EVALUASI di AKhir Tahun – Pdt. JS. Minandar (Ibadah Tutup Tahun – Kamis, 31 Desember 2014

II Timotius 4:18

“Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan  selama-lamanya! Amin.”

PENDAHULUAN

Puji Tuhan, tanpa terasa kita sudah ada dipenghujung tahun 2014, beberapa jam lagi kita akan memasuki tahun baru 2015. Saat-saat seperti ini menjelang pergantian tahun adalah saat yang tepat bagi kita untuk mengevaluasi diri, bahwa:

  • Paket Waktu Berkurang

Sadar atau tidak, memasuki tahun 2015, berarti kesempatan hidup di dunia ini, berkurang satu tahun, sebab waktu yang kita miliki, sudah kita gunakan yaitu 2014.

  • Mendekati Kematian/Kedatangan Yesus

Berganti tahun, berarti posisi kita dengan kematian atau kedatangan Yesus 2 kali, semakin dekat.

EVALUASI

Alangkah bijaksananya sebelum memasuki tahun baru 2015, bila kita mengadakan evaluasi seperti yang dilakukan rasul Paulus.

II Timotius 4:7

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”

 

Evaluasi diri yang dilakukan dilakukan oleh rasul Paulus, adalah:

  1. Hidup Adalah Pertandingan

Rasul Paulus mengingatkan bahwa hidup di muka bumi, seperti orang yang bertanding. Dalam pertandingan olah raga kadang-kadang kita mendapati hasil seri/imbang. Tetapi, tidak dengan pertandingan iman. Kadang-kadang kita harus menentukan menang atau kalah. Kemenangan diakhir, ditentukan oleh kemenangan pertandingan yang kita lakukan di hari-hari, bulan yang kita lewati.

  1. Mencapai Garis Akhir

Yang utama dalam pertandingan iman adalah kemampuan kita untuk mencapai garis akhir.

Pengkhotbah 3:1-8 Semua yang ada di bawah kolong langit tidak ada yang akan terus berjalan tanpa akhir.  Tidak ada pertandingan yang berlangsung terus menerus, semua ada akhirnya, entah cepat atau lambat, sekarang atau nanti.

  1. Bagaimana Cara Kita Bertanding

Selain itu, yang perlu diperhatikan dalam pertandingan iman adalah cara kita bertanding. Karena  cara kita bertanding  kita akan menentukan kemenangan kita. Oleh sebab itu, evaluasilah cara kita bertanding di tahun 2014, apa yang jelek dan yang salah harus kita perbaiki di tahun 2015 ini. Kalau kita pernah gagal mintalah ampun kepada Tuhan agar kita benar-benar menjalani tahun ini dengan hati yang baru. Menjelang kematiannya Paulus mengevaluasi diri dan berkata: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik!”

Bagaimana dengan Kita? Apakah kita akan akhiri pertandingan ini dengan baik? Semoga!

  1. Memelihara Iman

Salah satu cara mengakhiri pertandingan dengan baik adalah memelihara iman. Iman kita harus dijaga agar nama kita tidak dihapus dari “Kitab Kehidupan”. Untuk itu, kita harus mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar (Filipi 2:12) dengan cara:

  • Pelihara iman kepada Yesus
  • Melakukan firman Allah
  • Beribadah, Ibrani 10:25
  • Berdoa, Efesus 6:18
  • Melayani, Filipi 4:2,3
  • Takut Tuhan, Maleakhi 3:16

SERANGAN IBLIS

Mengapa kita harus memelihara iman kita? Karena dalam pertandingan iman yang kita lakukan ada musuh yang ingin mengagalkan kita yaitu Iblis.

II Timotius 4:18

“Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.”

Tiga Serangan Iblis

Iblis menyerang orang percaya dengan tiga sasaran: Roh, Jiwa dan Tubuh.

  1. R O H (Hati)

Roh menjadi sasaran utama iblis, karena hati adalah  tempat berdiam iman, harap dan kasih. Caranya adalah “Meragukan firman Allah”. Jika seseorang sudah meragukan firman Allah, maka imannya bisa gugur di tengah jalan. Contoh:

  • Matius 11:2-6 Yohanes Pembaptis.

Ditengah-tengah penderitaan, iblis berusaha membuat Yohanes Pembaptis, meragukan firman Allah.

  • Matius 4:3-10, Tuhan Yesus

Iblis berusaha membuat Yesus ragu akan statusnya sebagai Anak Allah. Tiga kali Iblis berkata: “Jikalau Engkau Anak Allah!” Hati-hatilah sebab “Roh tidak percaya” lebih jahat dari senjata apa pun ada di dunia.

Meragukan firman Allah, membuat seseorang kehilangan iman, pengharapan dan kasih kepada Allah, yang berakahir kepada kebinasaan.

 2.J I W A (Pikiran dan Perasaan)

Tantangan yang dihadapi manusia di akhir zaman, adalah pikiran. Iblis telah berhasil menjadikan pikiran, nalar, logika, menjadi ilah (agama) baru yang diagung-agungkan  dan dinomor-satukan.

II Korintus 4:3,4

“Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutkan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus yang adalah gambaran Allah.”

Orang Yunani di zaman rasul Paulus sulit untuk menjadi percaya karena mereka berusaha mencerna Injil yang Paulus beritakan dengan pikiran atau logika mereka.

Catatan:

Tidak berarti pengikut Kristus tidak menggunakan pikiran atau logika.

II Korintus 11:2,3

“Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.”

Rasul Paulus menguatirkan keselamatan jemaat Korintus, karena jemaat di Korintus mulai membuka pikiran mereka kepada ajaran baru atau filsafat yang  sangat bisa diterima akal.

Keselamatan jalannya kuasa iman, tidak ada iman, tidak akan ada sorga dan keselamatan.

Ibrani 11:6

“Tetapi tanpa iman tidak  mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia”

 3. F I S I K

Salah satu senjata Iblis untuk menghancurkan iman dan rohani kita adalah lewat semua hal yang berkaitan dengan urusan jasmani.

  • Karena uang, Yudas kehilangan iman dan menjual Yesus
  • Karena takut aniaya, Petrus menyangkal Yesus

Iblis Gunakan Kekuatan  Fisik dan Materi untuk menghancurkan iman anak-anak Tuhan. Bahkan di akhir zaman, Iblis pertontonkan kuasanya dalam bentuk jasmani:

Matius 24:24 – Iblis membuat mujizat dahsyat dan luar biasa untuk menarik manusia kepadanya.

Matius 24:9 – Iblis gunakan kekerasan fisik (aniaya) agar anak-anak Tuhan gugur imannya.

Apapun yang terjadi dengan fisik/tubuh kita jangan sampai gugur iman kita. Tetaplah bertanding dengan baik sampai garis akhir walaupun fisik kita menderita.  Tuhan memberkati!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s