Perisai Iman (Minggu, 16 Februari 2014)

Oleh Pdt. J.S. Minandar

Efesus 6:16

” dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, “

PENDAHULUANImage

Senjata keempat yang harus dimiliki oleh orang percaya untuk melawan Iblis adalah Perisai, yang secara rohani Rasul Paulus artikan sebagai “Perisai Iman”. Dengan perisai kita dapat mematahkan serangan api dari si jahat. Efesus 6:16- menerangkan bahwa perisai dapat menjadi pelindung.

DUA JENIS PERISAI

Di zaman dahulu, ada dua jenis perisai yang dipakai oleh seorang tentara dalam peperangan. Yang pertama, perisai yang bentuknya bundar, dengan diameter 50-60 cm. Yang kedua, perisai yang bentuknya segi empat, seperti daun pintu setinggi tubuh orang. Setiap prajurit perang bertanggung jawab dengan perisainya masing-masing.

TANGGUNG JAWAB SEORANG PRAJURIT

1. Cakap Menggunakan Perisai

Seorang prajurit bukan hanya dilengkapi dengan perisai, tetapi ia juga seorang yang terlatih/mahir dalam memainkan perisai sehingga ia dapat menghindar dari luka bahkan kematian karena serangan pedang, tombak dan anak panah yang dilemparkan oleh lawannya. Demikian halnya dengan prajurit Kristus, tidak cukup kita melengkapi diri dengan perisai iman. Tetapi kita pun harus cakap memainkan perisai iman kita dalam peperangan rohani. Karena itu kita harus mengerti strategi Iblis dan menyusun serangan kepada Iblis.

2. Mengerti Strategi Iblis

Sebagai pengikut Kristus, kita harus mengetahui dan mengenal karakter Iblis. Iblis bukanlah musuh yang cengeng, mudah putus asa dan menyerah. Ia adalah musuh yang memiliki ambisi besar untuk menghancurkan orang percaya dengan berbagai cara. Sebab itu, perisai iman adalah bagian penting yang harus dimiliki dan digunakan setiap pengikut Yesus.

Kata perisai berasal dari bahasa Yunani yaitu, THUREOS (Thoo-rehos). Kata ini berlaku untuk kedua jenis perisai, baik yang bundar dan persegi empat. Tetapi jika diperhatikan dalam Efesus 6:16, kata perisai yang digunakan oleh Rasul Paulus bentuknya persegi empat bukannya bundar. Sebab akar kata Thureos, adalah THURA, artinya “PINTU”. Dengan lain kata, kehidupan orang percaya seperti sebuah rumah yang harus dijaga. Pintu adalah akses yang sangat penting untuk keluar masuk. Pintu juga sebagai perlindungan terhadap serangan dari luar. Jika pintu tidak kuat maka akan mudah diserang. Jadi jagalah pintu kehidupan kita. Mengapa? Karena Yohanes 10:10 menjelaskan bahwa ada Iblis yang datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan serta mengambil harta kekayaan ilahi yang Allah berikan kepada setiap kita. Sebab itu gunakan senjata Allah sehingga Iblis tidak dapat menyerang.

Image

Meskipun demikian Iblis tidak jera dan menyerah untuk menjatuhkan kita. Ia gunakan cara lain yaitu dengan menyerang orang-orang yang kita kasihi bahkan segala harta kekayaan yang Tuhan percayakan. Contohnya Ayub.

Ayub

Ayub 1:10, dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa Ayub adalah tipe Kristen yang memperlengkapi diri dengan senjata Allah sehingga tidak ada cela bagi Iblis untuk menyerang Ayub. Karena Iblis tidak dapat menyerang Ayub secara langsung, maka Iblis menyerang Ayub dari sisi lain. Beberapa bagian yang diserang Iblis kepada Ayub, yaitu :

1. Anak-anak Ayub

Mazmur 127:3-5, ayat ini menjelaskan tanggung jawab orang tua terhadap anak, bahwa anak ialah milik pusaka Allah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Karena suatu waktu Allah akan meminta pertanggung-jawaban atas milik pusakaNya. Anak-anak yang Tuhan percayakan digambarkan seperti anak-anak panah. Jika tidak dijaga maka akan patah, bengkok rapuh bahkan dibuang. Sebab itu jaga baik-baik kepercayaan Tuhan sehingga Mazmur 127:5, kita disebut orang yang berbahagia dan tidak dipermalukan. Persiapkan mereka sebaik mungkin karena Tuhan ingin memakai anak-anak kita menjadi alat kemuliaan di tanganNya.

Ayub telah menerapkan Mazmur 127:3-5 dengan baik, sehingga Alkitab mencatat anak-anak Ayub hidup rukun, saling mengasihi, membangun persaudaraan. Semua terjadi karena Ayub memberi contoh  dan bersyafaat bagi kerohanian anak-anaknya. Iman Ayub inilah yang dilihat dan dirasakan anak-anaknya. Lewat  kejujuran, kesalehan, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Semua Ayub lakukan karena Ayub memiliki harapan yang besar bagi masa depan anak-anaknya bukan hanya di dunia tetapi di kekekalan. Iblis gunakan anak-anak untuk menyerang Ayub.

IBLIS SERANG ANAK-ANAK AYUB

Iblis menyerang anak-anak Ayub secara sekaligus sehingga tewas seketika dalam musibah. Tidak dapat terbayangkan bagaimana hancur dan remuknya hati Ayub. Dalam keadaan yang demikian iman, kasih, kesetiaan Ayub tidak goyah atau bergeser sedikitpun dari Allah karena Ayub mengenakkan perisai iman. Selain itu Ayub paham akan firman Allah, bahwa Ayub tidak kehilangan anak-anaknya, tetapi anak-anaknya berangkat mendahului Ayub ke Surga dan Ayub nanti akan berjumpa dengan mereka. Pemahaman ini yang tidak membuat Ayub kecewa. Dengan demikian Iblis gagal menyerang Ayub dengan cara demikian.

2. Harta Kekayaan Ayub

Iblis tidak berhasil mengalahkan Ayub lewat kematian anak-anaknya, maka Iblis beralih penyerangan kepada harta kekayaan Ayub. Satu persatu karyawan Ayub datang melapor kehancuran usaha, kekayaan Ayub yang ludes dirampok dan terkena bencana. Iblis berpikir, kalau Ayub menjadi miskin, Ayub pasti murtad kepada Tuhan. Namun pada faktanya kemiskinan dan kekurangan tidak juga membuat iman, kasih, dan kesetiaannya tergoyahkan. Sebaliknya  Ayub 1:21,22 “Ayub memuji menyembah Allah”. Ayub bukannya semakin lemah, tetapi semakin kuat karena imannya memandang kepada harta yang kekal yang disediakan Tuhan di surga. Sebab itu jangan pernah bangga dengan harta kekayaan dunia sebab tidak ada yang kekal di dunia.

3. Kesehatan Ayub

Serangan Iblis kepada Ayub melalui sektor anak dan harta kekayaan gagal total sehingga  iblis dipermalukan di hadapan Allah, Ayub 2:1-3. Tetapi, Iblis tidak juga menyerah dengan keadaan kegagalannya. Sebab itu dalam Ayub 2:4-7, Iblis meminta kesempatan lagi kepada Tuhan untuk menyerang Ayub dengan menyerang kesehatannya. Penyakit yang diderita Ayub ialah barah busuk. Iblis menyerang kesehatan Ayub, karena Iblis tahu bahwa kesehatan adalah aset terbesar. Sebab dengan tubuh yang sehat kita dapat bekerja dan ada harapan bagi Ayub untuk bangkit kembali dari segala yang telah terjadi. Inilah sebabnya mengapa Iblis meyerang kesehatan Ayub. Dengan keadaan yang demikian, dengan apakah Ayub dapat berharap? Anak-anaknya telah berada di Surga dan tidak ada harapan untuk membantu dia. Semua teman-teman Ayub menjauh karena takut akan diminta-minta (Ayub 6:14), apalagi berharap kepada sahabat-sahabatnya. Sahabat Ayub bukannya menolongnya, justru menuduh Ayub berbuat dosa –Ayub 22:11.

Kesimpulan

Serangan Iblis yang dilontarkan Iblis lewat penyakit barah yang mengerikan dapat ditangkis dengan “PERISAI IMAN” oleh Ayub. Tetapi lain halnya dengan istri Ayub. Ia tidak menggunakan perisai iman sehingga ia tidak tahan dengan serangan anak panah berapi dari Iblis berupa penyakit parah yang menyerang Ayub.

4. Isteri Ayub

Karena iblis gagal untuk menyerang Ayub secara langsung, akhirnya Iblis memakai istri Ayub menjadi senjata Iblis untuk menyerang Ayub. Model penyerangan Iblis kepada Ayub:

  • Ayub2:9 “Maka berkatalah isterinya kepadanya: “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!” Hati-hati, Iblis bisa memakai siapa saja untuk jadi anak panah berapi-nya untuk menyerang kita. Tetapi untuk kesekian kalinya, Ayub gunakan PERISAI IMANnya untuk mematahkan pedang, tombak dan anak panah dari Iblis.
  • Ayub 2:10 “ Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.”  Perhatikan ayat ini, Ayub menangkis serangan Iblis melalui istrinya.

Istri adalah penolong bagi suaminya. Seorang istri yang tidak memakai pelengkapan senjata Allah akan mudah digoyahkan dan diserang oleh Iblis. Jadi, bagi seluruh wanita para pengikut Yesus, gunakan perlengkapan senjata Allah. Gunakan perisai iman untuk menangkis serangan jahat si Iblis. Jangan pernah menyerah dengan keadaan karena dalam segala perkara Allah turut bekerja. Allah yang memberi kemampuan. Tetap setia mengiring Yesus – Amin !

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s