MENGISI HARI-HARI DENGAN BIJAKSANA (seri 2) – Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya – inggu, 18 Jan 2015)

 1 Petrus 4:7-11

 IMG-20140131-WA0005 - Copy

PENDAHULUAN

Firman Tuhan kali ini merupakan lanjutan dari khotbah pada ibadah sulung dengan tema: Mengisi Hari dengan Bijaksana”. Kita sudah pelajari bahwa memasuki tahun baru 2015, kita digambarkan seperti menerima sebuah buku yang harus diisi dengan hal-hal yang baik dan berguna. 365 halaman buku harus kita isi dengan catatan-catatan kehidupan yang bermanfaat dan menyenangkan hati Tuhan. Kalau yang pertama kita mempelajari mengisi hari dengan bijaksana dari kitab Efesus, sekarang kita akan mempelajarinya dari kitab yang ditulis oleh Rasul Petrus. Untuk itu marilah kita mempelajari 1Petrus 4:7-11 secara eksegesa atau ayat demi ayat.

I Petrus 4:7

“Kesudahan segala sesuatu  sudah dekat…”

Inilah alasan mengapa rasul Petrus menasehati kita agar mengisi hari-hari dengan bijaksana, yaitu karena “kesudahan segala sesuatu sudah dekat.”

Kalimat ini punya beberapa arti:

  • Kedatangan Yesus kedua kali sudah semakin dekat.

Tanda-tanda zaman sudah terlihat jelas bahwa saat kedatangan Tuhan semakin dekat. Apa yang terjadi di sekitar kita, peperangan, musibah, sakit-penyakit, kematian dll, semua membuktikan bahwa kedatangan Tuhan hampir tiba. Dan kita juga tahu bahwa diakhir kehidupan kita Allah menuntut pertanggung-jawaban atas semua perbuatan yang telah kita lakukan.

  • Hari kematian, bisa terjadi kapan dan di mana pun juga.

“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat.” Yang kedua memiliki arti bahwa hari kematian kita semakin dekat. Artinya bahwa kematian dapat terjadi kapan saja, dimana saja dan dengan cara apa saja. Siapa sangka, setelah merayakan natal pada tanggal 25 Desember, beberapa anak Tuhan merencanakan untuk mengisi liburan akhir tahun dengan tamasya ke Singapura. Semua persiapan dilakukan jauh-jauh hari termasuk maskapai penerbangan yang akan digunakan. Tepat 28 Desember 2014, dengan menggunakan pesawat Air Esia, QZ 8501, perjalanan dimulai. Dari bandara Juanda – Surabaya mereka terbang menuju Singapura, tetapi apa yang terjadi? Mereka tidak pernah sampai ke Singapura karena pesawat yang mereka tumpangi jatuh di perairan selat Karimata.

Karena kedatangan Yesus sudah dekat dan kematian bisa datang setiap waktu, maka Petrus menasihati:

  1. KUASAI DIRI & JADILAH TENANG

I Petrus 4:7b

“Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.”

 Kita tidak dapat mengisi hari-hari kita dengan baik dan bijaksana jika kita tidak tenang. Dalam terjemahan lain: Kuasailah dirimu dan jadilah tenang ditulis “Hendaklah pikiranmu dilindungi!”.

Kalau kita tidak bisa menguasai diri dan melindungi pikiran kita, maka tidak mungkin kita bisa mengisi hari-hari hidup kita dengan baik, benar dan berkenan  kepada Tuhan. Tanpa melindungi pikiran, sangat mudah bagi iblis untuk menyeret kita kedalam dosa dan kejahatan sehingga buku kehidupan kita diisi dengan catatan-catatan yang jahat dan buruk.

 Apakah yang sanggup menguasai dan melindungi pikiran kita, sehingga kita tenang? Pikiran kita tidak dapat dijaga dengan kekuatan militer, peralatan yang canggih ataupun kekayaan yang melimpah. Hanya Firman Allah dan Roh Kudus yang sanggup menjaga pikiran kita. Jika pikiran kita jaga oleh firman Allah dan Roh Kudus, maka segala ucapan, semua perbuatan dan pikiran kita akan berkenan kepada Allah, dengan demikian tak mungkin kita mengisi lembar kehidupan kita dengan cara sembrono.

 Kepada Jemaat di efesus, rasul Paulus memberikan nasehat: Efesus 4:27 “dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.”  Jangan serahkan roh, jiwa dan tubuh kita kepada Iblis untuk digunakan menjadi alat dosa. Sekali iblis diberi kesempatan, maka ia akan menghancurkan hidup kita. Kalau bukan firman Allah dan Roh Kudus yang menguasai/melindungi pikiran kita, Iblis akan mengendalikan dan membuat kita tidak berkenan kepada Tuhan! Contoh:

  • S A U L I Samuel 18:6-30

Saul awalnya adalah seorang raja yang baik. Ia dipilih oleh Allah menjadi raja Israel. Dilantik dan diurapi oleh nabi Samuel menjadi raja pertama Israel.Tetapi ketika roh, jiwa dan tubuh Saul  dikuasai roh jahat, maka semua rencana, pikiran dan yang dibuat Saul semata-mata adalah jahat. Akibatnya Saul mengakhiri hidupnya dengan tragis dan mengerikan yaitu bunuh diri.

  • Y U D A SYohanes 13:27

Yudas adalah salah satu murid Yesus yang memiliki potensi besar dalam pelayanan. Oleh sebab itu, Tuhan Yesus memilihnya dan mempercayainya memegang kas keuangan murid-murid.  Namun ternyata hatinya tidak jujur. Berulang-ulang Tuhan Yesus menasihati dan menegur Yudas, agar bertobat tetapi Yudas mengulur-ulur waktu untuk bertobat. Akhirnya Yudas mengkhianati Yesus, yang berujung dengan kebinasaan!

  • Y U S U FKejadian 39:2, 3, 21, 23

Minimal empat kali ditulis: “Tuhan menyertai Yusuf”. Menyertai artinya bukan cuma sekedar mendampingi, tapi menguasai roh, jiwa dan tubuh/perbuatan Yusuf. Sangat mudah bagi Yusuf untuk segera menjadi besar, kalau ia mau mengggunakan cara yang salah. Kalau saja ia mau menuruti bujukan istri Potifar, maka ia akan mendapatkan fasilitas mewah dari istri tuannya. Namun Yusuf tidak memilih melakukan hal tersebut. Penyertaan Tuhan membuat Yusuf hidup dalam kekudusan dan kebenaran. Hidup Yusuf baik roh, jiwa dan tubuhnya dikuasi oleh Roh Allah, sehingga selama hidup, catatan hidup Yusuf baik dan mulia!

  1. KASIHILAH SEORANG AKAN YANG LAIN

I Petrus 4:8 “Tetapi yg terutama, kasihilah sungguh-sungguh se-orang akan yg lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.”

 Petrus mengingatkan kalau kita ingin catatan hidup kita baik dan berkenan kepada Tuhan, maka dalam diri kita harus ada kasih. Kasih yang dimulai dari keluarga kita, saudara-saudara, sahabat hingga kepada musuh kita. Berbicara tentang  “K A S I H” tentu kita ingat tingkat-tingkat pertumbuhan iman yang diajarkan oleh rasul Petrus dalam II Petrus 1:5-8. Kita bisa mengasihi seorang akan yang lain dengan sungguh-sungguh, kalau pertumbuhan iman kita mencapai tingkat “Kasih Agape”.

 Perhatikanlah gambar berikut ini.

II Petrus 1:5-8

tangga kekristenan basic

Sasaran kita adalah menjadi sama seperti Yesus, yaitu pada posisi kasih Agape. Untuk mencapai posisi kasih agape ini, kita harus memulai dari iman, kemudian diatas iman kita tambahkan “Kebajikan”. Iman harus dibuktikan dengan perbuatan bajik/baik yang kita lakukan dari hari ke sehari. Setelah itu kita menambahkan:

“Pengetahuan.”

Kita harus mengerti firman Allah, agar tidak mudah diombang-ambingkan dengan pengajaran palsu yang menyesatakan. Di akhir zaman, akan muncul banyak ajaran sesat. Jika kita tidak mengerti kebenaran firman Allah yang murni dan sejati,  kita akan menjadi mangsa kuasa kegelapan. Oleh karena itu, saat kita sedang ibadah dimana saja, dengarkan firman Allah dengan sungguh-sungguh, jangan main HP, BB, FB dll. Sedapat-dapatnya buatlah catatan firman Allah yang disampaikan agar kita dapat mempelajarinya kembali. Dengan demikian kita akan menjadi anak Tuhan yang kuat dan dewasa karena mengerti akan kebenaran firman Tuhan secara benar. Kemudian kita tambahkan lagi diatas pengetahuan yaitu:

“Penguasaan Diri”

Belajarlah untuk sabar dan menahan emosi. Kuasailah diri, jangan cepat menjadi marah. Penguasaan diri adalah tanda kedewasaan rohani. Anak-anak Tuhan yang dewasa mampu menguasai dirinya sekalipun ditengah-tengah tekanan dan persoalan. Mintalah kekuatan dari Roh Kudus agar kita dapat menguasai diri dalam segala keadaan. Selanjutnya, diatas penguasaan diri, kita tambahkan:

“Ketekunan”

Jadilah anak Tuhan yang tekun dan setia dalam mengiring Tuhan. Jangan suka bolos beribadah. Rajinkanlah diri kita untuk bersekutu dengan Tuhan sehingga akhirnya kita akan menuai buah dari ketekunan itu. Diatas ketekunan, kita tambahkan:

“Kesalehan”

Kekritenan bukan agama, tetapi kehidupan, yaitu kehidupan yang saleh. Tunjukkanlah kesalehan kita bukan hanya saat pergi gereja, berdoa, atau hadir dalam persekutuan, melainkan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara hidup yang benar dan berkenan kepada Tuhan. Kemudian tingkat selanjutnya adalah:

“Kasih Persaudaraan”

Semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, adalah anak-anak Tuhan, dengan demikian kita semua adalah saudara. Kepada saudara-saudara inilah kita harus menunjukkan kasih persaudaraan. Marilah kita tunjukkan perhatian dan pertolongan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Jika kita sudah mampu menunjukkan kasih persaudaraan kepada sesama anak-anak Tuhan, maka kita akan mencapai puncak kekristenan yaitu:

“Kasih Agape.”

Kasih agape ditunjukkan oleh Allah melalui korban Yesus diatas kayu salib. Inilah puncak kasih, dimana Allah mengasihi manusia dengan apa adanya, tidak pilih-pilih ataupun membeda-bedakan. Semua orang di seluruh dunia dikasihi dengan kasih yang sama. Jika kita sampai pada tingkatan kasih Agape, maka kita akan dimampukan bukan saja mengasihi sesama, tetapi juga mengasihi musuh-musuh kita.

  1. KASIH MENUTUPI DOSA YANG BANYAK

I Petrus 4:8 Tetapi yg terutama; kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.”

 Kalimat ini bersifat: “akan” atau waktu yang akan datang. Dalam Alkitab terjemahan King James Version ( KJV) dikatakan: “Charity shall cover the multitude of sins.”

Kata “shall”, mengacu bentuk “akan” artinya bukan dosa-dosa yang telah kita lakukan yang kita bisa tutupi, tetapi yang belum kita lakukan. Setiap orang rentan/punya potensi untuk melakukan dosa pada hari ini dan di hari-hari yang akan kita jalani di depan. Tetapi bila kita hidup dalam “Kasih Agape” kita memiliki potensi pada hari ini dan di hari mendatang untuk berhenti berbuat dosa yang jadi langganan atau selalu kita perbuat. Hati-hati!!! Menutupi dosa bukan berarti kita bisa menutupi dosa orang banyak! Jangankan dosa orang banyak, dosa sendiri saja kita tidak dapat menutupinya. Hanya Yesus yang punya hak dan kuasa untuk mengampuni dan menutupi semua dosa manusia. Selain itu menutupi dosa juga bukan berarti kita kompromi dengan orang yang berbuat dosa.

 Yang benar adalah kalau kita memiliki “kasih” maka kita akan membawa mereka kepada Yesus, sehingga mereka berhenti berbuat dosa sebab telah percaya Yesus dan bertobat dari dosa. Atau dengan kasih, kita bimbing seseorang untuk bertumbuh dari iman menuju kasih agape. Maka kasih kita telah memberi dampak kepada orang lain untuk berhenti dari kebiasaan berbuat dosa.

Selanjutnya jika karena kita memiliki “Kasih” maka kita dapat melakukan nasehat rasul Petrus yaitu:

  1. MEMBERI TUMPANGAN

I Petrus 4:9 “Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut.”

Zaman rasul atau gereja mula-mula, banyak jemaat yang mengembara karena dianiaya dan terusir karena Kristus. Melihat kondisi yang demikian rasul Petrus menasehati jemaat agar tidak segan-segan memberikan tumpangan kepada mereka dengan tidak bersungut-sungut. Untuk masa sekarang ini, kita harus hati-hati agar jangan salah memasukkan orang ke dalam rumah kita. Sebab tidak jarang terjadi; alih-alih memberi tumpangan, justru isi rumah dikuras oleh orang yang kita tolong.

Puji Tuhan, oleh karena Kristus, kita telah melakukan pelayanan ini kepada hamba-hamba Tuhan yang sedang merintis pelayanan. Baik mereka yang datang ke Mahanaim Tegal karena kebutuhan untuk kontrak rumah ibadah, pembangunan gereja sampai kebutuhan hidup seharai-hari, maupun melalui pelayanan lintas budaya yang secara langsung mengunjungi tempat-tempat pelayanan tersebut. Melalui korban-korban yang kita berikan, kita telah memberikan tumpang kepada mereka.

  1. MELAYANI SESAMA JEMAAT

I Petrus 4:10

“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yg telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yg baik dari kasih karunia Allah.”

 Terakhir, rasul Petrus memberikan nasehat agar kita  menolong saudara-saudara seiman.  Dengan melakukan perintah ini, kita telah menggenapi perkataan Tuhan Yesus dalamMatius 26:11  “Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.”

Dimana saja, di semua gereja dari gereja desa sampai gereja yang ada di Metropolitan, selalu akan kita dapati orang-orang miskin. Mengapa demikian? Keberadaan orang miskin di gereja dimaksudkan Tuhan agar kita dapat berbagi kepada mereka. Oleh sebab itu, marilah kita perhatikan saudara-saudara kita yang berkurangan, berbagilah kepada mereka sebagai bentuk pelayanan kepada sesama jemaat. Tuhan memberkati!!_

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s