MEMPERTAJAM HIDUP (seri 2)-Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 1, Minggu 25 Januari 2015)

Pengkhotbah 10:10

Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga,  tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

Pendahuluan

Pada bagian pertama kita sudah mempelajari tentang: “Mempertajam Hidup”. Kehidupan ini harus dipertajam layaknya sebuah kapak, jika tidak ditajamkan akan menjadi tumpul. Hal pertama yang kita tajamkan dari diri kita adalah: Penglihatan / Mata .

Mengapa Mata harus dipertajam?

  1. Pandangan berbicara VISI – Tajamkan visi untuk meraihan kesuksesan.
  2. Mata adalah Pelita Tubuh – kwalitas hidup kita ditentukan dari mata kita, sebab mata adalah pelita.

CARA MEMPERTAJAM MATA

  1. Keluarkan Balok/Penghalang di mata
  2. Pandanglah gambaran besarnya
  3. Melihat melampaui yang dilihat mata

MEMPERTAJAM MULUT/PERKATAAN

Bagian kedua yang perlu kita pertajam dalam hidup ini adalah “Mulut atau Perkataan.” Saat kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita menjadi anak Allah (Yoh 1:12) tetapi kita juga Imamat yang Rajani.

1Pet 2:9

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Konsep Imamat yang Rajani

Menurut Perjanjian Lama yang termasuk kelompok imam adalah Suku Lewi. Diluar suku Lewi adalah orang “awam.” Mereka tidak boleh melakukan pelayanan keimamatan. Tetapi menurut Perjanjian Baru, yang disebut imamat adalah semua orang percaya. Perhatikan kembali 1Pet. 2:9-Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani (Kerajaan Imam).

Jadi Orang Percaya memiliki dua jabatan:

  • Imam: tugasnya melayani
  • Raja : tugasnya memerintah, memegang otoritas

 

Hubungan Raja dan Perkataan

Dalam Sistem Kerajaan, maka :

  • Perkataan raja adalah HUKUM.
  • Perkataan raja, BERKUASA
  • Perkataan raja, tidak bisa diubah atau dibatalkan

Mengapa Mulut Kita Perlu Diasah?

  1. Allah memperlakukan kita, sesuai dengan apa yang kita katakan.

Bilangan 14:28

“Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah Firman Tuhan, bahwasannya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Ku lakukan kepadamu”

  1. Kita Menuai Taburan Perkataan Kita

Amsal 18:21

“Hidup dan mati dikuasai lidah. Siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya”

Amsal 13:2a-Dari buah mulutnya seseorang akan makan yang baik.

 Ingatlah prinsip Gema, kita akan mendapat kembali suara yang kita katakan.

Bandingkan percobaan yang dilakukan Dr. Masaru Emoto tentang kuasa perkataan terhadap air dan nasi.

https://www.youtube.com/watch?v=Ehlw-9PJkIE

https://www.youtube.com/watch?v=tAvzsjcBtx8)

  1. Kita adalah apa yang kita Percayai dalam hati dan katakan dalam mulut.

Rom 10:10

Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Contoh : 12 Pengintai – Bil 13

  1. Kita Mendapat apa yang kita akui

Markus 7:29

Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”

  1. Setiap Kata-kata kita akan dipertanggungjawabkan

Matius 12: 36-37

“…..Setiap kata-kata yang sia-sia, yang diucapkan orang harus dipertanggung jawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum”

CARA MEMPERTAJAM PERKATAAN

A. Berkatalah Benar

Matius 5:37

Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

B. Pertimbangkanlah sebelum berkata-kata

Amsal 16:1

Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada TUHAN.

Pertimbangkanlah ucapan kita sebelum kita katakan dengan beberapa hal berikut ini

  • Benar : Apakah perkataan yang kita ucapkan benar? Jika tidak, jangan katakan.
  • Pantas : Apakah hal tersebut pantas dikatakan? Barangkali beritanya benar, tapi kalau tidak pantas jangan dikatakan
  • Penting : Apakah hal tersebut penting?
  • Berguna : Manfaat apakah yang kita petik dari perkataan tersebut?

C. Berkata-kata dalam Urapan Roh Kudus, 1Tes 1:5a

Mintalah pimpinan Roh Kudus agar setiap kata-kata yang kita ucapakan menjadi berkat bagi orang yang mendengarnya.

D. Baharuilah Hati Anda, Luk 6:45

Perkataan yang keluar dari mulut bersumber dari hati, karena itu jika hati baik, perkataan jadi baik, sebaliknya hati yang jahat menghasilkan perkataan yang jahat. Oleh sebab itu, perbaharuilah hati kita agar mengeluarkan perkataan berkat. Amin. KJP

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s