DALAM PENGAWASAN TUHAN – Pdt. Johanes Tamburian (Minggu, 19 Okt 2014)

Kejadian 17 :1

Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: “Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.

Puji Tuhan, saat ini kita akan belajar tentang pengawasan Tuhan. Setiap presiden di dunia ini memiliki pengawal untuk menjaganya, namun demikian tidak sedikit presiden yang tertembak sekalipun memiliki pasukan penjaga. Jika manusia yang mengawasi bisa gagal, tetapi tidak dengan Tuhan. Kalau Tuhan yang mengawasi kita, kita akan terpelihara.

Pada ayat ini, Abraham bukan sedang berteriak kepada Allah tetapi Allah sendiri yang datang memperkenalkan diri kepada Abraham. Mengapa? Karena Allah mengerti apa yang sedang dialami oleh Abraham.

  1. Allah Memperkenalkan Diri Kepada Abraham

Seberapa penting Allah memperkenalkan diri kepada Abram?  Sangat penting, untuk apa? Saat itu Abraham sedang alami kelemahan iman. Sebab usianya sudah 99 tahun dan Tuhan belum juga memberikan anak kepadanya. Karena itu ia berkata: “Engkau tidak memberikan anak kepadaku, sehingga hambaku ini yang akan menjadi ahli warisku.” Abraham sedang mengukur dirinya dengan usianya. Dia berfikir bahwa usia yang sudah lanjut tidak mungkin untuk dapat memiliki anak. Dalam keadaan yang demikian inilah Allah datang memperkenalkan diri sebagai Allah yang Maha Kuasa. Allah ingin sampaikan kepada Abraham bahwa usia yang tua bukan sebuah kesulitan bagi Allah untuk menolong Abraham. Tuhan memperkenalkan dirinya sebagai Allah yang maha kuasa dengan tujuan agar Abraham sadar bahwa apapun keadaan yang dialaminya tidak menjadi masalah bagi Tuhan untuk menolongnya karena Dia Maha Kuasa.

Apa yang sedang anda alami? Apakah anda sedang alamai persoalan hidup yang berat? Anda sudah 30 tahun tapi belum mendapat jodoh? Atau anda menikah namun belum memiki anak sedangkan usia anda sudah 40 tahun? Apapun yang Saudara alami, ingatlah kita punya Allah yang Maha Kuasa. Dia sanggup melakukan segala perkara.

Tujuan Allah memperkenalkan diri kepada Abraham sebagai Allah yang Maha Kuasa adalah:

a. Memompa iman Abraham

Allah datang untuk memompa iman Abraham agar tidak terus berada dalam kelemahan. Fisiknya memang menjadi lemah, tetapi Allah menginginkan agar imannya tidak lemah.

b. Untuk mengingatkan Abraham agar tidak cemas

Tentu saja Abraham dalam keadaan yang cemas, karena usianya yang semakin tua bahkan istrinya sudah mati haid. Sukar rasanya bagi Abraham dan Sara untuk dapat memiliki anak. Oleh karena itu ia cemas terhadap janji Tuhan untuk memiliki keturunan. Allah datang memperkenalkan dirinya sebagai Allah yang Maha Kuasa, agar tidak ada lagi kecemasan dalam diri mereka.

Adakah diantara Saudara yang sedang mengalami kecemasan? Ingatlah Tuhan yang kita sembah adalah Allah yang maha kuasa. Dia sanggup mengerjakan apapun dalam hidup kita. Jangan cemas sebab Tuhan berkuasa. Ingatlah apa yang dikatakan nabi Yesaya dalam Yesaya 40:15  Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya, pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya.

Betapa kecilnya bangsa-bangsa di hadapan Tuhan, kalau bangsa dan pulau seperti setitik air dan abu, betapa besarnya Tuhan kita. Kenapa kita mesti cemas? Kita punya Tuhan yang Maha Besar. Haleluya….!!!!

  1. Allah berpesan kepada Abraham Hiduplah di hadapanKu dengan tidak bercela.

Mengapa Allah berpesan kepada Abraham untuk hidup kudus?  Sebab hanya orang yang hidupnya tidak bercela yang dapat bergaul dengan Allah.

Saat Nuh hidup diantara orang-orang tercela, hanya Nuh yang selamat dari musibah air bah karena hidup benar dihadapan Tuhan.

Kejadian 8:1

Maka Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun.

Allah mengingat Nuh karena hidupnya tidak bercela dihadapan Tuhan. Jadi orang yang hidup tidak bercela selalu ada dalam ingatan Tuhan. Kalau kita diingat Tuhan, mengapa harus takut? Kita adalah orang yang paling berbahagia karena selalu diingat oleh Tuhan.

Mengakhiri firman Tuhan pada saat ini, mari kita buka Bilangan 23:19- “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?”

Percayalah kepada Tuhan, semua yang Tuhan janjikan pasti akan digenapi. Oleh sebab itu, apapun yang sedang engkau alami, serahkanlah semua masalah hidupmu kepada Allah sebab Tuhan adalah Allah yang maha kuasa. Amin.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s