MEMBERITAKAN INJIL KERAJAAN ALLAH – Pdt. JS. Minandar (Minggu, 9 Nov 2014)

Matius 24:14
Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.

PENDAHULUAN
Di atas Bukit Zaitun, murid-murid bertanya kepada Yesus mengenai tanda-tanda kedatangan Yesus kedua kali. Tuhan Yesus menjawab bahwa banyak tanda akan terjadi menjelang kedatanganNya yang ke dua kali, salah satu tandanya adalah: “Injil Kerajaan Allah diberitakan ke seluruh dunia, barulah tiba kesudahan zaman itu (hari kiamat)”.
Jadi sebelum seluruh umat manusia di dunia ini mendengar tentang Injil, maka Tuhan Yesus tidak akan datang kedua kali.

SIAPA YANG MEMBERITAKAN INJIL?
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah: Siapakah yang akan memberitakan Injil, sehingga seluruh dunia mendengar berita Injil Keselamatan? Pendeta? Hamba-hamba Tuhan, Pengurus gereja? Aktifis? TIDAK!!. Semua orang percaya “WAJIB” memberitakan kabar keselamatan kepada semua orang. Sebelum naik ke sorga Tuhan Yesus memberikan amanat agung kepada murid-muridNya untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia.

Matius 28:19,20
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Jadi semua orang percaya yang telah diselamatkan wajib memberitakan Injil kepada semua orang. Ini adalah perintah bukan pilihan. Saudara dan saya wajib menyampaikan kabar keselamatan kepada orang-orang yang belum diselamatkan.

Kepada Siapa Injil Diberitakan?
Kisah 1:8
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Orang-orang percaya akan dipenuhi Roh Kudus, menjadi saksi Kristus, untuk memberitakan Injil, mulai dari Yerusalem, seluruh Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi. Apakah maksudnya ini? Mungkinkah kita orang Indonesia menginjil ke daerah Israel dan sekitarnya? Ayat ini adalah gambaran daerah penginjilan yang harus kita jalani.

Ø Yerusalem.
Ini berbicara tentang daerah yang paling dekat dengan kita yaitu keluarga kita. Mulai dari orang tua, suami, isteri dan anak-anak serta famili kita. Kalau kita orang tua, apakah anak-anak kita sudah diselamatkan? Bagaimana dengan anak-anak? Apakah orangtua, kakak adik kita semua sudah diselamatkan? Bahkan sampai kepada famili kita, apakah semua sudah selamat? Jika ada bagian dari keluarga kita yang belum selamat, maka kita wajib memberitakan injil kepada mereka.
Ø Yudea
Yudea adalah gambaran lingkungan di sekitar, yaitu tetangga; daerah dan kota kita.
Ø Samaria
Orang-orang yang ada di sekitar, tapi mereka tidak mau bersahabat dengan kita.
Ø Ujung Bumi
Ujung bumi, bukan hanya bangsa-bangsa yang ada di luar negeri. Mereka adalah orang-orang yang ada di negeri ini, dekat dan ada di sekitar kita. Tetapi kita tidak pernah memikirkan keselamatan mereka. Jangankan memikirkan, barangkali mendoakan pun mungkin tidak. Injil harus juga diberitakan kepada mereka, yaitu orang-orang yang ada di ujung-ujung bumi.

KAUM TERPINGGIRKAN
Ujung bumi adalah orang-orang yang terpinggirkan dan tidak dipedulikan. Mereka itu adalah orang-orang yang berada:
· Di daerah pedalaman
· Di daerah transmigran
· Di daerah terpencil
· Orang-orang yang terasing dari masyarakat (suku-suku terasing)
Ujung-ujung bumi adalah daerah yang sampai sekarang masih belum tersedia listrik, sarana komunikasi dan lainnya. Mereka hidup jauh dari keramaian kota, ditengah-tengah hutan belantara, tinggal secara nomaden dan hidup dalam kondisi yang sangat minim, primitif, serta apa adanya.

SARANA PENGINJILAN
Bagi kita yang tinggal di kota, kita punya sarana komunikasi canggih, seperti: Radio, Televisi, TV Streaming, Face Book, BBM, Twiter, Instagram, dll, yang dapat kita gunakan untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Ketahuilah akan datang masanya dimana semua sarana ini akan dikuasai Antikristus untuk menyampaikan informasi, propaganda; tekanan; ancaman, supaya semua penduduk dunia jadi pengikut & menyembah Antikristus.
Oleh sebab itu, sebelum Antikristus menggunakan semua teknologi dan komunikasi yang ada untuk membinasakan jiwa-jiwa, Gereja (orang percaya) harus manfaatkan sarana ini sebagai peluang untuk PEMBERITAAN INJIL/Pelayanan Misi Keselamatan Jiwa. (Yesaya 23:17,18).

TIDAK BISA LEPAS TANGAN
Adanya sarana canggih untuk memberitakan Injil, tidak berarti kita bisa cuci tangan dan berkata: Saya tidak usah pergi ke ujung bumi dan memberitakan injil, sebab ada media informasi, media social dan komunikasi yang memberitakan Injil! Kalau kita bersikap seperti ini berarti kita ingin lepas tanggung jawab untuk memberitakan Injil. Dengan kata lain kita adalah Yunus akhir zaman. Yunus diperintahkan Tuhan untuk menginjil ke Niniwe, tetapi pergi ke Tarsis. Kita harus memberitakan Injil keselamatan kepada semua orang sebagai tanggapan atas amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Sampai sekarang, Amanat Agung, belum pernah dicabut oleh Yesus. Dan tidak akan pernah dicabut hingga Tuhan Yesus datang kedua kali.

Bagi kita yang tinggal di kota, kita bisa pakai sarana komunikasi untuk memberitakan Injil kepada orang-orang yang ada di kota. Tetapi kita tidak bisa pakai sarana komunikasi untuk memberitakan Injil (Amanat Agung Yesus) kepada mereka yang tinggal ujung bumi. Dengan lain kata tidak ada pilihan lain bagi kita, bahwa kita harus pergi ke ujung bumi untuk beritakan Injil.

Kesempatan Untuk Meraih Pahala
Memberitakan Injil ke ujung bumi adalah kesempatan bagi kita untuk mendapat pahala atau kemuliaan dari Tuhan. Namun seringkali kita cenderung berdalih & berkata: Mana mungkin saya bisa pergi ke ujung bumi? Pekerjaan saya sangat sibuk, banyak tugas yang harus saya selesaikan dll.

DUA PILIHAN
1. Akwila & Priskila, Kisah 18:1-4
Akwila dan Priskila dipanggil memberitakan Amanat Agung (Pelayanan Misi), bagi yang ada di ujung bumi. Setelah mereka diusir dari Italia (Roma), karena mereka memberitakan Injil (pelayanan misi) di sana, mereka tidak pulang, tetapi memberitakan Injil di kota Korintus bersama Paulus. Hasilnya jiwa-jiwa di Korintus diselamatkan sehingga lahir sebuah jemaat (Gereja) di kota Korintus.

2. Jemaat FILIPI, Filipi 4:1-20.
Kalau kita tidak bisa melayani seperti Akwila dan Priskila, minimal, kita lakukan seperti yang dilakukan jemaat di Filipi. Mengakhiri suratnya kepada jemaat Filipi, rasul Paulus menyampaikan terima kasih. Apakah alasan rasul Paulus mengucapkan terima kasih?

Ayat 10
Pikiran dan perasaan jemaat Filipi bertumbuh kembali kepada Paulus.
Apa maksudnya…?
Jemaat di Filipi, sempat menaruh rasa tidak percaya pada Paulus, sebab permintaan bantuan pada jemaat Filipi untuk pelayanan penginjilan yang Paulus lakukan.

Ayat 11
Tujuan Paulus minta bantuan jemaat, bukan untuk keperluan Paulus. Tetapi untuk pelayanan misi atau pemberitaan Injil yang Paulus lakukan.

Ayat 12
Untuk kebutuhan pribadi Paulus: ia biasa tahan lapar, haus, tidak punya rumah, bahkan alami aniaya.

Ayat 13
Masalah kebutuhan pribadi Paulus, Paulus sanggup menanggungnya!

Ayat 14,15
Oleh bantuan dari jemaat Filipi, maka pelayanan misi (penginjilan) Paulus berhasil. Jiwa-jiwa di propinsi Makedonia diselamatkan antara lain: Berea; Tesalonika; Amfipolis; dan Nefolis.

Ayat 16
Bahkan setelah Paulus ada di Tesalonika, (bukan di ujung bumi lagi), jemaat Filipi masih terus kirim bantuannya untuk Paulus.

Ayat 17
Yang membuat Paulus bersyukur, bukan semata-mata bantuan jemaat Filipi, tetapi buah yang dihasilkan dari pemberian tersebut. Apakah buahnya? Buah yang dihasilkan adalah:
o Jiwa-jiwa di ujung bumi terima Yesus dan diselamatkan.
o Jemaat Filipi dapat keuntungan!
Keuntungan apa…? Jemaat Filipi terima pahala dan mahkota kemuliaan di sorga.

KESIMPULAN
Pelayanan misi ke ujung bumi, adalah kesempatan atau peluang bagi kita, untuk:
· Penyelamatan jiwa-jiwa menjelang kedatangan Yesus kedua kali.
· Peluang besar bagi kita, untuk menerima Mahkota Kemuliaan di kekekalan.
Oleh karena itu,marilah kita dukung pelayanan MISI di gereja kita dengan daya, dana dan doa (3D) yang kita miliki. Bersama Departemen Lintas Budaya, mari kita jangkau mereka yang tinggal di ujung-ujung bumi. GBU.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s