Nama Yesus ( Minggu, 02 Maret)

Oleh Rev Dr. Stefan Sos

Kisah Para Rasul 3:6,16

Dalam dunia ini, ada begitu banyak tragedi yang terjadi. Setiap kali melihat berita di TV, kita melihat berita-berita burImageuk. Ada begitu banyak bencana yang terjadi. Namun sebaliknya ada beberapa kisah yang dahulunya buruk berubah menjadi kisah yang baik. Contoh anak yang dahulunya sakit menjadi sembuh, orang  yang tidak terkenal menjadi terkenal dan beberapa kisah lainya. Jadi di Kisah 3:6:16, menuliskan cerita seseorang yang hidupnya tidak baik menjadi baik. Mujizat yang pertama ini terjadi di gereja Tuhan. Ada hal menarik dari mujizat pertama kali ini, yaitu orang yang dahulu tidak memiliki pengharapan diubahkan menjadi penuh pengharapan. Sebelum pengharapan itu datang, orang tersebut hidup terbiasa dengan penyakitnya. Ia berpikir bahwa penyakitnya ini permanen dan tidak akan ada pertolongan. Tidak ada lagi pengharapan bahwa ia akan sembuh. 

Ketika kita mendapat segala sesuatu hal yang permanen dan mengecewakan dari dunia, kita kehilangan pengharapan akan mujizat dan berpikir bahwa hidup ini tidak akan berubah. Segala yang terjadi diterima apa adanya dan tanpa pengharapan. Inilah kesalahan yang besar. Sesungguhnya Allah yang kita sembah mampu melakukan perubahan. Situasi tanpa pengharapan tidaklah permanen karena Allah sanggup mengubahkan.

Ada 2 hal penting yang dihadapi dalam hidup manusia :

  1. Kemustahilan
  2. Kesulitan

Kedua hal ini sering terjadi dalam kehidupan manusia. Ada saat-saat kita menghadapi keadaan yang mustahil. Jangan sampai situasi tersebut mengambil sukacita kita, kerena Firman Allah berkata “tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Tuhan”. Jadi saat menemukan hal mustahil, katakan kepada Iblis bahwa Allah sanggup melakukan hal-hal yang mustahil.

Orang lumpuh dalam Kisah Rasul,  hanya mengharapkan belas kasihan. Ia diletakkan pada salah satu dari Sembilan gerbang di bait Allah yaitu, pintu gerbang indah.  Gerbang indah  adalah gambaran gereja Tuhan yang dipanggil untuk membawa orang-orang yang sakit, menderita dalam dosa untuk diubahkan menjadi indah. Gereja adalah rumah sakit rohani dimana hidup dipulihkan dan dosa dihapuskan. Jadi jangan harapkan hanya orang yang baik yang datang kegerja, ada orang-orang yang butuh kesembuhan dan harus pulih.

Di zaman itu seorang pengemis akan mendatangi rumah orang kaya. Namun usaha tersebut tidak maksimal karena orang kaya pada zaman itu pelit. Mereka hanya akan membuang beberapa keping uang dan mengusir para pengemis. Tempat yang paling efektif untuk mengemis adalah di persimpangan jalan. Sebab para pedagang sering kali berdagang di persimpangan jalan. Jadi untuk mendapatkan tempat, mereka harus mengusir pengemis dengan memberikan uang yang cukup banyak. Tetapi tempat yang paling baik bagi pengemis adalah di depan bait Allah, sebab taurat mengajarkan agar setiap orang yang masuk bait Allah harus menunjukkan belas kasihan. Salah satunya dengan memberi uang kepada pengemis.

Suatu ketika datanglah Petrus dan Yohanes datang menyembah Allah. Ada sesuatu yang berubah di hari itu, Petrus melihat orang tersebut dan inilah awal mujizat terjadi. Tidak akan ada mujizat tanpa terhubung dengan orang yang membutuhkan mujizat. Ketika Petrus berhadapan dengan orang lumpuh itu, secara alamia dia membutuhkan uang karena semua orang melakukannya. Dia berharap sesuatu akan diberikan oleh Petrus. Namun saat itu, Petrus adalah seseorang yang berbeda. Ia telah dilawat oleh api pantekosta. Petrus bukan melihat dia seperti  seorang agamawi lagi, tetapi dengan belas kasihan dan Petrus penuh dengan Roh Kudus – Kisah rasul 3:5,6.

Gereja Tuhan adalah tubuh Kristus. Jika satu bagian menderita maka bagian yang lainpun ikut menderita. Kita perlu memahami dan mengerti apa yang menjadi kerinduan tubuh Kristus yang menderita dan butuh belas kasihan, karena ada suatu keterikatan dan kesatuan dalam gereja Tuhan. Penuh belas kasihan bukanlah hanya mendoakan mereka, tetapi datang dan menolong mereka. Seperti Petrus datang kepada orang lumpuh tersebut dan memberikan sesuatu yang lebih dari sedekar uang. Hendaknya sebagai orang percaya, kita memberikan apa yang kita punyai untuk membangun jemaat. Sesuatu ini dimiliki setiap orang percaya, bagian tersebut bukan hanya melekat pada orang kaya, tetapi semua orang percaya yaitu, NAMA YESUS. Nama yang berkuasa, yang menyembuhkan dan memulihkan. Jadi jika kita menghadapi situsi yang sulit dan mustahil, mulailah bertindak dan berkata “ini yang ada padaku, di dalam Nama Yesus”. itu Nama yang memberikan otoritas yang kuat kepada orang percaya sebab Gereja Tuhan adalah imamat rajani, umat pilihan Allah yang memiliki hak dalam Nama tersebut – 1 petrus 2:9. Tidak ada militer dan obat-obatan yang lebih berkuasa dari pada Nama Yesus.

Petrus mengetahui akan kuasa Nama Yesus, kuasa itu membuat orang lumph berjalan dan melonjak berdiri –  Kisah Rasul 3:8. Orang-orang yang melihat ia sembuh, bersukacita dan memuliakan Tuhan. Dunia zaman sekarang membutuhkan Nama Yesus. Mereka harus tahu Nama yang berkuasa ini. Orang farisi di dalam kisah rasul 4:17 melarang Petrus dan Yohanes menggunakan Nama Yesus. Mereka dapat mengajar dengan didikan agama manapun asal tidak menggunakan Nama Yesus, sebab Nama Yesus yang berkuasa dan ada kuasa-kuasa yang ajaib. Petrus dan Yohanes datang tidak dengan nama pribadi meraka atau nama organisasi. Mereka datang dengan Nama Yesus yang berkuasa. Sebelum Yesus disalibkan, Ia memberi perintah kepada murid-murid di Yohanes 14: 13 agar mereka menggunakan Nama Yesus agar Bapa di permuliakan. Yohanes 16:23,24 Nama Yesus akan menyempurnakan sukacita yang kita rasakan. Ada suatu kepastian di dalam Nama Yesus. Mengapa harus menggunakan Nama Yesus? Agar kita merendahkan diri di bawah Nama Yesus.

Jadi perlu kita merendahkan diri sebab pada saat itulah kuasa tersebut berfugsi maka  mujizat dan kuasa terjadi. Jadi setiap kali kita ingat pengorbanan Yesus, maka satu tujuan Tuhan supaya GerejaNya tubuh Kristus memiliki kuasa yang luar biasa di tengah-tengah Dunia. Sehingga Bapa di permuliakan bukan nama Manusia. Maka kemenangan-kemangan yang lain akan mengikuti sehingga iblis tidak ada cela. Tidak ada masalah, sakit penyakit yang tidak dapat di pulihkan dengan Nama Yesus. Bertindaklah seperti Petrus dengan penuh keberanian, Roh Kudus, penuh kasih Ilahi didalam hidupmu serta memiliki belas kasihan dan membiarkan kuasa Roh kudus mengalir melalui kita sehingga NamaNya di permuliakan. Gbu

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s