Keselamatan dan kemuliaan – Pdt. JS. Minandar (Minggu, 5 Oktober 2014)

Matius 20:20-28 IMG-20140131-WA0005 - Copy

 

PENDAHULUAN

Judul firman Allah pada saat ini adalah “Keselamatan dan Kemuliaan”. Berkenaan dengan perjamuan suci yang kita adakan setiap awal bulan, saya berharap jemaat semakin memahami arti keselamatan dan tahu cara untuk memperoleh kemuliaan. Untuk itu marikah kita buka Injil Matius 20:20-28.

Ayat 20

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.

Datang kepada Yesus,  isteri Zebedeus yaitu ibu dari Yohanes dan Yakobus. Ia datang dengan sungguh-sunguh hingga sujud di hadapan Yesus.

 Ayat  21a  

Kata Yesus: “Apa yang kau kehendaki?”

Ketika istri Zebedeus datang kepada Tuhan Yesus, Ia menyambut dengan lembut dan ramah sambil berkata: “Apa yang kau kehendaki?”

Inilah karakter Tuhan Yesus.  Ia selalu membuka diri bagi semua orang yang datang dan membutuhkan Dia. Dalam Matius 11:28 Tuhan Yesus berkata: Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Tuhan Yesus mengundang semua orang yang memiliki beban, apakah itu persoalan, penderitaan, sakit penyakit? Datanglah kepadaNya maka Ia akan memberi kelegaan. Gunakan kesempatan yang baik untuk mencari Tuhan, sebab akan datang masanya kita tidak dapat mencari Tuhan.

Yesaya 55:6

“Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui.” Ini berarti ada saatnya orang mencari Tuhan, tapi kesempatan sudah tidak ada lagi. Oleh sebab itu, selagi masih ada kesempatan, Tuhan berkenan ditemui, carilah DIA dengan segenap hati.

Ayat  20:21b

“Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dlm Kerajaan-Mu, yg seorang di sebelah kanan-Mu, yg seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”

Inilah permohonan Isteri Zebedeus agar Tuhan Yesus menempatkan Yakobus dan Yohanes duduk di sebelah kiri dan kanan Tuhan Yesus dalam kekekalan.

Dari sini kita dapat menarik pertanyaan:” “Apakah di sorga atau di neraka ada tingkat-tingkat kemuliaan?” Untuk itu marilah kita melihat apa yang terjadi di neraka kelak.

Matius 23:15

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.

Orang Farisi selalu berusaha keras untuk menobatkan seorang Yahudi menjadi penganut agamanya. Namun setelah orang tersebut bertobat, ia tidak dibimbing dalam kebenaran, sebaliknya ia dibuat menjadi lebih jahat, sehingga ketika di nereka orang itu berada pada siksaan yang lebih berat.

Demikian juga di sorga, menurut  I Korintus 15:41-42. Di sorga kemuliaan seseorang berbeda-beda, ada yang kemuliaannya digambarkan seperti matahari, bulan dan bintang. Ini memberikan gambaran bahwa di sorga ada tingkat-tingkat kemuliaannya.

Jadi dapat kita simpulkan dari ayat ini bahwa isteri Zebedeus (ibu dari Yohanes dan Yakobus) ini, meminta agar Yesus beri posisi terhormat dan mulia, bagi Yohanes dan Yakobus  di dalam Kerajaan Sorga.

Tanggapan Tuhan Yesus terhadap permintaan isteri Zebedeus.

Ayat 22a

“Kamu tidak tahu apa yang kamu minta..!”

Walaupun Yesus memberi kesempatan kepada kita untuk minta yang kita butuhkan, tetapi doa/permintaan kita harus alkitabiah/sesuai firman Allah. Istri Zebedeus tidak mengerti apa yang sesungguhnya dia minta.

Contoh: Doa Tuhan Yesus saat hendak disalibkan.

Markus 14:36

Kata-Nya: “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku.

Tuhan Yesus meminta kepada BapaNya kalau boleh cawan penderitaan itu dilalukan dari padaNya, tetapi karena Yesus mengerti bahwa permintaan-Nya itu tidak  sejalan dengan rancangan Bapa, maka Yesus berkata: “Tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.”

 Ayat 22b

“Dapatkah kamu minum cawan, yang harus Kuminum?”

Mereka serentak menjawab:  “Kami dapat!” Dari jawaban isteri Zebedeus, Yohanes dan Yakobus. Yesus mengatakan…

Ayat 20:23a

“Memang, cawan-Ku dapat kamu minum!”

Apakah makna jawaban  Yesus di ayat ini…? Maksud Yesus adalah: Setiap orang, memiliki hak yang sama untuk masuk Sorga. Syaratnya: Orang tersebut harus terima cawan dan turut minum cawan yang Yesus minum! Cawan yang dimaksudkan adalah kematian Yesus di kayu salib. Jadi orang tersebut secara pribadi harus percaya dan terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidupnya, maka orang tersebut selamat! Berhak masuk ke dalam sorga.

Oleh karena itu, setiap kali kita melakukan perjamuan suci, saya selalu ingatkan!!! Agar jangan makan/minum Perjamuan Tuhan (Suci) seperti makanan/minuman biasa, atau tanpa membedakan tubuh Tuhan. (I Korintus 11:29)

Menurut Efesus 2:8,9 Keselamatan yang benar menurut konsep firman Tuhan, digambarkan seperti orang haus, yang datang dan minum tanpa bayar. Keselamatan itu anugerah, pemberian Tuhan secara Cuma-Cuma/GRATISSSSS! (Yesaya 55:1, Yohanes 4:10).

Dengan lain kata: untuk menerima keselamatan atau masuk ke dalam sorga, semua orang berhak menerima atau mendapatkannya melalui karya kematian Yesus disalib.

Ayat 23b

“Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi  siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”

Artinya: Posisi kemuliaan seseorang di dalam kerajaan sorga bukan karena permohonan seseorang, koneksi, nepotisme, dll. Tetapi ditentukan oleh sejauh mana “pengabdian” dan “pelayanan”   kita selama kita mengikut Yesus. Untuk menjelaskan hal ini, Yesus memberikan illustrasi.

Ayat 25

Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-peme-rintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pem-besar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.”

 Perhatikan! Cara pemerintah-pemerintah dan pembesar-pembesar di dunia untuk mendapatkan kedudukan yang dianggap mulia dan terhormat mereka menggunakan filosofi: “PANJAT PINANG” yaitu menginjak dan menekan yang kecil asal bisa naik. Tetapi cara untuk memperoleh posisi atau kedudukan yang mulia dalam Kerajaan Allah, berbeda dengan cara dunia.

Ayat 26

“Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu…”

Untuk menempati posisi mulia bersama Allah dalam Kerajaan Sorga: Jadilah pelayan bagi yang lainnya

Contohnya adalah Tuhan Yesus. Dalam Yohanes 13, Yesus turun dari tempatNya, lalu ambil kain dan mencuci kaki murid-muridNya. Apa yang Tuhan Yesus lakukan bukan teori atau sandiwara, tetapi Ia praktekkan, bahkan Ia taat hingga mati di kayu salib. Itulah sebabnya Ia dimuliakan. (Filipi 2:2-5).

 Ayat 27

“dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu.”

Kalau kita ingin jadi yang terkemuka, pada waktu kita berkomunitas nanti di sorga, yang harus kita lakukan sekarang adalah… Jadilah hamba, jadilah pelayan bagi yang lain…

Yang dimaksud menjadi pelayan atau melayani sesama di sini, bukan berarti kita harus bertindak seperti pembantu rumah tangga bagi yang lain. Tetapi kita bisa melayani dengan modal yang kita miliki antara lain:

  1. Tenaga yang kita miliki.

Gunakanlah tenaga Sau dara untuk melayani Tuhan. Apapun yang dapat Saudara kerjakan, lakukanlah itu untuk melayani Tuhan.

2.Talenta yang kita miliki

Talenta apa yang Saudara miliki? Pakailah untuk melayani Tuhan. Semua talenta kita penting dalam pembangunan tubuh Kristus.

3. Kecakapan yang kita miliki

Apakah keahlian kita? Gunakan itu untuk melayani Tuhan.

4. Harta atau uang yang kita miliki

Saudara tidak memiliki keahlian, tidak ada waktu, tidak punya talenta, tetapi hanya  memiliki uang? Pakai uang saudara untuk melayani Tuhan.

5. Pengetahuan (ilmu) yang kita miliki.

Apa saja yang kita sanggup lakukan, itu adalah modal untuk kita mendapat posisi yang mulia. Tapi semua harus dilakukan dengan KASIH, bukan pura-pura/sandiwara.

Ayat 28

sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

 Yesus ada di dunia, bukan untuk jadi tuan tetapi menjadi hamba (melayani), bahkan melayani sampai mati di kayu salib. Dia tinggalkan teladan bagi kita. Karena itu marilah kita melayani Tuhan. Jangan jadi penonton dalan gereja, jadilah pemain. Apapun peran yang kita buat, tidak akan pernah sia-sia di hadapan Tuhan. Sekecil apapun pelayanan yang kita lakukan semua diberi upah oleh Tuhan.

Mat 10:42  Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”

Secangkir air putih saja yang kita berikan kepada orang lain karena kita murid Tuhan, Tuhan telah menyediakan upahnya, apalagi perkara-perkara yang lebih dari secangkir air putih, Tuhan pasti akan membalasnya. Karena itu giatlah selalu dalam melayani Tuhan, agar kita menempati tempat-tempat yang penuh kemuliaan. Tuhan memberkati.

 

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s