Hari Raya Pentakosta ( Minggu, 8 Juni 2014 )

Pdt. J.S. MinandarImage

PENDAHULUAN
Pada hari ke 10, setelah kenaikan Yesus ke sorga, bertepatan dengan Hari Raya Pentakosta yang dirayakan umat Israel. Rasul-rasul dan dan murid-murid Yesus lainnya mengalami Baptisan Roh Kudus. Jadi, Kisah Rasul fasal dua, sebenarnya menceritakan tentang dua kelompok orang yang merayakan Hari Raya Pentakosta.

Kelompok Yahudi :

  • Mengadakan ritual di Bait Allah
  • Merayakan secara simbolik
  • Tidak mengalami apapun
  • Mengolok-ngolok murid Yesus

Pengikut Yesus :

  • Berdoa di loteng Yerusalem
  • Mengalami Penggenapan
  • Mengalami Penggenapan
  • Mereka menjadi saksi Kristus

Kalau melihat perbandingan ini, kira-kira kita berada di kelompok yang mana? Apakah seperti orang Yahudi, secara lahiriah merayakan Hari Raya Pentakosta, tetapi secara rohani kita tidak atau belum alami kepenuhan Roh Kudus, dengan lain kata Roh Kudus, hanya sebagai cerita tetapi tidak mengalami pekerjaan Roh Kudus.

DUA ISTILAH
Kalau bandingkan antara Kisah 1:4 dan Kisah 2:4, tentang pekerjaan Roh Kudus di dalam diri orang percaya, seringkalikita mendengar ada dua istilah yang digunakan atau yang disebut, yaitu, baptisan Roh Kudus dan dipenuhi Roh Kudus. Kedua kalimat ini mengandung sedikit perbedaan. Yaitu :

Babtisan Roh Kudus:

  • Hanya dialami satu kali, Kisah 2:1-4
  • Pertama kali dipenuhi Roh Kudus
  • Tandanya : Berbahasa Roh

Dipenuhi Roh Kudus :

  • Harus dialami terus menerus, Kisah 4:3
  • Setiap jam ibadah dan doa pribadi
  • Berani Bersaksi

Kesimpulan:

Dari kedua perbedaan tersebut, dapat disempulkan bahwa setiap orang percaya tidak cukup hanya alami baptisan Roh Kudus, tetapi harus juga terus menerus dipenuhi Roh Kudus. Seperti telepon genggam yang biasanya kita gunakan. Bayangkan jikalau bettery kosong (lowbat), maka harus discharge kembali. Demikian halnya hidup kita, harus terus terhubung dan dipenuhi Roh Kudus dalam doa dan penyembahan, dimanapun dan kapanpun agar Kuasa Roh Kudus (“dunamis”) dialirkan dalam hidup kita.

CARA UNTUK TERUS DIPENUHI ROH KUDUS
Bagaimana caranya mencharge diri kita, agar Roh Kudus tetap memenuhi? Rasul Paulus memberi pelajaran yang baik tentang hal ini di Efesus 5:18,19Ayat 18 Kalimat “Hendaklah kamu penuh dengan Roh” adalah kalimat “present continues tense” artinya, harus terjadi secara terus menerus atau terus berlangsung. Bagaimana caranya agar kita terus menerus penuh dengan Roh Kudus…? Ayat 19 “Dan berkata-katalah seorang kepada yang lain…” (Inggris: Speaking to your selves). Bicara kepada diri (di dalam diri) sendiri. Bicaranya kepada diri sendiri dengan cara apa?

Ada 4 cara yang bisa lakukan agar kita terus penuh dengan Roh Kudus :
1. Mazmur, kita bisa bermazmur kepada Tuhan
2. Menaikan kidung pujian (hyms)
3. Menyanyikan nyanyian rohani
4. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan (Inggris: Singing and making melody in your heart to the Lord).

Ketika kita melakukan hal ini (bermazmur; menaikan kidung pujian; menyanyikan pujian dan mencipta melody) dari batin yang paling dalam dan dengan segenap hati. Tidak menutup kemungkinkan bagi kita yang belum penuh Roh Kudus akan dipenuhi Roh Kudus. Dan yang sudah penuh Roh Kudus, maka Roh Kudus yang sudah adadalam diri kita akan diperbaharui, secara terus menerus. Maka ada kesegaran yang akan kita alami, kesegaran rohani yang diperbaharui.

DIPRAKTEKKAN OLEH DAUD
Apa yang diajarkan Rasul Paulus di surat kepada jemaat Efesus, tentang berkata-kata kepada diri sendiri dengan: mazmur, kidung pujian, nyanyian rohani dan making melody, ternyata sudah dipraktekkan oleh Daud sebelum Roh Kudus dimanifestasikan di dalam Gereja Tuhan. Perhatikan Mazmur 43:5 “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi pada-Nya, pertolonganku dan Allahku!”

Mazmur 42 dan 43 ini merupakan nyanyian (mazmur) pengalaman yang Daud alami, ketika dia dikudeta oleh anaknya yang bernama Absalom, Kisahnya dicatat dalam II Samuel 15. Pada saat itu, rakyat Israel dan tentara telah membelot dan mengikut Absalom. Jumlah mereka lebih banyak dibandingkan dengan yang mengikuti Daud. II Samuel 15:30 Daud meninggalkan istana dengan kepala berselubung, dan berjalan tanpa kasut sambil menangis. Diiringi pengikutnya dengan cara yang sama. Daud mengalami tekanan yang begitu hebat terhadap dirinya.

CARA KEMENANGAN
Bagaimana caranya Daud yang sudah terpuruk, terusir dan tinggalkan, bisa alami kemenangan yang gilang gemilang? Caranya dengan Daud berkata-kata kepada dirinya dengan bermazmur, memuji dan bersyukur kepada Tuhan. Mazmur 43:5 “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi pada-Nya, pertolonganku dan Allahku!”. Jadi jelas Daud berbicara keada jiwanya dsendiri, ia membangkitkan jiwanya yang lemah.

ARGUMENTASI
Namun kebanyakkan orang percaya justru mengabaikan cara yang dilakukan oleh Daud dengan berbagai argumentasi. Contohnya “Pak pendeta, saya ini orangnya emosian! Kalau lagi jengkel, apa saja saya lempar atau hajar.” Atau “saya kan gak bisa nyanyi (fals).”

Apakah Saudara ingin terus hidup dengan cara seperti itu? Jangan sampai terjadi hal yang demikian. Jadi hendaknya kita berobah dan bangkit.

TERTEKAN
Dalam Mazmur 43:5 kata “tertekan” dalam bahasa Inggris kuno dipakai kata “cast down”. Untuk menjelaskan kata cast down, digambarkan: seperti domba yang jatuh terlentang dengan kedua kakinya di atas (terkapar). Banyak kejadian, domba yang terkapar seperti ini, yang akhirnya mati karena tidak ada yang menolong dia untuk membangunkan. Sebab domba tidak bisa menolong dirinya sendiri. Domba yang terkapar akan mengalami depresi dan tertekan, hingga ia mati. Banyak domba gembalaan Yesus (orang percaya), ketika jatuh terkapar karena masalah, ujian, pencobaan dan berbagai masalah lainnya, menjadi putus asa dan menyerah kalah.

ImagePERTOLONGAN ROH KUDUS
Jika hal tersebut terjadi, maka satu-satunya yang bisa memberikan pertolongan bagi jiwa yang patah dan tertekan adalah Roh Kudus. Caranya:
· Tirulah Daud (aku akan bersyukur lagi padaNya, kata Daud)· Ikutlah firman Allah yang diajarkan Rasul Paulus (Berkatalah kepada diri sendiri dalam mazamur, kidung pujian; nyanyian rohani (menyanyi dalam roh) dan singing and making melody in your heart to the Lord.

Jikalau ini kita lakukan ini, maka Kita akan alami penggenapan, Yohanes 4:14 “Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” ada suatu kepuasan didalam diri kita. Namun, iblis tidak senang bila setiap orang percaya mengalami kepuasan. Iblis akan berusaha menutup aliran air itu agar kita mengalami rasa kekurangan.

MUSUH INGIN TUTUP MATA AIR
Di dalam Kejadian 26:15 ada kisah menarik yang dapat menjadi pelajaran, dikisahkan tentang musuh-musuh Ishak yang menutup sumur-sumur yang telah digali Ishak. Sehingga Ishak tidak mendapatkan air segar yang memuaskan itu lagi. Tetapi Ishak menggali tanah yang ditimbunkan. Demikianlah Iblis, seringkali menimbun hati kita dengan roh sakit hati, kebencian, jengkel, kemarahan, dendam. jikalau di biarkan ini, maka Roh Kudus tidak akan terpancar dari dalam diri kita. Maka saat itu tidak adala lagi kesegaran, melainkan kita mudah menyerah dan putus asa.

Jadi, hendaklah kita dibabtis Roh Kudus dan dipenuhi terus menerus. Roh Kudus akan memampukan kita untuk taat. Sehingga ibadah yang kita lakukan bukan karena ritual biasa,tetapi ada kerinduan yang dalam untuk mengenal Tuhan.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s