SENSUS PENDUDUK SURGA seri 2 – Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya 1,2 – Minggu, 21 Des 2014)

LUKAS 2:1-7

Pendahuluan
Minggu yang lalu kita sudah mempelajari tentang “Sensus Penduduk Sorga”. Pada kesempatan ini kita akan melanjutkan bahasan tersebut. Kita tahu bahwa bukan hanya kerajaan dunia yang menyelenggarakan sensus, tetapi juga Kerajaan Sorga. Kerajaan sorga melakukan sensus untuk mengetahui jumlah penduduk sorga. Menurut Wahyu 20:15 setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu yaitu neraka.

ORANG KRISTEN SEPERTI APA?
Jika kerajaan sorga melakukan sensus bagi warganya, apakah itu berarti semua orang Kristen namanya pasti tercatat dalam buku kehidupan Allah? Jika tidak, orang kristen seperti apa yang namanya dicatat dalam buku kehidupan Allah?
– Percaya Yesus
Nama kita dicatat didalam Kitab Kehidupan karena kita percaya Yesus. Ketika kita percaya, bertobat (lahir baru), saat itulah nama kita dicatat didalam buku Kehidupan.
– Memelihara iman.
Setelah percaya kepada Yesus kita harus memelihara iman kita agar tidak gagal/jatuh di tengah jalan. Jika kita keluar dari iman/menyangkal Yesus, maka nama kita akan dihapus dari kitab kehidupan.
– Hidup sebagai pemenang

HIDUP SEBAGAI PEMENANG
Agar nama kita tidak dihapus dari Kitab Kehidupan, kita harus jadi pengikut Yesus yang berkemenangan.
Wahyu 3:5 – Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

Bagi orang-orang yang menang dalam peperangan iman, Tuhan akan memberikan pakaian putih yang demikian. Rasul Yohanes tidak dapat menggambarkan pakaian putih ini sehingga menulis dengan kata demikian. Tentu ini adalah pakaian yang sangat indah dan mulia.
Apakah kriteria pengikut Yesus yang berkemenangan? Dalam kitab Wahyu pasal 2-3, Tuhan Yesus mengingatkan ke-7 jemaat dengan nasehat yang sama yaitu: “Barangsiapa Menang!” Dengan demikian jemaat yang keluar sebagai pemenang, yang namanya tidak akan dihapus dari Kitab Kehidupan adalah mereka yang mengalami kemenangan.

Marilah kita melihat ketujuh jemaat ini.
1. JEMAAT EFESUS
Tantangan yang dihadapi jemaat ini adalah “meninggalkan kasih yang semula.”
Wahyu 2:4 – Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
Kadar kasih kita kepada Yesus jangan sampai menurun , apalagi sampai tinggalkan/ hilang kasih. Semua yang kita lakukan bagi Tuhan harus didasarkan pada kasih tanpa kasih semuanya sia-sia (1Kor 13:1-3). Apakah saat kita datang ke gereja dikerjakan oleh karena kasih atau karena kebiasaan? Demikian juga saat memuji Tuhan, apakah kita lakukan dengan kasih? Bahkan saat kita memberi persembahan, apakah dilakukan dengan kasih. Sekali lagi, sekecil apapun pelayanan yang kita lakukan bagi Tuhan, marilah kita kerjakan dengan “Kasih”.

2. JEMAAT SMIRNA
Tantangan jemaat Smirna adalah perasaan takut.
Wahyu 2:10 – Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita!
Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.
Menurut Wahyu 21:8 – orang yang takut akan dibuang ke dalam lautan api (neraka). Bila kita tidak mau nama kita dihapus dari kitab Kehidupan, kita harus menang dari rasa takut. Takut yang dimaksud disini bukan phobia, tetapi takut kehilangan orang atau sesuatu yang dicintai: misalnya: keluarga, pacar, dihina, dianiaya, kedudukan, popularitas, miskin, karena menjadi pengikut Yesus.

3. JEMAAT PERGAMUS
Tantangan jemaat ini adalah berhala dan perzinahan.
Wahyu 2:14. – Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.
Kisah lengkapnya ditulis dalam Bilangan 22-25. Dosa penyembahan berhala dan perzinahan membuat bangsa Israel gagal sampai tanah Kanaan. Oleh karena itu kita harus benar-benar bebas dari penyembahan berhala dan perzinahan. Hendaklah setiap pria dan wanita setia kepada pasangannya.

4. JEMAAT TIATIRA
Tantangan jemaat ini adalah “penyembahan berhala dan perzinahan serta tidak mau ambil keputusan untuk bertobat.”
Wahyu 2:21 – Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya.
Kalau dari firman Tuhan yang kita dengar, Tuhan memberi pengetahuan dan pengertian kepada kita, apa yang tidak boleh dilakukan, kita harus menang dan ambil keputusan untuk bertobat.

5. JEMAAT SARDIS
Tantangan jemaat Sardis adalah “mereka melayani, tapi pelayanan mereka tidak sempurna.”
Wahyu 3:2 – Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.”
Pengikut Yesus yang sudah diselamatkan , harus terlibat/ ambil bagian dalam pelayanan. Pelayanan kita kepada Tuhan akan dibalas Tuhan dengan pahala atau mahkota kemuliaan (Matius 10:42 ; 1Korintus 15:58). Tetapi pelayanan yang mendatangkan pahala adalah pelayanan yang dilakukan dengan sempurna. Maksudnya adalah bahwa pelayanan yang dilakukan harus dengan motivasi yang benar, yaitu motivasi yang didasari dengan Galatia 5:22-23, yaitu karakteristik Kristus: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.

6. JEMAAT FILADELFIA
Jemaat ini adalah jemaat yang menang karena mereka sungguh-sungguh menuruti firman Allah.
Wahyu 3:8 – Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.
Bukan kekayaan, kedudukan, pangkat/ jabatan , pendidikan yang dinilai oleh Tuhan, tetapi sejauh mana penurutan kita akan Firman Allah. Pengikut Yesus yang kerohaniannya seperti jemaat Filadelfia, tidak akan dihapus namanya dari Kitab Kehidupan.

7. JEMAAT LAODIKIA
Tantangan jemaat ini banyak: melarat, malang, miskin, buta dan telanjang.
Wahyu 3:17 – Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang.
Doa gembala dan staf gembala agar jemaat Mahanaim diberkati Tuhan tetapi kami lebih senang kalau Saudara diberkati secara seimbang, jasmani dan rohani.
Amsal 11:1 – Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat.

Kesimpulan:
Jadi Jemaat yang namanya tidak dihapus dari Kitab Kehidupan adalah jemaat yang menang dengan cara menaati Firman Tuhan. Karena itu marilah kita jalani hari-hari hidup kita dengan ketaatan kepada firman Tuhan. GBU.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s