APABILA TUHAN BERDIAM DIRI III (Hukuman Bagi Orang Fasik) – Pdt. JS. Minandar (Minggu, 7 September 2014)

PENDAHULUAN
Kita sudah bahas ayat ini dalam dua pertemuan ibadah. Untuk menyegarkan ingatan kita marilah kita melihat kembali bahasan sebelumnya.

Bahasan Pertama:
Maz 28 : 1
Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, gunung batuku, aku berseru, janganlah berdiam diri terhadap aku, sebab, jika Engkau tetap membisu terhadap aku, aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam liang kubur.

Daud meminta agar Tuhan jangan berdiam diri, membisu atau bungkam, sebab jikalau Tuhan berdiam diri atau bungkam, maka Daud akan seperti orang yang turun ke dalam liang kubur. Daud akan menjadi orang yang masuk dalam kebinasaan yaitu api neraka.

Cara Tuhan berbicara :
· Saat dengar firman Tuhan saat ibadah.
Firman Tuhan yang kita dengar dalam ibadah, itu bukan perkataan manusia, itu bukan seminar atau pelatihan/penyuluhan, tetapi Allah sendiri yang berbicara melalui hambaNya. Allah memakai hamba-hambaNya untuk menyampaikan isi hatiNya. Oleh sebab itu saya minta agar jemaat menghargai firman Allah dalam setiap ibadah. Tidak menghargai firmanNya berarti kita tidak menghargai Tuhan.
· Firman Tuhan yang bersuara dari ingatan kita.
Firman Tuhan yang kita dengar sejak kecil hingga saat ini, dapat Allah bangkitkan dalam diri kita sebagai bentuk suara Tuhan bagi kita. Jika hal itu terjadi jangan keraskan hati, dengarkan suaraNya dan taatilah.
· Firman Tuhan yang bersuara dari dalam batin (hati nurani) kita atau Rhema.

Bagaimanapun bentuk suara Tuhan, entah itu melalui khotbah hamba Tuhan, atau melalui ingatan kita ataupun melalui hati nurani, jangan pernah mengeraskan hati, sebab jika kita tetap mengeraskan hati, tidak peduli dengan firman Tuhan, maka satu kali waktu Tuhan akan bungkam, tidak berbicara kepada kita. Contohnya adalah Saul. Kekerasan hatinya terhadap suara Tuhan membuat dia ditolak oleh Tuhan.

Bahasan Kedua:
Mazmur 28 : 3
Janganlah menyeret aku bersama-sama dengan orang fasik ataupun dengan orang yang melakukan kejahatan, yang ramah dengan teman-temannya, tetapi yang hatinya penuh kejahatan.

Kalau Tuhan berdiam diri, Daud mudah terseret bersama kejahatan orang fasik. Kejahatan yang akan berbicara kepadanya, bukan Tuhan. Hal ini akan terjadi di akhir zaman menjelang kedatangan Tuhan Yesus. Mari kita perhatikan I Yohanes 2:18,19. Dalam ayat ini ada dua hal yang penting yaitu:
· Tokoh antikristus; yang sekarang belum muncul
· Pengikut antikristus
Siapakah pengikut antikrsitus? Yaitu pengikut Yesus yang terseret! Mengapa mereka terseret sehingga menjadi pengikut antikristus? Mereka terseret karena tidak sungguh-sungguh atau acuh, tidak peduli firman Allah.

Bahasan Ketiga:
‘HUKUMAN BAGI ORANG FASIK’
Mazmur 28:4
Ganjarilah mereka menurut perbuatan mereka dan menurut kelakuan mereka yang jahat; ganjarilah mereka setimpal dengan perbuatan tangan mereka, balaslah kepada mereka apa yang mereka lakukan.

Daud berdoa agar orang-orang fasik yang tidak mengindahkan firman Allah, yang masa bodoh dan tidak peduli dengan firman Allah agar diberi hukungan yang setimpal dengan perbuatannya? Mengapa…? Lihat ayat 5.

PEKERJAAN DAN PERBUATAN TANGAN TUHAN
Mazmur 28:5
“Karena mereka tidak mengindahkan pekerjaan Tuhan dan perbuatan tangan-Nya; Ia (Tuhan) akan menjatuhkan mereka dan tidak membangunkan mereka lagi.”

Ketika Tuhan berbicara lewat…
· Khotbah
· Firman yang kita ingat
· Firman yang bersuara dari dalam batin (hati nurani)
Jangan lawan karena itu adalah: Pekerjaan Tuhan/Perbuatan Tangan Tuhan! Ingatlah saat Allah menciptakan alam semesta ini, Allah bekerja melalui firmanNya maka semua jadi. Inilah bukti bahwa firman Allah adalah pekerjaan Tuhan atau perbuatan Tuhan. Mengabaikan firmanNya berarti mengabaikan perbuatan tangan Tuhan.

GANJARAN TIDAK TIBA-TIBA
Barangkali ada orang yang berkata: saya tidak ke gereja, tidak melakukan firman Tuhan, toh tetap baik-baik saja, usaha lancar, keluarga sehat, karir makin meningkat. Hati-hati! Jangan permainkan kasih dan Kesabaran Tuhan. Satu saat, orang tersebut akan menelan akibatnya. Sadarilah bahwa ganjaran Tuhan kadang tidak datang seketika, Tuhan bekerja menurut waktu yang telah ditetapkanNya. Salah satu contoh yang jelas adalah Yudas Iskariot.

YUDAS ISKARIOT
Selama 3,5 tahun Yesus berfirman dan mengajar Yudas dengan sabar, sampai hari terakhir. Dengan berbagai cara Tuhan Yesus menasehati Yudas, mulai dari cara yang lembut sampai keras, dari yang senyap sampai terang-terangan, tetapi Yudas bersikap masa bodoh akan firman Allah.

PERJAMUAN TERAKHIR
Saat Tuhan Yesus mengadakan perjamuan terkahir bersama dengan murid-muridNya, Tuhan Yesus gunakan kesempatan itu untuk berfirman kepada Yudas untuk mengingatkan Yudas tetapi Yudas tetap mengeraskan hatinya.

Matius 26:17-25.
Ayat 21
Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku”.

Tuhan Yesus berfirman (menegur) Yudas dengan cara yang lembut. Tidak mungkin Yudas berdalih bahwa dia tidak mengerti. Mengapa…?
Matius 26:14-16
Yudas sudah bertransaksi dengan para imam kepala, sepakat menyerahkan Yesus untuk imbalan 30 keping perak. Seharusnya saat itu Yudas maju dan meminta ampun kepada Tuhan karena sudah menjual Yesus dengan 30 keping perak, tetapi ia tetap mengeraskan hati.

Yohanes 13:21-30
Setelah dengan cara yang lembut Yudas tidak mau bertobat sekarang Tuhan Yesus menegur Yudas lebih keras dan terbuka. Tetapi kenyataan ia tetap mengeraskan hatinya.

Ayat 26
“Orang yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.”

Ayat 27a
“Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis.”
Orang yang terus acuh dan keras hati terhadap suara Tuhan, hidup orang tersebut dikuasai dan dirasuk oleh Iblis. Mazmur 36:2,3 tidak lagi Tuhan yang berbicara melainkan dosa yang berbicara, mengendalikan dan mengarahkan langkah dan tindakannya.

Akhirnya…
Ayat 27b
Tanpa basa-basi Yesus berkata dengan keras kepada Yudas:
“Yudas Apa yang hendak kamu lakukan, lakukanlah sekarang!”
Ayat ini adalah teguran terakhir dan keras dari Yesus, agar Yudas bertobat dan diselamatkan. Dan keputusan Yudas adalah “Menolak firman Allah dan Memilih kebinasaan!” Jadi Yudas binasa bukan karena Tuhan tidak mampu mengendalikan Yudas, tetapi karena pilihannya sendiri, jalan kebinasaan.

Pesan Yesus
Matius 26:24
“Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.”

Bagi Tuhan adalah lebih baik kita tidak lahir daripada kita lahir namun mengeraskan hati terhadap firmanNya seperti Yudas Iskariot. Karena itu sebelum terlambat, jangan keraskan hati taatilah firman Tuhan dan jadilah pelaku firmanNya. Tuhan memberkati._

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s