DOA – Ev. Rojikin (Ibadah Raya 1 – Minggu, 23 Nov 2014)

Doa adalah hal biasa dan kita sudah terbiasa untuk berdoa. Doa dapat dilakukan kapan saja, baik saat kita ada di gereja, di rumah, bahkan dalam perjalanan dan dalam pekerjaan sekalipun. Orang percaya pasti berdoa sebab doa adalah nafas hidup orang percaya. Jika ada orang yang tidak berdoa, dia adalah orang yang sombong, karena merasa dirinya kuat/ bisa tanpa Tuhan. Sebagaimana tubuh kita mati jika tidak bernafas, demikian juga dengan rohani kita akan mati jika kita tidak berdoa.

Doa adalah sarana komunikasi dengan Tuhan. Keintiman dengan Tuhan dapat dijalin melalui doa, Firman Allah, Ibadah dan Penyembahan. Banyak orang kristen tidak suka berdoa karena doanya tidak segera dijawab oleh Tuhan. Dalam berdoa kadang-kadang Tuhan menjawab ya dengan segera, tapi juga kadang kala Tuhan menjawab tidak atau tunggu. Kadang jawaban doa begitu lama karena Tuhan ingin melihat ketekunan dan kesabaran kita.

Para ahli menyelidiki Macan Tutul Afrika, memiliki lari yang cepat tapi jantungnya kecil sehingga cepat lelah. Banyak orang Kristen seperti Macan Tutul Afrika. Awalnya berdoa dengan semangat tetapi mudah lelah dan berhenti berdoa. Firman Allah dalam Yesaya 40:31 mengatakan : tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. Orang Kristen yang suka menanti-nantikan Tuhan dalam doa, ia seperti burung Rajawali.

3 Keistimewaan Burung Rajawali

  1. Mampu menembus badai.

Bagi rajawali, badai adalah sarana untuk terbang semakin tinggi. Sebab itu, badai tidak dihindari, tapi justru diterjang untuk semakin maju. Jadilah orang Kristen yang berani menembus badai.

  1. Sabar dan diam.

Setelah rajawali terbang, ia mengalami kecapaian maka ia mencari bukit batu lalu diam di sana untuk memulihkan tenaganya. Contoh Ibu Hana. Ia sabar menanti jawaban doa. Setiap tahun ke bait Allah untuk berdoa. Akhirnya Tuhan menjawab doanya, memberikan anak yang dinamakan Samuel (1 Sam 1:1-10)

  1. Memperbarui

Halangan Doa

a.Karena tidak berdoa

Yak. 4:2 Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.

Orang yang tidak berdoa, tidak akan memperoleh apa-apa. Jadi jangan harap apapun dari Tuhan jika kita tidak berdoa.

b.Karena salah berdoa,

Yak. 4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

Halangan kedua dari doa adalah salah berdoa. Apa yang diminta hanya untuk memuaskan hawa nafsu.

c. Berbuat dosa/ kejahatan, Yes 59:1-2

Sekecil apapun dosa yang kita lakukan akan menghalangi doa kita kepada Tuhan. Tuhan adalah kudus maka Ia hanya bisa ditemui oleh orang-orang yang kudus hatinya.

 d. Menutup telinga kepada fakir miskin.

Amsal 21:13 Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru. Artinya jika kita tidak peduli kepada orang miskin maka Allah juga tidak peduli kepada kita.

 e. Tidak Mau Mengampuni, Markus 11:25a

Jika kita tidak mengampuni orang yang bersalah kepada kita, Allah juga tidak akan mengampuni dan mendengar doa kita.

 f. Hubungan yang salah suami istri, 1 Pet 3:7

Hubungan suami istri yang tidak harmonis, akan menghalangi doa-doa kita kepada Allah, karena dalam doa Allah menuntut kesatuan hati.

 g. Bimbang, Yak 1:6-7

Setiap doa harus lahir dari iman, tanpa iman doa kita tidak didengarNya. Oleh karena itu berdoalah dengan keyakinan, penuh iman dan jangan bimbang. Percayalah bahwa Allah selalu mendengar dan menjawab doa kita.

 Doa yang benar/ baik

  1. Berdoa dengan roh, Roma 8:26

Hanya Roh Alllah yang mengerti hatinya Allah. Oleh sebab itu doa yang berkenan kepadaNya adalah doa yang dinaikan dalam Roh dan Kebenaran.

  1. Jangan berdoa seperti orang munafik Mat 6:5

Doa orang munafik penuh kepalsuan, karena doa digunakan untuk pamer seolah-olah kelihatan orang yang rohani. Doa yang demikian tidak akan dijawab Tuhan. Sebaliknya kita harus berdoa dengan ketulusan dan kerendahan hati.

  1. Tidak bertele-tele, Mat 6:6.

Bertele-tele bukan berarti kita tidak boleh doa yang panjang. Bertele-tele artinya berdoa yang dengan kata-kata yang sia-sia, tidak ada maknanya. Hanya pemanis bibir tetapi tidak lahir dari dalam hati. Allah sudah mengetahui sebelum kita berdoa karena itu berdoalah dengan kata-kata yang sederhana tetapi lahir dari hati kita.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s