Doa Sebagai Senjata Rohani ( MInggu, 06 April 2014 )

Image

Pdt. J.S. Minandar

Efesus 6:18

“Dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus”

 

PENDAHULUAN

Untuk dapat menyerang dan mengalahkan Iblis, Yesus memberikan kepada kita senjata-senjata rohani. Minggu lalu kita sudah bahas “Pedang Roh” sebagai senjata rohani untuk menyerang musuh. Dan senjata yang kedua adalah “Doa”.

SENJATA YANG AMPUH

Doa adalah senjata rohani yang tidak kalah ampuhnya dibanding pedang roh. Mengapa…? Iblis yang adalah musuh kita, dia bukan hanya memiliki pedang, anak panah berapi, tombak tapi Iblis juga punya benteng perlindungan. II Korintus 10:4 “…karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.”

Zaman sekarang, untuk meruntuhkan kubu/benteng musuh, tidak cukup memakai senapan, granat atau senjata genggam lainnya.Tetapi kita butuh peluru kendali (rudal), yang bisa diluncurkan dari jarak jauh. Doa adalah senjata rohani jenis rudal, yang bisa kita luncurkan kapan saja; di mana saja, dan bisa diluncurkan ke arah masalah kita yang ada di Brebes; Pekalongan; Semarang; Jakarta; Sumatera; Singapore; Amerika; Eropa, Australia; Afrika bahkan antar benua sekalipun.

CONTOH

Suatu contoh bagaimana ampuhnya kuasa doa yang  bisa kita tembakkan untuk mengalahkan benteng musuh dari jarak dekat atau jarak yang paling jauh sekali pun, Kisah 12:1-6.

  • Raja Herodes, sebagai penguasa, bertindak keras dan kejam kepada orang Kristen.
  • Herodes memenggal kepala Rasul Yakobus didepan umum dan tindakan itu membuat Herodes dipuji oleh orang-orang Yahudi yang benci kepada pengikut Yesus.
  • Herodes yang suka dipuji itu, ingin menerima pujian lebih banyak lagi. Ia pun menangkap Petrus dan hendak memperlakukan Petrus senasib dengan Yakobus. Tetapi pada hari itu orang Yahudi sedang merayakan hari Raya Roti Tidak Beragi (Paskah). Sesuai Taurat tidak diperbolehkan ada orang dieksekusi pada hari Raya yang dianggap kudusitu. Sebab itu Herodes menyuruh agar Petrus dipenjara dengan penjagaan ekstra ketat.

MUSTAHIL BISA LOLOS

Secara logika, mustahil Rasul Petrus bias lolos dari tangan Herodes, sebab Petrus bukan hanya dimasukkan ke dalam penjara dan dijaga oleh para prajurit. Tapi, berdasarkan ayat 6, saya punya pengertian, bahwa Petrus diikat (diborgol) bersama-sama denga dua orang prajurit (kiri/kanan).

Prioritas Doa Berubah

Kalau kita sedang menghadapi krisis, masalah, terjepit, keadaan sulit biasanya prioritas kita jadi berubah bukan? Demikian juga dengan jemaat di Yerusalem. Betapa tidak. Dari 12 Rasul Yesus, ada 3 rasul utama: Yohanes, Yakobus dan Petrus. Yakobus sudah dipenggal, sekarang Petrus ditangkap, berarti mereka cuma punya Yohanes.

Kondisi ini membuat jemaat menjadi tekun berdoa

Kisah 12:5 “Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakan-nya kepada Allah.” Kata:  “Tekun “,KJV: but prayer was made without ceasing (tetapi jemaat melakukan doa tanpa henti), BBE :but the church made strong prayer to God for him (tetapi gereja/jemaat berdoa dengan kuat, kepadaTuhan bagi Petrus).

Seperti Rudal Jarak Jauh

Telah di jelaskan diawal, bahwa doa adalah senjata rohani yang ampuh bagaikan rudal, yang kita bisa lontarkan dari jarak yang jauh. Perhatikan… Jemaat kumpul di gereja, Petrus yang didoakan ada di penjara. Jangankan jarak dari Gereja ke Penjara, doa bisa kita lontarkan antar benua.Jadi, ketika jemaat berdoa untuk Petrus secara terus-menerus, mereka seperti menembakkan rudal doa menyerang benteng-benteng Iblis secara terus-menerus, tidak cuma sesekali. Mereka berdoa dengan Serangan Keras, Kuat dan Dahsyat! Selain itu, rudal doa yang mereka tembakkan ialah doa yang keras, kuat dan dahsyat! Banyak orang berdoa dengan cara poci tegal, mingkem!

 

CARA TUHAN MENJAWAB DOA JEMAAT

Sekarang kita akan pelajari, bagaimana cara kerja rudal doa jemaat, sebagai bukti senjata rohani, yaitu rudal doa itu sangat ampuh dan berkuasa.

1. Tuhan Memberi Ketenangan Kepada Petrus

Di penjara, dengan vonis hukuman pancung kepala, pasti semua orang akan takut/gelisah. Tetapi kisah 12:6 “Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur, di antara dua orang prajurit…”

2.  Tenang Karena Jaminan Firman Allah

Rasul Petrus menjadi tenang walaupun di lembah bayang-bayang maut karena Rudal doa jemaat, membuat Petrus berpegang kepada Firman Allah, bukan pada akal dan kekuatannya. Yohanes 21:18 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kau kehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kau kehendaki.”

3. Mengutus Malaikat

Rudal doa yang diarahkan jemaat kepadaTuhan yang ada di sorga, membuat sorga tidak bisa diam sehingga sorga mengutus malaikat untuk membebaskan Petrus. Begitu tenangnya Petrus, membuat Petrus bisa tidur nyenyak, sampai malaikat harus tepuk rusuk Petrus. Ketika rusuk Petrus ditepuk, semua belenggu Petrus seperti kertas yang menjadi rapuh karena dibakar. Itu sebabnya, para prajurit tetap meneruskan tidurnya.

4.  Pintu Terbuka Dengan Sendirinya

Karena rudal doa jemaat, yang ditembakkan dengan terus-menerus dan keras (penuh kuasa), maka pintu penjara pun sudah terbuka, sehingga malaikat dan Petrus tidak perlu membuka pintu penjara lagi. Kekuatan doa sanggup membuka pintu-pintu yang tertutup. 

5.   Herodes Mati

Rudal doa jemaat yang disampaikan secara terus-menerus dan penuh kuasa, membuat orang yang berbuat jahat kepada mereka dikalahkan dan binasa, Kisah 12:20-23. Herodes mati karena dihajar oleh malaikat Tuhan. Saya yakin tidak ada jemaat yang berdoa “Tuhan biarlah Herodes – mati!” Tuhan punya cara sendiri. Kalau Herodes bertobat maka ia diselamatkan, jika ia keras maka ia binasa.­_

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s