Jangan Takut Menghadapi Musuh (Minggu, 25 Mei 2014)

Pdt. J.S. Minandar Image

Ulangan 20:1

“Apabila engkau keluar berperang melawan musuhmu, dan engkau melihat kuda dan kereta,   yakni tentara yang lebih banyak dari padamu, maka janganlah engkau takut kepadanya, sebab Tuhan, Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir, menyertai engkau.”

 

PENDAHULUAN

Hari-hari ini, tidak sedikit anggota jemaat yang sedang alami peperangan iman dalam hidupnya. Ada yang bergumul sehubungan dengan kondisi keuangan, ekonomi, usaha, penyakit, penderitaan dan lainnya. Firman Allah mengatakan dalam Ayub 7:1, bahwa setiap hari, hidup kita seperti orang yang berperang. Dan menurut Wahyu 14:13, kita baru istirahat (berhenti) berperang, bila kita mati di dalam Tuhan.

PERLENGKAPAN DAN KONDISI PERANG

Beberapa minggu yang lalu, kita juga sudah pelajari bahwa dalam peperangan iman yang kita hadapi, Tuhan telah melengkapi kita dengan senjata Rohani.

 5 senjata untuk bertahan :

– Ikat Pinggang Kebenaran

– Berbajuzirahkan Keadialan

– Kasut Kerelaan Membritakan Injil

– Perisai Iman

– Ketopong keselamatan

 

 3 senjata untuk menyerang :

–  Pedang Roh (Firman Tuhan)

– Doa

–  Puji-pujian

Semua senjata ini diberikan Tuhan agar kita tidak ditewaskan musuh, sebaliknya bisa kalahkan musuh, yaitu Iblis. Selain itu Firman Allah mengingatkan bahwa musuh yang kita hadapi,  makin hari bukan makin kecil/ ringan, tetapi makin hari makin besar dan beratPerhatikan Ulangan 20:1 “Apabila engkau keluar berperang melawan musuhmu, dan engkau melihat kuda, kereta yakni tentara yang lebih banyak dari pada kamu…” Iblis tahu, bahwa waktu atau kesempatan bagi Iblis untuk berkuasa di muka bumi ini, sudah hampir habis. Itu sebabnya Iblis mengerahkan segala upaya untuk mengalahkan kita. Di ayat ini digambarkan seperti musuh yang mengerahkan:

  • KUDA             – gambaran kekuatan yang semakin hari semakin besar
  • KERETA        – gambaran cara & sarana yang Iblis gunakan semakin canggih dan beragam.

SIKAP KITA MENGHADAPI MUSUH

Tetapi, perhatikanfirman Allah secara khusus mengingatkan, betapa pentingnya membangun mental dan iman kita dalam peperangan rohani yang kita hadapi di akhir zaman, agar kita JANGAN TAKUT. Firman Allah berkata: “Apabila engkau keluar berperang melawan musuhmu, dan engkau melihat kuda, kereta yakni tentara yang lebih banyak dari padakamu, maka janganlah engkau takut kepadanya…”

Mengapa Allah menasihati kita agar kita tidak boleh takut?

1. Allah tidak berkenan kepada orang yang takut

Contoh, Hakim 7,8 menceritakan ada 32.000 sukarelawan, yang memberi diri untuk berperang melawan Midian. Tetapi Allah perintahkan Gideon yang adalah pemimpin mereka untuk menyuruh pulang semua orang yang merasa takut.  Dan menurut Hakim 7:3, dari 32.000 orang, yang takut dan pulang sebanyak 22.000 orang.

Mengapa orang takut disuruh pulang…?

2. Orang takut membawa pengaruh negatif

Bilangan 13:32 Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel khabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya (kanibal), dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.” 

Ada isu negatif yang dihembuskan 10 orang pengintai yang dipercayakan untuk mengintai tempat yang Tuhan suruh. Orang-orang yang ketakutan ini, bukan hanya membuat kekacauan, tapi yang lebih buruk, rasa takut telah memunculkan ide kudeta untuk melengserkan Musa dari kepemimpinan, perhatikan Bilangan 14:1-5.

3. Orang takut membunuh potensi dalam diri

Bilangan 13:33 Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.”Saat kita mengalami ketakutan, maka padangan terhadap diri akan berkurang dan merasa kecil serta tidak mugkin untuk menang. Benarlah apa yang dikatakan Amsal 24:10, “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakkan, kecillah kekuatanmu.” Jadi yang mematikan kemampuan; potensi; kekuatan dan kemenangan kita, bukan musuh yang kita hadapi, tetapi rasa takut yang ada di dalam diri kita.Ingat di I Samuel 17 peristiwa Goliat menantang Israel. Sebenarnya semua tentara Israel punya potensi untuk kalahkan Goliat, tetapi mereka takut. Hanya Daud yang mampu atasi ketakutannya dan ia menang.

4. Orang takut meragukan janji Tuhan

Orang yang takut, adalah sama dengan orang yang meragukan, bahkan tidak mempercayai janji Tuhan. Perhatikan janji Tuhan dalam Bilangan 20:1c “…sebab Tuhan, Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir; menyertai engkau.”Jadi, selama Tuhan menyertai kita, tidak ada alasan bagi kita untuk menjadi takut.Kecuali kasusnya seperti peristiwa…

Keluaran 33, pada saat itu umat Israel tidak taat kepada Tuhan, sehingga Tuhan berkata kepada Musa agar bangsa Israel meneruskan perjalanannya, dan Allah tidak akan menyertai mereka.  Pada saat itu Musa merasa takut dan berkata dalam Keluaran 33:15 “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.” Itu sebabnya…

5. Meyakini Penyertaan Tuhan

Setiap orang percaya harus yakin, bahwa Tuhan tidak akan biarkan kita berperang sendirian, sebaliknya Tuhan menyertai kita dalam peperangan yang kita hadapi.  Amsal 20:18 berkata: “Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat.”

Kita dianjurkan untuk berperang dengan siasat, yang dimaksud “siasat” adalah “hikmat.”

Pengkhotbah 9:18 “Hikmat lebih baik dari pada alat-alat perang, tetapi satu orang yang keliru dapat merusakkan banyak hal yang baik.” Perhatikan perang Israel  yang melawan orang Filistin dalam  I Samuel 17. Dilihat dari sisi perangkat perang,  Goliat memiliki segalanya (postur tubuh; senjata yang melengkapi). Sedangkan Daud bertubuh kecil dan modal perang yang dimiliki cuma tongkat, pengali-ali dan lima batu.Tetapi, yang tidak dimiliki Goliat adalah penyertaan Tuhan, dan penyertaan Tuhan inilah yang telah memberikan kepada Daud keyakinan dan hikmat atau siasat. Dapat dibayangkan, jikalau Daud datang dengan pedang, sebelum pedang Daud sampai diperut Goliat, kepala Daud sudah putus ditebas Goliat. Jadi, penyertaan Tuhan atas Daud, telah menginspirasi Daud untuk berperang bukan dengan memakai pedang, tetapi  memakai pengali-ali.Untuk membunuh Daud, Goliat harus berperang dari jarak dekat. Tetapi dari jarak yang jauh, Daud telah membuat Goliat roboh dan dikalahkan. 

Penutup

  1. Yakinlah dan jangan ragukan sedikit pun, Tuhan tidak tinggalkan setiap orang yang percaya akan Dia,tetapi menyertai.
  2. Mintalah terus hikmat Tuhan, maka Tuhan akan memberikan kepada kita hikmat atau cara kepada kita untuk melakukan inovasi; break through (terobosan) yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya sehingga kita akan alami kemenangan dalam peperangan iman yang kita hadapi.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s