EVALUASI ROHANI (Selasa, 31 Desember 2013 – Ibadah Tutup Tahun)

ImagePdt. J.S. Minandar

I Samuel 15:23

“Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman Tuhan, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.”

 

PENDAHULUAN

Raja Saul  adalah raja pertama yang di pilih oleh Tuhan karena permintaan dari bangsa Israel dan Tuhan menyertai dia. Suatu ketika Tuhan menegur Saul melalui perantaraan Nabi Samuel di I Samuel 15:23, ayat ini berawal dari perintah Allah kepada Saul untuk menumpas habis orang Amalek dari muka bumi, (mulai dari anak-anak; pemuda remaja; pria wanita sampai yang lanjut usia, demikian juga semua hewan). Sebagai anak-anak Tuhan, kita akan taat melakukan apa yang di perintahkan oleh Tuhan. Demikianpun seharusnya dengan Saul. Namun pada faktanya yang diperbuat Saul bertentangan dengan yang Allah perintahkan. Firman Allah mencatat bahwa Saul membunuh hewan-hewan milik orang Amalek, tetapi hewan-hewan yang terbaik Saul biarkan hidup untuk dirinya. Demikian juga Saul membunuh anak-anak; remaja pemuda dan orang tua. Tetapi Agag, raja orang Amalek, Saul biarkan hidup. Saul kerjakan perintah Tuhan, namun tidak tepat sasaran. Bagaimana dengan penilaian Allah tentang tindakkan Saul?

PENILAIAN ALLAH

I Samuel 15:23 menjelaskan bagaimana  Allah menilai apa yang dilakukan Saul ini sebagai perbuatan pendurhakaan yang sama dengan dosa bertenung yaitu, dosa dari orang-orang yang berurusan dengan dukun dan roh-roh seta. Kedegilan atau kekerasan hati Saul, di mata Allah adalah identik dengan orang yang menyembah berhala.

PENYEBAB

Sikap Saul kedegilan hati Saul atau pemberontakan Saul kepada Tuhan yang identik dengan dosa bertenung (percaya kepada setan-setan) ini bukan karena ada orang yang membujuk-bujuk Saul, atau karena pengaruh lingkungan dari orang kafir yang ada di sekitar Saul. Tetapi dosa yang dibuat Saul adalah keputusan yang muncul dari hati Saul sendiri. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa dosa, tidak selamanya diwariskan dari nenek moyang dan diteruskan kepada kakek, nenek, ayah, ibu lalu jatuh kepada kita. Atau karena faktor lingkungan di sekitar kita yang mempengaruhi hidup kita. Tetapi kita bisa berdosa karena kita sendiri yang mengambil keputusan untuk berbuat dosa. Sebuah contoh, Lucifer, yang kisahnya bisa kita baca dalam Yehezkiel 28:11-29. Menjelaskan Lucifer adalah seorang malaikat yang diciptakan Allah dalam kesempurnaan. Lucifer  adalah ciptaan yang paling mulia dan tidak tertandingi dalam keindahan dan hikmat. Arti Lucifer adalah pembawa cahaya atau bintang fajar (kejora). Lucifer dipenuhi dengan kecerdasan. Suaranya tidak tertandingi oleh siapa pun. Lucifer memilih wibawa yang begitu luar biasa, sehingga yang mendengar nasihatnya tidak akan pernah berpaling, melainkan taat.

Lucifer kedudukannya di sorga, yaitu suatu tempat di mana tidak ada dosa dan kejahatan. Lucifer melayani Allah siang dan malam di hadirat Allah. Jadi, Lucifer  tidak mendapat dosa warisan dari Adam dan Hawa karena ia tidak di ciptakan dari keturuan manusia. Lucifer juga tidak mungkin berbuat dosa karena lingkungan sekitarnya, sebab segala yag ada di sekitar Lucifer penuh dengan kekudusan. Jadi jelas bahwa dosa itu muncul dari dalam hatinya. Pada saat dosa itu muncul di dalam hati Lucifer, maka kemuliaan dan pelayanan Lucifer pun berakhir. Saat itu jugaia disebut malaikat yang melakukan pemberontakkan kepada Allah, 

(Yesaya 13b-4).

DOSA KESOMBONGAN

Penyembahan berhala muncul dalam diri Lucifer yang wujudnya adalah kesombongan yang ada di dalam hatinya. Kesombongan adalah sifat atau karakter yang paling buruk dari semua karakter yang ada di dalam diri manusia dan sumbernya (asal muasalnya) dari setan.

Oleh karena kesombongan, nama Lucifer yang awalanya putra fajar (pembawa cahaya atau terang), berubah menjadi kegelapan (pembawa kegelapan). Dosa membuat Lucifer jauh dari hadirat Tuhan. Itulah dosa kesombongan yang terjadi pertama kalinya. Dosa kesombongan terjadi pada manusia pertama.

PENYEBAB DOSA ADAM DAN HAWA

Pernahkah kita berpikir atau merenungkan mengapa Adam dan Hawa dengan begitu mudah mengabaikan perintah Allah untuk tidak memakan buah pohon yang ada di tengah Taman Eden, sebaliknya lebih mengikuti nasihat Iblis yaitu memakan buah pohon yang ada di tengah Taman Eden? Hal itu terjadi karena Iblis telah merekayasa begitu rupa dosa kesombongan yang membawa maut jadi sesuatu yang dirasa baik, menarik dan indah untuk dilakukan, Kejadian 3:4-6.

IBLIS GUNAKAN CARA YANG SAMA

Ketahuilah, bahwa sampai sekarang Iblis masih memakai cara yang sama yaitu kesombongan untuk menjatuhkan dan menyesatkan umat pilihan Tuhan. Kesombongan adalah dosa yang muncul dari hati atau keputusan kita. Selain itu, kesombongan selalu akan membawa kita pada dosa pemberontakan!

KONSEKWENSI PEMBERONTAKAN

Allah tidak mempunyai pilihan lain untuk setiap pemberontakan. Allah harus keluarkan Lucifer dari sorga dan dicampakkan ke neraka. Dan mengusir Adam dan Hawa dari Taman Eden yang indah, yang artinya adalah delight atau kesenangan. Sebab itu, jangan ada di antara kita yang coba-coba mendukung pemberontakan dalam bentuk apa pun.

1.  Jangan Kembali Menjadi Gelap

Efesus 5:8 “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.”

  • Rasul Paulus mengingatkan kepada kita bahwa posisi kita dulu ada di dalam gelap yang akan berakhir dengan neraka.
  • Pada waktu kita berbuat dosa, di mata Tuhan, kita sama dengan melakukan pemberontakan. Dan tidak pantas ada di dalam terang, sebaliknya harus dicampakkan kembali ke dalam kegelapan, yaitu kebinasaan.

 2. Jangan Ikut-ikutan Memberontak

Efesus 6:12 “Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu dunia yang gelap ini melawan roh-roh jahat di udara.”

Kerajaan Iblis memiliki susunan pemerintahan yang terstruktur. Bukankan Lucifer (malaikat yang sombong itu cuma seorang), bagaimana mereka jagi dibegitu banyak? Dari mana mereka…? Tadi  sudah di jelaskan bahwa: Lucifer punya wibawa yang begitu hebat, sehingga yang mendengar nasihatnya tidak akan pernah berpaling, melainkan taat. Itu sebabnya, kita harus berhati-hati dengan pengaruh pemberontakan yang sama dengan kesombongan ini, agar tidak mudah terpengaruh.

APAKAH BENTUK KESOMBONGAN

Mungkin ada di antara kita yang bertanya, apakah kriteria dosa pemberontakan atau kesombongan itu? Apakah hanya sebatas bentuk, perlawanan atau pembangkangan seperti yang dilakukan Saul, atau menilai diri terlalu berlebihan sehingga ingin dipuji, dihormati, dihargai; omong besar yang tidak sesuai dengan kenyataannya (ponggah; congkak) dan sebagainya? Perhatikan! Ketika kita merasa mampu menjalani hidup ini sebab: uang kita banyak; kekayaan kita cukup; tubuh kita sehat; tidak ada masalah dalam hidup sehingga kita merasa tidak butuh Tuhan (tidak ke gereja; tidak dengar firman Tuhan; tidak berdoa). Tanpa kita sadari kita, kita sudah sombong dan memberontak kepada Tuhan. Jadi, hiduplah bergantung kepada Tuhan secara penuh serta taat akan kebenaranNya._

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s