PENGANGKATAN GEREJA TUHAN – Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1-Minggu, 28 Des 2014)

Salah satu berita di akhir zaman ini yang harus segera didengungkan dan diberitakan adalah kenyataan bahwa akan terjadi pengangkatan gereja Tuhan untuk luput dari Antikris. Banyak orang menjadi heboh dan meributkan soal meterai 666 dari Antikris dan ramai-ramai berkomitmen menolak tanda itu apapun resikonya. Mereka melupakan bahwa gereja Tuhan yang akan diluputkan dengan diangkat ke padang gurun jauh dari kekuasaan Antikris, bukanlah sekedar bersih dari tanda meterei Antikris 666 tapi ada hal yang lebih penting yang harus dikerjakan. Ada 2 kenyataan yang dialami gereja Tuhan: ada yang diangkat dan ada yang ditinggal.

I. Gereja yang diangkat (diukur kerohaniannya), Wahyu 11:1
Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui:
· Tongkat pengukur: tidak lain berbicara tentang Firman Allah
· Perintah “Bangunlah” : kita disuruh untuk memperhatikan segala sesuatu yang terkait dengan pembangunan kerohanian kita.
Hagai 1:5 – Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!
Efesus 5:15 – Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif.
Ayat-ayat di atas memberi petunjuk bahwa keadaan kita sebagai gereja Tuhan itu menyedihkan dalam kondisi tidak penuh, masih banyak kekurangan.

Hagai 1:6 menjelaskan dengan jelas kondisi rohani gereja Tuhan:
· Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit: yang dikerjakan gereja Tuhan selama ini belum membawa hasil maksimal
· kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang: Firman yang diterima belum penuh
· kamu minum, tetapi tidak sampai puas: belum penuh dengan Roh Kudus
· kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas: pakaian kebenaran belum sepenuhnya kita kenakan (pakaian pesta Anak Domba)
· dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang: berkat-berkat rohaninya bocor, sehingga tidak ada penambahan/ perubahan kualitas hidup rohaninya.

MEMBANGUN KEROHANIAN
Hal penting pertama yang harus diperhatikan dalam membangun rumah rohani adalah DASARnya. Apa dasar bangunan rohani?
· Pengajaran Rasul-rasul, Kisah 2:42
· Dasar yang diletakkan para Rasul adalah Yesus Kristus, 1 Kor 3:10-11
Hal penting lainnya tempat dimana kita berkomitmen sangat berperan penting untuk pertumbuhan rohani kita. Jika dasar yang diletakkan kuat, yaitu kebenaran Yesus, kita akan menjadi bangunan yang kuat dan kokoh, pada tingkat mendengar dan pelaku Firman (Matius 7:24-25). Jadi tidak ada pertumbuhan iman tanpa mendengar Firman pengajaran.
Roma 10:17 – jadi iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Jika selesai dibangun kehidupan kita, maka Tuhan berkata “kemegahannya melebihi yang semula” (Hagai 2:9). Artinya dinyatakan layak untuk dihuni, Tuhan berdiam dalam hidup kita, mengubahkan kita menjadi ciptaan yang baru ( 2 Kor 5:17).

APA YANG DIUKUR DARI GEREJA YANG DIANGKAT?
1. Bait Suci (rumah rohani) yaitu pribadi kita (1 Kor 3:16, 6:19)
2. Mezbah (korban persembahan yang hidup), apakah sudah menjadi surat Kristus yang terbuka dan dibaca semua orang? Roma 12:1,2; 2 Kor 3:2,3
3. Orang yang beribadah di dalamnya (pengalaman dibaptis dengan Air dan Roh), Yakobus 3:5

II. Gereja yang ditinggal (tidak diukur)
Mereka adalah gereja yang:
· Tidak mau bertobat (lahir baru): tipe Kristen duniawi
· Bayi rohani/ kanak-kanak, Mat 24:19: gereja akan mengalami kesulitan dan resiko celaka karenanya
· Masuk zaman Antikris, Wahyu 11:2

Mengapa pelataran Bait Suci tidak diukur? Ada 2 perangkat ibadah disana:
1. mezbah korban bakaran, berbicara tentang orang yang percaya Yesus dan menerima korban Yesus disalib.
2. kolam basuhan, berbicara tentang perjalanan selanjutnya setelah percaya Yesus, ikut baptisan air sebagai kelahiran baru dalam Kristus/ bayi rohani.
Jika kekristenannya tidak lanjut masuk ke ruang kudus Bait Suci / berhenti dan merasa puas hanya dengan percaya dan dibaptis dalam Nama Tuhan Yesus saja (Kristen halaman) maka orang seperti ini akan ditinggal dan masuk pada kekuasaan Antikris.

Untuk menjadi gereja yang sempurna, tiap orang percaya harus masuk ruang kudus Bait Suci, yang didalamnya terdapat:
· Mezbah roti sajian: hidup dalam persekutuan dengan firman Tuhan
· Kaki dian/ kandil: hidup dalam terang Roh Kudus
· Mezbah pedupaan: hidup dalam kesaksian yang mengarumkan nama Tuhan
Selagi ada kesempatan, marilah bangun kerohaniaan kita hingga dewasa, sebab Tuhan tidak mau mempelai yang kanak-kanak.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s