DOA YANG MENGADOPSI (Minggu, 09 Februari 2014)

Oleh Rully Wangko

Image

Mazmur 2:8

Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.

Pendahuluan

Tadi pagi dalam ibadah 1 dan 2 kita telah dengar firman Tuhan tentang doa penjaga. Setiap orang percaya harus melakukan penjagaan baik bagi kelurga, lingkungan, kota dan bangsanya dalam doa. Seperti seorang penjaga yang menjaga kita demikian juga doa akan melindungi kita dari serangan kuasa kegelapan.  Pada sore hari ini kita akan belajar tentang doa yang mengadopsi, yaitu doa yang mengambil alih beban pribadi maupun lingkungan dalam diri kita.

Firman Tuhan berkata: “Mintalah bangsa-bangsa/suku-suku bangsa maka Tuhan akan memberikan kepada kita.” Pesan yang sama diberikan kepada Yosua saat memimpin bangsa Israel masuk tanah Kanaan, Tuhan berjanji akan memberikan  tanah perjanjian menjadi milik pusaka Israel. Jika Tuhan berjanji akan memberikan bangsa-bangsa kepada kita, tetapi mengapa sampai saat ini banyak orang yang belum percaya kepada Yesus?

Mengapa kita berdoa tetapi tidak terjadi apa-apa?

  • Kita berdoa biasa-biasa saja

Banyak orang Kristen berdoa sudah menjadi kebiasaan, tugas agamawi atau jadwal doa, sehingga doa-doa yang kita naikkan secara biasa-biasa saja. Kita tidak memiliki beban yang sungguh atas apa yang kita doakan. Dengan kata lain kita berdoa kalau Tuhan jawab puji Tuhan kalau pun tidak ya tidak apa-apa. Inilah yang membuat Tuhan tidak menjawab doa kita. Gereja Tuhan, sekaranglah saatnya  kita merubah cara kita berdoa, bukan lagi sekedar berdoa tetapi marilah kita berdoa dengan beban yang mendalam, kerinduan yang kuat untuk melihat dan mengalami lawatan Allah.

  • Kita berdoa Tuhan agar bertindak, tapi tidak mau jadi alat Tuhan

Faktor kedua penghalang jawaban doa kita adalah diri kita. Kita selalu ingin doa kita dijawab Tuhan, tapi Tuhan tidak melakukannya karena kita enggan menjadi alat Tuhan. Saudara, kadang Tuhan  menjawab doa kita melalui diri kita. Jadi kalau kita siap dipakai Tuhan menjadi  alatNya maka Tuhan akan menjawab doa kita.

Bagaimana berdoa dengan Adopsi Pribadi/ Tempat?

1. Berdoalah dengan sungguh-sungguh, Kej 18:16-33

Abraham mengadopsi Sodom dan Gomora sebagai beban doa. Ketika Abraham mengetahui bahwa Allah akan membinasakan Sodom dan Gomora karena kejahatannya, Abraham berdoa melalui tawar menawar kepada Allah.  Sebenarnya kalau Sodom Gomora dibinasakan tidak akan mengganggu Abraham, sebab mereka tinggal di Kanaan, tetapi Abraham ingat di sana ada Lot keponakannya. Berulang kali Abraham naik banding kepada Tuhan seolah-olah dia sendiri yang akan dibinasakan. Demikian halnya dengan Elia, saat meminta agar hujan turun kembali ke bumi, Elia bersungguh-sungguh berdoa hingga tujuh kali sampai hujan itu turun  (Yakobus 5:17-18).

 2. Gunakan setiap kesempatan untuk berdoa bagi tempat/ orang yang kita adopsi.

Kapan saja ada kesempatan, dimana saja kita berada, apapun aktifitas yang kita lakukan, sisipkan doa untuk tempat atau orang yang kita adopsi. Contoh:  Kami pelayanan di sebuah desa di Beji, tepatnya desa Junrejo. Untuk menuju ke tempat pelayanan, kami selalu melintasi daerah persawahan sekitar 400m. Selama perjalanan ini, kami selalu gunakan untuk mendoakan daerah tersebut agar diberkati Tuhan. Bukan itu saja, disetiap kesempatan doa, kami selalu bawa daerah itu dalam doa. Hal ini kami lakukan  karena kami telah mengambil keputusan untuk mengadopsi daerah tersebut. Adakah tempat atau orang yang sedang saudara adopsi? Doakanlah senantiasa.

 3. Sadari bahwa dimana Allah tempatkan (Ester 4:13-14)

Jika sampai saat ini tidak ada tempat atau orang yang sedang Saudara adopsi, ijinkan saya memberitahu Saudara, siapa yang layak engkau adopsi.  Pernahkah sadaura menyadari akan keberadaan Saudara? Mengapa Tuhan menempatkan Saudara di daerah tersebut? Mengapa bekerja di situ? Mengapa engkau sekolah disitu? Semua itu bukan terjadi secara kebetulan tetapi dalam rencana Tuhan agar kita mengadopsi daerah dan orang-orang yang ada disekitar kita.

Bukan secara kebetulan Allah menempatkan Ester di benteng Susan. Semuanya itu sudah direncanakan Allah untuk menggenapi rencana dan kehendakNya. Itulah sebabnya Modekhai mengingatkan Ester agar jangan tinggal diam, tetapi bertindaklah bagi orang Yahudi yang sedang dalam ancaman kematian.  Siapa tahu memang untuk itulah Ester dibawa Tuhan masuk dalam istana raja.

Saudara, apakah anda melihat rencana Tuhan dalam keberadaan anda? Sadarilah jika kita tidak bertindak Tuhan bisa pakai orang lain. Allah tidak pernanh kurang cara untuk menolong anak-anaknya, Dia dapat menggunakan siapa saja yang mau untuk menggenapi kehendakNya.

 4.  Imani, dan mulai perkataan berkat kepada orang/ tempat

Mulailah mengimani apa yang sedang Saudara adopsi, dan perkatakanlah  kata-kata berkat untuk daerah atau orang yang sedang diadopsi. Perkatakanlah apa yang Saudara rindukan terjadi di daerah tersebut atau  orang yang sedang anda adopsi. Percayalah sesuatu yang anda inginkan akan terjadi sekalipun fakta yang terjadi jauh dari harapan.

5. Lakukan sesuatu yang berarti bagi orang yang kita adopsi.

Terakhir, mulailah bertindak. Apa yang dapat saudara lakukan untuk daerah tersebut atau orang-orang yang sedang diadopsi? Lakukanlah segera dan lihatlah apa yang akan terjadi.

Di tempat pelayanan kami,  kami mulai hal yang sangat sederhana yaitu memberikan les anak-anak SD.  Awalnya hanya beberapa orang, tetapi sekarang sudah lebih 30 anak dari SD-SMA yang minta les pelajaran sekolah kepada kami. Bukan hanya itu saja, Allah mulai membuka pintu bagi kami untuk mengembangkan pelayanan. Sekarang ibu PKK minta untuk dilatih ketrampilan.  Dari sinilah kemudian kami mendirikan “Light House” yang memberikan pelayanan bagi warga di sekitar tempat pelayanan ini.

Saudara, tidak kebetulan Saudara ada di kota Tegal, barangkali Anda tidak dilahirkan di kota ini, tetapi mengapa Tuhan membawa anda di Tegal. Lihatlah kota ini, berapa banyak orang miskin yang saudara lihat, adakah anak-anak gelandangan di jalan-jalan kota Tegal? Mereka yang tidur di emperan-emperan toko Anda, tidaklah semuanya itu membutuhkan uluran tangan anda? Adopsilah mereka dan mulai bertindak. Tuhan memberkati_

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s