Apabila Tuhan Berdiam Diri – Bagian II – (Minggu, 03 Agustus 2014)

J.S. Minandar 

 

IMG-20140131-WA0005 - Copy

Mazmur 28:1-5

PENDAHULUAN

Minggu yang lalu, telah dibahas tentang pentingnya memberi waktu untuk mendengar suara Tuhan, membuka telinga untuk memperhatikan firman Tuhan, menyimpan firman Tuhan, bahkan melakukan firman Tuhan. Karena firman Tuhan begitu penting dalam kehidupan orang percaya, firman Tuhan menjadi pelita yang menuntun serta mengajarkan tentang yang baik dan berkenan kepada Allah. Tetapi jikalau kita memiliki sikap acuh dan tidak peduli Firman Tuhan, maka akan berakibat besar  buat diri kita sendiri bahkan dapat membuat Tuhan akan berdiam diri.

Penulis Mazmur 28:1, yaitu Raja Daud takut jika Tuhan berdiam diri kepadanya, karena jika Tuhan berdiam, ia merasakan seolah-olah dirinya seperti orang yang berjalan ke liang kubur yang menuju kematian bahkan masuk ke dalam neraka. Daud pun menuliskan di Mazmur 28:3, jika Tuhan berdiam diri dia akan menjadi orang yang mudah terseret kepada perbuatan orang fasik. Terjemahan lain menuliskan “Pemazmur akan melakukan kejahatan sama seperti yang dilakukan oleh orang fasik”. Fasik artinya tidak mengenal hukum. Jadi, jika Tuhan berdiam diri kepada diri kita dan tidak berbicara dengan cara apapun, lama kelamaan kehidupan kita akan hancur. Kerena tidak ada lagi yang mengajar didalam hati kita, sampai pada akhirnya kebinasaan kekal/nereka menjadi tujuan akhir.

PERBUATAN ORANG FASIK

Apa perbuatan orang fasik/orang yang tidak peduli firman Allah? Perhatikan Mazmur 36:2a “Dosa bertutur di lubuk hati orang fasik…” Bila Tuhan tidak lagi diberi kesempatan untuk berbicara di hati serta menuntun kehidupan kita, maka Tuhan akan membisu (berdiam diri). Saat Tuhan membisu, yang berbicara di hati tentulah “Dosa atau Iblis”. Jika dosa atau iblis telah mengusai dan berbicara didalam diri seseorang akibatnya “rasa takut akan Allah tidak  ada pada orang itu…” (Mazmur 36:2b).

Mungkin pada mulanya seseorang acuh terhadap firman Tuhan, lama-lama akan dikeraskan sama sekali, sehingga rasa takut akan Allah akan hilang dalam dirinya. Akibatnya kepekaan diri akan dosa telah hilang, Efesus 4:19 “Hati mereka telah tumpul…”. Jangan sampai hal yang demikian terjadi atas kehidupan para pengikut Yesus. Sebuah contoh dalam alkitab yaitu: Yudas Iskariot, Matius 26:47-50.Yudas adalah murid dari Tuhan Yesus. Beberapa kali Yesus menegur Yudas, namun ia tidak mempedulikannya. Hingga pada akhirnya Yudas menjual Yesus. Dengan tidak ada rasa malu, segan dan takut kepada Yesus. Yudas berjalan di depan, sebagai pemimpin untuk menangkap dan menyalibkan Yesus. Saat itu tidak ada penerangan seperti zaman sekarang, tetapi Yudas tahu membedakan yang mana Yesus karena Ia selalu bersama Yesus, jadi mengerti dimana tempat Yesus selalu datang dan seperti apa rupa Yesus.

Sebaliknya dengan Daud, I Samuel 24:5-7. Ketika Daud dikejar untuk dibunuh oleh Saul, Daud berlari dan bersembunyi di gua. Beberapa saat kemudian Saul pun masuk kedalam gua yang sama, untuk membuang hajat. Ketika para pengikut Daud, mengetahui hal itu, maka mereka memberi saran agar Daud bunuh Saul. Tetapi Daud menolak, ia hanya memotong ujung jubah Saul. Apakah yang Daud rasakan? Ayat 6  “Hati Daud berdebar, sebab Daud telah memotong jubah Saul.” Seseorang yang rindu untuk selalu dekat dengan Tuhan serta takut akan Tuhan, ia tidak akan berani melawan orang yang diurapi Tuhan.

Orang Fasik

Mazmur 36:3 “Sebab ia membujuk dirinya, sampai orang mendapati kesalahannya dan membencinya.”   

Mengapa dalam diri orang fasik, tak ada rasa takut akan Allah? Ayat 3 berkata: “Sebab ia membujuk dirinya…” Siapa yang dimaksud “ia” di ayat yang ke tiga? Perhatikan mazmur 36:3 yaitu “Dosa!” Perkataan dari mulutnya ialah kejahatan dan tipu daya, ia berhenti berlaku bijaksanadan berbuat baik.”

Jadi bila Tuhan membisu (diam diri) dalam diri kita, yang keluar dari mulut buak lagi berkat melainkan:

  1. Kejahatan dan tipu daya
  2. Tidak ada sifat bijaksana
  1. Tidak ada yang baik
  2. Tidak punya waktu istirahat dari berbuat jahat Dengan sadar, ia tempatkan dirinya pada posisi yg jahat (Mazmur 36:5)
  3. Tidak menolak yang jahat

ROH ANTIKRISTUS

Sifat-sifat yang demikian menggambarkan roh antikris, I Yohanes 2:18 “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.”

Dituliskan seorang antikristus akan datang. Antikristus: ‘seorang manusia’ dan sampai kini: tokoh/pribadi antikristus belum muncul. Tetapi firman Allah berkata, yang sudah kita lihat sekarang adalah “Sekarang telah bangkit banyak antikristus…” Maksud Yohanes: “telah bangkit banyak antikristus” adalah Manusia yang hidupnya dikuasai oleh roh antikristus.  Cara hidup dan perbuatannya jahat, kejam dan bengis terhadap pengikut Yesus (anak-anak Tuhan).

Jikalau kita perhatikan diberita-berita saat ini, ada sebuah komunitas yang menyebut nama mereka “BOKO HARAM” (Kaum Militan Radikal di Nigeria). Mereka telah menyebabkan malapetaka di negara terpadat Afrika ini, melalui gelombang pemboman, pembunuhan dan penculikan pengikut Yesus dari anak-anak sampai pejabat tinggi. Kelompok yang kedua adalah ISIS (Islamic Social Iraq and Syria) mereka adalah kelompok radikal yang berjuang mendirikan Negara Islam radikal di Iraq & Syria, dengan tiga prinsip:

  1. Setiap orang Kristen tinggalkan Yesus
  2. Wajib bayar pajak
  3. Jika tidak lakukan hal yang demikian maka mereka akan dibunuh

 Pengikut Yesus di kota Mosul – Iraq, mengungsi ke wilayah lain dan pengikut Yesus yang bertahan hanya tersisa 35.000 orang. Bagi pengikut Yesus  yang membuka hati dan telinga bagi suara Tuhan, akan kuat dan bertahan dalam iman. Bahkan mereka rela mati (serahkan nyawa bagi Yesus). Tetapi orang-orang yang hatinya tertutup bagi suara Tuhan, akan tinggalkan iman kepada Yesus.  Dan menjadi pendukung gerakan ini, dan turut menganiaya pengikut Yesus.  I Yohanes 2:19 “Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.”

OKNUM ANTIKRISTUS

Oknum antikristus, adalah seorang pribadi yang akan menguasai dunia di akhir zaman, Orang tersebut. bukan berasal dari mereka, tapi dari dalam Gereja, yaitu orang yang gugur dari iman, akhirnya jadi pelawan Kristus, Wahyu 8:10,11.

Sebagai pengikut Krsitus, tantangan yang kita hadapi tidaklah mudah. Semakin hari semakin bertambah. Dapat dibayangkan jika hidup kita tidak lagi ada kepekaan terhadap suara Tuhan. Tentu kejahatan dan kebinasaan menjadi bagian kita. Sekarang, hendaklah masing-masing menguji diri apakah kita tetap didalam Yesus, jika tidak maka kita tidak akan tahan uji. Tetaplah setia, sungguh tidak lama lagi Tuhan Yesus datanglah.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s