Setia – Faithful (Minggu, 02 Maret 2014)

Oleh Rev Dr. Stefan Sos

2 Samuel 11:Image6

“Lalu Daud menyuruh orang kepada Yoab mengatakan: “Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku.” Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud”

Kisah dalam 2 Sam 11 sangatlah menarik. Kisah ini pun terkenal dengan pembahasan Daud dan Batsyeba. Ada perselingkuhan dan hal-hal menyangkut seksualitas yang tercatat dalam kisah ini dan  kisah ini ditulis begitu kuat. Namun ada satu tokoh yang sering terlewatkan dan sebenaranya tokoh ini lebih menarik dari pada Daud dan Batsyeba, yaitu Uria orang Het. Ada suatu nilai yang luar biasa didalam Uria yang jarang dibahas oleh orang lain.

Uria

Arti nama Uria, “TUHAN ADALAH TERANGKU. Apakah yang menarik dari Uria? Jika diperhatikan kehidupan Uria dalam alkitab, maka ditemukan bahwa Uria adalah orang yang setia. Uria tidak berubah-ubah, ia memiliki karakter setia. Ia juga dikenal sebagai kekasih yang luar biasa dan sekitar istana Daud pun tahu akan cinta Uria kepada Istrinya. Cinta Uria inilah yang membuat ia setia kepada Istrinya. Uria pun setia bukan hanya pada Istrinya , tetapi juga rajanya, yaitu Daud. Uria tidak pernah protes dengan otoritas Daud. Meskipun banyak orang mengeluh dengan pemimpin mereka, tetapi Uria memperhamba diri bagi Daud. Ketika Daud menyuruhnya mengirim surat kepada Yoab, Uria tidak sedikit pun membukanya padahal ia memiliki kesempatan untuk tahu isi surat tersubut. Daud percaya akan Uria bahwa ia akan mengantarnya sampai ketujuan.

Zaman sekarang sulit untuk menemukan orang yang seperti Uria. Seorang yang dapat dipercayai suatu rahasia sehingga mereka tidak membongkarnya. Uria juga bukan hanya setia kepada Daud, ia juga setia kepada panglimanya dan terutama Tuhan.

2 Sam 11: 6 – Uria dipanggil untuk datang kepada Daud dan menyuruhnya pulang kembali ke rumahnya karena dengan cara demikian Daud dapat menutupi kesalahannya. Perhatikan respon Uria kepada Daud di 2 Sam 11:11, Uria menolaknya karena ia berpikir bahwa tabut perjanjian dan orang sebangsanya sedang berperang dan ia tidak boleh bersantai-santai. Inilah integritas yang dapat dipercaya. Sesungguhnya Uria bisa saja menikmati kesenangan dirinya, tetapi Uria tahu kepada siapa ia mengabdi.

Sekarang ini banyak orang percaya tidak setia dengan gerejanya. Gereja yang membuat mereka bertumbuh. Mereka berpindah-pindah karena alasan yang tidak jelas. Sulit menemukan orang yang setia di gereja. Perhatikan Uria, hidupnya setia. Orang-orang di sekitarnya mungkin tidak menyadari dan mengetahuinya. Bahkan mereka mencela Uria sebab kesetiaannya. Satu hal, Uria tahu bahwa ia melayani Tuhan, rajanya dan melayani tuannya. Jadi apa pun resikonya, Uria tetap dalam kesetiaan. Kesetiaan kita mungkin tidak diperhatiakan oleh orang lain dan kita dianggap cari muka. Namun tetaplah setia.

Batsyeba

Batsyeba adalah istri dari Uria. Uria tidak mengetahui bahwa istrinya telah berselingkuh. Raja yang menulis kematian bagi dia ternyata mencintai Istrinya. Namun Uria taat kepada mereka. Kita mungkin dapat katakan Uria adalah orang  yang bodoh karena kesetiaannya. Pemikiran inilah yang digunakan Iblis untuk menyerang orang percaya. Bahwa suatu kebodohan jika kita setia kepada Tuhan. Bertahun-tahun kita mengiring Tuhan dan nampaknya tidak ada perubahan. Jika pemikiran ini mulai menyerang, katakan kepada Iblis “suatu kehormatan bagi saya untuk melayani Tuhan, sebab DIA yang menyelamatkan jiwa saya.”

1 Sam 11:6, tertulis “Uria orang Het”, orang Het adalah bangsa yang berada di bawah hukuman. Perhatikan ulangan 20:17, perintah Tuhan kepada Musa untuk membinasakan orang Het. Kata “MEMBINASAKAN”, menjelaskan bahwa orang-orang tersebut seperti dipersembahkan kepada Allah dan berarti tidak ada satu orang Het yang dapat hidup. Tetapi ada beberapa dari orang Het yang lolos dari pembinasaan. Mereka dibiarkan oleh Tuhan untuk tetap hidup sebab kasih karunia dari Tuhan. Bahkan mereka bergabung dengan bangsa Israel. Mereka mengubah nama mereka dan satu diantaranya adalah Uria. Yang artinya, Tuhan adalah terangku.

Sebenarnya semua manusia seperti Uria, hidup di bawah hukuman – Roma 6:23. Tetapi Yesus datang dan menyelamatkan manusia. Di zaman Romawi, orang yang bersalah akan dibawa kepada hakim. Maka hakim akan mendengarkan kasusnya, lalu hukuman ditulis di atas secarik kertas serta di pakukan di ambang pintu. Untuk beberapa waktu orang hukuman tersebut diberi kesempatan untuk dapat keluar dari hukuman mati. Namun jika suatu waktu orang yang dibawa hukuman mati ini mengajukan kembali suratnya dan hakim memeriksa serta didapati surat hukuman itu telah dipenuhi, maka hakim memberi stempel pada surat hukuman dan tercetak sudah lunas. Inilah yang dilakukan Yesus di atas bukit kalvari.

Kolose 2:14 “Dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib “. Dengan demikian kita sebagai orang hukuman dapat menunjukkan surat hukuman pembebasan bahwa kita telah bebas. Tidak ada lagi tuduhan lagi bagi manusia. Tidak ada hukuman yang akan kita terima. Inilah Uria, orang yang tidak bersalah dan ketidak-adilan dialaminya. Orang yang tidak bersalah mengalami hukuman. Sepertinya hidup tidak adil bukan? Dengan membiarkan Uria mati dan Daud hidup. Mengapa orang yang melakukan perzinahan hidup? Seringkali kita menemukan orang yang berjalan dalam kebenaran hidupnya tidak lebih baik dan mereka yang diluar kebenaran justru hidup diberkati.

Kematian Uria

Ketidak-adilan yang terjadi atas Uria sebenanya adalah pilihan terbaik. Jika Uria tetap hidup maka ia akan mengalami banyak kekecewaan. Ia akan menemukan Istrinya berselingkuh dengan rajanya dan itu yang akan menimbulkan duka yang dalam di hatinya. Kematian Uria membawanya kepada kekekalan sehingga ia tidak mengalami sakit hati. Uria memiliki kehidupan yang lebih baik dibanding ia hidup dan tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tuhan juga menyelamatkan Uria dari rasa benci terhadap rajanya, istrinya dan anak yang dilahirkan oleh Batsyeba oleh karena Daud. 2 Sam 23:39, Uria adalah salah satu pahlwan Daud. Tuhan menaikkan derajat Uria karena kesetiaannya. Dan Daud menerima balasan atas dosanya. Sejak perselingkuhannya ia alami, berbagai macam sakit hati ia alami. Sedangkan Uria tenang di dalam kekekalan tanpa sakit hati. Sering kali kita hadapi hidup yang sepertinya tidak adil dan membuat pertanyaan besar dalam hidup, “mengapa ini terjadi?”.  Sesungguhnya Allah tahu gambaran jelas tentang apa yang terjadi dalam kehidupan para pengikutnya. Allah lebih tahu apa yang terbaik yang seharusnya kita terima. Maju terus dan setialah. Gbu

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s