IMAN, PENGHARAPAN & KASIH – Pdt. Joseph Priyono (Minggu 12 Okt 2014 – Ibadah Raya 1)

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

1 Korintus 13:13Pdt. Joseph

Menurut situs berita www.merdeka.com, dilaporkan beberapa kejadian tentang manusia yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, antara lain:

  • com- Sakit tak kunjung sembuh, Pasutri, I Ketut Suwena (46) dan Ni Komang Marini (43), tewas tenggak racun serangga. Peristiwa ini terjadi kemarin Jumat (19/9) di Banjar Saraseda, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.
  • com – FX Soemarso, (75), seorang pensiunan polisi ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Jalan Elang Sari Raya Blok R Nomor 1 RT 10/RW V Tembalang Semarang, Jumat (3/10) sekitar pukul 04.50 WIB pagi tadi. Diduga, lelaki tua tersebut memilih mengakhiri hidupnya secara tragis karena depresi
  • com – Edi Susanto (46) mengaku kaget dan tidak percaya mendengar kabar bahwa Sulaiman Tanudjaja (46) tewas karena melompat dari Skye Restaurant di lantai 56 Menara BCA, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat.

 Mengapa manusia mudah bunuh diri? Karena mereka kehilangan: Iman, Pengharapan dan Kasih. Hidup di tengah-tengah dunia yang penuh dengan masalah dan tekanan, sangat penting untuk tetap menjaga iman pengharapan dan kasih. Kehilangan ketiga unsur di atas, akan membuat hidup kita menjadi rapuh dan tak berdaya menghadapi masalah hidup.

Tidak ada seorangpun manusia di dunia ini bebas dari masalah. Semua orang, besar atau kecil, tua muda, kaya miskin, berpendidikan atau tidak, pejabat atau rakyat biasa semua memiliki masalah karena sifat masalah adalah universal. Dia datang tanpa diundang, tanpa peduli siapa dia dan apa yang sedang terjadi. Bahkan kadang-kadang kita jumpai ada orang-orang yang memiliki masalah bertubi-tubi, satu masalah belum selesai disusul masalah baru dan datang yang lebih baru lagi.

Agar kita memiliki daya tahan dalam menghadapi masalah hidup, mutlak diperlukan iman pengharapan dan kasih.

 Iman, Pengharapan dan Kasih.

Untuk memudahkan kita memahami iman, pengharapan dan kasih dalam hubungannya dengan masalah hidup, marilah kita belajar dari bapa Abraham.

 Kejadian 22 : 1,2

Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.” Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

 Dari ayat ini kita dapat menyimpulkan bahwa Abraham sedang dalam masalah yang besar, dimana Tuhan meminta agar ia mempersembahkan Ishak. Mari kita meneliti apa yang Tuhan minta.

a. Ambillah anakmu

Yang Tuhan minta adalah anakmu. Ini sulit buat Abraham karena Tuhan tidak minta hartanya, istrinya atau dirinya sendiri, tetapi anaknya. Sebagai orang tua tidak mudah bagi Abraham untuk memberikannya kepada Tuhan, sebab untuk mendapatkan anak ini Abraham harus menunggu selama 25th. Sekarang setelah anak itu berumur 12 tahun Tuhan minta untuk dipersembahkan. Benar-benar pergumulan antara hidup dan mati.

 b. Yang tunggal itu

Jika saja Abraham memiliki sepuluh anak, dan Tuhan minta satu untuk dipersembahkan, tentu saja itu tidak mudah, tetapi sekarang Abraham hanya memiliki satu anak, anak tunggal. Keadaannya semakin sulit.

 c. Yang engkau kasihi.

Anak yang nakal sekalipun, sulit bagi orang tua untuk mempersembahkannya, apalagi Ishak adalah anak yang dikasihi Abraham. Tentu sangat berat bagi Abraham untuk mempersembahkannya sebagai korban bakaran.

Respon Abraham

Kejadian. 22:3  Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.

Sekalipun kelihatannya sulit bagi Abraham untuk mempersembahkan Ishak kepada Tuhan, namun kenyataannya ia taat melakukan perintah Tuhan. Mengapa Abraham mampu mengatasi masalah hidup yang ia alami? Karena Abraham memiliki “Iman, Pengharapan dan Kasih.”

 Dimanakah letak Iman, Pengharapan dan Kasih Abraham?

  1. Iman Abraham

Ibrani 11:17,18  Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, walaupun kepadanya telah dikatakan: “Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu.”

Inilah iman Abraham bahwa ia percaya apa yang Tuhan janjikan pasti akan digenapi. Lebih dari janji yang ia terima, Abraham lebih mempercayai Tuhan yang berjanji adalah setia dan tidak pernah ingkar janji. Oleh karena itu tidak sulit bagi Abraham untuk memberikan Ishak sebagai korban karena ia percaya kepada Tuhan. Imannya tidak goyah kepada Tuhan yang memberikan janji itu.

 2. Pengharapan Abraham

Ibrani 11:19  Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.

Abraham tidak kehilangan harapan sekalipun Ishak dikorbankan karena ia percaya Allah sanggup membangkitkan orang mati. Berbeda dengan Marta, ia kehilangan harapan saat Lazarus sudah dikubur selama 4 hari. (Yoh 11:39)

 3. Kasih Abraham

Mengorbankan Ishak adalah bukti kasih Abraham kepada Tuhan. Bagi Abraham mengasihi Allah adalah segala-galanya. Sekalipun Ishak adalah anak yang tunggal dan dikasihi, namun tidak dapat merebut kasihnya kepada Tuhan.

 Adakah diantara saudara yang sedang menghadapi maslah hidup yang berat? Jangan kehilangan iman. Percaya kepada Tuhan yang berjanji dalam firmanNya bahwa semua akan digenapi bagi kita. Berharaplah kepada kasih setiaNya yang tidak pernah berubah. Tuhan memberkati. KJP!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s