K A S U T kerelaan memberitakan injil (Minggu, 02 Februari 2014)

Image

Oleh : Pdt. J.S. Minandar

Efesus 6:15

“Kakimu berkasutkan kerelaan memberitakan Injil damai sejahtera.”

 

PENDAHULUAN

Hari berganti hari tantangan kerohanian yang akan dihadapi orang percaya semakin meningkat. Iblis berusaha untuk membuat orang percaya meningalkan Tuhan. Sebab itu kita butuh perlengkapan perang untuk melindungi serta melawan dari serangan panah api si jahat. Beberapa minggu yang lalu telah di bahas antara lain:

  • Ikat Pinggang Keadilan

Senjata pertama yang harus kita kenakan dan melengkapi diri kita: Ikat Pinggang Kebenaran. Ikat pinggang adalah gambaran kebenaran. Adapun kebenaran yang dimaksud firman Allah bukanlah bersifat abstrak (semu/khayal), tapi harus terlihat dalam semua aspek hidup kita.

  • Baju Zirah Kebenaran

Perlengkapan kedua yang harus dikenakan adalah baju zirah keadilan. Manfaat Baju Zirah bagi seorang prajurit pada zaman dahulu adalah untuk melindungi bagian tubuh yang sangat vital. Jika bagian tersebut terluka, maka akan memudahkan seseorang kalah dalam peperangan. Organ vital tersebut antara lain: Hati, Jantung, Paru-paru, dan berbagai organ lain yang ada  di bagian dada dan perut.

  • Paru-paru- Secara alegoris paru-paru adalah gambar doa orang percaya.
  • Perut yaitu, masalah Ekonomi – Perut merupakan gambaran dari kebutuhan ekonomi. Iblis gunakan masalah ekonomi untuk mematikan rohani pengikut Yesus. Baju Zirah sangat berfungsi untuk melindungi diri kita dari serangan iblis.
  • Hati – Hati ialah organ rohani yang paling penting dalam hidup ini. Demikian pula dengan hati secara rohani. Firman Allah mencatat bahwa apa pun yang keluar dari hati kita, itulah  yang akan menentukan nasib masa depan hidup kita, berkenan atau tidak. Amsal 4:23

Kedua perlengkapan perang ini sangat penting. Namun belumlah lengkap. Salah satu perlengkapan perang yang tidak kalah pentingnya adalah Kasut, yaitu “Kasut Kerelaan Memberitakan Injil Damai Sejahtera”.

Image

FUNGSI KASUT

Di zaman dahulu, seorang prajurit Romawi mengenakan sepasang kasut yang terbuat dari kulit  yang tebal dan kuat, diikat dengan tali sampai ke betis atas sehingga tidak mudah lepas dan sang prajurit mampu berada di medan pertempuran seperti apa pun. Mereka dapat bergerak dengan mudah. Kasut yang kita kenakkan sekarang dapat dilepas kapan pun kita inginkan. Namun lain halnya dengan kasut perang. Perlengkapan perang yang satu ini harus terus digunakan. Jika ada serangan secara mendadak, kita siap melawan. Tidak terburu-buru memasang kasut lagi karena kasut sudah digunakan. Demikian halnya dengan kasut rohani. Harus dikenakan setiap saat dan di medan apapun yang kita lewati.

ARTI ROHANI

Rasul Paulus menjelaskan bahwa kasut kerelaan memberitakan Injil perdamaian memiliki arti:

1. HIDUP SESUAI FIRMAN ALLAH

Sebagai Pengikut Yesus, seluruh hidup dan perbuatannya didasari firman Allah karena inilah kehidupan Kristen sejati.  Kasut yang dikenakan dalam keadaan dan kondisi apapun didasari Firman Allah. Saat beristirahat, saat bekerja bahkan saat menghadapi tantangan kehidupan gunakan kasut yaitu, dasar firman Tuhan untuk bertindak. Contoh:

Y E S U S

Selama hidup di bumi, Yesus dapat  bergaul dengan semua orang. Tetapi Yesus tidak pernah kompromi dengan dosa dan kejahatan merka. Di mana pun Yesus berada, Yesus tetap berdiri di atas prinsip dan kebenaran firman Allah. Kisah Yesus di rumah Zakheus, Lukas 19:1-10. Zakheus adalah seorang pemungut pajak (cukai). Mereka dikenal sejak zaman Persia. Tetapi pada zaman Romawi barulah diwajibkan secara teratur untuk masuk ke dalam kas Negara. Beberapa kota tertentu ataupun raja-raja tertentu yang diberi kuasa oleh Roma dan juga memiliki hak cukai sendiri. Cukai disewakan pada orang-orang swasta. Orang-orang swasta ini mempunyai pegawai-pegawai yang melayaninya (kepala pemungut cukai dan pemungut cukai). Tarip cukai sering ditentukan sekehendaknya, sehingga para pemungut cukai dibenci oleh rakyat dan dianggap sebagai orang-orang berdosa dan orang kafir. Pergaulan dengan mereka dipandang sebagai sebuah sandungan.  Tetapi Yesus memilih untuk datang ke rumah Zakheus. Ayat 5, kata Yesus kepada Zakheus:   “Hari ini Aku harus menumpang di rumahmu (Zakheus)”. Kehadiran Yesus di rumah Zakheus tidak berarti Yesus setuju dengan kejahatan yang dilakukan Zakheus. Tetapi kehadiran Yesus membuat Zakheus bertobat dari seorang yang jahat, serakah dan pelit menjadi seorang pemberi. Contoh lain : Daniel, Sadrakh,  Mesakh dan Abednego. Pada saat itu kerajaan Babel menawan (menguasai) tubuh mereka. Tetapi Iman, hati dan prinsip hidup mereka, tetap teguh berdiri di atas dasar firman Allah. Daniel 1:8 “Daniel berketetapan…” Artinya, apa pun konsekuensinya, Daniel bersedia menanggungnya dari pada harus makan, makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala – Daniel 3:16-18. Sadrakh, Mesakh dan Abednego, rela mati dibakar hidup-hidup dalam peleburan api dari pada melepas kasut kebenaranan firman Allah dengan menyembah patung raja Babel. Hasilnya, Daniel 3:28-30, Allah Israel, yaitu Tuhan Yesus Kristus dimuliakan oleh masyarakat Babel. Sadrakh, Mesakh dan Abednego mendapat kedudukan tinggi dan kehormatan.

Namun lain halnya yang terjadi sekarang. Oleh karena jabatan, perkawinan, harta, popularitas tidak sedikit prajurit (pengikut) Kristus yang mencopot kasut kerelaan memberitakan Injil, tidak mempertahankannya. Sebab itu kita penting memiliki pemahaman firman.

2. PEMAHAMAN AKAN INJIL

Setiap orang percaya harus mengerti dasar firman Allah (kebenaran Injil).

Zakharia 8:23 – Pengikut Yesus akan dicari oleh banyak orang yang bertanya tentang keselamatan. Jika kita tidak memiliki pemahaman dasar firman Tuhan, kita tidak dapat menjelaskan kepada mereka. Sebab itu, dasar firman Allah yang harus dimengerti para pengikut Yesus.

Dasar Firman Allah

  • Yesus Jalan Keselamatan

Dasar yang pertama adalah kita yakin bahwa satu-satunya jalan yang membawa manusia kepada keselamatan ialah beriman kepada Tuhan Yesus Kristus. Setiap kita dapat menjelaskan bahwa mereka harus percaya kepada Yesus karena Yesus satu-satunya jalan menuju keselamatan, Yohanes 14:6; Kisah 4:12.

  • Keselamatan Harus Dipelihara (Filipi 2:12)

Keselamatan kita yang telah terima akan hilang, bila tidak dikerjakan dan dipelihara. Caranya:

v  Ibadah dan doa, Ibrani 10:25

v  Setia lakukan firman Allah, Matius 7:24,25

v  Bersaksi dan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, Roma 10:9,10.

v  Setia sampai ke akhir, Matius 24:13.

  • Keselamatan Tidak Bisa Dibeli/ Diupayakan

Pada umumnya ajaran agama di luar Kristus, percaya bahwa orang yang hidup bisa menolong/ mengupayakan keselamatan orang yang sudah mati dengan mendoakan, dan sebagainya. Ajaran seperti ini merupakan “Pembohongan”. Pengikut Yesus harus bisa menjelaskan kepada setiap orang bahwa keselamatan adalah pribadi dan diterima selama mereka hidup.

  • Injil Damai Sejahtera

Kasut kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera. Ini artinya ke mana dan di mana pun pengikut Yesus berada hidupnya membawa damai sejahtera. Kalau kita benar-benar menyambut Injil, tentang Yesus Kristus, dampak damai sejahtra akan kita alami. Mengapa…? Oleh Injil di dalam Yesus kita dibebaskan dari hukuman. Lukas 15:11-32, perumpamaan anak yang hilang. Suatu ketika ia rindu kembali kepada orang tuanya. Keputusannya membuat ia diampuni dan status sebagai anak dipulihkan. Pada saat itu juga anak yang hilang alami damai sejahtera dan sukacita karena pengampunan, ayat 24. Tetapi saat ia belum diampuni, anak tersebut mengalami ketakutan akan penghukuman – ayat 19.

Pembawa Damai Sejahtera

Sebagai pengikut Yesus sejati, kemana pun ia pergi, dari dalam hidupnya mengalir damai sejahtera, yaitu:

  • Belas kasihan
  • Pertolongan
  • Pengorbanan

Contoh : Lukas 10:30-37 tentang orang Samaria Yang Baik Hati.  Menceritakan tentang seseorang yang mengalami perampokan. Beberapa orang telah lewat, tetapi mereka tetap tidak mempedulikan hingga lewatlah salah seorang Samaria yang hatinya tergerak belas kasihan. Ia menolong korban perampokan itu, bahkan merawat dan membiayai perawatannya hingga ia pulih. Bayangkan bila posisi kita menjadi korban perampokan. Ada orang-orang yang lewat, tetapi tidak menolong. Bagaimana reaksi kita? Kecewa; sakit hati; gelisah; marah dan lain  sebagainya. Tetapi kalau yang lewat berbuat seperti orang Samaria yang baik hati yang menolong; mengobati, memberi obat (minum anggur), dan menanggung biaya perawatan sampai pulih? Kita senang dan damai sejahtera!

Lukas 10:27

Pengikut Kristus wajib melakukan pelayanan seperti yang Yesus buat. Kalau kita belum bisa melakukan perbuatan itu, berarti kita belum benar-benar memakai kasut kerelaan memberitakan INJIL DAMAI SEJAHTERA.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s