PERJUMPAAN DENGAN TUHAN – Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 1- Minggu, 16 November 2014)

Yesaya 6:1-8pdt. Hani P.

Ini bukan pertama kali Yesaya melihat keadaan Bait Suci, tapi inilah pertama kali Yesaya melihat suatu pemandangan yang berbeda dalam sebuah Penglihatan tentang apa yang Tuhan akan kerjakan bagi dirinya.

Perjumpaan dengan Tuhan ini mengubahkan secara total kehidupan dan pelayanan Yesaya padahal dia sudah melayani Tuhan (Pasal 1 – 5). Hal ini terjadi setela Raja Uzia mati. Setelah orang yang dia andalkan dan kagumi mati, 2 Tawarikh 26. Sebuah pelajaran bagi kita agar tidak bergantung kepada manusia. Sebab itu Yesaya belum mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

1. Yesaya melihat kemuliaan Allah (ayat 1-4).
Tuhan duduk di atas tahta yang tinggi (tidak ada lagi yang melebihi Dia) dan menjulang (semua ada dibawahnya) -> Yesaya melihat Kemaha-besaran Tuhan.
Ujung JubahNya memenuhi Bait Suci -> Yesaya meihat Kemaha-kuasaan Tuhan
Para serafim yang berseru-seru dalam ketidaklayakan mereka (ay. 2, 3) -> Yesaya melihat Kemaha kudusanNya Tuhan.
Dia melihat bumi penuh dengan kemuliaan Tuhan. Dalam keadaan apapun, Yesaya bisa melihat ada Tuhan dan kemuliaanNya, Maz 63.

2. Yesaya melihat Siapa dirinya.
“Celakaku, aku binasa”, sebuah ungkapan tentang ketidaklayakan dirinya ada dihadapan Allah yang melahirkan sebuah pengakuan dosa. Seorang yang najis bibir, tinggal di tengah bangsa yang najis bibir / sama dengan kenajisan kalau orang Israel menyentuh mayat.

Yesaya menyadari betapa terkontaminasi dirinya dengan kenajisan. Inilah dampak ketika kita bisa melihat kemuliaan Tuhan, kita sadar siapa diri kita yang penuh dengan kelemahan, bukan melihat kesalahan orang lain dan mengabaikan untuk mengoreksi diri. Tuhan selalu punya alat pemberesan atau penyucian untuk segala macam jenis dosa atau kelemahan kita, ayat 7 (Hagai 1:5-7; 2: 19-20).

3. Yesaya Melihat panggilan Allah untuk misi
Dia melihat kebutuhan dunia (membawa kita untuk melihat kebutuhan orang lain dan menjawab kebutuhan tersebut dengan sebuah jawaban.

“Ini aku utuslah Aku!”
Tuhan perintahkan PERGI yaitu keluar, ke tempat dimana keseharian kita/ aktifitas, komunitas dan lingkungan kita, bukan hanya berkumpul di gereja. Bahkan menjangkau orang-orang yang tidak terjangkau di pedalaman. Dukunglah dengan doa, daya dan dana. GBU_

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s