PUNCAK PERAYAAN NATAL (NATAL VERSI KITAB ROMA) – Pdt. JS.Minandar (Ibadah Natal, 25 Des 2014)

Roma 7:14

“Sebab kita tahu, bahwa Hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa.”

 

PENDAHULUAN

Kisah natal tidak hanya dapat kita temukan di dalam kitab Injil, tetapi diseluruh kitab dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu. Dalam kesempatan ini kita akan melihat kisah natal dari kitab Roma. Dikatakan dalam Roma 7:14: “Hukum Taurat adalah Hukum rohani”, artinya bahwa oleh Hukum Taurat kita mengetahui:

  • Yang baik dan yang tidak baik
  • Yang benar dan yang salah
  • Kebenaran dan dosa.

Dengan kata lain oleh hukum Taurat, umat manusia menyadari, bahwa dirinya adalah orang yang berdosa. Dengan demikian tidak ada seorang pun yang benar di hadapan Tuhan, karena semua manusia berdosa atau melanggar hukum Taurat.

Roma 3:23

“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.”

AKIBATNYA

Karena manusia sudah berbuat dosa dengan melanggar hukum Taurat, maka status manusia di muka bumi: “TERJUAL DI BAWAH KUASA DOSA”.

Dengan lain kata:

  • Tuan manusia adalah dosa.
  • Manusia di bawah perintah dosa.
  • Apa pun yang dosa perintahkan, manusia taat melakukannya.

T E R J U A L

Roma 7:14

“…tetapi aku bersifat daging, TERJUAL di bawah kuasa dosa

Alkitab versi Easy English: “I am a slave because sin has authority over me”

(Aku adalah seorang budak, sebab dosa telah berkuasa atas aku).

Inilah status kita dan manusia pada umumnya, orang yang berdosa menjadi budak dosa. Segala yang dilakukannya adalah melakukan kehendak dosa. Karena kita ada di bawah jajahan dosa, maka walaupun pada dasarnya batin manusia itu baik, ingin melakukan yang baik dan benar, namun kita tidak berdaya melakukannya. Keinginannya melakukan yang baik, tetapi yang diperbuat adalah dosa.

Roma 7:18

“Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.”

Paulus (manusia umumnya) menyadari mereka punya keinginan besar untuk berbuat baik tetapi yang baik tidak pernah bisa dilakukan, sebaliknya yang jahat yang dilakukan. Mengapa?

Roma 7:19

“Sebab bukan apa yang aku kehendaki yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.”

Walaupun hati Paulus (manusia pada umumnya), ada keinginan besar untuk berbuat baik, tetapi tubuh kita tidak mampu mengerjakannya sehingga yang kita lakukan yang jahat!

Kesimpulan

Roma 7:20 “Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.”

Walaupun di dalam diri Paulus (manusia umumnya), punya keinginan besar untuk berbuat baik tetapi yang baik tidak dilakukan, sebaliknya yang jahat yang dilakukan. Maka Paulus menyimpulkan bahwa di dalam dirinya ada tuan atau penguasa yang memerintah yaitu: D O S A !

Keadaan yang demikian membuat Paulus mengambil kesimpulan bahwa ia adalah manusia celaka, karena tidak mampu keluar dari belenggu dosa.

Roma 7:24

“Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?”

 Apabila hidup kita terus menerus dikuasai atau dijajah oleh dosa, maka Paulus, (kita semua) sadar bahwa kita adalah manusia celaka!!! Mengapa…? Kalau kita terus menerus dijajah Iblis untuk berbuat dosa, maka kita akan binasa di dalam neraka! Sebab upah dosa adalah maut!

Namun bersyukur kepada Tuhan sebab Roma pasal 7 tidak berhenti pada ayat 24, ada ayat 25.

Roma 7:25 “Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita…”

Seperti rasul Paulus bersyukur, kita semua yang ada di sini patut bersyukur kepada Yesus karena Tuhan Yesus rela datang ke dalam dunia untuk membebaskan kita dari kekuasaan dosa, agar kita tidak terus jadi jajahan Iblis dan dosa.

MENGAPA YESUS HARUS DATANG KEDUNIA

Dosa, tidak bisa diselesaikan dengan uang atau dengan materi. Sebab Efesus 6:12, Iblis adalah penguasa dunia. Semua yang ada didunia ini ada dalam kekuasaan iblis. Bahkan dalam Matius 4:8,9 Iblis tawarkan harta dan kemuliaan dunia kepada Yesus, asal Yesus mau tunduk kepadanya. Kalau begitu dengan apakah dosa bisa diselesaikan?

DARAH YESUS

Dosa hanya diselesaikan oleh orang yang takluk kepada Hukum Taurat! Harus ada orang yang dapat melakukan taurat dengan sempurna untuk mengakhiri dosa.

Galatia 4:4

“Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.”

Mengapa Tuhan Yesus disebut takluk kepada Hukum Taurat? Tidak ada seorang manusia di dunia ini yang bisa melakukan Hukum Taurat dengan tepat dan sempurna. Artinya tidak ada manusia yang tidak berbuat dosa, semua manusia sudah berdosa. Hanya Yesus, satu-satunya yang tidak berdosa karena Dia adalah Allah. Dan dalam keadaan sebagai manusia yang tidak berdosa, Yesus bayar harga pembebasan kita dengan darah-Nya yang mahal, I Petrus 1:18,19.

Iblis, dosa dan neraka, tidak berhak menjajah dan memaksa kita lagi untuk berbuat dosa, sebab dengan matinya Yesus di kayu salib, berarti hukuman kepada kita sudah dijatuhkan.

Hukuman itu dijatuhkan bukan kepada diri kita, tetapi kepada Yesus yang menggantikan kita. Sebab itu… Kolose 2:14 mengatakan: “dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib.”

Sebelumnya, setiap kali kita berdosa, Iblis memberi surat hutang dosa, (kwitansi hutang) yang harus kita bayar dengan hukuman yang harus kita tanggung di neraka. Bisa dibayangkan berapa banyak surat hutang kita yang harus kita bayar dari kecil hingga saat ini? Tentu sangat banyak kwitansi dosa kita, dan tidak mungkin kita bisa membayarnya. Tetapi syukur kepada Tuhan, sabab surat hutang dosa itu, Yesus ambil dan Yesus pakukan di dalam diri-Nya dengan mati di kayu salib. Semua kwintasi dosa kita telah lunas dibayar oleh Tuhan Yesus di Golgota. Sehingga Roma 8:1 mengatakan: “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”

 

Haleluya!! Inilah puncak perayaan Natal. Natal yang diawali di kandang Betleham, terus berjalan hingga puncaknya yaitu kematian Tuhan Yesus di kayu salib. Melalui kelahiran dan kematianNya dosa kita diampuni dan kita bebas dari penghukuman kekal. Kini kita tidak lagi menjadi hamba dosa tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang taat dan tunduk kepada firmanNya. Tuhan memberkati!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s