KERAGU-RAGUAN – Pdt. JS. Minandar (Minggu, 21 September 2014)

LUKAS 24:36-39

PENDAHULUAN

Firman Tuhan yang kita baca pada saat ini adalah bagian dari cerita tentang Tuhan Yesus menampakkan diri kepada murid-muridNya. Namun kita tidak akan membahas peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus, tetapi tentang keraguan murid-murid seperti yang tertulis dalam ayat 38: Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?

Saat murid-murid sedang berkumpul di suatu tempat, tiba-tiba Yesus datang menjumpai mereka. Kehadiran Yesus membuat  murid-murid ragu apakah mereka benar-benar melihat Yesus atau melihat hantu.

Setiap orang pernah punya perasaan ragu. Seorang karyawan bisa ragu apakah dia mampu menyelesaikan tugas dengan baik atau gagal. Seorang pelajar juga bisa ragu apakan dia bisa lulus sekolah atau tidak. Seorang dokter yang mengobabati pasien juga bisa ragu, apakah pasiennya akan sembuh atau tidak. Bukan saja hal-hal yang bersifat jasmani seseorang bisa ragu, dalam perkara rohanipun seseorang bisa menjadi ragu. Mungkin kita pernah ragu akan Firman Allah;  kita juga ragu akan kuasa Tuhan Yesus;  ragu apakah sorga dan neraka ada, dan banyak hal lain lagi.

Kita harus berhati-hati dengan perasaan ragu atau keraguan. Mengapa…? Dosa keraguan atau meragukan Tuhan atau Firman Tuhan adalah dosa yang serius. Kita sering waspada terhadap dosa: zinah; mencuri; dusta; korupsi dan dosa-dosa lainnya. Semuanya itu kita anggap dosa besar sehingga kita berusaha untuk menghindarinya. Tetapi keraguan kita abaikan. Ketahuilah bahwa Iblis berusaha menyerang dan membinasakan kita dengan keraguan. Hati-hatilah sebab keraguan adalah jalan masuk kepada murtadan. Dengan kata lain, keraguan adalah dosa yang berbahaya.

PENYEBAB KERAGUAN

1. Tidak Mengerti Firman Allah

Jika kita membaca Lukas 24:13-35 setelah peristiwa penyaliban Tuhan Yesus di atas kayu salib, Kleopas dan isterinya tinggalkan Yerusalem dan kembali ke Emaus. Mereka tinggalkan Yerusalem (persekutuan) karena mereka meragukan Yesus.  Perhatikanlah keraguan Kleopas dan istri dalam Lukas 24:21 “Padahal kami dahulu mengharapkan bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Kleopas menaruh harapan besar kepada Yesus untuk menjadi pembebas bangsa Israel. Namun harapannya pupus saat Yesus di salib, kemudian mati dan dikuburkan, bahkan mayatnya hilang dicuri orang. Kenyataan ini membuat Kleopas dan istrinya kecewa sehingga meninggalkan Yerusalem.

Rupa-rupanya Kleopas dan istrinya tidak mengerti firman Allah, bahwa Mesias akan mati disalib, dikubur dan dibangkitkan pada hari ketiga. Selain itu kehadiran Yesus di muka bumi ini tidak untuk mendirikan negara/kerajaan Israel secara jasmani melainkan secara rohani. Itu terjadi karena tidak mengerti akan firman Allah inilah yang membuat Kleopas kecewa dan meninggalkan persekutuan. Sebab itu marilah kita belajar firman Allah agar tidak mudah diperdayai iblis sehingga meragukan Tuhan dan firmanNya.

2.Meragukan Kuasa Yesus, Yohanes 11:1-44

Kembali kita perhatikan kisah Keluarga Betania yaitu Maria, Marta dan Lazarus. Saat itu Lazarus saudara Maria dan Marta sedang sakit dan hampir mati. Mendengar kabar itu Yesus sengaja tinggal 2 hari lagi ditempat dimana Ia berada. Setelah lewat 4 hari dari kematian Lazarus, Yesus dan murid-muridNya datang mengunjungi Maria dan Marta. Apakah yang terjadi saat Yesus sampai di rumah mereka?

Ayat 21,        Penyesalan Marta karena Yesus datang terlambat.

Ayat 22         Keyakinan Marta, Yesus berkuasa untuk membangkitkan orang yang mati

Namun sayang perkataan iman Marta yang demikian hebat ini, ternyata hanya dibibir saja. Jauh didalam hati, Marta meragukan akan kuasa Yesus. Hal ini dibuktikan pada ayat Ayat 23-24: Marta ragu, apakah Yesus bisa membangkitkan Lazarus sekarang? Puncak keraguannya ada pada ayat 39.

Ayat 39: Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.”

Marta sangat ragu akan kuasa Yesus. Dia meragukan kuasa Tuhan Yesus karena Lazarus telah membusuk. Dipikir Tuhan tidak bisa! Itulah sebabnya ia mencegah orang untuk menggulingkan batu kubur Lazarus. Keterlambatan kehadiran Tuhan membuat Marta ragu akan kuasa Tuhan Yesus. Tuhan Yesus tidak pernah terlambat dalam kemaha-tahuanNya. Ia tahu saat yang tepat untuk menolong kita. PertolonganNya selalu datang tepat pada waktunya.

  1. Penderitaan

Yohanes Pembaptis adalah seorang tokoh yang hebat:

  • Sudah dinubuatkan 600 tahun sebelum lahir.
  • Lahirkan dengan mujizat.
  • Sebagai perintis bagi
  • Lukas 7:28 Yesus menyebutnya sebagai hamba Allah yang besar!

Tetapi kalau kita membaca Matius 11:2,3 Ketika Yohanes alami penderitaan (dipenjara), muncul perasaan ragu dalam hatinya:  “Apakah Yesus adalah Mesias (penyelamat), atau apakah ia harus menunggu yang lain?

Saat semuanya berjalan lancar, keuangan baik, kita mungkin mudah mempercayai Yesus, tetapi dalam penderitaan, kesulitan dan ujian kita dapat meragukan Allah dan FirmanNya. Berhati-hatilah jangan sampai penderitaan membuat kita ragu akan Tuhan.

  1. Iblis, Kejadian 3

Penyebab ke-empat dari keraguan adalah Iblis. Jika kita membaca Kejadian 3, kita akan mengetahui tentang kejatuhan manusia dalam dosa. Kegagalan Hawa mentaati firmanNya dimulai dari keraguannya kepada Firman Allah. Saat Iblis berhasil membuat Hawa meragukan Allah dan firman Allah, saat itulah Hawa memakan buah pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Akibatnya mereka jatuh dalam dosa.

Bukan hanya Hawa, bahkan Yesus sendiripun dicobai iblis untuk meragukan firman Allah. (Lukas 4:9-11 ) Empat kali Iblis berkata: “…Kalau Engkau Anak Allah…” Tetapi dengan firman Allah juga Tuhan Yesus mengalahkan iblis.

Cara kerja Iblis menghancurkan iman, pengharapan dan kasih kita kepada Tuhan dengan cara membuat kita ragu  kepada Tuhan. Apabila kita tidak bisa kalahkan keraguan, maka keraguan itu menimbulkan Pencobaan. Pencobaan akan membawa kepada dosa dan upah dosa adalah maut.

Lihat gambar.

 keraguan-pencobaan-dosa-maut

Marilah kita perhatikan contoh keraguan dalam keluarga Abraham.

Kejadian 15

Allah berjanji kepada Abraham, ia akan mendapat seorang anak perjanjian yang akan mewarisi janji Abraham.  Tetapi…

Kejadian 16

Sarah meragukan Allah. Ia memberikan Hagar kepada Abraham. Akibat dari perbuatannya itu, datanglah pencobaan yang menyakiti semua pihak.

  • Hagar menyakiti Sarai
  • Ismail menganiaya Ishak
  • Sarah menjengkelkan Abraham (karena mengusir Ismail)

 CARA MENGALAHKAN KERAGUAN

Apabila muncul perasaan ragu dalam hati kita, apa yang harus kita lakukan?

a. Akui di hadapan Tuhan.

Keraguan adalah hal yang wajar, semua orang bisa mengalamainya, oleh karena jangan menghidarinya atau pura-pura. Akuliah dihadpan Tuhan dan mintalah pertolonganNya agar kita tidak ragu-ragu.

b. Lawan keraguan dengan iman

Keraguan adalah musuh dari iman. Orang yang ragu-ragu ia akan kehilangan iman. Karena itu lawanlah keraguan dengan iman yang teguh, maka ia akan lari dari kita.

c.Percaya firman Allah

Perteguhlah keyakian anda kepada firmanNya yang ya dan amin saat keraguan datang. Ikutilah telah Tuhan Yesus yang melawan iblis dengan firmanNya saat ia datang untuk meragukanNya.

d.Ucapkan kata-kata iman!

Firman yang kita baca, dengar dan pelajari, katakanlah saat iblis menyerang. Dengan memperkatakan firman dan perkataan iman kita dapat mengalahkan iblis.

Dengan ragu akan firman Allah, maka akan membawa akibat yang fatal, sebab orang yang ragu-ragu ia:

  • Percaya diri sendiri
  • Percaya ucapan Iblis
  • Memilih kebinasaan dari pada keselamatan.

 e.Usirlah Iblis dari pikiran, perasaan, angan-angan dan mulailah memuji Tuhan.

Adakah keraguan dalam hati Saudara? Jangan ijinkan iblis menghacurkan iman kita dengan keraguan. Lawanlah dengan iman yang teguh dan firmanNya. Percayalah bahwa Tuhan yang berjanji adalah setia, Ia tidak pernah berubah dulu, sekarang dan selamanya. Amin.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s