TUHAN MENEDUHKAN BADAI – Khotbah IR 1,  oleh Pdt. Victor Sumlang (Minggu, 14 Sep 2014)

Markus 4:35-4125385_105998062762307_6049001_n

Cerita tentang Tuhan Yesus meredakan badai, merupakan kisah yang biasa kita dengar. Beberapa diantara kita mungkin sudah menghafal betul cerita ini sejak ada di kelas Sekolah Minggu. Kisah ini mungkin nampak seperti biasa, namun didalamnya menyimpan kebenaran rohani yang dalam. Oleh sebab itu marilah kita mempelajari pesan firman Allah melalui peristiwa badai diredakan.

Tujuh pesan dari peristiwa Tuhan meneduhkan badai.

  1. Siap Menghadapi Segala Musim

Murid-murid tentunya mengharapkan bahwa perjalanan ke seberang danau bersama Tuhan Yesus adalah perjalanan yang menyenangkan seumur hidup mereka. Tak pernah terbesit dalam benak mereka bahwa perjalanan ini akan menghadapi kesulitan karena Yesus yang mengajak mereka ke seberang. Namun tanpa pernah mereka duga sebelumnya, di tengah danau perahu mereka menghadapai badai yang mengamuk.

Musim apa yang sedang engkau hadapi? Lautan teduh atau badai? Apapun musim yang terjadi sebagai anak Tuhan kita harus siap menghadapi. Musim hidup akan berubah, namun percayalah Tuhan tidak pernah berubah.

  1. Pastikan Kita Ada di Wilayah Khusus

Yohanes 3:16 adalah pernyataan kasih Allah kepada dunia ini. Ini adalah kasih umum. Tuhan memberikan kasihNya kepada semua manusia, seperti Ia memberikan udara, hujan, panas, matahari kepada dunia ini. Kasih yang umum akan lenyap tetapi kasih yang khusus dalam Yesus Kristus adalah kekal (2Pet. 3:10).

Murid-murid tidak tahu, perahu mereka akan menghadapi badai, namun ketika badai datang mereka selamat karena ada di wilayah khusus yaitu penyertaan Allah. Pastikanlah sebagai anak Tuhan kita berada di wilayah khusus. Apapun boleh terjadi tetapi yang pasti Tuhan menyertai kita sebab Dia “Immanuel” Mat 1:23.

  1. Fakta bahwa Tuhan Maha Besar

Sebesar apapun badai yang terjadi semua tunduk dalam kuasaNya. Badai dan danau taat kepadaNya, ini bukti bahwa Tuhan maha besar. Ia lebih besar dari segala sesuatu.

1 Yoh 4:4  Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.

Neh 8:6,7 Ezra membuka kitab itu di depan mata seluruh umat, karena ia berdiri lebih tinggi dari semua orang itu. Pada waktu ia membuka kitab itu semua orang bangkit berdiri.  Lalu Ezra memuji TUHAN, Allah yang maha besar, dan semua orang menyambut dengan: “Amin, amin!”, sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada TUHAN dengan muka sampai ke tanah. (Maz 96: 4; 99:2; Yes 40:15)

  1. Pertolongan Hanya dalan Tuhan Yesus

Sekalipun murid-murid Yesus adalah orang-orang yang mahir dan handal dalam persoalan nelayan, ternyata mereka tidak mampu mengatasi badai. Segala kepandaian, kekuatan dan pengalaman yang mereka miliki tidak mampu menenangkan badai. Hanya Tuhan Yesus yang sanggup menenangkan badai. Pertolongan kita bukan datang dari manusia tetapi dari Tuhan yang Maha Kuasa.  (Maz 121:1,2)

  1. Berseru Kepada Tuhan

Saat badai datang murid-murid membangunkan Yesus yang tertidur di buritan. Ini berbicara tentang doa.  Apapun yang kita alami berserulah kepada Tuhan maka Ia akan menjawab kita. Jangan tinggalkan doa. Doa kita akan menggerakan Tuhan. Ingatlah bahwa satu hal yang  Tuhan tidak dapat lakukan adalah “Berdiam diri saat kita berdoa”. (Yer 33:3)

  1. Pengikut Yesus ada di Wilayah Lebih

Siapapun tidak senang menghadapi badai, namun Yesus justru tertidur di tengah badai. Inilah kondisi anak Tuhan. Anak Tuhan akan berada dalam kondisi yang lebih yaitu tenang di tengah badai.  (Ams 31:29; Yoh 21:15; Hak 5:24,25)

  1. Yesus Ahli Pembuat Perubahan

Mar 4:39  Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

Badai yang dahsyat oleh kuasa Yesus berubah menjadi teduh sekali. Apa yang sedang Anda alami? Badai yang sedang  menerpa, persoalan yang berat, sakit yang parah? Datanglah kepada Yesus, Dia sanggup mengubah keadaan yang kita alami. (Luk 8:24; Mat 8:26; Neh 13:2) GBU_

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s