Berbuah dalam kesengsaraan (Minggu, 13 Juli 2014 )

oleh : Pdt. Joseph Priyono T1M_0268_resize2

Kejadian 41:52

Dan kepada anaknya yang kedua diberinya nama Efraim, sebab katanya: “Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku.”

 

Hidup dalam dunia ini tidak dapat dilepaskan dari kesengsaraan. Sejak manusia lahir tanda kesengsaraan telah terlihat melalui tangisan bayi yang baru dilahirkan. Seiring pertumbuhannya, senang sedih, suka dan duka mewaranai hidup manusia. Jika kita menikmati kebahagiaan, itu karena sudah ada orang yang membayar kesengsaraan lebih dahulu.

 

Mengapa ada Kesengsaraan atau Penderitaan?

Allah tidak pernah merancangkan penderitaan ataupun kesengsaraan dalam hidup manusia, sebaliknya rancanganNya dalah damai sejahtera dan masa depan yang penuh pengharapan. Kesengsaraan terjadi karena:

  1. Ada pertanyaan-pertanyaan dalam hidup ini yang tidak pernah bisa kita jawab
  2. Ada hal-hal dalam hidup ini yang tidak pernah bisa kita jelaskan
  3. Ada hal-hal  dalam hidup ini yang tidak bisa kita kendalikan
  4. Ada hal-hal dalam hidup ini yang tidak bisa kita hentikan
  5. Ada hal-hal dalam hidup ini yang tidak bisa kita lampaui.

Keterbatasan dan ketidakmampuan kita menjawab semua pertanyaan dalam hidup ini akan menimbulkan kesenjangan  antara harapan dan kenyataan. Kesenjangan inilah yang kita sebut sebagai masalah. Contohnya: kita menghindari masalah tetapi masalah itu datang, kita berusaha hidup sehat tetapi yang kita alami sakit. Ingin untung yang terjadi malah rugi dan lain-lain. Tragedi-tragedi yang tidak pernah dipecahkan dalam hidup ini menimbulkan masalah dan kesengsaraan.

KESENGSARAAN YUSUF

Kesengsaraan Yusuf diawali saat ia dibenci oleh saudara-saudaranya, kemudian dimasukan dalam sumur, dijual kepada orang Mesir, jadi budak Potifar, difitnah, dipenjara dan dilupakan oleh orang yang pernah ditolongnya. Sekalipun banyak kesengsaraan yang dialami oleh Yusuf namun semua penderitaannya tidak membuat dia untuk tidak mengeluarkan buah kehidupan. Dengan jelas ia memberikan nama anaknya yang kedua Efraim yang berarti berbuah-buah atau berbuah penuh. Hal ini tentu memberikan pengertian kepada kita bahwa ditengah kesengsaraan yang datang bertubi-tubi dalam hidupnya, tidak membuat Yusuf tertekan atau mati sebaliknya justru membuat dia mengeluarkan buah kehidupan.

 

Rahasia Yusuf Berbuah di tengah Kesengsaraan.

  1. Mempercayai Penyertaaan Allah dalam hidupnya

Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya ( Kej 39:  2, 3, 21, 23 ). Apapun keadaannya, Yusuf percaya bahwa Tuhan tidak membiarkannya seorang diri, Tuhan menyertai dalam segala pekerjaannnya sehingga berhasil. Keyakinan akan pernyertaan Tuhan ditunjukan melalaui kehidupannya yang kudus dihadapan Tuhan. (Kejadian 39:8,9).

 

  1. Fokus kepada tujuan ALLAH, bukan ambisi PRIBADI

Sejak ia menerima visi dari Allah yang ditunjukan melalui mimpi, seluruh perhatian dan tujuan hidupnya ditujukan kepada penggenapan akan visi tersebut. Saudara, kita tidak dapat menghindari penderitaan, masalah dan kesengsaraan dalam hidup ini. Jika perhatian kita hanya ditujukan kepada kejadian atau peristiwa yang kita alami maka kita akan menderita. Perhatikanlah tujuan Allah dalam penderitaan atau masalah yang sedang kita alami. Yusuf melihat setiap peristiwa yang dialami adalah alat Tuhan untuk mendekatkan dirinya kepada mimpinya. Bukan saja Yusuf, Musa (Ibrani 11:24, 25), Tuhan Yesus (Yohanes 4:34) dan rasul Paulus (2Korintus 4:17) adalah orang-orang yang hidupnya berfokus kepada tujuan Allah.

 

  1. KEHIDUPAN dilahirkan melalui KEMATIAN

Yohanes 12:24 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”

Yusuf mengerti betul akan prinsip ini, bahwa kehidupan sejati lahir dari kematian daging. Saat daging mati maka roh akan hidup. Semua kesengsaraan adalah sarana mematikan kedagingan dan keduniawian agar kehidupan rohani bertumbuh dalam hidup kita.

Tidak ada mahkota tanpa penderitaan, tidak kemuliaan tanpa pengorbanan. Salib selalu mendahului mahkota dan piala tersedia bagi mereka yang berjuang dalam perlombaan.

 

  1. Semua Peristiwa dirangkai Allah untuk mendatangkan kebaikan.

Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Allah mengontrol setiap peristiwa yang kita alami, semua kejadian buruk atau baik yang kita alami dirangkai Allah untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Jika saja Yusuf tidak dijual oleh kakak-kakaknya ke Mesir apakah dia akan menjadi perdana menteri Firaun. Tentu tidak! Jadi kalau begitu, YUsuf dijual ke Mesir itu baik atau tidak? Berkat atau musibah? Saat kejadian buruk terjadi tentu kita menganggap musibah, karena yang kita alami penderitaan. Tetapi jika kita melihat kehidupan secara lengkap, utuh maka kita akan tahu bahwa semua peristiwa adalah “KEBAIKAN” yang digunakan Allah untuk menggenapi rencanNya. Haleluya!

 

  1. Menantikan Waktunya Tuhan

Tiga macam waktu dalam bahasa Yunani  :watch_clock_arm

  • AION

Yaitu waktu yang berlangsung lama sekali/tanpa batas. Matius 12:32, Efesus 1:21 – … dunia ini dan dunia yg akan datang. Kata dunia menggunakan aion, berapa lama dunia ini? Sangat lama, bahkan tidak terbatas karena tidak seorangpun tahu kapan dunia berakhir.

  • Chronos

Kronos adalah waktu yang biasa, yang selalu ada, menunjukan jangka waktu tertentu, entah itu waktu yang singkat (sekejap mata, Luk 4:5) Atau waktu yang lama (Luk 8:27; 20:9).

  • KAIROS

Kata kairos berbicara tentang periode tertentu. Kalau waktu itu sudah lewat, tidak akan kembali lagi. Oleh sebab itu waktu kairos berbicara tentang kesempatan dan momentum yang ada di waktu-waktu tertentu.

Roma 5:6  – “… waktu yang ditentukan oleh Allah.”

Galatia 6: 10 – Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, …

Artinya, kalau kesempatan tidak digunakan, maka waktu (kairos) akan hilang.

Yusuf menantikan kairosnya Tuhan, kesempatan-kesempatan yang Tuhan bukakan. Ia bersabar hingga 13 tahun sampai rencana Allah digenapi. Segala sesuatau ada waktunya dan semuanya indah pada waktuNYA. GBU.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s