MASIHKAH KITA BERLOMBA DENGAN BAIK? – Pdt. YUDHI H. MOERID – Tebet, Jaksel (Minggu, 26 Okt 2014)

GALATIA 5:7

Hari ini di Jakarta sedang berlangsung Jakarta Marathon. Sekalipun kita tidak ikut menjadi peserta Jakarta Marathon, namun secara rohan kita juga sedang berlomba. Saat kita percaya kepada Tuhan Yesus, saat itulah kita dibebaskan dari kuasa perbudakan dosa. Ayat 1 mengatakan: Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. Tujuan dari pembebasan ini adalah agar kita dapat masuk dalam perlombaan iman yang diwajibkan Allah (Ibr 12:1,2, 1Tim 6:12).

1Korintus 9:24
Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!

Sebagaimana lomba lari Marathon bersifat pribadi, demikian halnya dengan perlombaan iman. Perlombaan iman yang kita jalani bersifat pribadi, orang per orang. Kapan dimulai dan kapan berhenti setiap orang juga berbeda. Oleh sebab itu, berhati-hatilah karena garis finis masing-masing orang tidak ada yang tahu. Jangan berfikir karena masih muda berarti garis finis masih jauh. Sadarilah garis finis perlombaan yang kita jalani, tiba-tiba bisa berada di depan mata. Nah lho!

Ayat pokok yang kita baca hari ini adalah pertanyaan Rasul Paulus kepada jemaat di Galatia. Dahulu ….. ini menunjuk kepada waktu yang lampau, tetapi bagaimana sekarang? Jemaat Tuhan, banyak orang kristen bangga dengan masa lalunya. Dulu setia, dulu melayani, dulu aktif tetapi bagaimana sekarang. Rasul Paulus bertanya kepada jemaat di Galatia yang dulu berlomba dengan baik tetapi sekarang tidak lagi berlomba dengan baik. Saya berharap semua yang ada di sini tetap berlomba dengan baik. Amin?!

BERLOMBA
Selanjutnya mari kita lihat arti kata “Berlomba”
BERLOMBA = (YUN) TRECHO artinya: lari; berpacu; berusaha; berupaya; melaju; maju; bergegas; tergesa-gesa; tergopoh-gopoh. Dari kata ini muncul istilah “Track” (Inggris) yang artinya lintasan. Oleh sebab itu seorang pelari yang baik ia harus berlari sesuai dengan lintasan lari yang sudah ditentukan. Secara rohani, lintasan lari kita adalah adalah kebenaran. Selama kita berjalan dalam kebenaran berarti kita masih berlomba dengan baik.

MENGHALANGI
Rasul Paulus bertanya kepada jemaat di Galatia, siapa yang menghalagi kamu? Jadi rupanya jemaat di Galatia tidak lagi berlomba dengan baik bukan karena kelelahan, malas tetapi karena ada “oknum” yang menghalang-halangi mereka berlomba. Jadi oknum ini berupaya menarik para pelari keluar dari lintasan.
Jemaat Tuhan, lomba marathon yang diselenggarakan oleh kerajaan Yunani, biasanya diadakan di jalan-jalan kota. Sepanjang lintasan atau jalan yang mereka lalui ada banyak orang di pinggir jalan yang menyaksikannya. Di antara para penonton yang menyaksikan masing-masing memiliki jagoan. Untuk memenangkan jagonya, mereka ini mulai mengganggu para pelari yang lain dengan cara menghina, mengejek sampai menghalangi pelari untuk berlari.

Kata Menghalangi dalam bhs Yunani : ENGKOPTO, artinya:
– Menutupi pandangan kita
– Menahan seorang berlama-lama

Menutupi pandangan kita
Seorang pelari matanya harus tertuju ke depan. Dia tidak boleh tolah-toleh, apalagi melihat ke belakang, itu akan mengurangi kecepatannya untuk berlari. Iblis akan menaruh banyak di depan mata kita untuk menutupinya sehingga gagal dalam perlombaan. Ingatlah, Yudas Iskariot gagal berlomba karena uang, Simson berhenti berlomba karena wanita dll. Oleh sebab itu dengan segala cara iblis akan tutupi mata kita dengan uang, persoalan, sakit penyakit, kenikmatan dunia dll.

Dalam Gal 1:6 Rasul Paulus heran karena jemaat Galatia begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil mereka, dan mengikuti suatu injil lain. Hal ini dipertanyakan lagi dalam Gal 3:1- Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?
Sebab itu waspadalah, sebab iblis akan berusaha menutupi pandangan kita.

Menahan berlama-lama
Bukan saja pandangan kita, iblis juga akan menghalangi kita dengan cara menahan langkah kita. Dengan segala cara iblis akan gunakan untuk menahan kita agar tidak melanjutkan perlombaan. Dalam Kejadian 19:15-17, kita melihat Lot dan istrinya menahan diri berlama-lama karena terpesona dengan keadaan Sodom. Berapa banyak anak Tuhan berhenti berlomba karena terpesona dengan dunia? Hati-hatilah karena semua keindahan dan kenikmatan dunia disodorkan iblis untuk menahan langkah kita agar tidak berlomba. Demas seorang murid Tuhan meninggalkan pelayanan karena terpesona dengan dunia. Sebab itu jangan coba-coba menengok dunia sebab akan menghentikan langkah kita. Teruslah berlomba, tetaplah berjuang, arahkan padangan hanya kepada Yesus hingga mencapai garis akhir. GBU.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s