BERITA SUKACITA – Pdt. Erens Rorong ;GPdI Balapulang (Ibadah Raya 3 – Minggu, 21 Des 2014)

Lukas 2:10

Berita natal yang disampaikan malaikat kepada gembala-gembala di Efrata adalah berita kesukaan besar bagi segala bangsa. Natal bukan untuk kelompok tertentu, bangsa tertentu atau agama tertentu. Natal adalah bagi semua orang, semua golongan dan semua manusia. Namun yang menerima hanyalah orang-orang yang berkenan kepada Allah. (ayat 14).

Siapakah orang yang berkenan kepada Allah?
Roma 12:1,
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Orang yang berkenan kepada Allah adalah orang yang sudah mempersembahkan hidupnya kepada Allah sebagai korban persembahan yang hidup. Untuk dapat menjadi korban persembahan, seekor domba atau lembu harus melewati proses. Demikian juga hidup kita. Kita harus siap memasuki proses Allah agar dapat menjadi korban persembahan bagi Tuhan.

PROSES PERSEMBAHAN
1. Disembelih
Imamat 1:5- Kemudian haruslah ia menyembelih lembu itu di hadapan TUHAN.
Lembu atau domba yang akan dikorbankan, ia harus disembelih. Jika leher sudah disembelih maka lembu/ domba tidak berdaya. Ia menyerah kepada kehendak Tuhan. Korban tanpa disembelih adalah sia-sia.
Galatia 2:20 – Paulus dapat berkata: hidupnya bukan “aku lagi tapi Kristus”, ini terjadi karena hidupnya sudah disembelih. Orang yang sudah disembelih tidak lagi ada keakuan, kekuatan pribadi dan kebanggan diri sendiri. Jika ego mati maka Tuhan akan hidup.
Amsal 3:1-3 – Lehernya sudah disembelih harus dihiasi dengan kalung yaitu pengajaran Firman Allah.
Mat 18:6 – Leher yg tidak disembelih lebih baik digantungkan batu, dibuang ke laut.

2. Dikuliti
Imamat 1:6 “Kemudian haruslah ia menguliti korban bakaran itu ….”
Kulit berbicara tentang warna hidup. Domba memiliki bulu yang berbeda-beda warnanya satu sama lain. Agar kulit domba menjadi sama satu dengan yang lain, maka domba harus dikuliti. Perbedaan kulit: suku, adat istiadat, pangkat kedudukan, status sosial dll, jika tidak dikupas dapat menyebabkan perpecahan seperti jemaat di Korintus. Semuanya itu harus kita tanggalkan seperti domba yang dikuliti agar semuanya menjadi satu. Jika jemaat bersatu maka berkat-berkat Tuhan akan mengalir dalam hidup kita. (Mazmur 133:1-3, Yesaya 11:6-10)

3. Isi perut dibersihkan.
Imamat 1:9
“Tetapi isi perutnya dan betisnya haruslah dibasuh dengan air dan seluruhnya itu harus dibakar oleh imam di atas mezbah sebagai korban bakaran, …”
Kotoran/ isi perut dibuang jauh-jauh dari Bait Allah. Banyak orang tertarik ke gereja karena isi perut. Datang ke gereja bukan cari Tuhan, tapi cari berkatNya, yang lebih parah lagi ke gereja hanya kalau ada makanan. Ingatlah saat Tuhan Yesus memberi makan 5.000 orang dengan 5 roti dan 2 ikan. Banyak orang datang tapi saat roti menjadi pengajaran satu per satu tinggalkan Tuhan. Yudas mengkhianati Yesus karena isi perut. Jadilah anak Tuhan yang berkenan dengan memiliki motivasi yang benar dalam mengiring Tuhan.

4. Potong bagian dan taruh di atas mezbah
Imamat 1:6 “ … memotong-motongnya menurut bagian-bagian tertentu.
Binatang yang dikorbankan harus dipotong menurut bagian-bagian tertentu menurut aturan Taurat. Ini berbicara hak. Potongan untuk Tuhan adalah haknya Tuhan,potongan untuk imam adalah haknya iman, dana untuk mansia adalah haknya manusia. Jangan coba-coba mengambil yang bukan haknya (Matius 25:31)
Janda Sarfat berani memberi bagiannya Allah, sehingga terpelihara sampai musim menuai. Abraham diberkati karena berani mempersembahkan Ishak sesuai perintah Tuhan. Masihkah kita menahan haknya Allah?. Apakah kita mengembalikan perpuluhan dengan jujur? Itu adalah haknya Tuhan, harus kita kembalikan kepada Tuhan.

5. Dibakar habis
Imamat 6:30 Tetapi setiap korban penghapus dosa, yang dari darahnya dibawa sebagian ke dalam Kemah Pertemuan untuk mengadakan pendamaian di dalam tempat kudus, janganlah dimakan, melainkan dibakar habis dengan api.”

Agar ada bau harum yang tercium oleh Allah, maka korban bakaran harus dibakar habis diatas mezbah, Ini berbicara totalitas/sepenuhnya bagi Tuhan. Jangan jadi orang kristen yang setengah-setengah, setengah Tuhan setengah setan, setengah rohani setengan jasmani. Jadilah anak Tuhan yang murni, sepenuhnya hanya bagi Tuhan. GBU

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s