KESELAMATAN dan KEMULIAAN seri 2 – Pdt. JS. Minandar (Minggu, 2 Nov 2014)

Matius 20:20-28

PENDAHULUAN
Puji Tuhan oleh karena pertolongan Tuhan saya dan istri dapat tiba lagi di Tegal dengan selamat. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas doa-doa yang jemaat naikkan selama pelayanan di Amerika Serikat. Pada saat ini kita akan kembali memperhatikan tentang keselamatan dan kemuliaan yang telah kita pelajari pada Minggu pertama bulan yang lalu.

KESELAMATAN ADALAH ANUGERAH
Pada bagian pertama kita sudah pelajari bahwa keselamatan yang kita terima adalah pemberian Allah didalam Yesus yang diberikan secara cuma-cuma. Hal ini seperti yang diungkapkan dalam surat Efesus 2:8,9. Mengapa keselamatan itu diberikan secara gratis? Ayat yang ke-sembilan mengatakan: Allah beri keselamatan secara cuma-cuma tanpa syarat, agar “jangan ada orang yang memegahkan diri”.(Efesus 2:9)

PAHALA – KEMULIAAN
Berbeda dengan pahala atau mahkota. Pahala kemuliaan yag akan kita terima di sorga, tidak diberikan secara gratis/cuma-cuma tetapi hasil pengabdian/pelayanan kita, selama kita mengikut Tuhan. Semua pelayanan yang kita kerjakan bagi Tuhan, bahkan memberi segelas air putih sekalipun, ada upah yang Tuhan sediakan bagi kita. (I Kor. 15:58; Mat. 10:42).
Jadi, kesimpulannya adalah: Keselamatan kita terima secara gratis melalui Tuhan Yesus Kristus, sedangkan pahala kita peroleh melalui pelayanan dan pengabdian kepada Tuhan.

GUNAKAN SEMUA POTENSI
Oleh karena Tuhan menyediakan upah kepada orang yang melayani, oleh sebab itu marilah kita gunakan semua potentsi yang Tuhan beri kepada kita. Jangan hanya mengunakan potensi untuk kepentingan diri, tetapi gunakanlah untuk pengabdian dan pelayanan kita kepada Tuhan.
Potensi itu bisa berupa:
– Waktu : Setiap orang diberi waktu yang sama oleh Tuhan. Tetapi adakah waktu-waktu itu kita gunakan untuk melayani Tuhan? Dari pada waktu yang kita miliki habis kita gunakan untuk menonton tv, gunakanlah itu untuk berdoa bagi pekerjaan Tuhan, berdoa bagi jiwa-jiwa yang terhilang. Ini sudah merupakan pelayanan.
– Tenaga : Pakailah tenaga kita untuk melayani Tuhan.
– Pengetahuan : gunakan pengetahuan kita untuk melayani Tuhan.
– Harta/Uang : jangan gunakan untuk kepentingan diri sendiri saja, kita dapat mengolahnya untuk pekerjaan Tuhan.

PELAYANAN SEPERTI APA
Tidak semua pelayanan kita kepada Tuhan, menghasilkan pahala, tetapi hanya pelayanan yang dikerjakan sesuai kehendak Tuhan yang akan menghasilkan pahala. Jadi pengabdian dan pelayanan seperti apa yang dapat menghasilkan pahala dan kemuliaan Tuhan?

1. DENGAN HATI YANG SUCI
Matius 5:8
“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.”
Berbahagia Orang Yang Suci Hatinya…
Yang dimaksud suci hatinya di ayat ini punya beberapa pengertian, al:
A. Hati yang sudah disucikan oleh darah Yesus, Ibrani 9:14.
Artinya orang tersebut sudah menerima basuhan darah Yesus melalui imannya kepada Tuhan Yesus. Kita tahu, bukan cuma pengikut Yesus saja yang mengabdi dan melayani Allah, tapi agama lain pun melakukan hal yang sama.
Contohnya: Orang-orang diluar Yesus juga melakukan pelayanan berupa:
ü Membangun rumah ibadah
ü Beramal kepada orang miskin
ü Peduli kepada orang yang butuh

Pertanyaannya adalah: Apakah mereka akan dapat pahala? Apa pun yang mereka lakukan, Tuhan tidak akan memberikan pahala bagi mereka. Mengapa? Jangankan pahala, diselamatkan atau masuk sorga pun tidak akan mereka alami/ terima. Hal ini terjadi karena mereka tidak mengalami (menolak) karya penyucian oleh darah Yesus yang membawa diri mereka kepada keselamatan, (Ibrani 13:12).

Contoh: Kornelius, Kisah 10:1-4
Sebelum Kornelius percaya Yesus, ia sudah melakukan:
Ø Berdoa kepada Allah (tapi tidak tahu kepada Allah yang mana).
Ø Kornelius dan seisi rumahnya, takut akan Allah (berusaha tidak berbuat dosa dan kejahatan). Dan..
Ø Kornelius memberi sedekah.
Apakah karena Kornelius berbuat baik, lalu Allah janjikan Kornelius masuk sorga dan terima pahala? Tidak, sama sekali tidak! Itu sebabnya Allah mengutus Petrus ke rumah Kornelius, agar Kornelius dan keluarganya percaya kepada Yesus dan menerima pengudusan oleh Darah Yesus.

B. Motivasi Hati Yang Murni/Suci
Pelayanan dan pengabdian yang membuahkan pahala dan kemuliaan ialah pelayanan dan pengabdian yang dilakukan dengan motivasi hati yang suci atau murni. Semua orang bisa mengabdi dan melayani Tuhan tetapi belum tentu ia dapat pahala, sebab ada orang yang melakukan pelayanan dan pengabdian dengan dasar hati (motivasi) yang salah. Antara lain:

Ø Mat. 23:5 – Mengabdi dan melayani, untuk dilihat orang
Kalau pelayanan kita hanya ingin dilihat orang, dilihat gembala atau dipuji oleh orang lain, maka semua pelayanan kita akan menjadi sia-sia.
Ø Mat 6:1-4 – Mengabdi dan melayani dengan dicanangkan alias gembar-gembor
Ingatkah Saudara ilutrasi tentang ayam betina yang bertelor? Telornya cuma satu, tetapi berkokoknya sekecamatan kedengaran. Berbeda dengan kura-kura/penyu. Ia bertelor ditengah malam, secara diam-diam dia gali pasir, dengan tetesan air mata dia keluarkan ratusan telornya, kemudian ditutupinya dengan pasir. Akhirnya diam-diam ia kembali ke laut. Melayani seperti apa yang saudara lakukan? Ayam betina atau penyu?
Ø II Korintus 9:7
Ada yang mengabdi dan melayani dengan sedih hati dan terpaksa.
Ø Filipi 1:17
Ada pula yang mengabdi dan melayani untuk kepentingan diri sendiri dan bukan dengan hati yang ikhlas
Pengabdian dan pelayanan sebesar dan sehebat apapun, apabila dilakukan dengan hati atau motivasi yang tidak murni, Tuhan tidak akan memberikan pahala dan kemuliaan. Lakukanlah semua pelayanan dengan hati dan motivasi yang murni.

2. TANPA KASIH
Dalam I Korintus 13, rasul Paulus membahas tentang pentingnya KASIH dalam hidup orang percaya. Khususnya dalam pengabdian dan pelayanan kita kepada Tuhan. Pelayanan dan pengabdian yang dilakukan tanpa dasar “KASIH” adalah sia-sia dan tidak ada pahalanya.

CONTOH
A. Kemampuan Untuk Menasihati
I Korintus 13:1
Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

Kemampuan bicara secara jasmani dan rohani ialah pemberian Tuhan yang bisa kita gunakan untuk menjadi berkat luar biasa. Tetapi kemampuan kita yang luar biasa itu, bila dalam pengabdian dan pelayanan kita lakukan tanpa KASIH, maka bukan pahala yang kita terima. Sebaliknya orang yang kita layani, tidak akan terima berkat, apalagi Tuhan. Hal itu digambarkan seperti orang menyanyi, diiringi dengan alat musik “gong”. Bisa Saudara bayangkan bagaimana enaknya menyanyi dengan diiringi gong? Bukan enak didengar tetapi memekikan telinga.

B. Kemampuan Karunia Rohani
I Korintus 13:2
Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

Karunia-karunia rohani itu ada dan diberikan Tuhan bagi orang percaya antara lain:
– Pel. karunia bernubuat
– Pel. karunia pengetahuan
– Pel. karunia iman (melakukan hal-hal yang spektakuler).
Tetapi bila semua dilakukan dengan pengabdian dan pelayanannya tanpa KASIH, semuanya tidak berguna bagi jemaat, apalagi bagi Tuhan. Orang yang melayani tanpa kasih tidak akan terima pahala dan kemuliaan. Sebaliknya orang yang mengabdi dan melayani tanpa KASIH, di hadapan Tuhan, orang tersebut dinilai “TIDAK BERGUNA”.

Contongnya adalah Matius 7:21-23
Ada orang yang merasa dirinya sudah berjasa bagi pekerjaan Tuhan, karena melakukan hal-hal yang besar, tetapi pada akhirnya orang tersebut:
· Diusir dari hadapan Yesus
· Tidak dikenal oleh Yesus
· Dinilai sebagai pembuat kejahatan! Mengapa? Karena melakukannya tanpa kasih.

C. Kemampuan Memberi/Korban
I Korintus 13:3
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Tuhan mengaruniakan harta dan kekayaan berbeda antara satu dengan lainnya. Demikian juga dengan tingkat keberanian dalam berkorban (memberi) pun beda antara satu dengan lainnya. Tetapi kemampuan kita dalam memberikan harta bahkan nyawa sekalipun, merupakan sebagai bentuk pengabdian dan pelayanan kita kepada Tuhan. Jika itu tanpa KASIH, semuanya tidak ada faedahnya bagi orang yang memberi. Artinya TIDAK ADA FAEDAH: Semua pelayanan dan pengabdian serta pengorbanan yang kita buat…
· Dalam penilaian Tuhan, semua pemberiannya tidak berfaedah. Dan..
· Orang yang memberi seperti itu, tidak akan menerima PAHALA dan KEMULIAAN di dalam sorga.

Jadi, marilah kita melakukan semua pelayanan dan pengabdian kepada Tuhan dengan hati/motivasi yang murni dan didasari kasih kepada Tuhan. Agar kelak di sorga kita menerima pahala kemuliaan. Tuhan memberkati, Selamat melayani. Amin._

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s