YESUS MEMBEBASKAN – Sdr. Jeff Minandar (Ibadah Raya 2-Minggu, 28 Des 2014)

Natal adalah kisah yang luar biasa. Tapi lebih dari sekedar kisah. Natal adalah pengalaman hidup. Natal bukan dibatasi oleh bulan, suasana, dan dekorasi, tapi pengalaman perubahan hidup. Karena Natal berarti Yesus sudah membebaskan kita dan semuanya tentang Yesus.

Matius 1:21
“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Kata “menyelamatkan” disini dipakai juga untuk kata “membebaskan”. Karena itu dalam Alkitab Bahasa Indonesia Terjemahan Lama kata yang dipakai adalah kata “melepaskan”.

Kebebasan adalah dambaan banyak orang, konsep bebas melakukan apapun adalah konsep yang menyenangkan. Setidaknya secara konseptual, karena pada kenyataannya, kebebasan yang tanpa batas, sadar atau tidak akan berbalik memenjarakan orang tersebut. Inilah ironi kebebasan tanpa batas. Ambil contoh saja: bebas memakai obat-obatan – terpenjara kecanduan; bebas dalam perilaku seksual – terpenjara rasa bersalah dan konsekuensinya.

Jadi sekarang bebas yang seperti apa, sehingga bisa disebut kebebasan sejati? Kalau Yesus, DIA menyatakan dengan jelas: “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar (=sejati) merdeka.” Yohanes 8:36.

Ini akan menjadi lebih jelas jika kita melihat ayat 31-32. Karena penggalan kalimat “…Anak itu memerdekakan kamu…”dari ayat 36 dijelaskan di ayat 32 dengan memakai penggalan kalimat “…kebenaran itu akan memerdekakan kamu…”Jadi Yesus adalah Kebenaran!

Ini menarik karena kita sekarang merasa hidup didalamdunia yang penuh ketidak-benaran. Dalam setting apapun kita bisa merasakan bahwa ada ketidak-benaran yang sedang terjadi, apakah di rumah, sekolah/kampus, tempat kerja, pemerintahan, masyarakat, negara, bahkan dunia. Sebenarnya jelas “penawar” dari “racun” ketidak-benaran adalah KEBENARAN! Wow, itu ada didalam YESUS! Kita sebenarny aadalah orang paling beruntung. Mari bagikan kabar baik ini!

Bagaimana sampai “kebenaran itu memerdekakan?” Yang pertama perlu dimerdekakan adalah pikiran. Ketika Anda berpikir benar, Anda akan bertindak benar! Demikian sebaliknya. Ketika manusia pertama jatuh dari “kebenaran” dan melakukan yang “tidak-benar” apa yang terlebih dahulu diserang Iblis? PIKIRAN.

Untuk beberapa waktu lamanya manusia hidup dalam kebenaran. Kejadian 3:2-3, fokus mereka adalah apa yang dikatakan Tuhan! Jemaat Tuhan engkau akan hidup benar selama fokusmu, standarmu adalah Firman Tuhan! Saat focus dan standar itu berubah, kebenaran itu tidak lagi ada. Lihat manusia pertama! Ketika fokus dan standarnya dialihkan pada apa yang dikatakan Iblis (ayat 4-5) dan pikiran/perasaan pribadi (ayat 6). Bencana datang!

Dalam dunia fotografi ketika ada “penyimpangan” fokus, sebuah gambar akan menjadi tidak benar, tidak sesuai dengan kenyataan. Jika itu terus terjadi pada suatu hari engkau akan menyadari betapa jauh engkau telah menyimpang. Apa yang dilakukan Adam, 1656 tahun kemudian menghasilkan ayat ini: Kejadian 6:5.

Mungkin apa yang kau lakukan hanyalah penyimpangan kecil, itu pikiranmu, jangan sampai engkau terpenjara terus dalam pikiran itu. Saya akan berikan 3 poin pemikiransalah, yang engkau harus putuskan sekarang tetap “terpenjara” didalamnya, atau membuka diri untuk kebenaranya itu Yesus “membebaskan”-mu.
1. Allah adalah pribadi yang jahat! Kebenarannya adalah DIA Bapa yang baik. Lukas 11:11-13. Jangan berpikir negatif, DIA mencipta yang baik, masakan DIA menginginkan yang buruk untukmu.
2. Allah hanya peduli dan menyelamatkan orang-orang baik! Kebenarannya adalah DIA datang untuk orang berdosa. Markus 2:17.
3. Allah datang untuk menghukum! Kebenarannya adalah kebalikan dari itu. Lukas 4:18-19. Apa yang menawan engkau? Yesus mau bebaskan. Roma 8:1 “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” Anda harus keluar dari sini, tidak lagi takut mati!_

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s