Apabila Tuhan Berdiam Diri ( Minggu, 20 Juli 2014 )

Pdt. J.S. Minandar

Mazmur 28:1IMG-20140131-WA0005 - Copy

“Dari Daud. Kepada-Mu,ya Tuhan, gunung batuku,  aku berseru, janganlah berdiam diri terhadap aku, sebab, jika Engkau tetap membisu terhadap aku, aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam  liang kubur.

 

PENDAHULUAN

Pengikut Yesus yang benar dan setia, akan menyadari pentingnya beribadah. Bahkan ia membuat komitmen untuk hadir dijam-jam ibadah. Sebab sangat penting bagi pengikut Yesus untuk beribadah. Karena didalam ibadah tercipta persekutuan dengan saudara seiman, merasakan sukacita hadirat Tuhan dalam pujian dan penyembahan, bahkan menjadikan firman Tuhan  suatu kesukaan.

Seorang tokoh dalam Alkitab yang suka dengan beribadah adalah Daud. Daud adalah tipikal anak Tuhan yang menghargai/menjunjung tinggi Firman Tuhan. Bahkan saat orang berkata kepada Daud mari kerumah Tuhan, ia akan sangat bersukacita ( Mazmur 122:1). Daud adalah pribadi yang mencintai Tuhan dan menghargai suara Tuhan lewat firman.

DAUD HARGAI SUARA TUHAN

Mazmur 28:1a “Kepada-Mu ya Tuhan, gunung batuku, aku berseru, jangan berdiam diri terhadap aku…”

Tuhan berbicara bukan hanya melalui suara seperti berbicang-bicang. Tuhan dapat berbicara lewat hamba Tuhan, Nabi, mimpi, firman Tuhan bahkan orang lain.

CARA TUHAN BERBICARA

Tuhan bisa berbicara dengan lembut dan manis seperti tetesan madu. Tetapi, Tuhan juga dapat berbicara dengan:

  • Keras, Yeremia 23:29
  • Tajam, Ibrani 4:12
  • Badai, Mazmur 107:25 – 26

Jadi, Tuhan dapat menegur kita dengan cara lembut, namun jika tidak ada reaksi maka Tuhan akan menegur cukup keras, bahkan tajam seperti pisau oprasi. Seorang  dokter yang akan mengoprasi pasien yang sakit. Mengunakan piasu oprasi bukan bertujuan untuk membunuh pasien tersebut, tetapi untuk menyembuhkan sang pasien. Demikian teguran Tuhan kepada orang yang dikasihinya, terkadang seperti pisau oprasi yang melukai. Namun tujuannya untuk menyembuhkan orang tersebut.

Jika dengan cara demikian orang tersebut tidak juga mengalami perubahan, maka maka Tuhan akan berbicara lewat badai. Mungkin saja Tuhan sedang berbicara kepada kita dengan  firman, namun sering kali kita mengabaikannya. Akhirnya Tuhan gunakan badai hidup untuk menegur. 

KERINDUAN DAUDOLYMPUS DIGITAL CAMERA

Zaman sekarang sudah jarang menemukan orang kristen yang suka dengan firman yang tajam dan keras. Mereka lebih menyukai firman yang menyenangkan telinga, firman yang memiliki banyak humor. Tetapi lain halnya dengan Daud, sekeras dan setajam apa pun, Daud tidak pernah menolak firman Allah. Sebaliknya, Daud sangat merindukan dan mendambakan Tuhan berfirman/berbicara kepada dirinya. MENGAPA…? Mazmur 28:1b Sebab, jika Engkau tetap membisu terhadap aku, aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam liang kubur.” Dengan lain kata, bila Allah sampai membisu, tidak bicara atau tidak berfirman. Daud seolah-olah seperti orang yang sedang berjalan menuju liang kubur, atau sedang menuju KEMATIAN.                       

KESIMPULAN

Banyak orang percaya datang beribadah hanya sedekarnya saja. Namun jika ada anak Tuhan berprinsip seperti Daud. Maka dia akan sungguh-sungguh datang kepada Tuhan, Mazmur 19:8,9.

Manfaat Firman Tuhan :

  • Firman Tuhan bukanlah konsumsi telinga, tetapi jiwa. Tujuannya untu menguatkan.
  • Firman Tuhan dapat dibaca dan direnungkan kapanpu, karena firman membawa sukacita.
  • Dalam Firman Tuha terkandung banyak perintah, membuat mata bercahaya. Artinya, jika kita hidup dalam Firman, maka kita dapat melihat jauh kedepan.

Jadi, apa pun bentuk firman Allah, ada maksud atau tujuan yang baik.

 BILA TUHAN BUNGKAM

Sekarang kita mengerti, betapa pentingnya firman Tuhan dalam kehidupan orang percaya. Jika demikian apa akibatnya dan apa yang akan terjadi bila Allah bungkam dan tidak berbicara?Beberapa contoh dalam Alkitab membuat Tuhan berdiam diri.

SAUL (I Samuel 28:4-6)

Dimungkinkan Tuhan menasehati Saul berulang-ulang kali, tetapi Saul tidak mengikuti firman Tuhan. Suatu ketika Saul dan orang Israel akan menghadapi peperangan melawan orang Filistin. Dalam hati Saul ada ketakutan yang besar kerena musuh semakin mendekat. Pada saat itulah Saul berseru kepada Tuhan dan tidak ada jawaban dari tuhan karena Tuhan bungkam. Dengan cara apapun Allah tidak berbicara, baik lewat :

  •  Mimpi
  • Suara Nabi (Hamba Tuhan)
  • Urim dan Tumim

Karena itu Saul mencari pertolongan kepada dukun (paranormal) I Samuel 28:7 “Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya: “Carilah bagiku seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah; maka aku hendak pergi kepadanya dan meminta petunjuk kepadanya.” Para pegawainya menjawab dia: “Di En-Dor ada seorang perempuan yang sanggup memanggil arwah.” Dan  yang paling tragis di I Samuel 31, Saul memilih bunuh diri.

YUDAS ISKARIOT  (Yohanes 13:30)

Seperti Allah bungkam kepada Saul, Allah juga bungkam kepada Yudas, sehingga Yudas memilih bunuh diri. Berulang-ulang, Yesus bersuara kepada Yudas, dari cara lembut sampai keras. Tetapi Yudas, menganggap remeh firman Tuhan, dan yang paling fatal, dalam ibadah perjamuan terakhir dengan Yesus, Yohanes 13:30

Yudas tinggalkan ibadah (menolak firman Allah). Akhirnya Yudas mengkhianati Yesus. Setelah Yudas menyesali perbuatannya mungkin Yudas ingin dengar Yesus bicara/berfirman. Tetapi Yesus bungkam, dan Yudas bunuh diri.

ANAK ALLAH DAN ANAK GAMPANGAN

Teguran dan didikan Tuhan membuktikan kasihnya kepada kita. Ketika kita percaya kepada Yesus, maka ia menjadikan kita anakNya. Yohanes 1:12 Setiap orang yang menerima Yesus, diberi kuasa/hak menjadi “anak-anak Allah”. Ibrani 12:9,10 Sebagai anak-anak Bapa Sorgawi, kita dapat ganjaran.

BENTUK GANJARAN

Ganjaran dari Bapa Sorgawi dapat berupa :

  • Pukulan
  • N a s e h a t
  • Teguran Keras.

Ibrani 12:7 Bila kita sebagai jemaat, tetapi kita tidak pernah dapat teguran dari Firman Tuhan. Berarti status kita, bukan anak Bapa di sorga, tapi “anak gampangan” (anak liar yang akan binasa). Inilah yang menjadi motivasi mengapa Daud memohon dalam Mazmur 28:1

”Janganlah berdiam diri terhadap aku, sebab, jika Engkau tetap membisu terhadap aku, aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam liang kubur.”

Daud tidak mau menjadi GAMPANGAN yang dibinasakan, tetapi Daud ingin diakui sebagai “ANAK-ANAK ALLAH” yang diselamatkan.

Jadi, mari kita koreksi diri. Apakah Tuhan tidak lagi berbicara dalam hidup kita? Jangan biarkan hal ini terjadi, tetapi hendaknya minta kepada Tuhan untuk Dia berbicara. Sekeras apapun tergerun tersebut, percayalah itu adalah bukti kasih Tuhan kepada kita.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s