SERUPA DENGAN KEMATIAN KRISTUS – Pdt. Gideon Santoso (Minggu 12 Okt 2014 – Ibadah Raya 2)

Filipi. 3 : 10-14.

Pdt. Gideon Santoso

Pdt. Gideon Santoso

Pada ayat pokok di atas , Rasul Paulus memakai beberapa istilah seperti : Memperoleh, Mengejar, Menangkap. Melupakan, Mengarahkan, dan Berlari-lari pada tujuan. Sebenarnya apa yang sedang Paulus kejar dan cari itu ? Paulus melakukan semuanya itu bukan untuk mengejar kemuliaan duniawi, tetapi ia ingin mencapai tingkat kekristenan yang didambakannya. Apakah tingkat kekristenan yang Paulus inginkan itu ? Tertulis dalam Fil. 3 : 10- yaitu : Persekutuan dalam penderitaanNya, sehingga menjadi serupa dengan Yesus dalam kematianNya.

Ada 3 hal yang Tuhan inginkan untuk semua orang percaya menjadi serupa dengan DiriNya :

  1. Menjadi serupa dengan gambar AnakNya ( Yesus ). Roma. 8 : 29.
  2. Menjadi serupa dengan kematianNya. Fil. 3 : 10.
  3. Menjadi serupa dalam kemuliaanNya. Roma. 6 : 4.

Dalam bagian ini, Paulus ingin serupa dengan Yesus dalam KematianNya. Mengapa Paulus menginginkan hal itu ?

Roma. 6:8 – “ Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia “.

Artinya : Jika kita tidak serupa dengan kematianNya, maka kita tidak akan hidup bersama dengan Yesus. Dalam 2 Timotius. 2:11- Ditegaskan : “ Benarlah perkataan ini, jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia “.

Lalu apakah kita harus mati seperti Yesus mati di Salib ? Mari kita lihat dua ayat dalam:

I Korintus. 6:20- “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar, karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu “.

I Korintus.7:23 – “ Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar, karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia “.

Dari dua ayat ini dapat disimpulkan, menjadi serupa dengan kematianNya adalah : Memuliakan Tuhan dengan tubuh kita dengan tidak lagi menjadi hamba manusia.  Apa yang di maksud dengan “Jangan menjadi hamba manusia ?”

Kata “ Manusia “ yang dimaksud adalah = Keinginan daging kita. Jadi menjadi pengikut Tuhan yang tidak lagi dikuasai/dijajah oleh keinginan daging, sebab Roma.8:8 – “Mereka yang hidup dalam daging tidak mungkin berkenan kepada Allah ”. Apakah keinginan daging yang banyak kali menguasai dan mengendalikan hidup kita ?

Dalam Galatia. 5:19-21- Ada 15 sifat kedagingan disebutkan Percabulan, Kecemaran, Hawa napsu, Penyembahan berhala, Sihir, Perseteruan, Perselisihan, Iri hati,  Amarah, Kepentingan diri sendiri, Percideraan, Roh pemecah, Kedengkian, Kemabukkan, Pesta pora.

Dalam kehidupanNya di bumi, Yesus telah mengalami penderitaan badani, karena mematikan keinginan dagingNya.

I Petrus. 4:1-3– “ Jadi karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, karena barang siapa telah menderita penderitaan badani (Mematikan keinginan daging ), ia telah berhenti berbuat dosa.

Inilah yang Paulus ingin mencapainya suatu tingkat hidup rohani yang bebas dari keinginan daging yang berdosa. Yesus berkata bahwa barang siapa mau mengikut Dia salah satunya adalah : Penyangkalan diri, mati terhadap keinginan daging seperti Yesus dalam tubuh insaniNya, maka kitapun akan hidup bersama denganNya dalam kemuliaanNya._

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s