunia diutamakan sedangkan yang surgawi diabaikan. Jika kita hanya memperhatikan yang jasmani dan abaikan yang rohani, itulah kemunafikkan.

Inilah musuh yang tak terlihat. Mereka menghancurkan dari dalam dan menghambat pertumbuhan kekristenan. Sering kali kita hidup untuk dilihat orang padahal didalam diri kita ada kemunafikan, kebencian. Lalu bagaiamna cara untuk mengatasinya?  2 taw 7:13-14, MERENDAHKAN DIRI agar Tuhan menolong._

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s