Mengisi Hari-Hari dengan Bijaksana – Pdt. JS. Minandar (Ibadah Sulung-Minggu, 4 Jan 2015)

Efesus 5:15,16

“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”

 

PENDAHULUAN

Adalah sebuah anugerah Tuhan jika kita dapat memasuki tahun baru 2015. Banyak orang ingin masuk tahun 2015, namun mereka tidak dapat karena tutup usia. Siapa sangka 161 penumpang pesawat Air Asia harus mengakhiri hidupnya 3 hari menjelang tahun baru 2015. Dari satu sisi, kita memang patut bersyukur karena Tuhan memberikan kesempatan hidup sepanjang 365 hari lagi. Tetapi di sisi lain memasuki tahun baru merupakan suatu tanggung jawab besar yang harus  kita jalani selama 365 hari. Mengapa? Sebab memasuki tahun baru, kita seperti diberi satu buku kosong yang berisi 365 halaman. Kepada kita diberi tanggung jawab untuk mengisi buku tersebut dari awal sampai akhir. Lembar demi lembar, dari sehari ke sehari kita akan tulis di lembaran tersebut, apakah hal-hal yang baik atau buruk, perkara-perkara yang benar atau salah, kebaikan atau kejahatan. Apapun yang akan kita isi di buku  tersebut, pada akhirnya Tuhan akan menilainya, dan itulah yang menentukan akhir hidup kita.

NASIHAT FIRMAN ALLAH

Untuk mengisi lembaran-lembaran di buku tersebut dengan benar, Firman Allah menasihati agar kita :

  • Memperhatikan dengan saksama, bagaimana kita mengisi catatan hidup kita. Apakah kita mengisi dengan hal-hal yang baik atau jahat.
  • Jangan mengisi catatan hidup kita seperti orang bebal, yaitu orang yang tidak tahu hukum, yang hidup semaunya sendiri dan sembrono, tetapi kita mengisi lembar hidup kita, seperti orang arif yaitu orang yang bijaksana, yang menyadari bahwa pada akhirnya hidup kita akan dinilai oleh Tuhan. Dan…
  • Pergunakan waktu yang kita miliki, sebab hari-hari dimana kita hidup sekarang ini – jahat. Artinya…

Sewaktu-waktu bisa saja kita tidak bisa mengisinya lagi, karena kita harus tutup buku alias mengakhiri hidup kita.

JANJI TUHAN

Kalau kita mengisi hari-hari hidup kita sesuai firman Tuhan, maka kita akan alami janji Tuhan, yaitu:

Amsal 4:18  “Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.”

Saat kita bangun di pagi hari dan memperhatikan terbitnya mentari pagi, kita akan mendapati sinar matahari yang lembut dan cerah. Perlahan sinar itu akan menguat hingga mencapai sinar yang terang benderang di tengah hari. Kemudian secara perlahan namun pasti sinar itu akan turun redup dan tenggelam di ufuk barat akhirnya hilang ditelan malam. Tetapi bagi orang benar, Allah menjamin, bahwa jalan hidupnya akan memuncak hingga rembang tengah hari. Artinya jalan hidup orang yang dikasihi Tuhan kita tidak akan pernah melihat kegelapan yaitu maut. Sebaliknya Allah berjanji mengangkat kita naik tinggi dan bukan turun. Kita akan dibawa pada puncak kemuliaan, seperti matahari dirembang tengah hari.

PETUNJUK FIRMAN TUHAN

Untuk mencapai janji Tuhan, diawali dari kemuliaan, kepada kemuliaan sampai pada kemuliaan yang sempurna. Firman Tuhan memberi petunjuk pada kita bagaimana cara mengisi hari-hari hidup yang kita jalani,  yaitu yang terdapat dalam Efesus 4:17-32 dan 5:1-14.

a. Tidak Hidup Seperti Orang Dunia (Efesus 4:17,18)

Jangan hidup seperti warga negara dunia, karena pikiran mereka sia-sia, dan mereka tidak mengenal kebenaran, yaitu firman Allah untuk menerima janji Tuhan.

b. Efesus 4:19

Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.

Batin mereka tumpul, sehingga mereka tidak merasa dosa dan kecemaran adalah kejahatan.

c. Efesus 4:25

Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. Jangan isi lembar hidup  kita  dengan dusta  / keberbohongan,  sebaliknya:  berkatalah benar.

d.Efesus 4:26

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.

Jangan isi hidup dengan kemarahan yang berlebihan, (sampai berdosa akibat kemarahan kita). Ayat ini mengandung arti : Jangan menyimpan kemarahan, sehingga kemarahan itu menjadi tidak pernah selesai.

e.Efesus 4:27

Jangan beri kesempatan kepada Iblis

Jika kita beri kesempatan kepada Iblis sedikit saja, pada akhirnya ia yang akan mengendalikan hidup kita.

f. Efesus 4:28

Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

Jangan kotori  lembar buku catatan  hidup kita dengan catatan buruk, karena kita pernah mencuri. Sebaliknya orang yang pernah mencuri agar bertobat dan bekerja keras supaya kita dapat melayani jemaat lainnya yang membutuhkan.

g. Efesus 4:29

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

Jangan  kotori lembar catatan hidup kita dengan perkataan kotor. Kalau terpaksa harus menegur, tegurlah dengan kata-kata yang membangun dan positif. Mengapa? Karena ucapan kita dapat menyelamatkan  atau membinasakan orang.

h.Efesus 4:30

Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.

Kita harus menjaga buku catatan hidup kita, jangan  sampai ucapan kita mendukakan Roh Kudus. Kalau hal itu sampai terjadi kita tidak akan punya kesempatan untuk melanjutkan hidup. (Lukas 12:10).

Contoh:

Kisah 5:1-11 Ananias dan Safira mati karena mendustai Roh Kudus

Kisah 12:21-23  Herodes, ditampar malaikat karena perkataannya melawan Allah.

i.Efesus 4:31

Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

Jangan kotori buku catatan kehidupan kita dengan menyimpan Kepahitan, Kegeraman, Kemarahan, Pertikaian, Fitnah.

DOSA TIDAK BISA DITOLERIR

Semua daftar kesalahan yang telah kita bahas di atas, bukan kesalahan biasa, tapi DOSA yang membinasakan. Hal ini pernah dialami oleh bangsa Israel ketika berjalan menuju tanah Kanaan.

Mazmur 78:32,33

Sekalipun demikian mereka masih saja berbuat dosa dan tidak percaya kepada perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib. Sebab itu Ia membuat hari-hari mereka habis dalam kesia-siaan, dan tahun-tahun mereka dalam kekejutan.

Bangsa Israel gagal masuk tanah Kanaan bukan karena:

  • Allah tidak mampu menjaga dan membawa mereka ke Kanaan.
  • Bukan karena mereka kalah oleh tentara musuh.

Tetapi mereka gagal  karena mereka salah dalam mengisi hari-hari hidup  yang mereka jalani.

Ada 2 ukuran waktu yang dipakai pemazmur, untuk menjelaskan orang yang salah dalam mengisi hari-hari hidupnya:

(1) “Hari-hari mereka habis” dan

Hari-hari Mereka Habis  Dalam Kesia-siaan, artinya mereka salah mengisi hari-hari hidup mereka, maka…

hidup mereka, bukan seperti cahaya fajar yang semakin terang sampai rembang tengah hari (terang yang sempurna). Sebaliknya terang mereka semakin hari semakin merosot, tekor (padam).

(2) “Tahun-tahun mereka dalam kekejutan.”

Artinya hari-hari yang mereka jalani disepanjang tahun yang berisi 365 hari itu diwarnai dengan kejutan. “Kekejutan”  TEROR (suasana yang menakutkan).

TAAT DAN TAKLUK

Ayub 36:11 “Jikalau mereka mendengar dan takluk, maka mereka hidup mujur sampai akhir hari-hari mereka dan senang sampai akhir tahun-tahun mereka.”

  • Perhatikan kata “Mendengar”. Kata mendengar, bukan cuma sekedar pasang telinga dan dengar suara, tetapi semua firman Allah yang kita dengar, kita terapkan dalam buku catatan, yaitu: kehidupan kita.
  • Takluk

Inggris: serve, artinya: melayani!.

Maksudnya: Kebenaran firman Allah yang kita dengar dan kita terapkan bukan demi keuntungan kita semata. Tetapi kita terapkan dan amalkan untuk  memberkati orang yang lain.

Halaman Penutup

Jika kita mengisi hari-hari hidup kita dengan taat dan takluk kepada firman Tuhan, maka ketika sampai pada halaman akhir, yaitu saat kita menutup buku catatan kehidupan kita dan kita menyerahkan kepada Tuhan Yesus, Tuhan Yesus pun akan berkata:

“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”  Karena itu marilah kita jalani hari-hari dengan bijaksana, isi lembaran-lembaran hidup kita dengan sikap yang taat dan takluk kepada Allah. Amin.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s